Aung San Suu Kyi, Si Bunga Demokrat Myanmar


Demi terlaksananya demokrasi dengan mempertahankan metode damai, sepanjang perjalanan hidupnya, ia mengikhlaskan cintanya dan kasih sayang terhadap keluarga. Di dalam bayang-bayang kekerasan brutal junta militer, ia sangat mempercayai “spiritualitas tidak bisa dibunuh”. Sosoknya yang berjalan sunyi sendiri, membuat masyarakat dunia mau tak mau menyorot dengan cermat penderitaan warga negeri pinggiran tersebut.
Wajahnya jernih dan memukau, sorot matanya bagai bara api menjilat-jilat, itulah obor tekad dan api kehidupan dengan cahaya menyilaukan. Di dalam mata beningnya terpancar ketegasan dan keuletan seorang perempuan cantik bernama Aung San Suu Kyi, si pemimpin Uni Demokratik Myanmar yang dijuluki Bunga Myanmar, putri pemimpin gerakan kemerdekaan Myanmar, Jenderal Aung San.
Jenderal Aung San yang dianggap sebagai Bapak Myanmar, di dalam Perang Dunia II mengobarkan perlawanan terhadap pemerintahan kejam pasukan Jepang di Myanmar, dan pasca perang masih dilanjutkan dengan pertempuran untuk kemerdekaan Myanmar, sehingga di hati rakyat Myanmar ia memiliki kedudukan yang tinggi. Pada 1947, setahun sebelum kemerdekaan Myanmar, Aung San dibunuh oleh musuh politiknya. Kala itu, Aung San Suu Kyi baru berusia 2 tahun.
Setelah tewasnya sang ayah, Aung San mengikuti sang ibu mengungsi ke India untuk kemudian menempuh kuliah ilmu filsafat, ilmu politik dan ilmu ekonomi di Universitas Oxford-Inggris. Sesudah lulus, ia pernah bekerja sebagai sekretaris asisten kantor PBB, kemudian sempat menjadi dosen. Akhirnya ia menikah dengan Michael Aris, seorang profesor Universitas Oxford.
Pada Maret 1988, Aung San Suu Kyi mendapat kabar ibunya sedang sakit keras, ia buru-buru berpamitan dengan anak dan suami dari Oxford kembali ke Myanmar guna merawat sang ibu. Tapi tak lama setelah ia berada di Myanmar, meletuslah demonstrasi berskala besar menentang pemerintahan junta militer yang brutal dan bobrok.
Sejak saat itulah Suu Kyi mulai terlibat dalam politik Myanmar. Putri dari pahlawan kemerdekaan Burma, Jenderal Aung Sang itu, bersama ribuan orang menyerukan ditegakkannya demokrasi. Namun, rezim militer menanggapinya dengan kekerasan. Sekitar 5.000 demonstran tewas pada 8 Agustus 1988.
Selanjutnya, terjadi kudeta militer pada 18 September di tahun yang sama. Suu Kyi terus menyerukan kebebasan dan demokrasi melalui Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD). Menghadapi tekanan dalam negeri dan internasional, pemerintah diktator junta militer terpaksa menggelar pemilu pada 1990.
Suu Kyi mulai berkampanye untuk NLD. Sebagai imbas, dia ditahan. Meskipun kondisi pemilu jauh dari bebas dan adil karena Suu Kyi ditahan dan para politisi mengalami intimidasi, namun keadaan pada hari pencoblosan sangat berbeda. NLD memenangkan 80 persen kursi di parlemen.
Sayangnya, junta tak mengakui hasil pemilu dan menolak menyerahkan kekuasaan. Suu Kyi menjalani tahanan rumah sampai Juli 1995. Ketika dibebaskan, dia menghadapi pembatasan perjalanan.
Pada 27 Maret 1999 suami Suu Kyi, Michael Aris meninggal karena kanker di London, Inggris, namun Suu Kyi dilarang menemuinya. Terakhir kali mereka bertemu pada kunjungan Natal tahun 1995. Aris sudah berulangkali mengajukan petisi agar bisa mengunjungi Suu Kyi, namun ditolak pemerintah.
Lalu setelah kematian Aris, junta mendesak Suu Kyi agar bergabung dengan keluarganya di luar negeri. Namun Suu Kyi tak mau. Dia tahu betul, jika meninggalkan Burma, maka dia tak akan diizinkan kembali ke negaranya tercinta.
Pada tahun 2000, Suu Kyi kembali menjalani tahanan rumah karena mencoba meninggalkan ibukota Rangoon untuk mengadakan pertemuan politik di negeri bagian lain. Pada 2002, dia dibebaskan dan diperbolehkan melakukan perjalanan ke seluruh negeri.
Pembebasan itu berkat utusan PBB di Burma, Razali Ismail, yang memfasilitasi pertemuan rahasia Suu Kyi dengan militer. Junta sepakat menghentikan serangan keras terhadap Suu Kyi di media. Begitu pun NLD berhenti secara terbuka menyerukan sanksi ekonomi. Namun pemerintah menolak dialog lebih lanjut.
Suu Kyi kembali mengadakan perjalanan dan pertemuan, di mana puluhan orang melihatnya. Hal itu meleset dari perkiraan jenderal militer yang mengira periode panjang penahanan akan membuat orang-orang melupakan Suu Kyi.
Junta mulai menggunakan anggota Partai Union Solidarity and Development Association (USDA) untuk menyerang pertemuan NLD. USDA dikomandoi militer. Jenderal Than Shwe sebagai presiden. USDA kemudian bertransformasi menjadi USDP yang memenangi pemilu 7 November 2010.
Pada 30 Mei 2003, anggota USDA menyerang konvoi kendaraan Suu Kyi. Itu adalah cara diktator membunuh Suu Kyi; menggunakan warga sipil agar nantinya tak dipersalahkan. Beruntung, sopir Suu Kyi berhasil mengantarnya dengan selamat, tetapi lebih dari 70 pendukungnya dipukuli sampai tewas. Serangan itu dikenal dengan nama Pemberontakan De-payin. Junta mengklaim, kerusuhan dua kelompok politik itu dipicu NLD. Majelis Umum PBB menyerukan dilakukannya investigasi namun tidak digubris pemerintah Burma.
Setelah serangan itu, Suu Kyi dijadikan tahanan rumah kembali. Kali ini periode penahanan lebih ketat dari sebelumnya. Saluran telepon dicabut, sukarelawan NLD tak diperbolehkan memberikan pengamanan di sekitar rumah. +++web/cis+++

Hasil UN 2011: SDK Waepana 100 Persen


Hasil sempurna kembali diraih siswa-siswi SDK Waepana. Setelah 2010 lalu sukses mendulang 100 persen hasil Ujian Nasional (UN), kini di tahun 2011, 36 orang anak Desa Waepana, Kecamatan So’a, Kabupaten Ngada itu kembali dinyatakan lulus 100 persen.
Keberhasilan anak-anak SDK Waepana tak terlepas dari kiat menggapai angka kelulusan yang dilakukan para guru dan orang tua. Jauh sebelum ujian berlangsung, para anak diasramakan. Beberapa ruang kelas dirubah menjadi ruang tidur.
“Saat di asrama, anak-anak hanya tau belajar, belajar dan belajar. Semua kebutuhan disiapkan oleh para orang tua. Hasilnya luar biasa. Anak-anak lulus semua. Kami bangga,” ujar Ketua Panitia Asrama Anak SDK Waepana Tahun 2011, Danus Lada saat dihubungi B7 pertelepon Senin(20/6/11) lalu.
Selama di asrama, lanjut Danus, semua biaya hidup, termasuk makan dan minum ditanggung oleh orang tua murid. Bahkan setiap hari para orang tua dibagi per kelompok untuk memasak buat anak-anak.
“Anak-anak tidak diperbolehkan pulang ke rumah, kecuali pada hari Sabtu dan Minggu. Makan, mandi dan tidur semuanya dilakukan di sekolah. Sedangkan para guru wajib mendampingi anak saat berdiskusi dan belajar dari pagi hingga malam hari. Sikap ini kami lakukan karena hasilnya ampuh. Sebab tahun 2010 lalu anak-anak di sekolah ini lulus semua,” imbuh Danus, promosi.
Upaya Danus dan warga Desa Waepana bisa dibilang sebagai wujud tanggung jawab terhadap pendidikan. Bagi sang ketua asrama yang biasa disapa Yordan itu, pendidikan tidak terlepas dari tanggung jawab orang tua. Kalau orang tua punya kepedulian yang sungguh-sungguh terhadap pendidikan anak, lalu guru profesional menjalankan tugasnya, serta pemerintah bijak memanage kebijakannya, maka hasilnya pasti memuaskan.
“Gerakan kami ini memang kecil, tapi hasilnya maksimal. Buktinya, anak-anak kami lulus 100 persen,” tegasnya.
Wakil Gubernur NTT, Ir. Esthon Foenay, M.Si mengatakan, manajemen sekolah yang baik dan peran orang tua yang aktif akan menghasilkan hasil UN yang diharapkan.
“Setidaknya prosentase kelulusan tahun ini lebih baik dari tahuin kemarin,” ujar Foenay saat mengunjung sejumlah SD di Kota Kupang, belum lama ini.
Sementara itu, Wakil Walikota Kupang, Daniel Hurek meminta kepada para orang tua yang akan mendaftarkan anaknya pada Penerimaan Siswa Baru (PSB) tahun Ajaran 2011-2012 agar dapat memilih sekolah sesuai dengan potensi anak, serta beberapa faktor penunjang lainya yang dapat mebuat kenyamanan bagi anak dalam menuntut ilmu.
“Tidak usah memilih sekola-sekolah tertentu, sebab kenyamanan dan beberapa faktor pendukung dalam belajar harus menjadi pertimbangan para orang tua,” ujar Hurek.

Hurek menyarankan, sebelum mendaftarkan anak, sebaiknya para orang tua melihat dulu potensi si anak agar anak dapat mengembangkan potensi sesuai dengan ilmu yang di dapat dari sekolahnya. Selain itu, jarak sekolah dengan rumah juga perlu dipertimbangkan, agar tidak boros biaya transport, sekaligus dapat mengawasi anak dengan baik. +++chris parera+++

Cegah Gemuk agar Terhindar Diabesitas


OBESITAS merupakan masalah kesehatan utama di seluruh dunia. Terlebih, orang-orang tampaknya sulit sekali meluangkan waktu hanya setengah jam sehari untuk bergerak di sela rutinitas. Ditambah lagi pola makan yang tak teratur disertai kurangnya waktu tidur menambah risiko kesehatan yang buruk.
Dr Monica Goel mengatakan, “Para dokter mengkhawatirkan tentang tren hidup tak sehat yang semakin meningkat membuat orang semakin berisiko obesitas. Lebih lanjut dampak negatif ini menyebabkan peningkatan kejadian resistensi insulin dan diabetes atau diabesitas. Ini merupakan sindrom kompleks dari resistansi insulin, hiperglikemia, dislipidemia, dan peradangan . Ada pula peningkatan risiko hipertensi yang memicu kolesterol dan trigliserida yang pada gilirannya menyebabkan meningkatnya kemungkinan penyakit arteri koroner dan penyakit pembuluh darah perifer, arthritis, osteoporosis, gangguan paru seperti sleep apnea.”
Seperti dikutip dari Times of India , Sabtu (11/6/11), Dr Monica Goel memberikan cara untuk mencegah obesitas yakni dengan membiasakan makan sehat: (1). Lemak tidak boleh melebihi 30 persen dari total kalori dan lemak jenuh harus kurang dari 7 persen. (2). Sebanyak 55-60 persen kalori harus berasal dari karbohidrat. Adapun 30 sampai 40 gram serat dianjurkan setiap hari. (3). Beralih ke tepung terigu, bukan tepung putih. (4). Bawa bekal makan dari rumah untuk makan siang ke tempat kerja. (5). Hindari makanan olahan dengan asam lemak trans dan pengawet. (6). Kurangi konsumsi daging merah. (7). Buat camilan dari buah-buahan untuk anak-anak daripada makanan cepat saji. (8). Mengurangi asupan alkohol dan minuman soda.
Untuk lantihannya; (1). Berolahraga teratur dan usahan kulit terkena paparan sinar matahari yang cukup. (2). Ciptakan sikap mental positif.
Kurang Tidur
Para peneliti dari New York menemukan, orang-orang yang tidur kurang dari 6 jam semalam berisiko lebih tinggi mengalami diebetes dibandingkan dengan mereka yang tidur lebih lama.
Mereka mengatakan, studi ini didukung oleh sejumlah bukti yang kuat bahwa mengurangi jumlah jam tidur mempunyai dampak yang serius terhadap kesehatan. Studi yang dilakukan selama 6 tahun ini dipresentasikan dalam American Heart Association conference.
Kasus diabetes jenis 2, yang seringkali dikaitkan dengan obesitas terus meningkat di seluruh dunia. Kondisi ini disebabkan karena tubuh memproduksi terlalu banyak insulin, tetapi tidak menggunakan hormon tersebut secara efektif untuk memecah gula dalam darah.
Batu sandungan dalam mendiagnosanya adalah kondisi yang dikenal dengan kadar glukosa puasa lemah, dimana kadar gula darah terlalu tinggi tetapi tidak cukup tinggi untuk didiagnosa sebagai diabetes.
Satu tim dari Universitas Buffalo, di New York, mengikuti perkembangan sekelompok relawan selama 6 tahun. Mereka menemukan, orang yang tidur dengan rata-rata kurang dari 6 jam semalam selama hari kerja memiliki kemungkinan 4.56 kali lebih besar mengalami kadar glukosa puasa lemah dibandingkan mereka yang tidur 6-8 jam satu malam.
Pemimpin studi dr. Lisa Rafalson mengatakan, “Studi ini mendukung bukti yang kuat mengenai hubungan antara kurang tidur dengan masalah kesehatan yang buruk.”
Menurut Rafalson, hubungan ini didasari oleh hormon dan sistem saraf.”Penemuan kami bisa mendorong penelitian tambahan mengenai area kompleks tidur dan penyakit,” ujar dia.
dr Neil Stanley, pakar tidur dari Norfolk and Norwich University Hospital mengatakan ada sejumlah bukti yang menghubungkan kurang tidur dengan kondisi seperti diabetes. Akan tetapi, lanjut dia, alasannya masih belum jelas, walaupun ada kemungkinan bahwa kurang tidur berisiko meningkatkan berat badan, yang pada akhirnya bisa meningkatkan risiko diabetes.
“Ada bukti bahwa kurang tidur mengundang hormon selera makan, jadi Anda selalu ingin makan, dan makan makanan yang salah, saat lelah kita cenderung mengkonsumsi makanan bergula.”
Tidur malam yang nyenyak, menurut Stanley, merupakan kebutuhan biologis.”Tubuh Anda ingin dan perlu tidur nyenyak setiap malam, dan jika Anda cukup istirahat, Anda akan bisa lebih aktif pada siang hari.”
10 Penyebab
Tubuh kita bagaikan sebuah celengan. Apa yang kita makan saat ini akan lambat laun ditimbun sebagai tabungan dalam tubuh yang hasilnya bisa kita rasakan sedikit demi sedikit, dalam jangka waktu yang relatif lama. Kita pun tak pernah menyangka, jika makanan yang kita minum, makanan yang kita makan, bahkan kebiasaan kita akan menjadi pemicu timbulnya sumber penyakit.
Berikut ini 10 kebiasaan kecil yang menjadi pemicu diabetes; (1). Teh manis.
Segelas the manis mengandung 250-300 kalori. Padahal kebutuhan kalori perempuan dewasa rata-rata adalah 1.900 kalori per hari. Inilah yang menyebabkan kadar gula darah melonjak tinggi. Belum risiko kelebihan kalori. Ujungnya: obesitas dan diabetes. (2). Makanan yang digoreng. Gorengan adalah salah satu faktor risiko tinggi pemicu penyakit degeneratif, seperti kardiovaskular, diabetes melitus, dan stroke. Penyebab utama penyakit kardiovaskular (PKV) adalah adanya penyumbatan pembuluh darah koroner, dengan salah satu faktor risiko utamanya adalah dislipidemia. Meningkatnya proporsi dislipidemia di masyarakat disebabkan kebiasaan mengonsumsi berbagai makanan rendah serat dan tinggi lemak, termasuk gorengan. (3.) Suka ngemil. Sepotong atau lebih biscuit untuk mengganti porsi makan bukanlah keputusan yang bijak. Jangan kira dengan mengganti porsi bisa menghindarkan diri dari obesitas dan diabetes. Sebab makanan pengganti seperti biskuit, keripik kentang, dan kue-kue manis lainnya mengandung hidrat arang tinggi tanpa kandungan serta pangan yang memadai. Semua makanan itu digolongkan dalam makanan dengan glikemik indeks tinggi. Sementara itu, gula dan tepung yang terkandung di dalamnya mempunyai peranan dalam menaikkan kadar gula dalam darah. (4). Kurang tidur. Jika kualitas tidur tidak didapat, metabolisme jadi terganggu. Hasil riset para ahli dari University of Chicago mengungkapkan, kurang tidur selama 3 hari mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis. Artinya, risiko diabetes meningkat. Kurang tidur juga dapat merangsang sejenis hormon dalam darah yang memicu nafsu makan. Didorong rasa lapar, penderita gangguan tidur terpicu menyantap makanan berkalori tinggi yang membuat kadar gula darah naik. (5.) Malas beraktivitas fisik. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, kasus diabetes di negara-negara
Asia akan naik hingga 90 persen dalam 20 tahun ke depan. Kesimpulannya, mereka yang sedikit aktivitas fisik memiliki risiko obesitas lebih tinggi dibanding mereka yang rajin bersepeda, jalan kaki, atau aktivitas lainnya. (6). Sering stres. Stres sama seperti banjir, harus dialirkan agar tidak terjadi banjir besar. Saat stres datang, tubuh akan meningkatkan produksi hormon epinephrine dan kortisol supaya gula darah naik dan ada cadangan energi
untuk beraktivitas. Tubuh kita memang dirancang sedemikian rupa untuk maksud yang baik. Namun, kalau gula darah terus dipicu tinggi karena stres berkepanjangan tanpa jalan keluar, sama saja dengan bunuh diri pelan-pelan. (7). Kecanduan rokok. Sebuah penelitian di Amerika yang melibatkan 4.572 relawan pria dan wanita menemukan bahwa risiko perokok aktif terhadap diabetes naik sebesar 22 persen. Disebutkan pula bahwa naiknya risiko tidak cuma disebabkan oleh rokok, tetapi kombinasi berbagai gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan dan olahraga. (8). Menggunakan pil kontrasepsi. Kebanyakan pil kontrasepsi terbuat dari kombinasi hormon estrogen dan
progestin, atau progestin saja. Pil kombinasi sering menyebabkan perubahan kadar gula darah. Menurut dr Dyah Purnamasari S, Sp PD, dari Divisi Metabolik Endokrinologi RSCM, kerja hormon pil kontrasepsi berlawanan dengan kerja insulin. Karena kerja insulin dilawan, pankreas dipaksa bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin. Jika terlalu lama dibiarkan, pankreas menjadi letih dan tidak berfungsi dengan baik. (9). Takut kulit jadi hitam. Menurut jurnal Diabetes Care, wanita dengan asupan tinggi vitamin D dan
kalsium berisiko paling rendah terkena diabetes tipe 2. Selain dari makanan, sumber vitamin D terbaik ada di sinar matahari. Dua puluh menit paparan sinar matahari pagi sudah mencukupi kebutuhan vitamin D selama tiga hari. (10). Keranjingan soda. Dari penelitian yang dilakukan oleh The Nurses’ Health Study II terhadap 51.603 wanita usia 22-44 tahun, ditemukan bahwa peningkatan konsumsi minuman bersoda membuat berat badan dan risiko diabetes melambung tinggi. Para peneliti mengatakan, kenaikan risiko itu terjadi karena kandungan pemanis yang ada dalam minuman bersoda. Selain itu, asupan kalori cair tidak membuat kita kenyang sehingga terdorong untuk minum lebih banyak. +++chris parera+++

NTT JADI TARGET BANK-BANK NASIONAL



Wakil Gubernur NTT, Ir. Esthon L. Foenay, M.Si menilai posisi Provinsi NTT yang berada di gerbang selatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan berbatasan langsung dengan Negara Democratic Timor Leste (RDTL) dan Australia, sangat terbuka peluang bisnis dan investasi bagi masyarakat NTT dan dunia perbankan nasional.
“Bank Pundi Indonesia Cabang Kupang harus membangun kepercayaan bagi Pemerintah Daerah serta masyarakat NTT umumnya, yang harus bersaiang secara sehat dengan perbankan lain dalam pelayanannya,” tandas Wagub saat meresmikan Kantor Bank Pundi Cabang Kupang dan Businuess Gathering, Kamis malam di Hotel Oriental Kupang.
Menurut Wagub, manajemen Bank Pundi harus berupaya meningkatkan kualitas SDM perbankan secara profesional agar dapat mengelola dan mengembangkan bank dengan pelayanan prima dan didukung dengan perkembangan teknologi sistem informasi sehingga dapat menjadi bank yang sehat, dinamis dan kompetitif yang pada gilirannya dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah serta kesejahteraan masyarakat NTT.
Prospek pembangunan usaha jasa bank di NTT kata Wagub, cukup cerah. “Karena hampir sebagian besar masyarakat NTT terdiri dari kaum petani, nelayan, peternak, pengrajin dan lain sebagainya. Masyarakat NTT sangat membutuhkan dukungan modal sebagai penunjang utama kegiatan-kegiatan usahanya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Saya percaya Bank Pundi mampu membaca peluang-peluang yang ada di NTT dan selanjutnya membuat terobosan-terobosan untuk memperluas jangkauan pelayanan jasa bank sampai ke tingkat masyarakat yang paling bawah,” pinta Wagub sembari berharap agar dengan kehadiran Bank Pundi di Kupang dapat membuka lapangan kerja baru di NTT dan dapat memanfaatkan SDM yang ada di daerah ini.”
Di tempat yang sama Kepala BI Cabang Kupang, Lukdir Gultom dalam sambutannya mengatakan, perkembangan perbankan di NTT saat ini menunjukan akselerasi yang signifikan setelah tahun 2005 sejalan dengan meningkatnya aktivitas perekonomian di NTT. “Hadirnya Bank Pundi di Kota Kupang, maka masyarakat NTT akan memiliki alternatif tambahan dalam menikmati layanan jasa perbankan,” kata Lukdir.
Ikut hadir dalam acara tersebut, Ketua Komisi D DPRD NTT, Jimy Sianto, SE, Direktur Bank Pundi, Teguh Wiyono, Pimpinan Bank Pundi Cabang Kupang. Agus Wibowo, para pengusaha dan sejumlah nasabah Bank Pundi yang ada di Kota Kupang.
Lukdir Gultom menilai kehadirdan dan keberadaan Bank Pundi di wilayah Provinsi NTT semakin menambah tingkat persaingan bisnis keuangan di NTT.
”Saya memandang hal ini merupakan sesuatu yang positif. Persaingan yang semakin kompetitif akan mengakibatkan peningkatan kualitas terutama pelayanan kepada masyarakat,” kata Lukdir dalam sambutannya pada acara peresmian Bank Pundi di Kupang, Kamis malam di Hotel Oriental Kupang.
Menurut dia, kehadiran Bank Pundi di Kota Kupang memberi penilaian kepada masyarakat Kota Kupang dan masyarakat Kota Kupang akan memiliki tambahan alternatif dalam menikmati layanan jasa perbankan, karena setiap bank akan saling berlomba untuk selalu memberikan yang terbaik. Tentu kata dia, dengan tetap memperhatikan pelaksanaan good governance sesuai dengan aturan perbankan yang berlaku. ”Berbagai pengalaman yang terjadi dalam perjalanan industri perbankan nasional, tentunya harus menjadi pelajaran bagi kita semua. Sehingga ke depan bersama-sama kita selalu berkembang menuju arah yang lebih baik,” kata Lukdir.
Dijelaskan, kinerja perbankan di NTT sampai akhir Juni 2011 relatif tetap menunjukkan sentimen positif, baik bagi kondisi makro ekonomi di wilayah NTT maupu secara khusus dari aspek internal perbankan sendiri. Dari total 16 bank umum dan 9 bank perkreditan rakyat lanjut Lukdir, total aset yang dimiliki mencapai Rp 14,96 triliun, meningkat 22,35 %. Jumlah tersebut relatif tinggi, hampir setara dengan 50 % dari kapasitas perekonomian di NTT dalam setahun. ”Kami melihat bahwa peran perbankan di dalam menopang kegiatan perekonomian di NTT sangat signifikan. Terutama dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga intermediasi,” katanya.
Posisi akhir Juni 2011 sebut Lukdir, kredit yang disalurkan telah mencapai Rp 8,97 triliun, meningkat 16,85 % dibanding tahun 2010. Sedangkan dana masyarakat yang dihimpun untuk posisi periode yang sama, tercatat sebesar Rp 11,42 triliun, tumbuh 16.95 %. ”Ini menunjukkan bahwa lebih dari 78 % dana masyarakat yang terhimpun telah disalurkan kembali dalam bentuk kredit untuk menggerakan perekonomian. Pencapaian tersebut didukung dengan jaringan kantor sebanyak 47 kantor cabang bank umum dan 10 BPR,” jelas Lukdir.
Karena itu dengan kehadiran Bank Pundi, Lukdir berharap dapat meningkatkan akselerasi pertumbuhan ekonomi di wilayah NTT, yang pada tahun 2010 lalu tumbuh 5,13 % dibanding tahun 2009. ”Kami juga mengimbau agar insan perbankan terus meningkatkan perhatian kepada sektor ekonomi yang produktif,” ucap Lukdir dan menambahkan, ”Tren pembiayaan di sektor ekonomi produktif oleh perbankan relatif mulai menunjukan perbaikan. Kalau awal tahun 2010 lalu share kredit produktif di NTT sebesar 28 %, maka akhir Juni 2011 naik dikisaran 31 %.” +++verry guru+++

Wagub Selesaikan Masalah Tanah Jemaat Betlehem Naikolan


Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Ir. Esthon L Foenay, M.Si, bersama Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi NTT, Johana Lisapaly, SH, M.Si, Kepala Biro (Karo) Hukum Setda Provinsi NTT, John Hawula, SH. M.Si dan Kepala Kantor Wilayah Pertanahan Nasional Provinsi NTT, Yantje Tuwera, SH mendatangi Gereja Betlehem Naikolan pada Rabu (20/7/11) untuk menyelesaikan penegasan hak atas tanah milik Pemerintah Provinsi NTT dengan Gereja Betlehem Naikolan.
Salah seorang Majelis Jemaat Betlehem Naikolan, Nimbrod Banunaek mengaku, pihak gereja telah mengirim surat kepada Gubernur NTT, perihal permohonan penegasan hak atas tanah milik majelis jemaat Betlehem Naikolan untuk pembangunan Aula Serba Guna (ASG), karena sejak tahun 1987 sampai dengan saat ini belum diterbitkan hibah kepada Gereja Masehi Injili Timor (GMIT).
Lebih lanjut Nimbrod mengatakan, jemaat sudah terlalu lama menunggu, maka pihak gereja kembali mengirim surat kepada Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, tanggal 17 Januari 2011 lalu, untuk melakukan pengukuran batas tanah. Pada tanggal 1 Juli 2011, Pemerintah Provinsi NTT menindaklanjuti surat tersebut dan dilakukan pengukuran oleh Dinas Pendapatan dan Aset Daerah Provinsi NTT. Dari hasil pengukuran tersebut pihak gereja mendapat luas tanah 1090 M2 dari tanah seluas 1600 M2, gerejapun merasa keberatan karena sisa tanah di samping gereja itu akan dibangun Aula Serba Guna.
Oleh karena itu dengan kedatangan Wagub NTT guna menyelesaikan permasalahan dan keberatan jemaat gereja Betlehem Naikolan. Wagub NTT, meminta kepada BPN NTT untuk segera melakukan pengukuran, agar status tanah menjadi jelas kepemilikannya. +++verry guru+++