Calon Direktur PDAM TTS Segera Fit and Proper Test


sergapntt.com [SOE] – Sedikitnya tujuh orang pelamar segera menjalani proses seleksi untuk menduduki jabatan direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) TTS. Tujuh pelamar tersebut telah lolos seleksi administrasi dan siap menjalani fit and proper test dalam waktu dekat.
Hal ini menjadi kabar terbaru setelah sejak Juni 2011 lalu, jabatan direktur PDAM dibebankan kepada pelaksana tugas (Plt) Lely Hayer.
Kabag Perekonomian Setda Kabupaten TTS, Nelson Dilla mengakui hal tersebut. Menurut Nelson, setelah dibukanya lowongan, sedikitnya delapan orang melamar untuk mengikuti seleksi. Kedelapan pelamar tersebut tidak hanya berasal dari kalangan intern PDAM, namun ada pula dari kalangan luar.  Namun pihaknya tidak membeda-bedakan siapa pun pelamarnya, dengan menerapkan sistem dan syarat-syarat yang ada.
“Kita sudah buka pendaftaran dan yang mendaftar atau melamar itu ada delapan orang. Ada tiga orang dari PDAM TTS dan tiga orang dari PDAM Kupang. Sementara sisanya dari kalangan luar PDAM. Setelah dilakukan seleksi administrasi, satu dari delapan orang itu gugur sehingga tinggal tujuh orang. Ketujuh orang itu yang akan mengikuti proses selanjutnya yakni fit and proper test. Kita harapkan, siapapun yang akan memimpin dapat membawa perbaikan dan juga perubahan yang lebih baik,” jelas Nelson.
Sementara itu, Setkda Kabupaten TTS, Salmun Tabun yang dikonfirmasi terpisah juga membenarkan hal tersebut. Menurut Salmun, pihaknya kini tinggal menunggu waktu pelaksanaan proses selanjutnya. Pasalnya, pemilihan direktur PDAM harus dilaksanakan sebelum memasuki Januari 2012. Hal ini kata dia, sebagai tujuan untuk dimasukkan dalam pembahasan APBD tahun 2012. Meski belum penyebut jelas kapan akan dilaksanakan, namun Salmun menegaskan akan diproses dalam waktu dekat.
“Proses seleksi sudah berjalan dan dari delapan yang lemar, satu sudah gugur seleksi administrasi. Sementara kami masih mengatur jadwal untuk proses seleksi yakni fit and proper test. Nanti di dalam progrs itu kita akan melihat visi dan misi mereka serta beberapa syarat lainnya. Sehingga nanti salah satu dari mereka yang akan dipilih menjadi direktur. Kami tetap berusaha untuk dilaksanakan sebelum akhir bulan Desember atau sebelum pembahasan APBD 2012,” terang Salmun.
By. SOS

Dugaan Korupsi Speed Boad Masuk Pemberkasan


sergapntt.com [KEFA] – Kasus dugaan korupsi proyek pengadaan satu unit kapal pengawas (speed boad) senilai Rp 121.183.003 yang menyeret delapan orang tersangka memasuki tahap pemberkasan. Kedelapan orang tersangka itu yakni kontraktor pelaksana, Dina Floerensia Tupen, mantan Kadis Perikanan dan Kelautan TTU, Maxi Tanesib, ketua panitia PHO, Alex Naikofi, sekretaris panitia PHO, Lambertus Anunut, Djulkifli Mae, Ebenhaeser J Maf, Eduardus Malafu selaku anggota panitia PHO dan konsultan perencana, Dilvianus Okto Boy.
“Proses hukum kasus dugaan korupsi pengadaan speed boad yang kami tangani masih dalam pemberkasan,” ungkap Kapolres TTU AKBP Gede Mega melalui Kasatreskrim, Iptu Wiwin Junianto Supriyadi saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Jumat (2/12).
Kedelapan tersangka tersebut menurut Wiwin belum menjalani masa penahanan sebagai tersangka, karena pertimbangan penyidik. Dari delapan orang tersangka itu, dua orang tersangka yaitu Alex Naikofi yang saat ini menjabat sebagai Kadispenda TTU dan kontraktor pelaksana, Dina Floerensia Tupen belum menjalani pemeriksaan.
Wiwin menjelaskan, sesuai aturan, pemeriksaan kedua tersangka tidak bakal mempengaruhi langkah penetapan tersangka yang sudah diberlakukan kepada keduanya. “Tersangka Alex Naikofi dan Dina Tupen memang belum diperiksa karena kesibukan mereka masing-masing. Tapi bagi kami tidak masalah proses hukum tetap lanjut,” katanya seraya menamahkan, para tersangka sesuai aturan dijerat dengan Pasal 2 dan 3 Undang-undang Nomor 31/1999 jo Undang-undang Nomor  20/2001 dengan ancaman penjara diatas lima tahun.
Sebagaimana diketahui, proyek pengadaan satu unit speed boad Dinas Perikanan dan Kelautan TTU yang ditangani penyidik Reskrim Polres TTU total anggarannya Rp 700 juta lebih.
Dari hasil pemeriksaan sementara tim penyidik Reskrim Polres TTU menemukan kerugian negara yang timbul sebesar Rp 121.183.003. Dugaan adanya korupsi dalam proyek ini terjadi karena fisik proyeknya baru mencapai 70 persen, namun realiasi pembayaran anggaran sudah 100 persen dengan dukungan laporan panita PHO, sehinngga terindikasi kuat adanya PHO fiktif.
Sementara, mengenai dugaan korupsi di Dinas PU TTU yang sedang ditanganinya, Wiwin berjanji tetap berusaha melakukan penyelidikan guna mengungkap kebenaran adanya kerugian negara dibalik kasus tersebut. Salah satu hambatan yang dihadapi penyidik saat ini adalah kesulitan menghadirkan saksi yang bisa memberikan dukungan data atas kasus dimaksud.
“Saksinya sangat banyak karena melibatkan banyak anggota kelompok. Tapi kami tetap berusaha meski jumlah tenaga penyidik kami yang sangat terbatas,” jelasnya.

By. TEF

Uni Eropa Kunjungi Noelbaki dan Manusak


sergapntt.com [OELAMASI] – Sejak tahun 2001, Uni Eropa memberikan bantuan kepada warga baru eks Timor Timur melalui program Aid to Uprooted People (bantuan untuk pengungsi). Manfaat langsung dari program itu telah diterima pengungsi dan masyarakat lokal.
Care dan UN Habitat merupakan mitra kerja Uni Eropa yang bekerja di Provinsi NTT dan telah melaksanakan program untuk membantu para pengungsi yang masih telantar memperoleh kembali kondisi kehidupan yang layak.
Demikian ditegaskan Project Officer Uni Eropa, Muamar Vebry saat berdialog dengan warga baru eks Timor Timur dan warga lokal di kantor Desa Noelbaki Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang, Selasa (6/12).
Hadir pada kesempatan itu, Petrus dari Care, Kemal beserta dua staf, Yusraf dan Kamran dari UN Habitat, Direktris Yayasan Alfa Omega, Sofia Malelak-de Haan, kepala Desa Noelbaki, Yacob Fole serta masyarakat eks Timtim dan masyaraat lokal.
Pada kesempatan itu, Vebry menjelaskan, dirinya sebagai penyandang dana bagi project yang dijalankan Care dan Yayasan Alfa Omega penting melihat kerja sama dan perpaduan warga baru dan warga lokal.
“Kami datang untuk melihat kemajuan masyarakat yang dibantu Care dan melihat integrasi dilihat dari konteks ekonomi, sosial dan politik yang terjadi antara warga baru dan warga lokal,” katanya sembari menjelaskan dirinya juga ingin tahu masalah apa yang masih ada di masyarakat baru dan masyarakat lokal.
Direktris Yayasan Alfa Omega, Sofia Malelak-de Haan menjelaskan, sebagai pelaksana project, dirinya menjalankan program di 15 desa di Kabupaten Kupang. Program yang dijalankan yakni program dampingan sesama kepada kelompok perempuan.
Kepala Desa Noelbaki, Yacob Fole menjelaskan, tanah yang luas untuk dibangun resettlemen di Noelbaki tidak ada, sehingga warga tidak mau pindah dari daerah sekitar terminal Noelbaki. Sebab, lokasi yang hanya diseputaran terminal.
“Kasihan, kalau hujan tergenang air. Kami sudah tanya mengapa tidak mau pindah, mereka tanya apakah disana kami bisa cari hidup sendiri,” jelas Yacob.
Usai Project Officer Uni Eropa, Muamar Vebry memberikan penjelasan dilanjutkan dengan dialog. Salah satu warga baru, Agustinus Sarmento menjelaskan, mereka tidak dapat resettlemen karena tidak mau keluar dari Noelbaki. Karena mereka telah berbaur dengan warga lokal serta tanah yang mereka tempati adalah tanah milik pemerintah.
“Ini tanah pemerintah, jadi kami minta pemerintah bangun resettlemen bagi kami di Noelbaki sini. Karena teman-teman di Oebelo atas dan Oebelo bawa tanahnya tidak jelas. Kami lebih memilih Noelbaki karena tanahnya milik pemerintah. Teman-teman yang sudah dapat resettlemen lebih susah, makanya ada yang kembali ke kamp,” jelasnya.
Setelah berdialog, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Desa Manusak Kecamatan Kupang Timur. Di Manusak, rombongan berdialog dengan warga baru terkait program bantuan yang telah diberikan Care selama ini.
Dalam dialog, seorang warga mengaku, bantuan semen yang dibagikan Care tidak semua warga baru mendapatkannya. Karena itu, ia meminta agar kalau dapat mereka diberikan bantuan.

By. LITA

Aparat Ispektorat Harus Memiliki Motivasi untuk Belajar


sergapntt.com [BA’A] – Sebagai bentuk sinergisitas serta pemahaman yang komprehensif terhadap pengendalian internal pemerintahan dan demi percepatan peningkatan akuntabilitas keuangan negara, maka seluruh aparat inspektorat perlu dibekali dengan pengetahuan aktual tentang tugas-tugas evaluasi yang berkaitan dengan sistem pengendalian intern pemerintah.
Demikian sambutan Bupati Rote Ndao, Leonard Haning dalam kegiatan bimbingan teknis sistem pengendalian intern pemerintah (SPIP) yang dibacakan Asisten Bidang Pemerintahan Setda Kabupaten Rote Ndao, Origenes Boeky, Selasa (6/12) di aula Bappeda Kabupaten Rote Ndao.
Menurutnya, prevalensi birokrasi yang kompeten dan profesional saat ini bukan saja merupakan sebuah keharusan, namun sudah menjadi kebutuhan. Sudah saatnya pemahaman dan penerapan substansi, profesional diperluas ke setiap lini dan level dalam setiap orang di setiap SKPD dalam organisasinnya di tuntut memiliki pengetahuan dan keterampilan yang relevan serta sikap mental yang mendukung  optimalisasi fungsi SKPD-nya sebagai kontribusi bagi kinerja organisasinnya.
Dengan demikian, setiap upaya pengembangan sumber daya aparatur   untuk melahirkan manusia-manusia profesional wajib melalui training   atau  pelatihan  dan sebagainya harus diapresiasikan secara positif  oleh semua pihak karena memang bimtek adalah satu-satunya basis yang sangat penting untuk membentuk manusia-manusia profesionalisme.
Profesional sejati harus memiliki motivasi untuk terus belajar dan  seseorang yang terbiasa melakukan atau mengerjakan sesuatu  secara ala kadarnnya bukanlah seorang profesional dan sebaliknnya  seorang profesional tidak akan survive bila ia tidak terus menerus  memperdalam pengetahuan, keterampilan dan wawasan melalui  proses belajar yang  kontinue dan berkesinambungan.
Ia menegaskan, beberapa hal penting bahwa peserta bimbingan teknis (bimtek) hendaknya mengikuti kegiatan tersebut dengan tekun, disiplin dan memanfaatkan kesempatan yang ada untuk  membekali diri sendiri dengan informasi aktual seputar tugas pengawasan khususnya SPIP sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60/2008  dan  surat  edaran  Menteri  Pendayagunaan  Aparatur  Negara  dan Reformasi Birokrasi  Nomor 12/2010 dan peserta yang telah memperoleh materi bimtek SPIP harus didokumentasikan agar dapat dipakai sebagai bahan referensi.
By. RND

Bensin Kembali Langka di Rote Ndao


sergapntt.com [BA’A] – Bahan bakar minyak (BBM) khususnya bensin mulai langka di Kabupaten Rote Ndao. Pasalnya, quota BBM Kabupaten Rote Ndao biasanya setiap tanggal 5 pada bulan berjalan sudah didistribusikan, namun hingga, Senin (5/12) petang kondisi pangkalan BBM yang ada diseputaran Kota Ba’a ibukota Kabupaten Rote Ndao ditutup karena ketiadaan bensin.
Bukan saja pangkalan yang terlihat tidak menjual bensin, akan tetapi pengecer dipinggiran jalanpun terlihat hanya botol kosong yang menghiasi rak tempat jual bensin.
Salah satu warga Kota Ba’a, Yermias, Senin (5/11) saat hendak mengisi bensin disalah satu pengecer mengatakan, dirinya heran dan binggung sudah dua bulan bensin tidak lagi langka, tapi sekarang langka lagi.
“Sudah dua bulan ini bensin lancar, sonde seperti sebelumnya. Jadi beta pikir seterusnya sonde susah lagi cari bensin, ternyata ini hari beta liat di beberapa penjual hanya botol kosong,” ujarnya.
Dia mengatakan, jika dalam bulan ini bensin kembali langka, maka pihaknya merasa sangat terganggu. Pasalnya, bertepatan dengan Natal.
Dia berharap, pemerintah bisa secepatnya dapat mengatasi, sehingga nantinya tidak mengganggu aktivitas di bulan ini.
By. RND