
Ayah Al, Ahmad Dhani yang ditemui di acara musik Dahsyat di RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (25/11/2011) mengungkapkan, anaknya akan memanfaatkan pertemuannya dengan Beckham itu untuk konsultasi dan kursus kilat.
“Rencananya Al mau coaching clinic sama Beckham,” ungkap Dhani.
Saat ditanya latar belakang, Al bisa punya kesempatan emas itu, Dhani menyebut bahwa hal itu tidak lepas dari bukti kasih sayangnya kepada anak-anaknya. Selain itu, ketiga anaknya juga punya harapan besar bertemu dengan Beckham.
“Ya namanya juga orang tua yang sayang sama anak-anaknya. Tentunya ada impian Al, El, Dul semasa kecil mereka untuk bertemu Beckham. Dan berlatih langsung dengan Beckham, itu impian mereka. Pastinya ini adalah sebuah momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh mereka,” terangnya.
![]() |
| Antonio Di Natale |
Meski begitu, hingga 25 menit pertandingan berjalan tak ada gol yang berhasil tercipta, peluang-peluang emas lebih banyak yang terbuang akibat buruknya penyelesaian akhir.
Namun, bila dilihat dari kendali permainan, Udinese tampaknya lebih banyak memegang bola, permainan cepat satu-dua sentuhan yang dikhawatirkan oleh pelatih Roma, Luis Enrique pun terjadi.
Skuad asuhan Francesco Guidolin ini terus membuat peluangnya dengan hanya beberapa kali sentuhan, meski belum ada gol yang berhasil tercipta.
Walau begitu, banyak peluang-peluang Udinese yang terbuang karena terjebak offside, selain itu terlalu bernafsunya para pemain Udinese untuk mencetak gol membuat banyaknya tendangan ke arah gawang yang tak menemui sasaran.
Roma sendiri baru mulai keluar dari tekanan di akhir babak kedua, beberapa kali Serigala Roma ini berhasil merangsek ke jantung pertahanan Udinese, meski tak ada peluang yang benar-benar berbahaya.
Hingga babak pertama berakhir, kedua tim harus puas dengan hasil imbang 0-0.
Di babak kedua, baik Udinese maupun Roma tak mengubah gaya permainannya, namun kali ini kedua tim mampu menampilkan permainan cantik satu-dua sentuhan dengan sangat cepat, walaupun bola masih sering berkutat di lini tengah.
Adu skil yang dipertontonkan oleh kedua tim benar-benar cukup menarik untuk disaksikan. Meski, sekali lagi belum ada peluang emas yang berhasil tercipta.
Akhirnya, sebuah pertandingan yang cukup cepat dan menarik ini menghasilkan sebuah gol yang dilesakan Antonio Di Natale. Gol tersebut lahir dari sebuah umpan jauh Giampiero Pinzi yang melihat Di Natale telah berlari menuju kotak penalti Roma, dengan sekali kontrol menggunakan kepalanya, Di Natale berhasil melakukan tendangan keras lewat kaki kanannya yang menghujam deras di pojok kanan gawang Roma, 1-0 untuk Udinese di menit ke-79.
Udinese pun semakin tak terbendung, di menit ke-88 sebuah serangan balik yang sangat cepat oleh Pablo Armero yang kemudian memberikan umpan manis kepada Mauricio Isla membuat kedudukan berubah menjadi 2-0.
Gol Isla tersebut menjadi gol penutup dan memastikan kemenangan Udinese di pertandingan ini. Udinese pun semakin memperkokoh posisinya di puncak klasemen sementara dengan 24 poin. Sedangkan Roma masih tertahan di posisi kelima dengan 17 poin.
Giallorossi yang kala itu masih ditukangi Vincenzo Montella mampu menghentikan rekor tak terkalahkan Bianconeri di Friuli musim lalu. Sebuah kekalahan yang cukup menyakitkan bagi Udinese, karena gol kemenangan Francesco Totti terjadi di menit ke-994 dalam laga yang berlangsung April tahun ini tersebut.
Kedigdayaan Roma atas Udinese semakin terlihat kala berkaca dari statistik pertemuan mereka atas pelatih tim tuan rumah nanti, Francesco Guidolin. Sepanjang karirnya sebagai Allenatore di beberapa klub, sudah 25 kali Guidolin menghadapi I Lupi. Hasilnya, ia kalah dalam enam pertemuan terakhir dan rekor totalnya hanya lima kali menang, empat kali imbang, dan kalah 16 kali.
Walau begitu, Guidolin mengaku tak gentar menghadapi statistik yang menyudutkannya nanti dan menjanjikan kalau laga nanti malam tak akan mudah. Yang membuat ia pede adalah posisi Udinese saat ini berada setingkat lebih tinggi daripada Roma yang berada di peringkat kelima klasemen, dengan gap empat angka.
“Tambahkan fakta bahwa saya mereka adalah lawan yang paling sedikit saya curi poinnya sepanjang karir saya, tapi kita semua tahu ini takkan jadi laga mudah,” tantangnya.
Dari kubu Luis Enrique, mereka tidak akan diperkuat Fabio Borini, David Pizarro dan Nicolas Burdisso di laga ini. Francesco Totti statusnya masih diragukan untuk tampil, walau ia sudah terlihat latihan bersama rekan-rekannya. Sementara Udinese dipastikan hanya Paulo Vitor Barreto yang harus absen.
Akankah Enrique mampu meneruskan rekor Roma atas Guidolin dini hari nanti? Atau Srigala Roma itu harus tunduk karena keangkeran Friuli? Jawabnya dapat kita saksikan di Indosiar pada Sabtu pukul 02:45 WIB nanti.
Fakta menarik lainnya dari laga ini:
– Kedua tim sama-sama belum menuai hasil seri dan mengemas tiga kali kemenangan dan dua kali kekalahan di lima laga terakhir mereka.
– Roma menang 4 kali dari enam kali lawatan Serie A mereka ke Udinese
2. MEMPERHITUNGKAN RESIKO YANG AKAN DI HADAPI:
Melihat/Mempertimbangankan Resiko apa yang akan dihadapi dan mampu mengambil resiko itu.
3. BELAJAR DARI YANG BERPENGALAMAN:
Belajar dari pengalaman orang-orang yang telah sukses dan mempraktikannya.
4. MENJALANI USAHA DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH:
Mempunyai niat yang kuat untuk menjalani usaha yang akan dijalani.
5. MEMANFAATKAN PELUANG DENGAN BAIK:
Benar-bener memanfaatkan peuang yang ada.
6. BERSIKAP SPORTIF:
Tidak bersikap curang dalam melakukan usaha
7. JUJUR DALAM MENJALANKAN USAHA:
Selalu bersikap jujur dengan menjalankan usaha yang dijalani tanpa ada niat curang.
8. MENCARI LAHAN(POSISI) PASAR YANG TEPAT:
Memperhatikan tempat usaha dengan keadaan masyarakat
9. MAMPU MENENTUKAN SESUATU YANG DI PERLUKAN MASYARAKAT:
Mengetahui benar-benar apa yang dibutuhkan masyarakat kita dapat menyediakan fasilitas kebutuhan tersebut.
10. TIDAK PERNAH MENYERAH:
Selalu berusaha dan bekerja keras dalam menjalankan usaha serta di barengi dengan doa.