Bantuan PLTS Tidak Berfungsi


sergapntt.com [BA’A] – Dusun Oesosole Desa Faifua Kecamatan Rote Timur yang terletak paling timur di Kabupaten Rote Ndao adalah salah satu dusun yang kehidupan masyarakatnya hanya bergantung pada laut. Pantauan di dusun tersebut, Minggu (11/12) terlihat sangat memprihatinkan. Pembangunan di dusun tersebut hampir tidak tersentuh, baik itu infrastruktur jalan, air bersih, penerangan dan lainnya hampir tidak ada.
Penerangan misalnya, selama tiga tahun terakkir mereka diberikan bantuan penerangan berupa PLTS oleh Pemkab Rote Ndao melalui Dinas Pertambangan Kabupaten Rote Ndao. Namun sangat disayangkan, PLTS itu sudah tidak lagi berfungsi alias rusak.
Salah satu warga, Nimrod, mengatakan, mereka sangat rindu akan penerangan, namun apa mau dikata kerinduan hanya sebatas kerinduan karena hampir satu tahun terakhir bantuan penerangan berupa PLTS rusak.
“Katong disini yang buat terang hanya PLTS, tapi semua PLTS yang dikasih pemerintah sudah rusak. Bukan hanya beta punya, tapi semua yang dapat bantuan ini rusak. Padahal, ada yang belum satu tahun operasi,” katanya dengan nada kesal.
Dikatakan, pihaknya selama ini melakukan operasi sesuai buku petunjuk, namun tetap saja tidak bertahan. Pihaknya telah melaporkan hal itu kepada petugas Dinas Pertambangan dan katanya petugas akan datang untuk perbaiki. Namun sampai sekarang tak kunjung datang.
Dia berharap, pemerintah memberikan perhatian kepada mereka, khususnya di bidang infrastruktur jalan, air dan penerangan.
By. ED

 

225 Pelajar dapat Beasiswa


sergapntt.com [BA’A] – Dalam memperingati hari ulang tahun (HUT) Korpri ke-40 tingkat Kabupaten Rote Ndao yang jatuh pada 24 November 2011 lalu, Kopri Rote Ndao melakukan berbagai perlombaan yang berpusat di kantor bupati yang diikuti sejumlah peserta dari berbagai kalangan.
Saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (13/12) Sekretaris Korpri Kabupaten Rote Ndao, Elias Manafe mengatakan, jenis kegiatan yang dilombakan untuk memperingati HUT Korpri diantaranya tenis meja putra dan putri, paduan suara antar SKPD dan lomba pengucapan Panca Prasetia Korpri yang diikuti perwakilan dari setiap SKPD se-Kabupaten Rote Ndao.
“Semua kegiatan perlombaan tersebut telah selesai dilaksanakan dan telah berjalan dengan baik sesuai rencana,” kata Elias.
Selain kegiatan-kegiatan tersebut, ada juga pemberian beasiswa kepada anak anggota PNS golongan I dan II sebanyak 225 anak. Dengan rincian, siswa SD sebanyak 100 orang dengan jumlah beasiswa untuk setiap orang Rp 360 ribu, siswa SMP sebanyak 75 orang dengan jumlah beasiswa untuk setiap anak Rp 420 ribu dan SMA 50 orang dengan jumlah beasiswa untuk setiap orang Rp 720 ribu.
Dikatakan, pemberian beasiswa adalah sebagai motivasi dan dorongan kepada setiap siswa yang menerima, sehingga mereka (siswa, red) lebih semangat untuk belajar agar nantinya dapat meraih prestasi yang lebih memuaskan serta mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
Untuk realisasi keuangan katanya sudah 100 persen dan setiap siswa sudah menerima, namun masih ada lima orang siswa yang belum mengambil uangnya karena masalah miskomunikasi.
Ditambahkan, Pemkab Rote Ndao juga telah mengusulkan ke pusat untuk anak-anak yang berprestasi dalam tahun 2011 baik dari jenjang SMA dan perguruan tinggi sebanyak sembilan orang, namun yang dijawab hanya empat orang, tiga orang SMA dan satu orang mahasiswa.
“Sekarang kita lagi menunggu proses pencairan dananya karena perlengkapan administrasi baru diantar ke provinsi. Kedepan kami akan berusaha lobi ke pusat melalui DPN Jakarta, sehingga kuota untuk Rote Ndao bisa dinaikkan,” katanya.
By. TOM

Siap Amankan Revolusi Hijau


sergapntt.com [MENIA] – Dalam rangka menyukseskan program revolusi hijau yang diluncurkan Bupati Sabu Raijua, Marthen Dira Tome yang melibatkan seluruh siswa yang ada di Kabupaten Sabu Raijua, ditanggapi positif Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (PKPO) Sabu Raijua.
Kepala Dinas PKPO, Alex Nawa, Senin (12/12) mengatakan, sesuai arahan bupati, maka Dinas PKPO sudah melakukan koordinasi dengan semua kepala sekolah untuk segera melaksanakan apa yang menjadi tujuan pemerintah.
“Kami sudah menindaklanjutinya dengan terus berkoordinasi dengan para kepala sekolah supaya segera merealisasikannya dengan menyuruh para siswa untuk menyiapkan berbagai jenis anakan untuk di koker, sehingga pada musim hujan ini sudah bisa ditanam pada lokasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” ujarnya.
Alex menjelaskan, jumlah siswa yang ada di Sabu Raijua mencapai 20 ribu lebih yang terdiri dari siswa SD, SMP, SMA dan SMK, sehingga jika seorang siswa menyiapkan anakan minimal sepuluh anakan, maka ada ratusan ribu anakan yang akan ditanam pada saat musim hujan.
“Memang kita sudah pikirkan soal bagaimana kita menyiapkan kertas koker bagi anak-anak karena itu nanti akan menjadi kendala. Tapi kami optimis kalau kendala ini bisa teratasi dan program revolusi hijau ini bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Sebelumnya, Bupati Sabu Raijua, Marthen Dira Tome saat melakukan  pertemuan dengan para kepala sekolah belum lama ini menegaskan, peran kepala sekolah dan pengawas dalam kendali Dinas PKPO sangat penting karena yang akan menjadi pelopor dalam menggerakkan program revolusi hijau adalah para pelajar se-Kabupaten Sabu Raijua.
“Yang dikatakan revolusi hijau ini bukan masalah tanam pohon-pohon saja di situ, tetapi revolusi hijau itu sebenarnya termasuk dalam pemanfaatan pupuk dan pestisida yang tepat waktu dan benar. Dulu program pak Harto telah melakukan revolusi hijau dalam rangka swasembada pangan dan itu berhasil dengan gemilang dan Sabu harus lakukan itu saat ini,” ujarnya.
Untuk itu, guru dan pelajar harus mengambil bagian dalam menyukseskan program yang akan dijalankan. Langkah awal yang perlu dilakukan dalam rangka menyukseskan revolusi hijau adalah dengan menugaskan tiap siswa menanam pohon dalam koker masing-masing siswa sepuluh pohon. Setelah itu dilaksanakan, maka pemerintah akan menentukan lokasi untuk ditanami pohon yang telah dikoker lebih dulu oleh siswa.
“Karena itu, maka peran sekolah dan guru dalam hal ini cukup besar. Pelajar bisa menanam pohon apa saja, apakah itu gala-gala, lamtoro  atau gamalina serta jenis pohon lainnya. Yang penting satu siswa harus menanam sepuluh pohon. Soal lokasi nanti kita akan atur kemudian, bisa saja sekolah memulainya dengan menanam pohon di halaman atau menanam pada pagar sekolah,” ujarnya.
By. SBR

 

Rote Barat Laut Dukung Lakamola Anan Sio


sergapntt.com [BA’A] – Sebanyak 500 lebih warga Kecamatan Rote Barat Laut mendatangi Bupati Rote Ndao, Leonard Haning di rumah jabatan bupati di Ne’e, Minggu (11/12) petang. Kedatangan mereka untuk melakukan tatap muka.
Dalam tatap muka tersebut, salah satu maneleo, G Tungga yang dipercayakan untuk menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan warga mengatakan, mereka (masyarakat Rote Barat Laut, red) datang untuk berbicara langsung dengan Bupati Rote Ndao terkait dua hal yaitu bahwa dalam rangka menyambut musim hujan ini, maka warga mendukung penuh program lakamola anan sio yang telah dicanangkan bupati dan sekaligus mendukung dan tetap mempertahankan Bupati Leonard haning untuk maju pada pemilukada yang akan datang.
“Kami datang ke sini untuk berbicara langsung dengan bapak bupati sebagai ungkapan isi hati bahwa kami masyarakat Kecamatan Rote Barat Laut mendukung penuh gerakan lakamola anan sio yang merupakan sebuah program yang bagi kami masyarakat kecil adalah program yang sangat berarti karena langsung menyentuh dengan kehidupan kami masyarakat tani, sekaligus berharap dan mendukung bupati saat ini untuk maju pada pemilukada Rote Ndao yang akan datang,” katanya disambut teriakan setuju oleh warga yang hadir.
Sementara Bupati Rote Ndao, Leonard Haning dalam ungkapan isi hatinya mengatakan, pihaknya berterima kasih atas kedatangan dan inisiatif dari tokoh adat dan para maneleo Kecamatan Rote Barat Laut.
“Rote Ndao dari ujung timur sampai barat harus memiliki satu tekad yang sama untuk membangun Rote dalam suasana damai dan dasar cinta kasih dengan tidak membedakan satu dengan yang lainnya,” kata Leonard.
Dikatakan, setelah tiga tahun bersama masyarakat Rote Ndao membangun daerah dalam segala hal, banyak yang telah berhasil dengan baik tetapi juga masih banyak hal yang patut menjadi perhatian untuk diperbaiki dan diperhatikan dan akan dilanjutkan kedepan. Manakala dalam keberlanjutannya ada yang kurang akan dibenahi supaya lebih baik dari yang kemarin.
Tahun 2011 akan berlalu dan memasuki tahun 2012 katanya, program pembangunan tetap pada pembangunan infrastruktur, baik itu jalan, bidang pertanian, perkebunan, kehutanan dan perikanan. Menjadi program tambahan untuk tahun 2012 adalah penerangan (kelistrikan).
“Untuk tahun 2012 pemerintah siapkan dana sebesar Rp 5 miliar yang akan didiskusikan dengan DPRD supaya kita mempercepat di bidang penerangan. Dana itu akan diperuntukan bagi 8.000 rumah di Rote. 8000 rumah itu terdiri dari listrik dan tenaga diesel, seberapa banyakpun akan diserap semua dan dana instalasinya akan disiapkan oleh pemerintah. Sementara rakyat tidak dibebankan biaya pemasangan,” katanya disambut tepuk tangan.
Sementara untuk lakamola anan sio katanya, akan diusulkan untuk memperbesar budget dengan penambahan sebesar Rp 50 juta, namun tentunya melalui mekanisme yang ada. Untuk RT/RW telah dirancang untuk nantinya bisa diberikan dana bantuan dan perhatian karena mereka-mereka inilah (RT/RW, red) adalah ujung tombak pelayanan kemasyarakatan dibawah.
By. RNS

 

Kontraktor Nakal Akan di-PHK


sergapntt.com  [KEFA] – Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten TTU akan mem-PHK kontraktor pelaksana fisik proyek tahun anggaran 2011 jika tidak menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak kerja yang sudah ditetapkan. Langkah ini akan diambil sebagai upaya untuk mendisiplinkan kontraktor di Kabupaten TTU dalam menangani pekerjaan proyek.
“Kontrak kerja proyek antara kami dengan kontraktor pelaksana  rata-rata berakhir 20 Desember dan kami masih akan beri toleransi waktu sampai 31 Desember. Kalau sampai batas toleransi dan kontraktor yang bersangkutan juga tidak menyelesaikan fisik proyeknya, maka kami tidak akan segan-segan untuk PHK kontraktor yang bersangkutan,” ungkap Kabid Bina Marga Dinas PU TTU, Yani Salem di ruang kerjanya, Selasa (13/12).
Langkah ini diambil karena perkembangan fisik proyek  baru mencapai 70 persen sesuai data laporan pengawas lapangan. Hal ini penting diambil lembaganya guna menjamin mutu fisik proyek yang dihasilkan kontraktor pelaksana.
“Soal mutu pekerjaan kami tidak main-main. Karena itu kalau kontraktornya kerja tidak sesuai bestek langsung kami suruh bongkar dan kerja sesuai aturan. Ini semua kami lakukan tidak sekadar mencari perhatian, tapi benar-benar untuk mendukung kemajuan program pembangunan di TTU kedepan,” tegasnya.
Dijelaskan, total  pekerjaan fisik proyek Bina Marga  yang didanai  dari APBD TTU tahun 2011 berjumlah tujuh paket dalam bentuk pekerjaan jalan. Dari ketujuh paket proyek jalan tersebut sesuai data pengawasan dilapangan hanya satu paket yang ditemukan bermasalah karena kontraktor pelaksanaan bekerja diluar bestek, namun sudah diperbaiki sesuai kontrak kerja dengan kontraktor yang bersangkutan.
“Kontrak kerjanya jelas, material agregat yang digunakan adalah agregat kali bukan gunung. Tapi di lapangan kontraktor tersebut menggunakan agregat gunung sehingga kami perintahkan untuk bongkar dan ganti dengan agregat kali dan itu sudah dilakukan,” jelasnya.
Sementara itu, mengenai pelaksanaan sejumlah paket proyek jalan dan jembatan senilai Rp 18 miliar yang didanai dengan dana PPID tahun 2011 Yani mengaku, perkembangan fisik proyeknya rata-rata baru mencapai 45 persen.  Hal ini sebabkan mepetnya waktu pelaksanaan fisik proyek oleh kontraktor pelaksana.
Dia memastikan, sejumlah paket proyek dana PPID tahun 2011 tidak bakal selesai pada akhir tahun ini, sehingga terpaksa diberhentikan sambil menungggu petunjuk teknis pelaksanaan dari pemerintah pusat. “Kami akan bayar sesuai perkembangan fisik proyeknya, tidak mungkin kami bayar seratus persen kalau fisik proyeknya belum selesai. Kecuali paket proyek jalan di Mena yang fisik proyeknya sudah seratus persen,” ujarnya.

By. KEF