Pangku Perempuan Telanjang, Hakim Dainuri Dipecat


sergapntt.com [JAKARTA] – Kelakuan Dainuri, seorang hakim syariah di Tapak Tuan, Aceh, sungguh memalukan. Hakim dengan gelar Sarjana Hukum Islam (SHI) itu dilaporkan berulang-ulang kali menggarap Evi, seorang perempuan yang tersangkut kasus dan kasusnya ditangani Dainuri.
Dainuri mengakui kalau dirinya telah bermesraan berkali-kali dengan Evi, termasuk dengan cara menggosok-gosok punggung perempuan itu di kamar mandi dan berpangkuan dalam keadaan telanjang di hotel yang disewa olehnya.
Sedangkan Evi, hanya bersikap pasrah saja. Apalagi Dainuri berjanji akan membebaskan dirinya dari jeratan hukum yang sedang ia hadapi.
“Ya wajar. Dia kan sudah tahu kalau berbuat dosa itu ada malaikat yang mencatatnya,” kata Ketua Umum MUI Umar Shihab saat dihubungi detikcom, Rabu (23/11/2011).

Menurut Umar, Dainuri akan mendapat dosa lebih besar karena dirinya sudah mengetahui soal aturan-aturan agama. Hakim syariah seharusnya menjadi contoh bagi yang lain.

“Kalau dari segi agama ya orang-orang yang tahu dan memahami agama dan aturan, maka dosanya lebih besar dari orang yang nggak tahu,” katanya.

Karena perilakunya itu, kata Umar, Dainuri sangat tidak layak menjadi hakim. “Karena orang taat agama itu diperlukan dalam melaksanakan tugas. Kalau tidak, tidak layak diangkat sebagai hakim,” ujarnya.

Menurut Umar, konsekuensi yang harus dihadapi hakim syariah cabul tersebut tentu akan mendapatkan sanksi sosial. Hakim tersebut bisa dikucilkan di masyarakat dan kepercayaan masyarakat terhadap dirinya akan hilang.

“Misalnya dia kalau datang ke rumah seseorang membutuhkan sesuatu, orang itu kan sudah nggak percaya lagi dan nggak mau membantu lagi,” ucapnya.

Namun jika hakim tersebut sudah berubah dan bertobat, masyarakat juga harus menerimanya. “Sebagai saudara jangan terus menerus memberikan sanksi seumur hidup. Kalau sudah berubah dan bertobat maka harus diterima,” lanjutnya.

Sebelumnya, ketua sidang Majelis Kehormatan Hakim (MKH) Imam Soebechi memutuskan memecat sejumlah hakim yang berperkara termasuk hakim Dainuri. Dalam MKH Nomor 2/MKH/XI/2011 memutuskan untuk memberhentikan hakim Dainuri, SHI dengan hormat, tidak atas permintaan sendiri dari jabatannya sebagai hakim Mahkamah Syariah.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Gumelar mengatakan sanksi pensiun dini yang diberikan Mahkamah Agung (MA) kepada Dainuri dinilai kurang memenuhi aspek keadilan masyarakat.

“Jalur hukum harus ditempuh oleh korban. Tentunya sesuai kaidah hukum yang ada,” kata Linda Gumelar kepada wartawan di Gedung MA, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (23/11/2011).

Menurut Linda, agar kejadian serupa tidak terjadi lagi, harus dilakukan pelatihan-pelatihan dan pembuatan kurikulum berbasis jender dan perempuan dalam pendidikan hakim. Dengan begitu, aparat hukum bisa menerapkan hukum bagi korban perempuan secara benar.

“Dengan cara adanya penandatangananan antar penegak hukum, saya berharap pemahaman langkah hukum oleh aparat penegak hukum sudah tepat dan benar. Ini kan di tingkat pusat, diharapkan bisa turun ke bawah dan Komnas Perempuan berperan lebih kuat lagi,” harap Linda.

Dengan adanya pemahaman yang menyeluruh oleh penegak hukum, kata Linda, ke depannya aparat hukum lebih memahami perempuan sebagai korban. Menurut data yang dimiliki kementerian, secara bertahap aparat hukum mulai paham terhadap cara pandang perempuan sebagai korban.

“Saya merasa dari tahun ke tahun aparat kita lebih baik. Makanya perlu pelatihan- pelatihan dan sosialisasi gender dan HAM,” terang Linda.

by. DTK/ ASP /GUN

Bentorkan Kembali Pecah Di Mesir, 47 Demonstran Kristen Tewas


sergapntt.com [KAIRO] – 47 demonstran Kristen Koptik tewas akibat tindakan brutal pasukan militer Mesir dalam aksi demo kelompok Kristen Mesir yang menuntut agar militer segera membangun kembali gereja di Mesir Selatan yang dihancurkan oleh pasukan militer Mesir pada bulan Oktober 2011 lalu.
Pada bentrokan pertama diketahui 19 demonstran tewas terkena peluru tajam. Bentrokan kedua kembali memakan 25 korban tewas dari kubu Kristen Koptik. Pada bentrokan ketiga yang terjadi pada Rabu (23/11/2011) sore, 3 demontrans Kristen dilaporkan tewas.
Mayat mereka terlihat dibaringkan di sebuah rumah sakit di Kairo, ibukota Mesir. Sementara Televisi Nasional Mesir melaporkan, setidaknya tiga tentara juga tewas dan 300 orang lainnya cedera dalam bentrokan tersebut. Bahkan beberapa kendaraan militer dibakar selama ketegangan berlangsung. Militer Mesir mengklaim bahwa para pengunjuk rasa juga dipersenjatai dengan senjata mematikan.
Minoritas Kristen Koptik berjumlah sekitar 20 persen dari populasi total rakyat Mesir. Kebanyakan para pengunjuk rasa terlihat mempersenjatai diri mereka dengan salib kayu.
Di rumah sakit itu terdengar jeritan wanita berduka, yang kehilangan orang yang dicintai akibat kerusuhan. Peti mati kosong juga berbaris di luar pusat medis tersebut.
Para pejabat pemerintah mengatakan bahwa setidaknya tiga tentara juga tewas. 300 orang lainnya menderita luka-luka.
Kerusuhan dimulai ketika sekitar 1.000 demonstran Kristen mencoba berdemo di luar gedung televisi negara di Kairo. Para demonstran mengatakan mereka kemudian diserang oleh “preman” yang menggunakan dengan tongkat.
Kekerasan kemudian lepas kendali terutama setelah sebuah kendaraan militer mempercepat lajunya ke trotoar, dan menabrak beberapa warga Kristen.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menyerukan penyelidikan independen atas kematian para demonstran tersebut.

“Saya menyerukan otoritas Mesir untuk menghentikan penggunaan kekerasan yang jelas-jelas berlebihan terhadap para demonstran di Lapangan Tahrir dan tempat lainnya di negara tersebut, termasuk penggunaan gas air mata, peluru karet dan amunisi asli yang tidak semestinya,” cetus Navi Pillay, Komisioner Tinggi HAM PBB.

“Beberapa foto yang muncul mengenai Tahrir, termasuk pemukulan brutal terhadap para demonstran yang sudah tunduk, sangat mengejutkan, begitu pula laporan tentang para demonstran tak bersenjata yang ditembak di kepala,” kata Pillay.

Hari ini ribuan demonstran kembali membanjiri Lapangan Tahrir untuk menuntut dihentikannya kepemimpinan militer di negara itu. Warga terus berdemo meski sebelumnya pemimpin interim Mesir telah berjanji akan menyerahkan kekuasaan ke presiden terpilih pada pertengahan 2012 mendatang.

by. MOZ

Hakim PN Yogyakarta Dipecat Gara-Gara Minta Disediakan Penari Telanjang


sergapntt.com [JAKARTA] – Majelis Kehormatan Hakim (MKH) memecat hakim Pengadilan Negeri (PN) Yogyakarta, Dwi Djanuwanto karena terbukti secara sah melakukan perbuatan tercela dan melanggar kode etik. Dwi Djanuwanto terbukti minta kepada pengacara untuk disediakan stiptease atau penari telanjang dan tiket pesawat.

“Terbukti melakukan tindak perbuatan tercela dan melanggar kode etik. Sehingga MKH memutuskan hakim Dwi Djanuwanto diberhentikan dengan tidak hormat sebagai hakim,” kata Ketua MKH, Abbas Said dalam sidang di Gedung Mahkamah Agung (MA), Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (22/11/2011).

Dalam surat keputusan ini, MKH berkeyakinan Djanu mengirim SMS ke pengacara kasus yang ditanganinya saat berperkara di PN Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam SMS itu, Djanu meminta disediakan penari striptease. Djanu juga meminta penari tersebut bisa dipegang, dicium dan tindak asusila lain.

“Hakim terlapor mengirim SMS permintaan penari striptease kepada pengacara,” ucap Abbas Said.

Selain itu, Djanu juga terbukti meminta dibelikan tiket pesawat Pulang Pergi (PP) Kupang-Yogya berkali-kali ke pengacara yang sedang ditanganinya. Karena sering pulang, hal ini yang mengakibatkan dirinya sering terlambat menghadiri sidang.

“Tindakan hakim terlapor ini melanggar kode etik. Pembelaan hakim terlapor dalam sidang MKH tidak ada yang baru sehingga tidak diterima,” terang Abbas.

Atas putusan ini, Djanu menerima keputusan tersebut. Namun dia memimta status PNS nya tidak dicabut karena akan pensiun akhir tahun ini.

Menanggapi tudingan SMS itu, Djanu mengelak dan merasa dizalimi.

“Saya tidak SMS. Terkait tiket itu juga tidak benar. Saya bisa beli sendiri, mampu saya beli sendiri,” bela Djanu usai sidang.

Petrus Bala Pationa

Selain perkara di atas, Djanu juga dilaporkan ke KY oleh pengacara Petrus Bala Pationa pada kasus dugaan korupsi dengan terdakwa Kasubdin PU Bagian Jalan dan Jembatan, Muhammad Ali Arifin pada 2009 lalu atas penggelapan dana pembangunan jalan.

Djanu juga dilaporkan melanggar kode etik karena mempertanyakan keabsahan kartu advokat pengacara saat menjadi ketua majelis hakim di PN Yogyakarta.

GROGI
Hari Selasa (22/11/11) itu juga, Djanuwanto diseret ke MKH, oleh Komisi Yudisial (KY), atas tuduhan menerima suap dari pihak terdakwa korupsi pembangunan jalan dan jembatan, Muhamad Ali Harifin yang saat itu menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga PU Provinsi NTT. Ketika menangani kasus tersebut, Dwi masih menjadi Hakim di PN Kupang.
Dwi yang mengenakan safari berwarna coklat dan celana bahan berwarna senada, dipanggil ke sidang oleh Komisioner KY sekaligus ketua MKH, Abbas Said, tepat pada pukul 10.30 WIB, Selasa (22/11).
Saat memasuki ruang Wiryono, gedung MA tempat berlangsungnya MKH, Dwi yang mengenakan baju safari cokelat dan mengenakan kacamata itu terlihat grogi, ketika berhadapan langsung dengan hakim-hakim yang akan menentukan masa depan karirnya sebagai hakim. Akibat rasa grogi itu, Ia salah menyebut jabatan Abbas Said yang seharusnya Komisioner KY, tapi dikatakanya sebagai hakim Agung. “Salam hormat Pak Abbas (Said), Hakim Agung,” kata Dwi saat menyapa para anggota MKH.
Ucapan salam itu membuat seluruh anggota MKH dan para pengunjung sidang tertawa. Lalu,  Abbas pun meralat ucapan Dwi. “Saya ini Komisioner KY,” ucapnya.
Mendengar teguran Abbas, Dwi langsung menundukan badannya, sebagai tanda permohonan maafnya. Tak hanya salah menyebut jabatan Abbas Said, Dwi, juga menyebut nama Hakim Agung, Salman Luthan, sebagai anggota MKH, kendati Salman bukanlah anggota MKH. “Mohon maaf saya hanya melihat di daftar,” kata Dwi.
Dalam sidang, Dwi dimintai oleh anggota MKH, membacakan pembelaanya. Dengan semangat, hakim yang terancam dipecat ini membacakan pembelaanya yang dituliskan dalam beberapa lembar kertas, berjudul, “Jabatan Hakim Pemberian Gusti Allah”. Hakim golongan Pembina IV C ini, dalam pembelaanya membantah semua tuduhan yang dialamatkan KY kepada dirinya.
Dwi diseret KY ke dalam sidang MKH, atas tuduhan merima uang suap sebesar Rp 100 juta dari pihak berperakara ketika Ia menangani perkara dugaan korupsi pengadaan jalan Kabupaten Kupang, dengan terdakwa, Muhammad Ali Arifin, Kepala Subdin Prasaran Jalan, Dinas PU Nusa Tenggara Timur.
Selain itu, Ia juga dilaporkan telah membocorkan konsep putusan sela dalam perkara asusila yang ditanganinya di PN Yogyakarta, serta menolak seorang pengacara beracara dalam sidang itu dan menggantikannya dengan pengacara yang Ia hendaki.
Susunan MKH terdiri empat komisioner KY dan tiga hakim agung. Dari KY adalah Imam Saleh Anshori, Suparman Marzuki, Taufiqurrahman Syahuri, dan Abbas Said. Sedangkan, dari MA adalah Imam Soebechi, Hamdan, Salman Luthan.
By. DTK/CHE/JPNN

Said dan Ghonim, Dua Tokoh Muda Dibalik Revolusi Mesir


sergapntt.com [KAIRO] – Pergolakan di Mesir yang berhasil menumbangkan rezim Hosni Mubarak menjadi catatan baru bagi sejarah Negeri Seribu Menara tersebut. Catatan yang layak ditorehkan dengan tinta emas ini bukan hanya akan membuat Mesir memasuki era baru yang mungkin akan lebih baik, namun juga munculnya tokoh-tokoh yang menjadi isnpirasi bagi terjadinya revolusi di negeri piramid itu pada abad modern ini.
Tokoh-tokoh itu, mempu membuat jutaan rakyat Mesir turun ke jalan selama 18 hari, terhitung sejak 25 Januari 2011 hingga Mubarak menyatakan mengundurkan diri sebagai presiden pada 11 Februari 2011, untuk merebut kembali hak-hak mereka yang dirampas dan diberangus selama 30 tahun rejim Mubarak berkuasa, dan untuk meraih kehidupan yang lebih baik, lepas dari belenggu tirani dan praktek korupsi yang disuburkan rezim itu. Meskipun, gerakan para tokoh yang diawali melalui situs jejaring sosial Facebook dan Twitter ini sempat mendapat perlawanan dari rezim Mubarak dengan cara memblokir saluran internet dan ponsel, serta teror oleh milisi preman pro presiden terguling itu.

Tokoh-tokoh baru itu bukanlah mereka yang sudah terkenal, seperti Ikhwanul Muslimin, kelompok oposisi populer yang keberadaannya dilarang oleh rezim Mubarak, dan bukan pula Mohamed El Baradei, peraih Nobel Perdamaian yang malang melintang di luar negeri semasa aktif memimpin lembaga pengawas nuklir PBB. 

Sejumlah inspirator yang dimaksud adalah mereka yang, sebelum pergolakan ini dimulai, tidak dikenal oleh publik di Mesir. Dua tokoh muda yang mendapat sorotan adalah Khaled Said dan Wael Ghonim. Bagi kaum muda Mesir, Said menjadi martir bagi gerakan pro demokrasi setelah mati mengenaskan oleh pihak keamanan, sedangkan Ghonim dianggap banyak kalangan sebagai pahlawan setelah ditahan polisi selama 11 hari.

Sebelum ditangkap polisi, Ghonim bergerak di “bawah tanah” sebagai aktivis internet. Pemuda berusia 30 tahun itu menjadi salah satu motor penggerak mobilisasi massa melalui internet untuk turun ke jalan dengan mengelola sejumlah grup akun di laman jejaring sosial Facebook.

“Ini adalah revolusi kaum muda di internet dan kini merupakan revolusi bagi semua rakyat Mesir,” kata Ghonim kepada kantor berita Associated Press. Salah satu grup akun Facebook yang dikelola Ghonim itu bernama “We are All Khaled Said.” Nama grup akun itu terinspirasi dari seorang pemuda bernama Khaled Said. 

Menariknya, Ghonim dan kalangan muda lainnya melihat Said sebagai motivator mereka untuk berontak melawan kesewenang-wenangan rezim Mubarak, yang berkuasa sejak 1981. Pemimpin berusia 82 tahun itu, bagi Ghonim dan kaum muda di Mesir, memandang sebelah mata eksistensi dan hak-hak mereka untuk berekspresi.

Said pun menjadi korban kebrutalan rezim Mubarak. Pria berusia 28 tahun itu tewas pada Juni 2010 setelah, tanpa alasan yang jelas, disiksa sejumlah polisi berpakaian sipil di suatu warung internet di Kota Alexandria. Padahal Said adalah bagian dari masa depan Mesir. Menurut media Almasry Alyoum, Said dikabarkan pernah menimba ilmu di Amerika Serikat (AS) untuk belajar program sistem komputer. 

Muncul foto Said dalam keadaan sudah tidak bernyawa namun dalam kondisi yang sangat mengenaskan. Itulah sebabnya kematian Said di tengah polisi tidak bisa diterima para pemuda seperti Ghonim.

Maka, Ghonim pun rela mempertaruhkan profesinya sebagai salah seorang eksekutif perusahaan jasa informasi internet terbesar di dunia, Google Inc., untuk ikut bergerak menentang rezim Mubarak. Ghonim sejak Januari 2010 tercatat sebagai seorang manajer marketing Google untuk kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.

Dia sebenarnya hidup nyaman dengan pekerjaannya di Dubai, Uni Emirat Arab. Namun, kenyamanan itu dia tinggalkan selama beberapa pekan terakhir. Menurut stasiun berita BBC, Ghonim berhasil membujuk Google untuk memberi dia cuti pulang kampung ke Mesir karena “urusan pribadi.” Nyatanya, ia ikut gerakan bawah tanah anti Mubarak.

Namun, pada 27 Januari 2011, Ghonim dinyatakan hilang saat situasi di Mesir akibat gelombang demonstrasi mulai panas. Akhirnya muncul laporan bahwa Ghonim ditahan polisi Kairo setelah ketahuan terlibat dalam gerakan anti Mubarak lewat internet.

Pria yang sudah punya dua anak itu selama 11 hari mendekam di sel. Berkat lobi dan desakan dari sejumlah pihak, termasuk dari lembaga Amnesty International, Ghonim akhirnya dibebaskan pada 7 Februari 2011.

Dalam wawancara dengan Dream 2 TV, Ghonim mengaku mendapat perlakuan baik dari polisi selama ditahan. Namun, dia kaget saat polisi menyebut dia sebagai penghianat.

“Siapapun yang punya maksud baik akan dicap pengkhianat karena menjadi jahat sudah merupakan norma. Kalau saya pengkhianat, tentu saya sudah berleha-leha di vila saya di Uni Emirat Arab sambil cari uang yang banyak dan berkata seperti yang lain, ‘Biarkan negara ini (Mesir) jadi neraka.’ Namun, kami bukan pengkhianat,” kata Ghonim.

Di penjara berhari-hari tidak membuat Ghonim kapok. Menurut harian LA Times, tak lama setelah bebas, Ghonim bukannya pulang ke Dubai tapi justru kembali turun ke jalan. Ia juga kembali aktif di Twitter. “Kebebasan adalah sebuah berkah dan kita pantas untuk memperjuangkannya.” kata Ghonim di salah satu tweet-nya.

Ghonim juga merupakan pendukung setia tokoh oposisi Mesir pemenang Nobel, Mohammad ElBaradai. Ghonim bergabung secara sukarela sebagai tim kampanye ElBaradei, sebulan sebelum mantan Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEC) itu kembali ke Mesir.

Menurut Ziad Al-Alimi, asisten senior ElBaradai, Ghonim sempat membantu membuatkan ElBaradai situs web resmi http://www.7amla.net. Dia juga membuat laman resmi ElBaradei di Facebook. 

Aksi gigih dan pengorbanan Ghonim, yang terinspirasi oleh kematian tragis Said, membangkitkan kesadaran banyak orang di Mesir. Tak hanya kaum muda, namun juga warga-warga yang sudah mapan seperti Afaf Naged, mantan anggota komisaris Bank Nasional Mesir. Mereka pun turun ke jalan menuntut Mubarak segera turun dari kekuasaan.

“Saya juga datang kemari karena Wael Ghonim. Dia benar ketika mengatakan partai Mubarak, NDP (Partai Demokratik Nasional) telah tamat. Tidak ada lagi partai, namun mereka tidak mau mengakuinya,” kata Naged seperti dikutip stasiun berita Al Jazeera.

Seorang perempuan bernama Fifi Shawqi juga baru kali pertama ikut berdemo. Dia membawa serta ketiga anaknya dalam demonstrasi di Lapangan Tahrir, Kairo, pada 8 Februari 2011.

Shawqi juga mengaku tergerak oleh pernyataan Ghonim selepasnya dari penjara. Kala itu, Ghonim menyatakan sedih atas korban tewas dan dia mengatakan cinta Mesir.

“Saya menangis. Saya merasa dia dan semua pemuda di sini seperti anak saya sendiri,” ujar Shawqi. Dalam aksi itu, Ghonim sempat berorasi di hadapan puluhan ribu demontrasi di Lapangan Tahrir. Pidato ini langsung mendapatkan respon positif dan membakar semangat para demonstran.

Namun, Ghonim tidak mau disebut pahlawan. “Tolong jangan sebut saya sebagai pahlawan. Saya bukan pahlawan, saya selama 12 hari terakhir hanya tidur. Pahlawan adalah mereka yang turun ke jalan. Jadi, arahkan kamera Anda kepada orang yang tepat,” kata Ghonim.

By. ACAK

Bisnis Esek-esek Merambah Facebook


sergapntt.com [KUPANG] – Pelaku bisnis prostitusi kian banyak melirik Facebook sebagai lahan potensial untuk berpromosi. Gelagat ini tercium di Amerika Serikat dalam penelitian oleh seorang profesor sosiologi di Columbia University bernama Sudhir Venkatesh.
Venkatesh menengarai, Facebook jadi pilihan setelah situs craigslist yang semula subur jadi tempat iklan prostitusi, telah menutup seksi iklan erotis. Alhasil, para germo dan pekerja seks komersial (PSK)-nya beralih ke situs jejaring terpopuler itu.

Venkatesh mempublikasikan penelitiannya yang sebelumnya juga mengungkap bahwa Black Berry jadi handset favorit para PSK. Risetnya mengamati bagaimana teknologi telah jadi alat bantu bisnis esek esek. Ini memang sebuah tuntutan zaman karena para pelanggan pun menginginkan kepraktisan.

“Kini tak ada seorang pria kosmopolitan yang bermartabat, mencari teman kencan dengan menurunkan kaca mobilnya dan memanggil PSK di lampu lalu lintas,” tutur Venkatesh, seperti dikutip dari Cnet, Rabu (23/11/2011).

Venkatesh memperkirakan sebanyak 83% PSK memiliki halaman Facebook untuk menjual diri. Bahkan ia meyakini bahwa di akhir 2011 nanti, Facebook akan jadi ladang utama mencari pelanggan bagi para pelaku prostitusi.

Tidak dijelaskan bagaimana mereka menjalankan bisnis esek-esek melalui Facebook. Yang pasti dengan segudang anggota, Facebook dianggap memiliki potensi sehingga para PSK dapat meraih lebih banyak klien pria hidung belang.

SITUS KENCAN
Sebuah website kencan mengambil informasi sekitar 250 ribu profil pengguna Facebook tanpa seizin para pemiliknya. Pengelola situs bernama lovely-faces.com ini memajang foto-foto ratusan ribu pengguna Facebook tersebut di halaman websitenya.

Seperti dikutip dari AFP, Rabu (23/11/2011), beberapa kategori pun diberikan untuk ratusan ribu pengguna Facebook di situs Lovely Faces. Antara lain berdasarkan gender, kelucuan atau keramahan mereka.

Profil Facebook yang diambil memang telah dianalisis dengan software pengenal wajah. Software ini mampu memfilter dan mengkategorikan masing-masing foto profil berdasarkan ekspresi wajah.

Nah, para pengunjung situs bisa memilih calon teman kencan potensial melalui foto-foto itu. Jika sudah menjatuhkan pilihan, pengunjung tinggal mengklik foto dan diarahkan ke profil Facebook sosok yang ia pilih. Selanjutnya, terserah mereka bagaimana akan melakukan pendekatan alias PDKT via Facebook.

Pembuat Lovely Faces adalah Paolo Cirio dan Allesandro Ludovic. Keduanya seniman dan menyatakan Lovely Face tak ditujukan untuk alasan komersial melainkan proyek seni. Mereka juga sepertinya ingin menyindir mudahnya pencurian identitas di Facebook.

“Facebook, sebuah tempat yang cool bagi banyak orang, pada saat yang sama adalah tambang emas untuk pencurian identitas tanpa kontrol user. Namun ini memang sifat alamiah Facebook dan situs jejaring secara umum,” demikian kata mereka.

Pihak Facebook tampak tidak senang dengan kelakuan pembesut Lovely Faces dan menegaskan bahwa mengambil informasi di Facebook tanpa permisi adalah melanggar aturan. Facebook pun melakukan investigasi untuk mengambil langkah yang diperlukan. 

By. CIS