Venna Melinda: Menjadi Anggota Dewan itu Jalan Hidup


Venna Melinda

Selebriti cantik yang juga merupakan anggota Komisi I DPR/RI, Venna Melinda ternyata memiliki kepedulian yang sangat besar bagi anak-anak yang kurang beruntung. Hal ini terlihat saat dia memilih untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-39 di Sekolah Anak Jalanan (SAJA) di Kota Tua, Jakarta Utara, Jumat (29/7).
“Kenyataan bahwa mereka ini membutuhkan kita. Meski perayaan saya, saya ingin benang merahnya adalah memperjuangkan hak mereka di DPR. Tadi juga ditemenin sama Tere, saya rasa cukup dengan adanya Tere di sini,” ujar Venna.
Venna yang datang beserta suaminya, Ifan. Dan kedua putranya, Varrel dan Athala mengaku bahwa ini adalah pembelajaran bersama keluarga. Varrel mengaku bahwa dengan adanya acara ini dia merasa lebih bersyukur pada kehidupannya, sementara Athala berujar ingin mengadakan acara ulang tahun sama seperti Ibunya.
“Keluarga kita sudah ada komitmen bahwa ini salah satu bentuk syukur kita. Masih banyak yang belum tersentuh oleh pemerintah,” jelas Ifan.
“Ya pokoknya alhamdulilah, hidup kita sangat tercukupi. Ini juga ngajarin anak-anak untuk lebih menghargai. Menjadi anggota dewan itu jalan hidup, bukan cita-cita. Saya harus syukuri karena bisa berbuat apa-apa untuk masyarakat,” tutup Venna senang. +++kpl/gum/aia+++

Pesawat Merpati Tabrak Lampu Bandara


Pesawat Merpati tipe MA-60 dilaporkan menabrak lampu lintasan Bandara Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Selasa (26/7) sore. Tak ada korban jiwa dalan insiden itu.

Kecelakaan terjadi saat pesawat yang mengangkut 35 penumpang dari Denpasar menuju Labuan Bajo-Maumere itu mendarat di ujung bandara. Saat mendarat, tiba-tiba saja pesawat buatan China itu menabrak lampu lintasan bandara. Akibatnya, lampu lintasan bandara hancur dan membuat ban pesawat pecah.
Memang tak ada korban. Namun, semua penumpang langsung dievakuasi. Pihak bandara langsung membatalkan rute penerbangan dari Labuan Bajo ke Maumere. Pesawat naas itu kini dievakuasi ke apron bandara untuk diperbaiki. Menurut Kapten Pilot Muhamad Trysiswa, kecelakaan itu terjadi karena pilot melakukan over run saat akan mendaratkan pesawat.(****)

Mencegah Masalah Kulit Bagi Si Pencinta Olahraga


Berolahraga sudah pasti dapat menyehatkan tubuh. Olahraga teratur juga bisa membuat keindahan kulit alami muncul. Namun jika Anda memilih metode perawatan kulit yang salah, justru masalah pada kulit akan timbul.

Seperti dikutip dari Carefair, saat berolahraga, banyak orang yang memilih mengenakan pakaian olahaga yang ketat. Hal ini mengakibatkan pori-pori kulit menjadi tertutup dan tergenang oleh keringat. Alhasil kotoran kulit pun mengumpul. Bagi mereka yang berkulit sensitif, keringat dan kotoran tubuh yang keluar saat olahraga menimbulkan masalah seperti kulit merah-merah, juga jerawat yang parah.

Untuk menghindari masalah di atas, berikut beberapa kiat yang bisa Anda ikuti.
 
1. Saat berolahraga, usahakan untuk menguncir rambut dan memakai bandana, untuk mencegah poni jatuh ke bagian dahi. Bagian dahi dan leher adalah bagian kulit yang sensitif. Membiarkan rambut Anda dalam keadaan berkeringat dan kotor jatuh di bagian kulit tersebut dapat menimbulkan masalah seperti gatal-gatal atau jerawat.


2. Saat selesai olahraga, segera lepas baju Anda yang telah basah oleh keringat (termasuk juga bandana). Mandi adalah kegiatan yang paling tepat — agar sisa keringat yang kotor tak sempat bersarang di pori-pori kulit.

3. Sauna juga bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan setelah berolahraga. Namun jangan terlalu lama berada di dalam sauna karena bisa membuat kelembapan alami kulit menghilang.

4. Hindari memakai busana olahraga yang terlalu ketat apalagi memilih bahan yang tidak menyerap keringat. Selain membuat pori-pori kulit tertutup keringat dan kotoran, baju ini juga kurang baik bagi kesehatan Anda. (*)

Kisah Sukses Bung Karno: Pilot Ditukar Dengan Pesawat Hercules


Bung Karno
Bung Karno geram. Ike mencoba merayunya, “Tolong bebaskan pilotku”. Tapi Bung Karno tetap saja geram. Mungkin juga karena yang merayu Soekarno adalah Ike, seorang pria tua. Ike itu adalah nama panggilan D. Dwight Eisenhower, presiden AS di masa itu. Kali ini Amerika memang kena batunya.
Negara digdaya itu dibikin malu Indonesia ketika pilotnya, Allen Pope ditembak jatuh di pulau Morotai. Lebih malu lagi, karena dengan tertangkapnya pilot itu, kedok AS dan CIA akhirnya terbuka. Kedok yang membuktikan AS melalui CIA sudah main api dengan petualangannya di balik pemberontakan separatisme di Indonesia. Termasuk juga infiltrasi AS yang mempersenjatai para pemberontak itu. Ini yang bikin Bung Karno geram, dan mulai memainkan kartu trufnya.
Bung Karno yang tadinya dikerjai Amerika, sekarang balas mengerjai Amerika. Bung Karno sadar, tertangkapnya Allen Pope mendongkrak posisi tawar Indonesia di hadapan Amerika. Cerita selanjutnya adalah bagaimana Ike dan John F. Kennedy jadi repot dibuatnya.
Bung Karno tidak cuma menuntut Amerika mesti minta maaf. Tapi masih ada sederet permintaan lain yang bikin Amerika “maju kena mundur kena”. Eisenhower minta Indonesia melepaskan pilot Allen Pope. Tapi Bung Karno tidak mau melepas begitu saja dengan gratis. Pilot itu adalah kartu truf-nya.

Gantung Allen Pope! Hukum mati Allen Pope! Begitu gelombang protes di depan kedutaan AS di Jakarta setelah Allen Pope tertangkap tahun 1958 itu. Rakyat Indonesia memang dibikin naik darah oleh kelakuan Allen Pope. Soalnya si pilot ini sudah menjatuhkan bom di Ambon yang memakan tak sedikit korban jiwa.

Di tengah suasana panas itu, teman-teman Mas Tok atau Guntur Soekarnoputra tidak berhenti menjejalinya dengan pertanyaan-pertanyaan seputar pilot Allen Pope. Suatu hari Bung Karno sedang mandi. Mas Tok yang masih remaja menggedor-gedor pintu kamar mandi. Karena pintu terus digedor, Bung Karno melongok sebentar. “Ada apa tho Mas Tok? Bapak belum selesai mandi”.
Begitu pintu terbuka, Mas Tok langsung menyambar ayahnya dengan pertanyaan, “Bener nggak sih bapak menukar pembebasan Allen Pope dengan tebusan pesawat Hercules?”. Mas Tok tak sabaran ingin segera tahu jawabnya. Pertanyaan Mas Tok itu langsung disambar dengan tawa khas ayahnya. Menggelegar, “Hahahahaha……biar saja Amerika kasih Hercules itu buat Bapak. Kalau Amerika kirim pesawat lagi, nanti Bapak suruh tembak lagi. Sebagai tebusannya, Bapak minta Marilyn Monroe dan Ava Gardner”.
Itu humor khas Bung Karno. Humor seorang negarawan nyentrik. Cara Bung karno bercanda dengan politikus sejawatnya sehari-hari, tidak beda jauh dengan guyonannya dengan anak-anaknya. Mas Tok dan adik-adiknya sudah hafal adat ayahnya. Dasar Bung Karno!
Tapi sebetulnya canda itu menjadi tonggak lahirnya skuadron Hercules di Indonesia. Armada ini kemudian turut punya andil dalam merebut Irian Barat dari Belanda.
Itu semua berawal dari negosiasi tarik ulur demi pembebasan seorang pilot yang bikin Amerika gelisah. Bagaimana tidak? Soalnya kalau tidak segera diselamatkan, bisa-bisa pilot itu buka mulut tentang info rahasia yang berkaitan dengan permainan CIA.
Dulu serangan Maukar ke Istana didesas-desuskan karena Bung Karno menggoda tunangan sang pilot. Gosip selanjutnya menghantam Bung Karno lagi. Yaitu pembebasan pilot Allen Pope lantaran Bung Karno dirayu istri Pope, yang sengaja didatangkan dari Amerika. Walaahhh….
Kedengaran kayak gosip murahan. Tapi tunggu dulu! Sejarah kadang memang diwarnai gosip murahan, yang bermuara pada hasil yang tidak murahan. Konon itu yang namanya intrik politik tingkat tinggi. Intrik yang menggunakan sisi kelemahan Bung Karno. Kelemahan apalagi kalau bukan soal perempuan? Mentang-mentang Bung Karno mata keranjang…..
Bung Karno memang mata keranjang. Tapi pihak yang anti Bung Karno kadang memanipulasi sisi ini secara berlebihan. Sama halnya CIA yang menggunakan kelemahan don yuan-nya Bung Karno untuk menjatuhkan kredibilitas presiden RI di mata rakyatnya. Menjatuhkan Bung Karno adalah satu-satunya cara agar Amerika bisa bercokol kuat di Indonesia. Sudah dicoba segala cara agar Bung Karno jatuh, tidak berhasil juga. Dicoba dengan cara ancaman embargo, penghentian bantuan…..ehhh Bung Karno malah teriak, “Go to hell with your aid!”.
Akhirnya CIA pakai cara lain. Yaitu infiltrasi ke berbagai pemberontakan di Indonesia. Puncaknya terjadi dalam pertempuran di pulau Morotai, tahun 1958. Ketika itu TNI (pasukan marinir, pasukan gerak cepat AU, dan AD) menggempur Permesta, gerakan pemberontakan di Sulawesi Utara.
Persenjataan Permesta tidak bisa dianggap enteng. Soalnya ada bantuan senjata dari luar. Tadinya tudingan bahwa CIA adalah biang kerok semua ini masih dugaan saja. Ketika kapal pemburu AL dan mustang AU melancarkan serangannya, satu pesawat Permesta terbakar jatuh.
Sebelum jatuh, ada dua parasut yang tampak mengembang keluar dari pesawat itu. Parasut itu tersangkut di pohon kelapa. TNI segera membekuk dua orang. Yang satu namanya Harry Rantung anggota Permesta. Dan yang tak terduga, satunya lagi bule Amerika. Itulah si pilot Allen Pope. Dari dokumen-dokumen yang disita, terkuak Allen Pope terkait dengan operasi CIA. Yaitu menyusup di gerakan pemberontakan di Indonesia untuk menggulingkan Soekarno.
Tak pelak lagi, tuduhan bahwa Amerika dengan CIA adalah dalang pemberontakan separatis, bukan isapan jempol!
Peristiwa tertangkapnya Allen Pope adalah tamparan bagi Amerika. Itu mungkin terwakili dalam kalimat Allan Pope ketika tertangkap. Setelah pesawat B-26 yang dipilotinya jatuh dihajar mustang AU dan kapal pemburu AL, komentar Pope: “Biasanya negara saya yang menang, tapi kali ini kalian yang menang”. Setelah itu dia masih sempat minta rokok.
Tapi sebetulnya yang lebih bikin malu Amerika bukan soal kalah yang dikatakan Pope tadi. Tapi tertangkapnya Allan Pope mengungkap permainan kotor AS untuk menggulingkan Soekarno. Amerika terus ngeyel menyangkal. Tapi bukti-bukti yang ada, akhirnya membungkam mulut Amerika.
Taktik kotor itu jadi gunjingan internasional. Tanpa ampun, kedok Amerika dengan CIA-nya berhasil dibuka Indonesia, lengkap dengan bukti-bukti telak. Amerika terpaksa berubah 180 derajat menjadi baik pada Soekarno. Semua operasi CIA untuk mengguncang Bung Karno (untuk sementara) dihentikan.
Amerika berusaha mati-matian minta pilotnya dibebaskan. Segala cara pun mulai dilakukan untuk mengambil hati Bung Karno. Eisenhower mengundang Soekarno ke AS bulan Juni 1960. Lalu Soekarno juga diundang John Kennedy di bulan April 1961. Di balik segala alasan diplomatik tentang kunjungan itu, tak bisa disangkal itu semua buntut dari cara Bung Karno memainkan kartunya terhadap Amerika.
Selama periode itu, Bung Karno main tarik ulur dengan pembebasan Pope. Tarik ulur itu berjalan alot. Karena Bung Karno ogah melepaskan Pope begitu saja. Bung Karno sengaja berlama-lama “memiting leher” Allan Pope sebelum Amerika meng-iya-kan permintaan Indonesia. Amerika mati kutu. Tak ada jalan lain. Negosiasi pun segera dimulai. Negosiasi alot yang memakan waktu 4 tahun, sebelum akhirnya Allen Pope benar-benar bebas.
Dimulai dengan Ike atau Eisenhower yang membujuk, merayu dan mengundang Bung Karno ke Amerika. Namun sesudahnya Bung Karno tetap tidak mau tunduk diatur-atur Ike. Situasi mulai berubah sedikit melunak setelah kursi kepresidenan AS beralih ke John F. Kennedy.
John Kennedy tahu, kepribadian Soekarno sangat kuat dan benci di-dikte. Karena itu dengan persahabatan dia mampu “merangkul” Soekarno. “Kennedy adalah presiden Amerika yang sangat mengerti saya”, kata Bung Karno.
Dengan John, negosiasi mulai mengarah ke titik terang. Berkaitan itu pula, John mengirim adiknya Robert Kennedy ke Jakarta. Robert membawa sejumlah misi, diantaranya: “bebaskan Pope”.
Konon ketika itu juga Amerika mengirim istri Allen Pope yang cantik. Perhitungannya, wanita cantik mampu meluluhkan hati Bung Karno. Ini asal mula beredar issue bahwa Bung Karno dirayu istri Allen Pope. Yang tidak banyak disebutkan orang, yaitu ibu dan saudara perempuan Allen Pope juga datang memohon-mohon dengan tangisan minta belas kasihan Bung Karno.
Buat Bung Karno, pilot itu dibebaskan atau tidak dibebaskan, hasilnya sama saja. Yaitu tidak membuat korban-korban bom si pilot bisa hidup kembali. Jadi kenapa tidak memanfaatkan saja ketakutan Amerika yang ciut kalau pilot itu buka mulut?
Bung Karno memainkan kartu trufnya atas dasar apa yang dibutuhkan bangsa Indonesia pada waktu itu. Indonesia betul-betul sengsara dan kelaparan, jadi butuh uang dan nasi. Indonesia sedang bertempur melawan Belanda untuk merebut Irian Barat. Jadi butuh senjata, sejumlah perangkat perang dan armada tempur.
Permintaan Bung Karno itu tentu saja tidak disampaikan dengan cara mengemis. Tapi dengan cara yang menyeret Amerika untuk membuat interpretasi diplomatik. Mau tidak mau, isyarat diplomatik Soekarno bikin Amerika harus bisa membaca yang tersirat di balik yang tersurat.
Dibanding Ike alias Eisenhower, John Kennedy lebih peka membaca isyarat itu. Itulah yang dimaksud Bung Karno bahwa John Kennedy mengerti dirinya. Kennedy tidak cuma sekedar mengundang Bung Karno ke Amerika untuk plesiran. Tapi juga ada tindak lanjut nyata di balik undangan diplomatik itu.
John paham Indonesia butuh perangkat perang untuk merebut Irian Barat. Di antaranya armada tempur. Karena itu diajaknya Bung Karno mengunjungi pabrik pesawat Lockheed di Burbank, California. Di sana Bung Karno dbantu dalam pembelian 10 pesawat hercules tipe B, terdiri dari 8 kargo dan 2 tanker.
Negosiasi pembebasan Allen Pope antara Ike dan Bung Karno tadinya alot. Tapi jadi licin jalannya dengan John. Dia tidak pelit membalas “kebaikan” Bung Karno yang memenuhi permintaan AS untuk membebaskan Allen Pope.
Hasilnya? Hercules dari Amerika, menjadi cikal bakal lahirnya armada Hercules bagi AURI. Bung Karno bisa membuat Amerika menghentikan embargo. Lalu menyuntik dana ke Indonesia. Juga beras 37.000 ton dan ratusan persenjataan perangkat perang. Kebutuhan itu semua memang sesuai dengan kondisi Indonesia saat itu.
Ternyata begini ini yang namanya negosiasi tingkat tinggi. Akhirnya Allen Pope dibebaskan secara diam-diam oleh suatu misi rahasia di suatu subuh, Februari 1962. Negosiasi itu seluruhnya tentu makan biaya yang tidak sedikit. Siapa yang mesti membayar semua itu? Konon rekening Permesta yang harus membayar ganti rugi akibat negosiasi itu. Sempat terdengar selentingan bahwa jalan by pass Cawang-Tanjung Priok dan Hotel Indonesia lama di Bundaran HI Thamrin, adalah wujud dari ganti rugi itu. Sayang hubungan mesra Bung Karno dengan Amerika berakhir setelah Kennedy terbunuh tahun 1963. Terbunuhnya Kennedy membuat CIA kembali leluasa mewujudkan mimpi lama yang sempat terhenti. Yaitu terus mengguncang kursi Bung Karno, hingga Putra Sang Fajar itu akhirnya benar-benar terbenam diterpa peristiwa G 30 S PKI. +++web+++

DPR paling Bego


DPR :Mba, laptopnya salah.

Customer Service :Salah gimana pak?
Anggota DPR : Laptopnya nggak mau hidup…..
Customer Service : Sudah tekan tombol power pak?
Anggota DPR :Tombol powernya sebelah mana mba?
Customer Service : Hm,,,,,????????????

****
Anggota DPR : Mba, saya mau konek ke internet nggak bisa kenapa ya?
Customer service : Nggak bisanya kenapa?
Anggota DPR : Saya ketik http://www.playboy. com, gambarnya nggak keluar
Customer service : Pesan errornya apa pak?
Anggota DPR : Nggak ada pesan error pokoknya saya..ketik playboy.com di addressnya, nggak muncul gambar sama sekali………
Customer service :.Bapak koneksi internetnya pakai apa, dial up, hotspot?
Anggota DPR : Pakai gambar yang ada huruf e (maksudnya internet explorer)
Customer service : Maksudku, bapak langganan internetnya pakai ISP apa, lalu cara koneksi internetnya pakai dial-up atau hotspot, mungkin settingnya ada yg salah.
Anggota DPR : ISP itu apa sih mba?
Customer service : Wah ini sih 50×2 pak
Anggota DPR :Apa tuh mba?
Customer service : CAPE DEH!

******
Anggota DPR :Mba saya ingin daftar account di yahoo.com kok nggak bisa ya?
Customer service : Nggak bisa kenapa pak?
Anggota DPR :Ada tulisan paswort is nat long inof, suld bi morten 8 karakter.
Customer service :Itu maksudnya, password bapak minimal 8 huruf…..
Anggota DPR :Oooo oke deh..,saya coba dulu…..
Anggota DPR : Mba password minimal delapan huruf itu delapannya pakai angka 8 atau ejaan delapan?
Customerservice :Maksudnya?
Anggota DPR : Saya suda tulis di kolom password minimal 8 huruf, tapi bingung, mau tulis delapannya, pakai angka delapan atau ejaan huruf delapan…
Customer service : Ketik ini aja pak, C Spasi D…..
Anggota DPR : Apa..tuh?
Customer service : CAPE DEH!!!

****
Anggota DPR : Mba. kalau muter film di laptop, gimana caranya ya?
CS :Ada dvd playernya kan pak?
Anggota DPR : Sebelah mana tuh mba?
CS : Disamping kanan,..pak kalau..di tekan tombolnya nanti,piringan discnya keluar
Anggota DPR : Oooo yang keluar itu, piringan disc ya? Udah patah tuh kemarin
CS :Kok bisa patah?
Anggota DPR: Saya kira tempat buat naruh gelas minuman

******

Anggota DPR : komputer saya rasanya kena virus
CS : Virus apa tuh pak?
Anggota DPR : Kurang tahu juga, setiap mau cetak ke printer, selalu ada tulisan ken no fain printer…
CS : Itu mungkin salah setting pak.
Anggota DPR : Settingnya udah bener kok, kemarin aja bisa nyetak, tapi sekarang nggak bisa. Saya sudah tunjukkin printernya di depan laptop, tetap aja dia terus-terusan searchng printer not found. Kayanya webcamnya rusak, nggak bisa lihat print eror
CS :Mendadak laper nih Pak, ingin makan tape..
AnggotaDPR :Lho..kok begitu?
CS :TAPE DEH!!!!

********

Anggota DPR : Mba,kalau mau baca blognya si artist anu dimana ya?
CS :Bapak cari aja di google.
Anggota DPR : Tapi si artist anu nggak kerja di google kok mba, saya tahu persis. (*)