Jeriko – Blasin Diusung PDIP, Gerindra, PPD, PIS dan PAN


sergapntt.com [KUPANG] – Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Kupang periode 2012-2017, Jerfi Riwu Kore (Jeriko) dan Kristo Blasin dipastikan keluar lewat pintu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Indonesia Sejahtera (PIS), Partai Persatuan Daerah (PPD) dan Partai Amanat Nasional (PAN).
Kepastian tersebut disampaikan Jeriko usai mengantongi Surat Keputusan (SK) Gerindra, PPD, PIS, PPD dan PAN tentang penetapan Calon Walikota dan Wakil Walikota Kupang periode 2012-2017.
“Rekomendasi yang kita sudah pegang , yakni dari Gerindra, PIS, PPD dan PAN. Sedangkan PDIP hari ini baru kami terima,” ujar Jeriko via hand phone, Sabtu (21/1/12) pagi.
Penetapan Gerindra dan kabar pasti dari PDIP tersebut menjawabi semua teka-teki siapa yang bakal diusung PDIP dan Gerindra. Maklum selama ini, diskusi tentang para calon yang diusulkan PDIP dan Gerindra menjadi santapan di setiap obrolan. Analisis sejumlah pengamat pun sering berbeda-beda. Bahkan sebagian pengurus partai ditingkat DPC dan DPD pun tak tahu pasti siapa yang bakal ditetapkan. Itu karena keputusan mutlak ada ditangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP dan Gerindra, berikut PIS, PPD dan PAN.
“Bisa dibilang sekarang ini kami sudah miliki lima partai politik. Tapi tidak hanya itu, kami masih sedang bernegoisasi dengan PPP, PKS dan PBB. Ya,,, kami yakin, tiga partai ini juga akan mendukung kami,” imbuh Jeriko.
Lalu bagaimana dengan status keanggotaan Jeriko di Demokrat? “Di Demokrat tidak ada aturan bahwa jika seorang anggota Partai Demokrat maju sebagai calon walikota lewat pintu partai lain, maka yang bersangkutan harus keluar dari Demokrat,” beber Jeriko.
Toh begitu, jika dalam perjalanan suksesi Kota Kupang, Partai Demokrat tidak mendukung paket Jeriko-Blasin, maka kata Jeriko, dirinya akan mengambil sikap tegas, termasuk keluar dari Partai Demokrat.
“Ya kalau Demokrat tidak dukung kita, ya kita mesti ambil sikap kan! Tapi saya yakin Partai Demokrat  akan mendukung kita,” ucapnya.
Sementara itu kabar-kabari dari si biru menyebutkan, Partai Demokrat akan menetapkan paket Rikardus Wawo dan Melkisedek L. Madi sebagai Calon Walikota dan Wakil Walikota. Pasangan dengan sandi PRIMA itu disebut-sebut sedang dielus para petinggi Demokrat NTT agar bisa menang dalam pertarungan Pemilukada yang bakal dilaksanakan Mei 2012 mendatang.
 “Demokrat sudah pasti paket PRIMA. Ini final,” ujar salah seorang petinggi Demokrat NTT yang meminta agar namanya tidak ditulis sebelum SK penetapan calon diterbitkan DPP Partai Demokrat.
By. CHRIS PARERA

Wagub NTT Ajak Pelaku Usaha Dukung Sail Komodo


sergapntt.com [KUPANG] – Dalam rangka percepatan pembangunan ekonomi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Wakil Gubernur NTT, Ir. Esthon L. Foenay, M.Si, mengajak para pelaku usaha ekonomi di NTT untuk bersama-sama pemerintah terus membenahi seluruh fasilitas transportasi baik darat, laut maupun udara.
Hal ini disampaikan Wagub saat acara Coffee Morning dengan GM Angkasa Pura I bersama mitra, di ruang rapat Bandara El Tari Kupang, Jumat (20/1/12).
Dalam pertemuan tersebut, Wagub Esthon Foenay berharap GM Angkasa Pura I bersama mitra mampu menciptakan situasi yang aman, nyaman dan kepastian bagi pengguna jasa angkutan udara yang datang maupun keluar dari NTT.
“Hal ini penting untuk menjadi perhatian utama, sehingga para pengguna jasa angkutan udara bisa mendapatkan keamanan, kenyamanan dan betah berlama-lama di NTT,” ujar Wagub Esthon Foenay.
Selain itu, Wagub juga menyinggung perlunya persipan fasilitas dalam rangka menyambut Sail Komodo 2013 antara lain, perpanjangan landasan, perluasan parkir serta peningkatan pelayanan.
“Pihak Dinas Perhubungan Provinsi NTT juga diminta untuk melakukan pembenahan fasilitas pelabuhan laut dan udara di beberapa daerah tujuan wisata di NTT antara lain, di Labuan Bajo dan Ende,” pinta Wagub.
GM Angkasa Pura I, Imam Pramono, S.Kom. MM, mengatakan bahwa pihaknya mendesain perpanjangan landasan, area parkir dan ruang keberangkatan untuk menyambut Sail Komodo 2013 mendatang.
Hadir dalam acara tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT, Drs. Bruno Kupok, Kepala Dinas Sosial Provinsi NTT, Drs. Sinus Petrus Manuk, Kadis Pendapatan dan Awst Daeran Provinsi NTT, Emanuel Kara, SH, Kepala Biro Kesra Setda NTT, Drs. Aloysius Dando, MM, Kepala Biro Hukum Setda NTT, Jhon Hawula, SH, M.Si, serta mitra lainnya.  
By. MEGGY UTOYO

Selayang Pandang Reba Nage Jerebu’u


Reba Nage Jerebu’u 3 Januari 2012          foto: yanthy sidhu

sergapntt.com [JEREBU’U] – Reba dikenal sebagai upacara adat yang bertujuan untuk melakukan penghormatan dan ucapan rasa terima  kasih terhadap jasa para leluhur. Upacara ini juga digunakan untuk mengevaluasi  segala hal tentang kehidupan bermasyarakat pada tahun sebelumnya yang telah  dijalani. Melalui upacara ini, keluarga dan masyarakat  meminta petunjuk kepada tokoh agama dan tokoh adat untuk dapat menjalani hidup  lebih baik pada tahun yang baru. Biasanya, upacara ini diadakan setiap tahun baru, tepatnya  di bulan Januari atau Februari.       

    
Tuan rumah untuk  upacara ini selalu bergiliran pada setiap tahunnya. Sehari sebelum perayaan  Reba dimulai, dilaksanakan upacara pembukaan Reba (su’i uwi). Pada malam sui uwi dilakukan acara makan minum bersama (ka  maki Reba) sambil menunggu pagi.
Pada pagi harinya, ketika upacara  berlangsung, para tamu disediakan makanan dan minuman siap saji (Ngeta kau bhagi ngia, mami  utu mogo. Kaa si papa vara, ini su papa pinu). Hidangan utama dalam pesta  ini adalah ubi. Bagi warga Kabupaten Ngada, ubi diagungkan sebagai sumber makanan yang  tak pernah habis disediakan oleh bumi. Karena itu, warga Ngada tidak akan  pernah mengalami rawan pangan ataupun busung lapar. 
Memasuki lokasi Reba Nage Jerebu’u
Selama upacara Reba  berlangsung diiringi oleh tarian para penari yang menggenggam pedang panjang (sau) dan tongkat warna-warni yang pada  bagian ujungnya dihiasi dengan bulu kambing berwarna putih (tuba). Sebagai pengiring tarian adalah alat  musik gesek berdawai tunggal yang terbuat dari tempurung kelapa, atau dari  labu hutan.
Sebagai wadah resonansinya alat musik ini ditutupi dengan kulit  kambing yang pada bagian tengahnya telah dilubangi. Sedangkan penggeseknya  terbuat dari sebilah bambu yang telah diikat dengan benang tenun yang telah  digosok dengan lilin.  
Reba  biasa dilakukan tiga sampai empat hari. Sebelum pelaksanaan upacara tari-tarian  dan nyanyian (O Uwi) diadakan misa  inkulturasi di gereja yang dipimpin oleh seorang pastur. Beberapa  rangkaian upacara juga diiringi dengan koor nyanyian gereja, dan menggunakan  bahasa lokal Ngada. Upacara ini memang memadukan unsur adat dengan agama.
Bupati dan Wakil Bupati foto bersama jajarannya dan warga setempat
ditengah pesta Reba Nage Jerebu’u

Di luar gereja, suasana  upacara adat bertambah meriah, ketika para penonton dan penari disodori satu  dua gelas arak (tua ara). Ini  merupakan tradisi setiap orang Ngada yang hadir dalam upacara tersebut. Namun  demikian, Reba tidak sekadar pesta hura-hura, tapi wujud kegembiraan (gaja gora) masyarakat Ngada dengan tetap  menjaga nuansa rohani.

Upacara Reba dapat  disaksikan di beberapa kecamatan di Kabupaten Ngada, misalnya di Jerebu’u, Aimere, Bajawa, dan Mataloko. 3 Januari 2012 lalu, warga Ngada terkonsentrasi mengikuti prosesi Reba Nage Jerebu’u.
By. CHRIS PARERA/YANTHY SIDHU

Jual ABG ke Pria Hidung Belang, Kakek IN Ditangkap Polis


sergapntt.com [SURABAYA] – Berbekal ilmu gendam yang dimilikinya, Asmuri (50) warga Bulak Banteng Surabaya nekad memperdayai tetangganya yang masih ABG berinsila IN (17) untuk dijual ke pria hidung belang. Beruntung, aksi tersebut berhasil digagalkan oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya. Alhasil, Asmuri pun dijebloskan ke sel Mapolrestabes Surabaya.

Kasubag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Suparti mengatakan, modus tersangka dalam menjalankan aksinya, yaitu merayu calon korbannya agar mau ikut tersangka untuk di jual ke pria hidung belang.

”Semula korban tidak mau, namun setelah dirayu dan diperdayai dengan ilmu gendam yang dimilikinya, akhirnya korban mau diajak tersangka ke sebuah hotel di kawasan Bulakbanteng,” ujar Suparti saat ditemui  di Mapolrestabes Surabaya.

Katanya lagi, saat tersangka bersama korban akan masuk hotel tersebut, salah satu anggota Reskrim Polrestabes Surabaya yang sedang melakukan patroli mecurigai adanya pasangan masuk dan menuju ke sebuah kamar hotel tersebut.

”Saat itulah anggota curiga dan langsung membuntuti keduanya. Sampai di depan pintu hotel itu, anggota langsung menghentikan keduanya,” terang Mantan Kapolsek Wonocolo ini

Usai menghentikan kedua pasangan itu, lanjutnya, petugas langsung melakukan interogasi terhadap keduanya.

”Semula tersangka mengaku kalau dia bersama keponakannya hendak menginap di hotel tersebut. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan intensif di tempat ternyata dia hendak menjual gadis yang bersamanya ke pria hidung belang. Langsung saja kami amankan yang bersangkutan di Mapolrestabes Surabaya,” ujarnya.

Dari pengakuan tersangka, katanya, tersangka menjual korban ke pria hidung belang dengan tarif Rp300 ribu.

”Dari Rp 300 ribu itu tersangka mengambil Rp 200 ribu sedangkan Rp100 ribu untuk korban,” pungkasnya.

By. AS

Dua Kakek Ditangkap Polisi Karena Jual Obat Kuat


sergapntt.com [Mojokerto] – Jajaran Satreskoba Polres Mojokerto Kota meringkus dua orang kakek yang juga sahabat karib, yakni AL (60) dan CC (52), karena membawa dan menjual ribuan pil obat kuat berbagai merk berdosis tinggi.
Kasat Reskoba Polres Mojokerto Kota, AKP Djamin mengatakan, keduanya merupakan warga Jalan Residen Pamuji, Kota Mojokerto.
“Pelaku CC masih dirawat di RS karena serangan jatung,” ungkapnya, Kamis (19/01/2011) siang.
Dua orang tersebut diamankan karena menjual obat kuat berdosis tinggi bagi pria hidung belang.Ketika ditangkap, keduanya tengah menjual dua kaplet obat kuat merk Urat Madu produk China. Setelah dilakukan penggeledahan petugas menemukan 900 tablet yang siap edar pula.
“Dari toko kedua pelaku, petugas juga mengamankan, sebanyak 24 butir obat merk King Kobra dosis tinggi dan 145 bungkus obat kuat merk Semut Hitam. Semuanya ada 900 tablet berbagai jenis dengan total 1770 butir,” katanya.
“Pelaku menjual obat kuat jenis Urat Madu dan Semut Hitam Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu tiap butirnya, untuk jenis King Kobra dijual dengan harga Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu tiap butirnya. Obat kuat tersebut didapat dari Surabaya, karena obat jenis ini dilarang edar oleh BPOM, kita jerat keduanya dengan pasal 197 UU RI Nomor 36 tahun 2009 dengan ancaman 15 tahun penjara,” jelasnya.
By. BEJE