DPRD Tuding Bupati Nagekeo Tipu Masyarakat


sergapntt.com, MBAY – Lelucon yang tak lucu mulai dipertontonkan DPRD dan Bupati Nagekeo. Saling ledek menjadi akhir dari perseteruan berdalih demi kepentingan rakyat. DPRD Nagekeo menuding Bupati Nagekeo, Drs. Yohanis S. Aoh alias Nani Aoh sebagai penipu. Tak mau kalah, Nani Aoh pun balik menyerang,  DPRD dianggap sebagai kumpulan orang-orang aneh yang sulit untuk dimengerti. Loh kog?
Mayoritas anggota DPRD Nagekeo benar-benar sudah tak suka dengan sosok Nani Aoh. Itu karena akumulasi persoalan pembangunan yang terjadi di Nagekeo, termasuk persoalan ganti rugi lahan jalan dua jalur yang tak kunjung selesai. Pemerintah dibawa kendali Nani Aoh berjanji akan membayar semua tanah yang dipakai untuk pelebaran jalan. Tapi hingga kini janji itu tak kunjung teralisasi. Akibatnya, warga pemilik lahan mendatangi dan berdialog dengan DPRD Nagekeo pada Senin (12/3/12).
Dalam pertemuan di ruang sidang DPRD yang dipandu oleh Wakil Ketua DPRD Nagekeo, Thomas Tiba Owa, S.Ag itu, masyarakat Kolibau, Kelurahan Danga, Mbay, ibukota Nagekeo yang dipimpin oleh mantan Ketua Komisi B DPRD Nagekeo, Silvester Lewa mengaku sudah tak tahan dengan sikap dan tindak tanduk pemerintah yang mengulur-ulur penyelesaian ganti rugi lahan. Karena itu mereka mendesak DPRD segera ‘menekan’ pemerintah agar persoalan tersebut secepatnya tuntas.
“Proyek jalan dua jalur itu dilaksanakan tanpa adanya perencanaan yang matang. Mengapa saya katakan tanpa perencanaan, karena dari awal masyarakat tidak pernah dilibatkan secara langsung. Ketika proyek ini sudah berjalan, baru Pemda Nagekeo mengadakan sosialisasi. Karena itu, saya sangat kecewa dengan cara-cara pemda ini. Padahal, sebuah proyek ketika berhubungan dengan tanah milik masyarakat, maka itu ada aturan mainnya. Ini diperkuat dengan keputusan DPR RI melalui paripurna  pada tanggal 16 desember  2011 yang isinya tentang pengadaan tanah. Saya menilai bahwa pemda sudah tau, tetapi seolah-olah tidak mau tau dengan hak-hak rakyat. Kesimpulan saya bahwa proyek ini direncanakan di warung kopi yang hasilnya juga menjadi amburadul. Karenanya, saya mengambil kesimpulan bahwa untuk proyek jalan dua jalur ini hanya ada dua kepentingan saja, yang pertama bupati hanya mau cari nama, dan yang kedua bupati hanya mau cari uang,” sergah Silvester Lewa
Sependapat dengan komentar Silvester Lewa, Anggota DPRD Nagekeo, Servatius Adha mengatakan dirinya pernah pertanyakan kepada pemerintah terkait penyelesaian sengketa jalan dua jalur yang akan dinamai Bay Pass Mbay itu. Namun kata pemerintah, pembangunan dan pelebaran jalan dua jalur tersebut tidak ada masalah. 
Tapi,”Saya kaget ketika masyarakat datang mengadu dan mempertanyakan tentang jalan dua jalur yang hingga kini masalahnya masih terkatung-katung. Dengan adanya ini, maka saya katakan bahwa pemerintah Nagekeo, dalam hal ini Bupati Nani Aoh telah menipu rakyat dan DPRD secara kelembagaan. Karena itu saya minta kepada bapak-bapak pimpinan DPRD, segera memanggil Bupati dan Wakil Bupati untuk  rapat kerja dengan DPRD,” tegasnya.
Pendapat Servatius Adha diamini juga oleh Hironimus Tonga, salah satu warga pemilik lahan. Sebab, kata dia, pemerintah telah mengabaikan hak-hak masyarakat.  Bahkan saat sosialisasi tentang pembangunan jalan dua jalur itu, pemerintah terkesan sangat-sangat tidak transparan.
Saya ingatkan, masalah ini kalau tidak cepat diselesaikan, maka akan menimbulkan gejolak di masyarakat, yang bisa bermuara pada anarkis. Untuk itu, saya minta kepada bapak-bapak DPRD agar menyampikan aspirasi kami ini kepada Pemerintah Nagekeo,” tohoknya.
Warga Kolibau lainnya, yakni Hironimus Mite juga mempertanyakan ulah Kabag Tatapem, Camat Aesesa dan Lurah Danga yang melakukan pendekatan kepada masyarakat pemilik lahan dengan cara masuk rumah keluar rumah sambil membawa Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD).
“Pertanyaan saya, apakah memang prosedurnya seperti itu? Saya minta, untuk sementara, proyek ini di hentikan dulu. Kami sudah minta bupati untuk bertemu langsung dengan masyarakat, tetapi bupatinya tidak mau. Padahal dia (Nani Aoh-red) sampai menjadi bupati, itu karena kami yang pilih. Kenapa sekarang tidak mau ketemu dengan kami? Ada apa,” timpalnya.
PC Dami, Anggota DPRD Nagekeo besutan Partai Demokrat bahkan mengatakan, proyek jalan dua jalur itu menggunakan dana siluman. Tak ada laporan atau pemberitahuan resmi kepada DPRD. Semua terjadi begitu tiba-tiba. Haaaaaaaaa?
“Saya sanga sesalkan cara pendekatan yang dilakukan Kepala Tatapem, Camat Aesesa dan Lurah Danga yang melakukan sosialisasi pada malam hari kepada masyrakat yang terkena dampak penggusuran dengan membawa serta SPPD, maksudnya apa? Apakah siang hari sudah tidak ada waktu lagi,” ucapnya, kritis.
Namun Ketua Komisi B DPRD Nagekeo, Safar SE mengaku,  selama ini masyarakat kurang mendapat suplai informasi yang benar. Itu sebabnya kenapa masyarakat berontak. “Sebagai ketua komisi saya tidak tahu bahwa di Mbay ada mega proyek jalan dua jalur dengan menggunakan dana multi years . Kalau memang ada, paling tidak ada MOU antara pemerintah dan DPRD Nagekeo. Tetapi,,, ini tidak ada samasekali. Apalagi yang masyarakat tuntut adalah soal ganti rugi, kalau bicara ganti rugi, mau pake uang yang mana, dan siapa yang menyetujui? Karena itu dalam waktu dekat kita harus melakukan rapat kerja dengan pemerintah,” ujar politisi PKB itu.
Frans Ave Lengga, Anggota DPRD Nagekeo asal PPD meminta pimpinan DPRD segera memanggil Nani Aoh untuk mengklarifikasi masalah dua jalur. “Saya beri waktu 3×24 jam untuk hadirkan pemerintah untuk kita lakukan rapar kerja, sekaligus mencari solusi terbaik untuk selesaikan masalah ini,” pintanya.
Kubu Partai Golkar yang diwakili Bene Baka pun tak mau diam. Bagi Golkar tak ada solusi lain selain pemerintah harus membayar lahan yang sudah dan akan terpakai menjadi badan jalan dua jalur. “Pemerintah harus ganti rugi tanah warga yang terkena dampak penggusuran itu,” katanya.
Dengan wajah marah, Anggota DPRD asal PDIP, Marsel Damara menegaskan bahwa Nani Aoh telah gagal menjalankan amanat rakyat. Sebagai bupati, lanjut Damara, seharusnya Nani Aoh bersikap lebih tegas terhadap masalah dan rileks dalam penyelesainnya. Bukan memperkeruh yang ujungnya rakyat dirugikan?
“Pemerintah terkesan lagi mengail ikan di air keruh. Pendekatan yang dilakukan pemerintah selama ini adalah pendekatan seporadis, dan ini akan berakibat buruk. Ini namanya pola politik dagang sapi,” ucap Damara dengan mimik sinis.
Sementara itu Marianus Wajah, SH, Anggota DPRD Nagekeo binaan PPI mengatakan, jika pemda Nagekeo transparan dalam melakukan segala hal terkait dengan kepentingan rakyat, maka aksi demo atau protes tak akan pernah terjadi di Nagekeo. “Ini semua karena tidak transparan,” bebernya.
Diakhir dialog, Thomas Tiba Owa berjanji akan segera memanggil Nani Aoh untuk membahasa masalah dua jalur. Thomas Tiba Owa juga berjanji akan segera meninjau lokasi sekaligus bertemu langsung dengan masyarakat yang tanahnya digusur untuk jalan dua jalur.
“Apa yang telah di sampaikan masyarakat melalui lembaga DPRD ini semua akan kami akomodir dan akan kami tindaklanjuti,” ujarnya.
Lalu apa tanggapan Nani Aoh? Saat ditemui SERGAP NTT di ruang kerjanya Senin(12/3/12), politisi gaek itu menilai pernyataan anggota dan pimpinan DPRD saat dialog dengan wagra Kolibali itu sangat berlebihan. Itu karena DPRD tidak mengerti terhadap persoalan pembangunan jalan dua jalur. 
“Kalau tidak mengerti  tanya dong, jangan asal widho-wadho (bolak-balik) sembarang,” tohoknya.
Menurut Nani Aoh, komentar para anggota dan pimpinan DPRD Nagekeo tersebut hanya untuk mencari popularitas.
Sudah tidak mengerti, harus tanya, bukan asal omong. Saya heran dengan anggota DPRD Nagekeo, jalan yang siang hari malam mereka lewat, tapi ko mereka tidak tau, yang benar saja. Yang penipu itu justru DPRD, bukan saya. Ini semua sudah kita bahas bersama saat sidang perubahan. Saya boleh lobi ini dana sampai dikucurkan, tapi dianggap siluman, memangnya saya bisa sulap dana sebesar itu. Dana untuk jalan dua jalur ini bersumber dari dana DPID (Dana Perscepatan Infrastruktur Daerah). Susah juga bicara dengan anggota DPRD yang tidak mengerti begini,” sergahnya.
Sementara itu, Kabag Tatapem Pemkab Nagekeo, Imanuel Ndoen menjelaskan sosialisasi proyek dua jalur bernilai Rp50 milyar yang dilakukan pemerintah selama ini selalu dalam koridor wajar. “Sebab, siang hari banyak masyrakat yang pergi ke sawah, makanya kami malam hari baru pergi ketemu mereka. Dan masalah ini sudah ada kesepakatan di rumahnya bapak Kons Nitu (almarhum) waktu itu. saat itu ada pak Silvestel Lewa, Lorens Pone dan beberapa tokoh masyrakat lainnya. Tapi kalau sudah seperti ini, kami pada dasarnya tetap melakukan pendekatan. Banyak keuntungan dari pelebaran jalan dua jalur ini, yang pertama adalah untuk mengurangi kecelakaan, apalagi  inikan radius ibukota yang jumlah kendaraan bermotor kian hari kian banyak,” paparnya. 
by. sherif goa

Elias Djo Diminati Felix Dando


sergapntt.com, MBAY – Jual mahal mulai berlaku di kalangan kandidat Calon Bupati dan Wakil Bupati Nagekeo periode 2013-2018. Terutama para kandidat yang memiliki popularitas di atas rata-rata. Sebut saja mantan Bupati Ngada, Drs. Pit Nuwa Wea dan mantan Penjabat Bupati Nagekeo, Drs. Elias Djo.
Jika Pit Nuwa Wea hampir pasti akan berpasangan dengan Drs. Lorens Pone, Kadis Koperasi Nagekeo, maka tidak halnya dengan Elias Djo. Putra Mbay, ibu kota Kabupaten Nagekeo  ini masih jaga jarak. Bisa dibilang masih ba’iu (bahasa Kupang bilang jual mahal) kendati diminati banyak figur calon wakil bupati seperti Paul Nuwa Veto (Anggota DPRD Nagekeo asal PPDI) dan Felix Dando, usahawan asal Nagekeo yang berkiprah di Kupang.
Itu pasalnya hingga kini ia belum mau menentukan sikap akan berpasangan dengan Paul Nuwa Veto atau Felix Dando. Padahal komunikasi diantara mereka telah lama terbangun.
Kabar terakhir menyebutkan, Elias Djo masih menjajaki keduanya. Sekaligus mera-raba partai politik (parpol) mana yang bisa dijadikan sebagai kendaraan politik menuju arena pemilukada.
Soal potensi, Paul tak beda jauh dengan Felix. Keduanya sama-sama masih muda, sama-sama dari pantai selatan Nagekeo, dan punya basis massa jelas. Soal kualitas tak perlu diragukan.
Elias Djo pahami betul, sebagai kader yang berasal dari pantai utara, maka wajib hukumnya ia berkolaborasi dengan kader pantai selatan atau dataran tengah Nagekeo yang diwakili Kecamatan Mauponggo, Keo Tengah, Nangaroro atau Boawae. Jika tidak, maka jangan harap bisa menang dalam pemilukada. Sebab, diatas kertas, paket yang memenuhi variabel utara-selatan, atau utara-tengah dipastikan bakal keluar sebagai pemenang. Sebab, mayoritas pemilih Nagekeo masih kental dengan semangat komunitas berdasarkan suku dan ras. 
Santer dibicarakan warga Nagekeo bahwa Paul bakal diback up oleh para politisi Nagekeo yang berada di Jakarta. Sedangkan Felix akan disuport oleh Marianus Sae, Bupati Ngada sekarang. Paul didengung-dengung punya komunikasi yang baik dengan orang Jakarta. Sedangkan Felix merupakan sobat karib Marianus Sae. Toh ini masih sebatas gosip yang kebenarannya belum tentu falid.
Namun jika Elias Djo berpasangan dengan Paul, maka kemungkinan besar PPDI cs bersedia menjadi kendaraan politik bagi keduanya. Tapi jika Elias Djo memilih Felix, maka hampir pasti PAN akan menjadi stater dalam laga pemilukada kali ini. Itu karena sebagai Ketua DPD PAN Kabupaten Ngada, Marianus cukup punya akses dan berpengaruh di jajaran PAN dari Nagekeo hingga Jakarta.
Banyak kalangan menilai, jika Elias Djo berpasangan dengan Paul atau Felix, peluang menangnya 50:50. Semua tergantung punya kendaraan politik atau tidak. Kolaisi ini hanya akan menghadapi satu lawan berat, yakni pasangan Pit Nuwa Wea dan Lorens Pone. Dengan basis pemilih terbesar di Nagekeo, paket blasteran Boawae-Mbay ini diprediksi mampu mengungguli lawan-lawannya. Benarkah? Oh sabar dulu. Politik itu syarat dengan kemungkinan. Yang diperkirakan menang, bisa saja kalah. Begitupun sebaliknya. Yang pasti hanyalah kalah atau menang!
Siap menerima konsekuensi ini,,,? Saat bincang-bincang dengan SERGAP NTT di Kupang, Kamis (15/3/12) malam, Felix Dando mengaku siap bergumul dengan resiko pertarungan politik lima tahunan di Nagekeo.
“Saya siap maju. Orang yang saya senang itu pak Elias Djo. Dia itu figur yang patut diteladani. Karena itu jika tak ada aral melintang, saya siap berpasang dengan dia,” imbuhnya.
Paul pun tak mau tinggal diam. Dalam suatu kesempatan di Kupang, politisi asal Nangaroro itu mengaku sudah sepakat akan maju bersama Elias Djo. Tak ada lagi figur alternatif. Kecuali Elias Djo tiba-tiba mundur dari balapan pemilukada.
“Komunikasi di antara kami sudah mantap. Sekarang tinggal merangkul partai-partai pendukung,” paparnya.
by. chris parera 

Taman Nostalgia Jadi Sarang Esek-Esek


sergapntt.com, KUPANG – Taman sedianya untuk orang berwisata jika kepenatan datang mengusik. Karena itulah Pemerintah Kota Kupang berinisiatif membangun Taman Nostalgia yang berlokasi di pinggir jalan El Tari II Kupang dan diresmikan oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudoyono. Namun taman itu, kini berubah menjadi sarang esek-esek. Hampir setiap malam terlihat pasangan muda-mudi memadati pojok-pojok taman.
Jumat (17/3/12) lalu, seorang gadis belia berinisial IMP berusia 16 tahun terpaksa melaporkan RM (16) pacarnya ke Polresta Kupang lantaran dipaksa melakukan hubungan seks di Taman Nostalgia.
Mulanya, gadis manis yang tinggal di RT 38 RW 09 Kelurahan Oebobo, Kecamatan Oebobo itu bersama pacarnya janjian ketemu di Taman Nostalgia. Setelah bertemu, RM meminta IMP melayani napsu bejadnya. Sontak saja IMP menolak. Tapi RM terus memaksa. Karena jengkel, IMP langsung melaporkan RM ke polisi.

“Korban sudah melapor dan kasus itu sedang ditangani penyidik. Tersangka dijerat dengan undang-undangan tentang perlindungan anak,” ujar Kasubag Humas Polres Kupang Kota, AKP. Simon Satu.

by. maksi

Nikmatnya Beriwisata di Kabupaten Kupang


sergapntt.com – Kabupaten Kupang merupakan sebuah daerah paling Selatan di Provinsi Tenggara Timur. Ketika berada disana, anda dapat berkunjung ke Pantai Tablolong. Pantai ini letaknya di Kecamatan Kupang Barat. Dari pusat Kota Kupang, jaraknya sekitar 30 km atau lebih kurang 45 menit perjalanan menggunakan kendaraan bermotor. Desiran ombak yang menyapu hamparan pasir putih menjadi ciri khas Pantai Tablolong. Anda dapat menjadikan pantai berpasir putih ini sebagai tempat untuk berjemur atau bermain volly pantai.
Bagi anda yang hobi memancing, pantai ini dapat juga menjadi alternatif baru. Bahkan karena ikan yang hidup di Laut Tablolong jenisnya beragam dan jumlahnya tak terhitung, pantai ini disebut juga surga bagi para pemancing. Kejernihan air lautnya dinilai sangat cocok bagi anda yang gemar berenang di laut.
Ketika berkunjung ke Pantai Tablolong, jangan sampai melewatkan kesempatan untuk melihat matahari terbit (sunrise). Karena dari kejauhan, anda dapat melihat kilauan air yang terlihat indah ketika matahari pagi mulai memancarkan sinarnya. Lain halnya ketika anda tiba di pantai itu beberapa saat sebelum matahari mulai terbenam. Anda dapat melihat matahari yang mulai berwarna kemerahan seakan tampak hilang di balik Laut Tablolong.
Tak hanya Pantai Tablolong, Kabupaten Kupang masih memiliki tempat wisata pantai lain yang juga patut untuk anda kunjungi, salah satunya adalah Pantai Oesina (baca : Usina). Pantai ini terletak di Lufileo, Kecamatan Kupang Barat. Dari pusat kota Kupang Barat, jarak menuju pantai ini lebih kurang 35 km.
Ketika berkunjung ke Pantai Oesina, anda dapat melihat hamparan pantai berpasir putih. Sama seperti di Pantai Tablolong, hamparan pasir putih di Pantai Oesina dapat juga anda jadikan tempat untuk berjemur. Bahkan, sering kali tepian Pantai Oesina dijadikan sebagai tempat untuk mendirikan tenda perkemahan.
Ratusan jenis ikan laut hias dan beragam terumbu karang di Laut Oesina dapat juga dijadikan daya tarik tersendiri bagi para penyelam. Karena air laut di Oesina begitu jernih, cukup dengan melakukan snorkeling, anda pun dapat melihat beberapa jenis ikan laut hias khas Oesina.
Berkunjung ke Kabupaten Kupang, terasa kurang lengkap jika belum mencoba rasa daging Se`i, hidangan khas orang Kupang. Hidangan yang satu ini cukup populer bagi masyarakat Kupang. Konon, sejak tahun 1986, hidangan ini telah diminati oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Arti kata Se`i konon berasal dari Bahasa Rote yang artinya daging yang disayat tipis dan memanjang. Biasanya, bahan Se`i yakni daging babi, sapi, atau rusa. Masyarakat Kupang lebih memilih se`i babi. Namun, di beberapa restaurant di kota Kupang, se`i sapi juga tersedia. Sementara itu, se`i rusa, jarang ditawarkan, karena rusa telah ditetapkan sebagai satwa langka dan dilindungi.
Penyajian daging se`i khas Kupang relatif sederhana. Hanya dengan cara diasap dan diberi aneka bumbu dapur, hidangan ini telah siap untuk dihidangkan. Namun agar terasa lembut di lidah, daging ini harus diasapi di atas bara api yang menggunakan kayu kusambi selama lebih kurang 5 hingga 9 jam. Bagi pecintanya, kenikmatan hidangan ini telah dapat dirasakan mulai dari cicipan pertama. Rahasia kelezatan daging se`i terletak pada bumbunya. Sebelum diasapi, daging se`i terlebih dahulu dilumuri dengan madu khas Kupang. Jadi, jika anda ingin menikmati sensasi pantai, serta nikmatnya daging se`i yang lezat, tidak ada salahnya jika anda menjadikan dan menambahkan Kupang sebagai salah satu tempat alternatif untuk berlibur dan berwisata
by. */chris parera

Cewek SMA Ditelanjangi Karena Mencuri HP


sergapntt.com – Karena ketahuan mencuri HP, seorang cewek abg yang masih duduk dibangku kelas 2 SMA beramai-ramai dipukuli oleh teman-temannya. Tak hanya itu, gadis berwajah manis dengan body aduhai ini bahkan ditelanjangi secara paksa. Bajunya dirobek, bh-nya ditarik, celana dalamnya dilucuti. Ia sempat berusaha untuk melawan, namun sia-sia. akibatnya, ia benar-benar telanjang bulat. Ketika para pelaku kabur dikejar warga, ia menggunakan tangan kirinya menutup payudara, sedangkan tangan kanan menutup kemaluannya. Melihat itu warga langsung menutupi gadis manis mirip Agnes Monica itu dengan kain dan handuk. Kini kasus tersebut sedang ditangani polisi. Berikut foto-foto aksi kekerasan yang menyulut perhatian publik itu: