Proyek PKAT Tedamude Diduga Syarat KKN


sergapntt.com [MBAY] -> Pengerjaan proyek Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (PKAT) berupa 50 unit rumah tipe 5 x 6 dan bantuan Bahan Bangunan Rumah (BBR) sebanyak 40 unit rumah di Desa Tedamude, Kecamatan Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur diduga syarat praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Pasalnya, proyek bernilai miliaran rupiah tersebut dikerjakan tidak sesuai bestek.
“Kami masuk ke rumah ini tanggal 1 Juni 2011. Kondisinya sudah rusak begini. Tembok pecah dimana-mana, lantai terlepas dimana-mana. Setahu kami, untuk lantai satu rumah ini, mereka gunakan satu truk pasir dan satu sak semen. Kami mau protes, tapi kami takut. Kami ini orang bodoh pak. Tidak sekolah. Tapi kami mengerti bagaimana cara kerja rumah yang baik. Yang mereka buat ini, tidak benar sama sekali,,,,” ujar Margareta Senda (31) yang diamini suaminya, Ignasius Poma (34) saat ditemui Sergap NTT di kedimanannya di lokasi PKAT Tedamude, belum lama ini.
Tak hanya kondisi rumah yang memprihatinkan, kondisi yang sama juga terlihat di semua kamar WC yang dibangun terpisah persis di belakang rumah PKAT. Lubang WC yang berukuran 1 x1 meter itu kedalamannya hanya 30 cm. Lubang tempat  setor kotoran pun dibiarkan menganga tanpa soket.
“Sejak serah terima, semua warga disini tidak pernah pakai itu WC. Semua buang air besar maupun kecil di hutan.  Perusahaan yang kerja ini, kami tidak tahu namanya. Tapi nama kontraktornya itu si Agus Bajo. Orangnya tinggal di Kupang,” papar Senda.
Mirisnya, pengaadaan rumah PKAT ini tidak disertai dengan pelayanan air bersih dan penerangan. Penghuni harus rela berjalan kaki sejauh 2 kilo meter untuk mendapatkan air bersih di mata air setempat. Jika malam tiba, mereka hanya mengandalkan lampu tempel seadanya.
“Jangankan untuk mandi pak, atau untuk wc, untuk masak saja, kami mesti hemat pak. Habis,,, airnya jauh begitu,” katanya.
Senda beserta suami dan anaknya berencana akan meninggalkan rumah. Sebab, menurut mereka hidup di perumahan PKAT bukannya sedikit enak, justru tambah susah.
“Kami mau kembali ke kampung lama pak. Persetan dengan ini rumah. Ini rumah paling tahan satu tahun lagi, setelah itu,,, pasti ini rumah sudah hancur semua. Lihat saja temboknya, ditiup angin saja, temboknya pada terkelupas semua,” tohok Senda, penuh emosi.
Sementara itu, penghuni PKAT lain bernama Anis meminta perhatian pemerintah  terhadap kondisi kehidupan warga PKAT. Ia juga berharap pihak penegak hukum segera menelusuri dugaan penyelewengan yang terjadi dalam proyek ini. Sebab, bahan bangunan yang digunakan 80 persen tidak sesuai perencanaan proyek. Salah satu contohnya pasir.
“Pasir untuk membangun rumah ini, itu mereka ambil dari pantai. Pasir inikan penuh zat garam. Trus kalau campurnya 1 x 1 atau 1 truk pasir x 1 sak semen, mau jadi apa rumah ini. Memangnya perencanaan seperti itu. Bodok sekali orang yang merencanakan pembuatan perumahan ini,” tukasnya. (by. e’e)

Bridgette Jordan (22), Wanita Terkerdil Di Dunia


sergapntt.com [Washington DC] – Bridgette Jordan dinobatkan sebagai wanita terkerdil di dunia. Wanita berusia 22 tahun asal Chicago, Amerika Serikat ini, memiliki tinggi 27 inci atau 69 sentimeter, sedangkan saudaranya Bradu memiliki tinggi 38 inci atau 98 sentimeter. Demikian laporan Guinness World Records,Selasa (20/9/11).
Seperti dilansir laman Zeenews Rabu (21/9), wanita AS  tercatat sebagai mahasiswa yang hobi menari dan cheerleader. Jordan dan saudara kandungnya lahir dengan kelainan Majewski Dwarfisme Primordial Osteodysplastic (MDPO) Tipe II, yang mengakibatkan perawakan tubuh akan pendek
Namun, kebahagiannya sebagai wanita terpendek di dunia tak akan bertahan lama. Desember nanti, rekor itu akan digantikan wanita asal India, jika ia dianggap telah memenuhi syarat.
Sebelumnya, wanita terpendek yang tercatat Guinness World Records adalah Elif Kocaman dari Kadirli, Turki, dengan tinggi 28,5 inci atau 72 sentimeter. Kemudian Pauline musters dari Belanda, dengan tinggi 24 inci atau 61 sentimeter, yang meninggal dunia akibat pneumonia pada usia 19 tahun pada 1895 silam.
Predikat Jordan bakal digantikan oleh Jyoti Amge. Gadis 15 tahun ini memiliki tinggi 34 cm. Beratnya Cuma 5 kilogram. Jyoti bahkan lebih kecil dibandingkan tetangganya, seorang bayi berusia 13 bulan. Remaja India itu merupakan gadis paling kerdil di dunia menurut versi Indian Book of Records.
Jyoti mengalami kondisi kekerdilan yang disebut achondroplasia. Meski begitu, ABG itu sama sekali tidak sedih dengan ukuran tubuhnya yang mini. Jyoti justru bangga karena berkat kondisi tubuhnya dia menjadi terkenal.
“Saya bangga menjadi kecil. Saya suka dengan perhatian yang saya dapat,” kata Jyoti seperti dilansir harian Inggris, Telegraph.
“Saya sama seperti orang lain. Saya makan seperti kalian, bermimpi seperti kalian. Saya tidak merasa beda,” tuturnya.
Jyoti pun pergi sekolah seperti anak-anak normal lainnya. Di sekolahnya di Nagpur, India, Jyoti bertemu teman-teman seusianya. Meski tempat duduknya dibuat berbeda dari siswa lainnya. Jyoti duduk di meja kecil yang dibuat secara khusus.
Menurut ibunya, Ranjana, kondisi putrinya itu normal saat lahir. “Ketika Jyoti lahir, dia kelihatan normal. Kami baru tahu ketika dia berumur lima tahun,” kata Ranjana. “Jyoti memang kecil, tapi lucu dan kami sangat menyayanginya,” imbuh wanita berusia 45 tahun itu.
Sama seperti ABG lainnya, Jyoti suka mendengar musik pop dan nonton DVD. Dia bahkan berharap akan menjadi aktris Bollywood. Dia baru-baru ini merekam sebuah album bersama penyanyi pop India favoritnya, Mika Singh. (by. enji)

Jaga Kerukunan Beragama


sergapntt.com [So’e] -> Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Drs. Frans lebu Raya, meminta masyarakat NTT untuk tetap menjaga kerukunan dan kebersamaan antar umat beragama. Karena kondisi aman dan kerukunan antar umat beragama adalah faktor penting untuk membangun daerah ini.
“Saya minta kita semua jaga kerukunan, jaga kebersamaan dan toleransi antar umat beragama. Itu yang diperlukan untuk daerah ini. Untuk membangun NTT,” tegas Gubernur Lebu Raya dalam sambutannya saat memperingati Ulang Tahun Kapela Santo Andreas Kakan ke-50, di Desa Kakan, Kecamatan Kuanfatu, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Sabtu (17/9/11), yang turut dihadiri oleh Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, Pr, dan pimpinan SKPD tingkat Provinsi NTT.

Lebu Raya menambahkan, ibarat manusia, usia 50 tahun bukan lagi usia muda tapi merupakan usia yang menunjukan kematangan dan kedewasaan. Sehingga melalui perayaan emas ini dapat dijadikan sebagai momen refleksi untuk meneguhkan semangat dan iman. Meningkatkan iman dan menumbuhkan semangat cinta kasih kepada sesama. “Umat Santo Andreas terbilang sudah dewasa. Jaga toleransi dan kebersamaan. Tunjukan keteguhan iman saudara dan beri cinta kasih kepada sesama walau bukan orang Katolik,” pinta Lebu Raya. (by. ferry guru)

Gubernur NTT Lantik Yulius Lawotan Jadi Sekda Nagekeo


sergapntt.com [MBAY] -> Gubernur NTT, Frans Lebu Raya melantik Drs. Yulius Lawotan sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nagekeo menggantikan Drs. Jhon Elpi Parera yang telah pensiun. Acara pelantikan dilaksanakan di Aula Pondok SVD Danga Mbay, Nagekeo pukul 10.00 Witeng Rabu (21/09/11).
Lawotan lahir di Kupang, 27 Juli 1957. Pangkat: Pembina Utama Muda / IV C. Jabatan terakhir: Staf Ahli Bidang Pembangunan Pemkab Sikka. Ia bersekolah di SDK Putra 1 Kupang Tahun 1971, SMP Seminari Lalian Belu Tahun 1973, SMAK Giovani Kupang Tahun 1976, S1 Undana Kupang, 1983, D3 ABA – Santa Saria Maumere, 2001. Karirnya dimulai dari Kepala Seksi Pengembangan Ekspor Pada Bidang Perdagangan Luar Negeri Kantor Wilayah Dep. Perdagangan NTT (1987), Kepala Seksi Impor Pada Bidang Perdagangan Luar Negeri Kantor Wilayah Dep. Perdagangan NTT (1988), Kepala Kantor Dep. Perdagangan Kabupaten Belu (1992), Kepala Bidang Pengadaan dan Penyaluran Kantor Wilayah Dep. Perdagangan NTT (1995), Kepala Kantor Dep. Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sikka (1996), Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sikka (2001), Asisten Tata Praja Setda Kabupaten Sikka (2003), Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pertambangan dan Energi Kabupaten Sikka (2006) dan Staf Ahli Bidang Pembangunan Pemerintah Kabupaten Sikka, 2008 hingga dipercayakan menjadi Sekda Nagekeo. (by. sherif goa)

Seks Bebas Jadi Trend Di Kalangan Pelajar


sergapntt.com [Jakarta] – Beberapa tahun belakangan ini seiring canggihnya media informasi dan komunikasi, para pelajar kita cenderung bebas dalam bergaul. Bukan hal yang aneh lagi jika ada berita pelajar hamil di luar nikah, bayi di buang dan bukan hal yang mengagetkan lagi jika ada informasi tentang aborsi.

Maraknya seks bebas di kalangan pelajar seolah menjadi trend bahwa jika seorang siswi masih perawan maka akan tergolong siswi yang “nggak gaul” dan terkucilkan dalam pergaulan anak zaman sekarang. Video-video rekaman tentang perbuatan asusila mereka pun banyak beredar, baik lewat handphone maupun di internet. 

Tak sedikit para remaja ini juga “menjual diri’ melalui akun jaringan sosial seperti facebook dan semacamnya.

Bukan hanya perilaku seks bebas dari pergaulan remaja sekarang, melainkan faktor ekonomi hingga kebutuhan remaja sekarang yang selalu ingin tampil update, seperti Blackberry, i-Pad, pakaian dan perhiasan mahal. Sudah pasti hal tersebut juga memicu keinginan mereka untuk mendapatkan uang banyak secara instan dan cepat.

Akhirnya tanpa sepengetahuan orang tua dan guru mereka memberanikan untuk menjajakan diri di ruang publik seperti mall, tempat hiburan, warnet atau bahkan di jalanan. 
Bahkan tak sedikit diantara para remaja sekolah yang menjajakan seks terorganisir oleh pihak tertentu.

Survei sejumlah lembaga membuktikan kalau sekarang seks bebas seolah menjadi trend dikalangan pelajar. Berikut Data Survei Seks Pelajar Indonesia :

Survei Komnas Anak Di 12 Provinsi (4500 remaja sebagai responden)
1.      93,7 % pernah berciuman hingga petting (bercumbu)
2.      62,7 % remaja SMP sudah tidak perawan
3.      21,2 % remaja SMA pernah aborsi

Survey Perkumpulan Keluarga Berencana (100 remaja SMP & SMA Di Samarinda)

56% Pelajar sudah berhubungan seks. Bahkan ada yang terang terangan mengaku berhubungan seks dengan pekerja seks.

Survey Synovate Research
1.      44% mengaku punya pengalaman seks di usia 16-18 tahun.
2.      16% mengaku pengalaman seks di dapat di usia 13-15 tahun.
3.      Tempat melakukan seks di rumah (40%), kamar kos (26%) dan hotel (26%)

Survei Komisi Perlindungan Anak Indonesia
1.     32% remaja 14 – 18 tahun pernah berhubungan seks
2.     21,2% remaja putri pernah melakukan aborsi
3.     97% penyebab remaja melakukan seks yaitu dari internet.

Sungguh merupakan tanggung jawab yang berat menjadi orang tua zaman sekarang, apalagi yang mempunyai anak ABG. 

Harus pintar meluangkan waktu untuk memberikan perhatian extra dan komunikasi yang intens terhadap anaknya. Tidak hanya itu saja, orang tua sekarang juga harus terus mengikuti perkembangan zaman khususnya dalam internet. Sehingga komunikasi dengan anak bisa berjalan dengan baik.

Tentu saja pemerintah juga ikut bertanggung jawab dan berkewajiban mengatasi masalah ini. Penyuluhan saja tidak cukup, diperlukan sarana atau fasilitas di luar sekolah untuk para pelajar kita, baik itu di bidang olahraga, seni atau sains. Dan juga harus lebih tegas terhadap pelajar yang belum di perbolehkan mengendarai motor, terlibat pemakaian narkoba dan miras. (*/js/wartanews)