Afrika Selatan Dikuasai Geng, Polisi Tak Bisa Berbuat Apa-Apa


sergapntt.com [AFSEL] – Pemerintah Afrika Selatan (Afsel) sedang berupaya habis-habisan untuk menumpas kelompok-kelompok kriminal yang jumlahnya cukup banyak di negaranya. Tidak tanggung-tanggung, pemerintahan setempat mengirim ribuan tentara untuk membasmi kelompok yang lebih dikenal sebagai Geng itu. Menurut wartaXinhua pada Senin (28/11/2011), militer telah berangkat ke Cape Town.
“Tentara akan bekerja sama dengan unit khusus kepolisian. Kami mengincar salah satunya, kawasan Lavender Hill yang paling rawan terhadap kekerasan geng,” kata Juru Bicara Kepolisian Cape Town Barat Letnan Kolonel Andrè Traut.
Anggota geng yang saling bertikai memang terbilang meresahkan masyarakat. “Tiap hari ada saja yang mati dalam baku tembak antar geng,” terang Traut.
Sejak beberapa bulan lalu, tercatat sudah 64 orang tewas dalam pertikaian tersebut. Perjanjian perdamaian antar geng bertikai hanya berumur beberapa bulan. “Sesudah itu, mereka saling berperang kembali,” imbuh Traut.
Menurut petugas di komunitas di kawasan Steenberg, Cape Town, kevin Southgate, andai tindak kekerasan para geng ini tidak bisa diredam, maka bisa dipastikan negara akan menetapkan situasi gawat darurat.
Ya,,, gangster dan kiriminal, kini menjadi dua isu besar di Afsel.  Gangster seolah sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Afrika Selatan. Geng beserta anggotanya menjamur seperti jamur di musim hujan, bahkan menjadi tiang kriminalitas. Itu sebabnya, pengiriman tentara yang dilakukan oleh pemerintah diprediksi oleh sebagian pengamat sosial dan militer akan menuai kegagalan.
Banyaknya geng dan keleluasaan gerak mereka, berbanding lurus dengan citra Afsel sebagai negeri dengan tingkat kriminal tertinggi. “Di negeri ini, sepertinya setiap blok ada geng penguasanya. Ketika cara hidup normal sulit dijalani, orang akan dengan mudah memilih jalan hidup sebagai anggota geng,” tutur Chris Mullins, mantan anggota geng yang pernah beberapa kali mendekam di penjara.
Bicara geng sama halnya bicara kekerasan, pemerkosaan, perampokan, peredaran obat terlarang, dan pembunuhan. Begitulah kehidupan mereka. Mereka mencoba membangun masa depan, membangun identitas, membangun kehormatan, mengangkat martabat, membangun rasa aman, memperbaiki kehidupan, dan membangun komunitas lewat geng. Pasalnya, sebagian besar anggotanya merasa gagal atau tak mendapat jalan dalam kehidupan normal.
“Orang butuh makan dan memenuhi kebutuhan lainnya. Jika gagal, maka mereka akan mudah masuk geng sebab geng juga menawarkan banyak hal,” kata Chris Mullins lagi.
Dan, sejak zaman apartheid, geng menjadi alternatif yang cukup populer bagi sebagian orang, terutama warga coloured dan kulit hitam, sebagai kendaraan mengarungi kehidupan. Setelah apartheid dihapus sejak awal 1990-an, geng terus menjamur.
Kekerasan, pemerkosaan, perampokan, pencurian, dan pembunuhan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan geng.
Kota Cape Town, Port Elizabeth, dan Johannesburg paling banyak memiliki geng. Ada yang mengorganisasi diri sebagai pembajak mobil, perampok bank, pembobol ATM, permerkosa, pembunuh, juga terutama pemasar narkoba. Mereka bekerja sangat rapi, bahkan terkadang mampu menjalin kerja sama dengan polisi.
Mantan Presiden Interpol Afsel yang juga mantan komisioner polisi nasional Afsel, Jackie Selebi, bahkan sampai disidang. Dia didakwa menerima suap dari seorang pemimpin geng di Johannesburg, Glenn Agliotti.
Di Soweto, misalnya, ada geng yang cukup ditakuti, yakni Jackroll. Mereka sering memerkosa wanita, sekalipun di depan umum. Sampai-sampai, orang yang melakukan pemerkosaan atau perampokan sering disebut jackrolling.
Ada pula geng yang tak bernama, tetapi aktivitas mereka dalam dunia kriminal sangat tinggi. Mereka biasanya para imigran gelap dari Zimbabwe, Mozambik, Namibia, dan sebagainya. Karena sulit mendapat pekerjaan di Afsel, mereka akhirnya menjadi kriminal dan terorganisasi. Bahkan, banyak di antara mereka yang sebelumnya adalah tentara di negaranya.
Cape Town lebih kental dengan kehidupan geng. Di kota pelabuhan itu, kegiatan utama geng adalah menjual narkoba secara sembunyi-sembunyi. Jumlah mereka sangat banyak dan bekerja rapi.
Banyak yang mengatakan, Americans adalah geng terbesar di Cape Town, bahkan mungkin di Afsel. Mereka memiliki anggota sampai 5.000 orang. Selain itu, ada nama-nama Mongol, Fast Guns, Yakkies, Nice Time Kids, Hell Street Dudes, Playboys, Sexy Boys, Jermany, Russians, dan sebagainya.
Hampir semua geng selalu bersenjatakan pistol. Maklum, di Afsel, dengan uang 100 rand (sekitar Rp 130.000) atau 200 rand (sekitar Rp 260.000), seseorang bisa mendapatkan pistol. Afsel punya hukum yang melegalkan kepemilikan senjata api, tetapi tentu dengan persyaratan ketat. Walau demikian, kenyataannya, banyak senjata ilegal yang beredar dan menjadi bagian dari kehidupan geng.
Geng seolah begitu membudaya di Afsel. Di penjara pun ada geng. Di Penjara Pollsmoor yang paling terkenal, misalnya, ada tiga geng berpengaruh dan dikenal serta ditakuti masyarakat. Nama geng mereka menggunakan nomor, yakni “26”, “27”, dan “28”. Begitu keluar dari penjara, posisi mereka di dunia kriminal akan sangat tinggi.
Selain memiliki aktivitas kriminal, geng-geng ini juga sering berselisih. Maka dari itu, sering pula terjadi perang antargeng. Biasanya penyebabnya perebutan pasar narkoba atau dendam.
Untuk melawan kriminal di Afsel, salah satunya harus melawan geng. Namun, itu pekerjaan berat karena banyak geng yang sudah begitu kuat. Bahkan, mereka sering mencoba menguasai polisi. Salah satunya dengan menyuap atau memberi upeti.
Jika pun tidak, maka mereka berani melawan polisi. Sejak tahun 2000, dalam catatan pemerintah sudah ada 17.000 polisi lebih yang tewas akibat kekerasan atau bentrok dengan para kriminal dan anggota geng.
Hal itu terasa lebih karena kehidupan geng amat dekat dengan masyarakat. Bahkan, anak-anak kecil pun tahu dan sebagian mengidolakan mereka. Padahal, merekalah salah satu tiang kriminal di Afsel. Bahkan polisi pun tak bisa berbuat apa-apa, walau tindak kriminal yang dilakukan para geng di depan mata kepala polisi.
By. LORD

Si Belang, Akhirnya Keok Juga


sergapntt.com [GETAFE] –  Barcelona akhirnya keok juga ditangan Getafe saat melawat ke Coliseum Alfonso Perez, Minggu (27/11/2011) dini hari. Si Belang Matador itu menyerah 0-1. Toh begitu,  Barcelona tetap berada di peringkat kedua klasemen dengan 28 poin, kalah enam poin dari Real Madrid.
Kemenangan tuan rumah ditentukan Juan Valera pada menit ke-67. Dari tengah kotak penalti, ia menanduk umpan Pablo Sarabia masuk ke sudut kanan bawah gawang Victor Valdez.

Barcelona membuka pertandingan dengan menciptakan sebuah peluang dari David Villa pada menit kedua, yang kandas di tangan Miguel Moya.

Moya kemudian secara konsisten mempertahankan performa. Setelah mengeblok tembakan Lionel Messi pada menit ke-13, ia mementahkan eksekusi Alexis Sanchez pada menit ke-37.

Si belang Barcelona terus menguji Moya di babak kedua. Pelatih Pep Guardiola sampai memasukkan penyerang Isaac Cuenca menggantikan bek Maxwell pada menit ke-72 untuk menambah daya serang.

Namun, Messi dan kawan-kawan tak kunjung mampu menundukkannya. Pada menit ke-74 dan ke-78, Dani Alves dan Xavi melihat tembakan akurat mereka kembali kandas di tangan Moya. Hal serupa terjadi pada percobaan yang dilakukan Pedro pada menit ke-81.

Sesaat sebelum laga berakhir, Messi masih sempat melepaskan tembakan. Kali ini, usahanya mental setelah membentur tiang gawang. Pedro berhasil menjangkau bola muntah dan kembali menembakkannya. Namun, Moya lagi-lagi mampu menyelamatkan gawangnya.

Selama pertandingan, Barcelona menguasai bola sebanyak 73 persen dan menciptakan tujuh peluang emas dari 21 kali usaha. Adapun tuan rumah melepaskan satu tembakan akurat dari tujuh kali percobaan.

Pelatih Barcelona, Pep Guardiola tak mau menyalahkan pemainnya akibat kekalahan tersebut.

Entrenador berusia 40 tahun itu mengatakan, Lionel Messi dkk telah melakukan segalanya untuk mencoba meraih poin maksimal, meski tetap tak mampu menghindarkan Barcelona dari kekalahan pertama musim ini.

Guardiola menambahkan, kekalahan di Coliseum Alfonso Perez tak akan mengganggu keyakinan timnya untuk bisa mempertahankan gelar liga musim ini karena kompetisi masih panjang.

“Kami memiliki target tim dan pada situasi normal kami mampu meraihnya, tapi tidak hari ini,” kata Guardiola usai pertandingan pada Marca.

“Saya tak akan menyalahkan tim ini, mereka telah bekerja keras dan kelelahan (usai pertandingan Liga Champions lawan Milan),”

“Secara keseluruhan kami bermain sangat bagus. Hari ini kami harus memberi selamat pada lawan kami, dan meski menurut saya kami bermain lebih baik, mereka tetap menang,”

“Masih ada banyak pertandingan di La Liga, kami akan bangkit kembali,” tegas Guardiola.

Kekalahan ini merupakan yang pertama kali dialami Barca di liga domestik sejak kalah 2-1 dari Real Sociedad musim lalu (30 April 2011).

by. MAR/ZUL/CHE

NTT Tempo Doeloe


Raja di Flores Dengan Pakaian Kebesaran Portugis

sergapntt.com [KUPANG] – Beberapa ahli memperkirakan, nenek moyang orang NTT berasal dari ras Astromelanesoid. Hal ini dibuktikan dengan penemuan kerangka manusia yang diperkirakan berasal dari ras terebut dan berusia sekitar 3.500 tahun. Beberapa kerangka lain yang ditemukan memiliki ciri-ciri ras yang beraneka ragam, seperti dari ras Mongoloid, campuran antara Mongoloid dan Astromelanesoid, Eropoid, dan Negroid. Hal ini menunjukkan keanekaragaman penghuni  pertama NTT. Pada masa pra sejarah, penduduk hidup berpindah-pindah karena menggantungkan hidupnya pada perburuan binatang. 
Mereka berpindah mengikuti arah gerak binatang-binatang buruannya. Ketika bercocok tanam mulai menjadi cara hidup penduduk, mereka tidak sepenuhnya menetap. Kadang-kadang mereka berpindah-pindah yang biasanya disebabkan oleh kedatangan penduduk baru yang lebih kuat. Yang tersingkir biasanya pindah ke daerah pedalaman. 
Kerajaan-kerajaan NTT diperkirakan eksis sekitar abad ke 3 Masehi. Perkiraan ini didasarkan pada data bahwa pada abad tersebut, banyak kapal-kapal pedagang antar pulau yang membeli kayu cendana dari Pulau Sumba dan Timor. Pada abad ke 7, Kerajaan-kerajaan di NTT sudah menjalin hubungan dagang dengan Cina. Mereka mengapalkan sendiri kayu cendana untuk dijual ke Cina. 
Pada tahun 1225, Timor telah mengirim utusannya ke Jawa. Berawal dari hubungan perdagangan, mereka menjalin hubungan politik. Ketika Patih Gajah Mada mencetuskan gagasan untuk menyatukan nusantara, wilayah NTT tidak luput dari perhatiannya. Satu demi satu kerajaan di wilayah NTT ditaklukan, seperti Flores, Alor, Pantar, Sumba, dan Timor. Akhirnya seluruh kerajaan di wilayah NTT tunduk terhadap Majapahit. 
Pada abad ke 16, NTT mulai berhubungan dengan Portugis. Sejak Malaka jatuh ke tangan Portugis tahun 1511, Portugis terus mencari daerah sumber rempah-rempah dan barang hasil alam lainnya, termasuk kayu cendana yang terdapat di NTT. Tahun 1561, Portugis mulai membangun kekuasaan kolonialnya di wilayah NTT. Pusat kekuasaannya ditetapkan di Solor dengan dibangunnya benteng pertahanan. Dari pulau inilah, Portugis melakukan berbagai kegiatanya di wilayah NTT. 
Raja Timor 1920
Sementara itu, VOC yang menyadari pentingnya wilayah NTT bagi perdagangan, beruaha merebut Pulau Solor dari tangan Portugis. Tahun 1625 dan 1629, VOC melakukan penyerangan terhadap Portugis. Pada serangan ketiga tahun 1653, VOC berhasil merebut benteng Portugis di pulau tersebut. Pada tahun yang sama VOC berhasil merebut benteng Portugis di Kupang. Mereka kemudian memberi nama Fort Concordia bagi benteng tersebut dan kemudian dijadikan basis pertahanan alam rangka menaklukkan raja-raja di Timor. 
Portugis yang tersingkir oleh VOC di NTT bagian barat, bertahan di Pulau Timor bagian timur. Wilayah ini sekarang menjadi Timor Leste, negara berdaulat yang terpisah dari Republik Indonesia pada akhir abad 21 ini. Sejak tahun 1701, Portugis menempatkan Antonio Coelho Guerrio sebagai gubernur untuk wilayah Timor dan Solor. 
Sementara itu, di Kupang tahun 1756, Belanda berhasil mengikat 15 raja di daerah itu dalam suatu perjanjian. Namun, perjanjian tersebut ternyata tidak menghentikan perlawanan dari beberapa raja di pedalaman. Perlawanan yang dilakukan Raja Sonbai, misalnya, terjadi tahun 1780 pada saat perjanjian itu telah berlaku. Namun, semua perlawanan tersebut dapat diredam Belanda. 
Pada tahun 1856, Belanda mengadakan perjanjian dengan Portugis yang dikenal dengan Traktat Timor. Isinya antara lain berupa pembagian wilayah antara kedua pemerintah kolonial tersebut. Tentunya perjanjian ini mengabaikan kekuasaan raja-raja setempat. 
Setelah dibuatnya Traktat Timor, kedudukan Belanda di wilayah NTT semakin kuat. Belanda dapat memusatkan perhatiannya pada penumpasan gerakan perlawanan raja-raja setempat. Belanda berhasil menumpas berbagai perlawanan sehingga pada awal abad ke 20, Belanda telah sepenuhnya menguasai wilayah NTT. Wilayah NTT, dalam perkembangan selanjutnya merupakan suatu keresidenan, yang dinamakan Keresidenan Flores dengan pusat pemerintahan di Kupang. 
Awal abad ke 20 merupakan permulaan bangkitnya gerakan kebangsaan di hampir seluruh wilayah Indonesia. Terkait dengan perjuangan rakyat NTT untuk lepas dari kolonialisme, di Makasar berdiri Timorsch Verbond dan di Bandung berdiri Timorsch Jongeren. Di Kupang, berdiri Perserikatan Timor tahun 1925. 
Era penjajahan Belanda di NTT berakhir tanggal 19 Februari 1942. Ketika itu Jepang mendarat di pantai selatan Timor, besoknya berhasil menduduki Kupang. Setelah itu, NTT diatur dengan pemerintahan militer Jepang. Di era Jepang ini, rakyat NTT semakin menderita, harta benda penduduk banyak yang dirampas dan banyak laki-laki dewasa yag dijadikan romusha, semuanya untuk keperluan perang. 
Keadaan ini berlangsung sampai Jepang keluar dari NTT karena kalah perang melawan Sekutu. NICA (Belanda) yang membonceng Sekutu langsung mengambil alih pemerintahan di NTT. Sistem pemerintahan Belanda kembali berdiri. Wilayah NTT disebut Keresidenan Timor yang terdiri dari tiga afdeling, yaitu, Timor dengan pulau-pulaunya, Sumba, dan Flores. 
Penjajahan Belanda berakhir saat dibacakannya proklamai kemerdekaan Republik Indonesia. Pasca proklamasi, NTT termasuk ke dalam Negara (Boneka) Indonesia Timur (NIT). Namun ekistensi NIT tidak lama karena rakyat Indonesia tidak menghendakinya. Tahun 1950, NIT melebur dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 
Pasca peleburan ke dalam NKRI, NTT termasuk ke dalam wilayah Provini Nusa Tenggara. Pada tanggal 14 Agustus 1958, Provini Nusa Tenggara dimekarkan menjadi tiga provinsi, yaitu Bali, NTB, dan NTT. Wilayah NTT meliputi daerah Flores, Sumba, dan Timor.
By. COPAS

KNPI Gelar Sarasehan Nilai-nilai Kepahlawanan


sergapntt.com [KALABAHI] – DPD KNPI Kabupaten Alor kembali mengelar acara dalam rangka peringatan hari Pahlawan. Kegiatan berlangsung di aula hotel Pelangi Indah, Sabtu (26/11).
Kegiatan mengambil tema, “Internalisasi Nilai-nilai Kepahlawanan Dalam Memperkuat Karakter Bangsa Menghadapi Tantangan Global Pada Era Milenium”.
Ketua DPD KNPI Alor, Mesak A Malailak mengatakan, kegiatan tersebut merupakan wujud penghargaan terhadap momentum kepahlawanan, 10 November 2011. Mesak mengajak generasi muda di NTT khususnya di Kabupaten Alor untuk kembali mengingat nilai-nilai kepahlawanan yang saat ini terlihat mulai pudar. Keprihatinan tersebutlah yang mendasari kegiatan sarasehan KNPI Alor.
Sementara, Plt Sekda Alor, Okto Lasiko mengatakan, kegiatan sarasehan yang digagas KNPI sangat tepat, mengingat saat ini nilai-nilai kepahlawanan generasi muda mulai luntur. Pemerintah berharap, generasi sekarang kembali meneladani semangat para pahlawan. Apa yang dilakukan pemuda sekarang ini yakni untuk meneruskan tongkat estafet pembangunan.
Okto meminta kepada pengurus KNPI agar kegiatan itu kedepan sudah bisa dilakukan sampai pada tingkat kecamatan. Sehingga, masyarakat di tingkat kecamatan juga nilai-nilai kepahlawan dapat diteruskan sampai ke anak cucu.
Tiga narasumber membawakan materi antaranya, Kilyon Mel Maisal dari Badan Kesbang Pol dan Linmas Kabupaten Alor membawakan materi mengenai Membangun Spirit Integritas Politik Yang Berciri Kemanusiaan Dalam Mengantisipasi Problematika Disitegrasi Bangsa.
Sedangkan, Mayor Inf S Sihotang dari Kodim 1622 Alor membawakan materi Strategi Pertahanan dan Keamanan Dalam Memberikan Daya Dukung Penguatan Patriotisme Kebangsaan. Sementara, Pdt Yakobus Polamau dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Alor membawakan materi Implementasi Nilai-nilai Religiusitas Sebagai Fondasi Dalam Menjaga Keutuhan Bangsa.
Materi yang dibawakan tiga narasumber mendapat berbagai tanggapan dari peserta diantaranya dari mantan Sekda Alor, Yulius Mantaon. Yulius mempertanyakan sikap FKUB terkait dengan berbagai kejadian SARA di Indonesia serta meminta TNI memaksimalkan perannya dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Alor.
Sementara, Dematius Mautuka dari unsur pemuda mempertanyakan peran Kesbang Linmas dan FKUB terkait dengan sering terjadinya tawuran akibat minuman keras di Kabupaten Alor.
Sementara sorotan tajam dari Yehuda Lanlu, wakil organisasi masyarakat mempertanyakan peran TNI dalam mempertahankan kedaulatan negara terutama wilayah laut memang sering dilakukan hanya belum secara maksimal dilakukan akibat keterbatasan.
Menjawab pertanyaan tersebut, Mayor S Sihotang menyatakan, TNI akan melakukan semaksimal mungkin dalam menjaga kedaulatan wilayah NKRI, namun karena keterbatasan fasilitas dalam hal ini Alusista, TNI masih belum maksimal dalam menjaga batas-batas negara terutama batas laut.
Sementara, Yakobus Pulamau menyatakan, FKUB belum dapat berperan secara maksimal karena belum memiliki dasar untuk melakukan kegiatan, sehingga meminta kepada Kesbang Linmas berberan aktif menyelesaikan berbagai masalah sosial yang sering terjadi di Alor.
By. EPS

TLM Lakukan Sosialisasi Kespro Bagi Pelajar


sergapntt.com [MENIA] – Selama dua hari, 25-26 November Yayasan Tanaoba Lais Manekat (TLM) GMIT bekerja sama dengan Puskesmas Seba melakukan sosialisasi kesehatan reproduksi (kespro) bagi pelajar di beberapa sekolah di Kecamatan Sabu Barat Kabupaten Sabu Raijua.

Fasilitator Desa Yayasan TLM GMIT, Roy Kedoh kepada wartawan di  Seba, Sabtu (26/11) mengatakan, kegiatan itu dilaksanakan sebagai wujud kepedulian Yayasan TLM terhadap kesehatan masyarakat terutama pelajar yang masih mengikuti pendidikan di bangku sekolah. Untuk tujuan tersebut, maka melalui Divisi Transformasi Yayasan TLM melakukan kegiatan sosialisasi pentingnya kesehatan reproduksi diketahui secara dini oleh pelajar, sehingga memiliki pengetahuan untuk bisa menghindari dari setiap ancaman penyakit menular seksual (PMS).
“Kesehatan reproduksi adalah termasuk salah satu dari sekian banyak problem remaja yang perlu mendapat perhatian bagi semua kalangan, baik orang tua, guru maupun konselor sekolah. Mengingat belakangan ini perilaku dan pergaulan remaja dengan lawan jenisnya (pacaran) telah mengarah pada perilaku seks dan mengabaikan substansi dalam menjalin hubungan yang pada dasarnya adalah sebagai ruang belajar dalam bersosialisasi, komunikasi, mengungkapkan emosi dan berkomitmen,” ujarnya.
Diharapkan kegiatan ini bisa memberi dampak yang positif bagi pelajar setelah mengetahui apa pentingnya kesehatan reproduksi, sehingga mampu menjaga diri dari pergaulan bebas yang berdampak pada rentannya kesehatan reproduksi.
“Kita lakukan kegiatan ini selama dua hari di beberapa sekolah yaitu di SMPN 3 Sabu Barat, SMKN Sabu Barat, SMPN 1 Sabu Barat dan SMA PGRI Sabu Barat,” jelas Roy.
Sementara itu, Roy William, salah satu dokter PTT pada rumah sakit Seba saat melakukan sosialisasi kesehatan reproduksi di SMPN 3 Sabu Barat menjelaskan, pada umumnya orang menganggap bahwa pendidikan seks hanya berisi tentang pemberian informasi alat kelamin dan berbagai macam posisi dalam berhubungan kelamin. Hal ini tentunya akan membuat orang tua merasa khawatir. Untuk itu, perlu diluruskan kembali pengertian tentang pendidikan seks.
Pendidikan seks berusaha menempatkan seks pada perspektif yang tepat dan mengubah anggapan negatif tentang seks. “Dengan pendidikan seks kita dapat memberitahu remaja bahwa seks adalah sesuatu yang alamiah dan wajar terjadi pada semua orang. Selain itu remaja juga dapat diberitahu mengenai berbagai perilaku seksual berisiko sehingga mereka dapat menghindarinya,” ujarnya.
Dijelaskan, PMS adalah penyakit yang dapat ditularkan dari seseorang kepada orang lain melalui hubungan seksual. Seseorang berisiko tinggi terkena PMS bila melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan baik melalui vagina, oral maupun anal. Bila tidak diobati dengan benar, penyakit ini dapat berakibat serius bagi kesehatan reproduksi seperti terjadinya kemandulan, kebutaan pada bayi yang baru lahir bahkan kematian.
By. SBR