Laju Inflasi di Flotim 6,75 Persen


sergapntt.com [LARANTUKA] – Hingga bulan Mei 2011, laju inflasi di Kabupaten Flores Timur berada pada level 6,75 persen. Laju inflasi itu lebih rendah jika dibangdingkan dengan rata-rata inflasi NTT yakni sebesar 6,82 persen.
Demikian diungkapkan Wakil Bupati Flores Timur, Valens Sama Tukan ketika menyampaikan pidato pengantar pengajuan rancangan KUA PPAS APBD Kabupaten Flores Timur tahun 2012 di ruang rapat utama DPRD Flores Timur, Kamis (24/11).
Valens menyebut, sebagai daerah dengan sistem ekonomi terbuka, laju inflasi di Kabupaten Flores Timur sangat dipengaruhi oleh dinamika ekonomi baik di tingkat regional maupun nasional. Asumsi APBN 2012, inflasi akan ditekan pada level 5,3 persen. Untuk menekan laju inflasi di Kabupaten Flores Timur, menurutnya perlu penanganan bersama.
“Berdasarkan kondisi ini dengan memperhatikan laju inflasi pada periode-periode sebelumnya, maka diperkirakan pada tahun 2012 inflasi di Kabupaten Flores Timur berkisar pada level 7 persen. Asumsi ini perlu penanganan bersama dengan menjaga keseimbangan laju peredaran uang dan peningkatan volume produksi barang dan jasa dan distribusinya terutama pada peristiwa hari raya,” katanya.
Dikatakan, inflasi sampai pada tingkkat tertentu dapat memberikan insentif ekonomi bagi pelaku ekonomi untuk memperbesar kapasitas produksinya. Meski demikian lanjutnya, pada sisi lain, inflasi yang relatif tinggi yakni mencapai di atas dua digit dapat menurunkan daya beli masyarakat. Hal itu sebutnya, akan berimbas pada semakin meningkatnya angka kemiskinan.
Sebelumnya, Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Melki Mekeng Bapa dalam kegiatan diskusi publik di Larantuka, Selasa (7/11) berharap, pemerintah kabupaten bisa melakukan upaya untuk menekan laju inflasi dengan meningkatkan produktivitas dalam daerah.
Menurutnya, jika daerah hanya menggantungkan kebutuhan masyarakatnya dengan produk dari luar daerah, maka laju inflasi sulit ditekan. “Kalau untuk memenuhi kebutuhan akan sayur dan telur saja didatangkan dari luar daerah bagaimana laju inflasi bisa ditekan. Pemerintah kabupaten bisa intervensi pasar hanya dengan cara membantu meningkatkan produktivitas dalam daerah, selebihnya dia tidak bisa intervensi pasar lagi,” sebutnya.
Akhir-akhir ini, sejumlah barang kebutuhan pokok di Kabupaten Flores Timur cenderung naik. Kenaikan itu disebabkan kelangkaan barang akibat keterlambatan pengiriman. Akibatnya, masyarakat selalu menjadi korban karena dicekik harga yang fluktuatif itu. 
By. FLR

Kakanwil Hukum dan HAM NTT Diganti


sergapntt.com [KUPANG] – Pola pikir tentang hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) sampai saat ini belum tersosialisasikan dengan baik di kalangan masyarakat. Karena itu diminta kepada seluruh instansi terkait agar dapat saling bekerjasama untuk mensosialisasikannya.
Permintaan ini disampaikan Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur,            Ir. Esthon L. Foenay, M.Si, pada acara serah terima jabatan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM Provinsi NTT, di Aula Kantor Kementerian Hukum dan HAM, Kamis (24/11/11).
Wagub Esthon Foenay juga menambahkan, diperlukan Peraturan Daerah (Perda) untuk menangani tentang pemahaman hukum secara sistematis sehingga mudah untuk dikoordinasi terkait dengan nomenklatur Kementerian Hukum dan HAM RI.
Atas nama pemerintah dan masyarakat NTT, Wagub memberikan proviciat kepada Kakanwil Hukum dan HAM yang baru, Budi Sulaksana, SH. M.Si, untuk berkarya di NTT dan kepada Kakanwil yang lama, Drs. Agus Saryono, Wagub mengucapkan terima kasih karena telah memberikan prestasi tersendiri bagi daerah ini di bidang penanganan Hukum dan HAM.
Sementara itu Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Hukum dan HAM RI, Danny Hamdani Kusumapradja, SH. M.Hum mengatakan, penanganan masalah HAM harus dilaksanakan secara tuntas. “Jangan meninggalkan permasalahan di bidang HAM yang akibatnya bisa menimbulkan keresahan bagi masyarakat,” kata Danny.
Danny mengatakan, Kakanwil Hukum dan HAM sebagai pelengkap perangkat di daerah harus dapat membangun kerjasama  dengan pemerintah daerah terkait dengan Perda. Menurut dia, tugas sebagai Kakanwil cukup berat. “Karena ada banyak hal yang perlu ditangani terutama dalam hal pelayanan terhadap masyarakat. Apalagi wilayah NTT merupakan wilayah perbatasan,” ujar Danny.
Dia menambahkan, ada beberapa item yang menjadi skala prioritas bagi Kakanwil Hukum dan HAM antara lain : pelayanan dan penegakkan hukum  yang berkeadilan, penegakan dan pemberantasan korupsi, penyelesaian permasalahan di masa lalu karena dengan adanya RanHAM maka diperlukan kerjasama dengan instansi terkait dan tetapkan langkah percepatan pemberantasan korupsi.
By. FERRY GURU

Lerik Dicopot, Ketua DPRD Kota Kupang Bakal Dijabat Daud


Telendmark J Daud

sergapntt.com [KUPANG] –  Penantian Partai Golkar Kota Kupang untuk mengganti Viktor Lerik dari jabatannya sebagai Ketua DPRD Kota Kupang dengan Telendmark J Daud akhirnya terwujud. Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya telah mengeluarkan SK reposisi itu.
Salinan SK Gubernur NTT Nomor: PEM.172.1/ 272/II/2011 tanggal 18 November 2011 tersebut menjawab surat pimpinan DPRD Kota Kupang Nomor: DPRD.170/ 361/KK/2011 tanggal 20 September 2011 perihal kelengkapan usulan reposisi Ketua DPRD Kota Kupang serta berita acara DPRD Kota Kupang nomor: 36/ DPRD/ KK/2011 tanggal 20 September 2011 tentang pergantian Ketua DPRD Kota Kupang masa jabatan 2009/2014.
Dalam SK Gubernur NTT disebutkan, antara lain, pertama, meresmikan pemberhentian dengan hormat Viktor Lerik dari kedudukannya sebagai Ketua DPRD Kota Kupang terhitung sejak tanggal pengucapan sumpah/janji penggantian Ketua DPRD Kota Kupang disertai ucapan terima kasih atas pengabdian dan jasa-jasanya selama menjadi Ketua DPRD Kota Kupang masa jabatan 2009/2014.
Kedua, meresmikan pengangkatan Telendmark J Daud sebagai pengganti Ketua DPRD Kota Kupang terhitung sejak tanggal pengucapan sumpah/janji penggantian Ketua DPRD Kota Kupang masa jabatan 2009/ 2014. SK Gubernur itu sudah diterima DPRD Kota Kupang dan akan segera diatur jadwalnya.
Ketua DPD Partai Golkar Kota Kupang yang juga Wali Kota Kupang, Daniel Adoe, yang dikonfirmasi secara terpisah mengakui bahwa SK Gubernur itu juga telah diterimanya. Dia berharap DPRD segera menindaklanjutinya segera.
Agenda dewan jangan terhambat karena sekarang sedang dilakukan pembahasan perubahan APBD 2011 dan akan segera diikuti dengan pembahasan APBD 2012.
“Ini, kan, usulan Partai Golkar Kota Kupang berdasarkan rekomendasi Musdalub Partai Golkar Kota Kupang bulan Maret 2011 lalu. Kita memang mengusulkan kepada DPRD Kota Kupang melalui Fraksi Partai Golkar. Memang prosesnya agak lama, tetapi sekarang sudah ada SK Gubernur. Jadi tinggal ditindaklanjuti,” ujar Dan Adoe.
Dicopotnya Lerik jadi jabatannya sebagai Ketua DPRD Kota Kupang tentu sangat ditunggu-tunggu oleh Dan Adoe. Sebab selama ini, Dan Adoe dan Lerik bisa diumpamakan sebagai Tom and Jerry. Ribut terus. Mulai dari masalah sosial hingga dugaan KKN. Maklum, dari 30 anggota DPRD Kota Kupang yang berasal dari berbagai partai politik, hanya Lerik yang pro aktif mengkritisi berbagai persoalan, termasuk berbagai dugaan korupsi yang terjadi di pemerintahan Kota Kupang.
By. EPOS

Sakit Hati Karena Istri Selingkuh, Ipar Pun Disikat


sergapntt.com [KUPANG] – Kurang ajar dibalas kurang ajar mungkin inilah doktrin karakter yang dimiliki Jems (30), (bukan nama sebenarnya). Ketika tahu istrinya mengkianati cintanya, Mirah, 19, (bukan nama sebenarnya), adik iparnya yang baru selesai SMA pun disikat. Meski jadi urusan polisi, tapi Jems merasa puas dendamnya sudah terbalas.
Tak gampang memang membentuk keluarga sakinah yang mawadah warahmah. Setan selalu mencoba menggagalkannya dengan segala intriknya. Jika suami tebal benteng keimanannya, istrilah yang digempur. Sebaliknya bila istri yang kuat iman, suami yang dihajar dengan segala iming-iming “surga dunia”. Dan hasilnya, tak banyak suami istri yang lolos dari jaringan setan.
Cita-cita keluarga bertaqwa berubah jadi keluarga penuh masalah. Pasangan keluarga Jems dan Sonya (samaran juga) tak jauh dari hal itu. Baru beberapa tahun membina keluarga, godaan datang bertubi-tubi. Yang kena justru istrinya, Sonya, 27.
Sekali waktu ada setan lewat, dan istri Jems ini jatuh pada pelukan lelaki lain. Kontan saja Jems yang tinggal di Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang ini kecewa berat. Aset miliknya yang selama ini dijaga dan dirawat, ternyata berhasil diobok-obok pihak ketiga.  “Apa harus saya kasih tulisan, selain yang tidak berkepentingan dilarang masuk?” kata Jems kesal.
Kini setiap kali melihat muka istrinya, rasa dendam Jems makin membara. Dia ingin membalas. Tapi untuk ganti berselingkuh di medan bebas, dia tak punya kemampuan dan keberanian. Maka kemudian yang dilakoninya, justru bermain di kandang sendiri. Yang begini kan lebih mudah, karena tak perlu lagi pendekatan yang bertele-tele. Begitu ada peluang,,,, ya langsung sikat saja,,,!
Adik ipar Jems yang bernama Mirah, memang lumayan cantik, dan menang lebih muda, menang pula bodinya. Maka saat dia menginap di rumah Jems, di kala Sonya istrinya sedang pergi ke pasar, gadis jebolan SMA itu kontan ditindih saat tertidur pulas. Awalnya mencoba melawan, tapi karena gempuran Jems lebih kuat dan nekad, akhirnya Mirah bertekuk lutut dan berbuka paha juga. “Nanti kamu tak belikan ini itu,” kata jems setelah berhasil mencetak gol 1-0. Keesokan harinya adegan lolos sensor kembali dilakoni Jems atas Mirah. Begitupun seterusnya.
Namun enam bulan kemudian, ulah Jems ketahuan istrinya.Urusan pun jadi panjang, karena Jems dilaporkan istrinya ke polisi. Tapi dalam pemeriksaan, Jems mengaku bahwa perbuatannya itu bukan tanpa motif. Katanya, bukan sekedar pelampiasan hawa nafsu, tapi mengemban misi balas dendam. Terus terang saja, Jems merasa sakit hati lantaran Sonya berselingkuh dengan pria lain. Katanya pula, meski masuk penjara nantinya, dia lega dan iklas. Yang penting dendam sudah terbalaskan. Hm,,,,!
By. CHRIS PARERA

Nyopir Angkot, “Nyopir” Pula Istri Majikan


sergapntt.com [KUPANG] – Kendati telah punya anak dua, Martha (27), —nama samaran–, masih kelihatan montok bak gadis yang baru mekar. Senyumnya selalu menawan dibalut bibirnya yang merah merekah. Bodynya? Hm,,, “oba bhai”, sebutan khas Bajawa, ibukota Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang artinya tidak ada obat alias seksi sekali. Profesi Martha adalah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada sebuah lembaga pendidikan di Kota Kupang. Sedangkan suaminya, sebut saja Heru, seorang pengusaha trevel dan memiliki beberapa unit angkutan kota (angkot) yang melayani rute dalam Kota Kupang.
Awalnya, kehidupan Martha dan suaminya aman-aman saja. Namun kondisi ini berubah ketika Juni 2010 lalu, Heru meminta Edy (31), tetangganya, untuk mengemudi angkot yang baru ia beli. Diawal-awal semua berjalan normal. Edy yang masih terikat tali saudara dengan Heru terlihat sangat rajin dan jujur menjalankan tugasnya sebagai sopir.
Hanya saja profil Edy bisa dibilang lebih elegan dari Heru. Selain bertubuh atletis, bapak beranak satu ini juga dikaruniai wajah yang tampan. Inilah yang membuat Martha salah tingkah setiap kali menerima uang setoran angkot dari Edy. Hm,,,, diam-diam, Martha mulai jatuh cinta pada Edy.
Suatu ketika Heru bepergian ke luar kota selama dua minggu. Praktis di rumah tinggalah Martha dan dua anaknya yang masih kecil-kecil. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Edy. Apalagi Edy telah lama menangkap sinyal kalau Martha menyukai dirinya.  
Tak seperti biasa, hari itu Edy pulang lebih awal dari biasanya. Setelah parkirkan mobil di garasi, Edy menemui Martha untuk menyetor setoran angkot. Selepas itu, tiba-tiba Edy mengutarakan isi hatinya kalau ia sangat menyukai Martha. Bak gayung bersambut, Martha pun balik menyerang dengan ciuman hangat. Alhasil,,, tarung ranjang pun terjadi malam itu. Setelah itu, setiap ada kesempatan, Martha  dan Edy tak pernah menyia-nyiakannya.
Setahun kemudian hubungan mereka akhirnya tercium oleh Heru. Apa yang terjadi? Ribut besar! Edy nyaris dibunuh oleh Heru. Begitupun dengan Martha. Urusan ini akhirnya sampai ke tangan polisi.
Tiga bulan kemudian terdengar kabar kalau Heru dan Martha telah pisah tanpa status cerai. Begitupun  dengan Edy dan istrinya.  
“Mereka su pisah. Baik Heru dengan Martha, maupun Edy dengan istrinya. Sekarang ini, Edy dan Martha sudah tinggal bersama. Tapi beta sonde tau mereka tinggal dimana? Terakhir saya ketemu mereka seminggu yang lalu di kompleks pertokoan Kuanino (Kupang),” ujar Andre, tetangga Martha pada Rabu (23/11/2011).
Kisah Edy ‘nyopir’ istri majikannya itu kini masih menjadi topik hangat perbincangan warga Naikoten I dan Bakunase, Kota Kupang. Semoga kejadian ini tidak terulang lagi!
By. CHRIS PARERA