Wagub NTT Minta CPNSD Berpihak Pada Rakyat


sergapntt.com [KUPANG] -> Wakil Gubernur NTT, Ir. Esthon L. Foenay, M.Si meminta para Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) sebagai generasi muda, etos kerja, pemikiran kritis dan inovasinya sangat dibutuhkan untuk menggerakan dan menginspirasi masyarakat untuk turut serta dalam proses pembangunan dan peningkatan mutu kehidupan.
“Dengan kembali ke tempat tugas berarti kembali pada rutinitas sesuai tugas pokok dan fungsi sebagai abdi negara dan abdi masyarakat. Untuk itu, saya mengharapkan saudara-saudara lebih tanggap dan berpihak kepada masyarakat sesuai spiriti Anggur Merah,” pinta Wagub saat menutup dengan resmi Diklat Prajabatan Golongan III CPNSD lingkup Pemerintah Kota Kupang dan Kabupaten Sikka angkatan ke 81 di Aula BP4D Provinsi NTT, Senin (19/9/11).
Menurut Wagub, masa orientasi Diklat Prajabatan sudah selesai akan tetapi kompetensi dan keahlian yang dimiliki tidak akan berakhir. “Saya perlu mengingatkan bahwa sebagai unsur aparatur pemerintah saudara dituntut untuk memiliki disiplin diri yang baik, bersikap jujur, adil, transparan dan akuntabel dalam melaksanakan tugas-tugas kepemerintahan dan kemasyarakatan demi mewujudkan prinsip-prinsip kepemerintahan yang baik,” kata Wagub.
Wagub juga berpesan kepada para CPNSD untuk mencurahkan amal bhaktinya melalui kerja keras, kerja cerdas dan kerja tuntas serta kerja ikhlas demi masyarakat dan daerah NTT dalam bingkai NKRI. “Saya juga minta kepada saudara-saudara untuk tingkatkan ketrampilan dan pengetahuan untuk memanfaatkan dan melestarikan potensi daerah demi masa depanmu,” tandas Wagub dan menambahkan, tumbuhkanlah semangat juang, inovasi, kreatif dan disiplin serta bertanggungjawab terhadap tugas yang diemban.
Di tempat yang sama, Kepala Bidang Pengembangan BP4D Provinsi NTT, Drs. Nias Stefanus melaporkan, peserta Diklat angkatan ke 81 berjumlah 367 orang; semuanya dinyatakan lulus dengan kualifikasi kelulusan 334 dinyatakan lulus baik sekali dan 33 orang dinyatakan lulus baik. (by. ferry guru)

Veteran Perang Belanda Ngaku Menyesal Bantai Warga Rawagede


sergapntt.com [AMSTERDAM] -> Kasus pembantaian ratusan warga Indonesia di Rawagede oleh prajurit Belanda terus bergulir. Setelah pengadilan Belanda memutuskan para korban mendapat kompensasi, sekarang muncul peristiwa lain. Sebuah surat tanpa nama pengirim tiba di tangan Komite Utang Kehormatan Belanda(KUKB) di Belanda. Surat tidak disampaikan lewat pos, melainkan diberikan seseorang yang mengaku menerima dari seorang veteran perang Belanda di Indonesia.
Isinya menunjukkan sebuah guratan penyesalan seorang tentara Belanda yang diduga ikut dalam proses pembunuhan warga Rawagede. Seberapa jauh surat ini orisinil, tidak ada yang tahu. Sang penyampai, dan sang penulis, tetap ingin tidak diketahui.
Berikut isi suratnya:
 
Wamel  Rawa Gedeh
          
Nama saya tidak bisa saya sebutkan, tapi saya bisa ceritakan kepada Anda apa yang sebenarnya terjadi di desa RAWA GEDEH.
Anda tahu, antara tahun 1945 – 1949, kami mencoba merebut kembali jajahan kami di Asia Tenggara. Untuk itu dari tahun 1945 sampai 1949,  sekitar 130.000 tentara Belanda dikirim ke bekas Hindia Belanda, sekarang Indonesia. Di sana terjadi berikut ini:
Di Jawa Barat, timur Batavia, di daerah Krawang, ada desa Rawa Gedeh. Dari arah Rawa Gedeh tentara Belanda ditembaki. Maka diputuskanlah untuk menghajar desa ini untuk dijadikan pelajaran bagi desa-desa lain.
Saat malam hari Rawa Gedeh dikepung. Mereka yang mencoba meninggalkan desa, dibunuh tanpa bunyi (diserang, ditekan ke dalam air sampai tenggelam; kepala mereka dihantam dengan popor senjata dll)
Jam setengah enam pagi, ketika mulai siang, desa ditembaki dengan mortir. Pria, wanita dan anak-anak yang mau melarikan diri dinyatakan patut dibunuh: semuanya ditembak mati. JUMLAHNYA RATUSAN.
Setelah desa dibakar, tentara Belanda menduduki wilayah itu. Penduduk desa yang tersisa lalu dikumpulkan, jongkok, dengan tangan melipat di belakang leher. Hanya sedikit yang tersisa. Rawa Gedeh telah menerima ‘pelajarannya’.
Semua lelaki ditembak mati – kami dinamai ‘Angkatan Darat Kerajaan’.
Semua perempuan ditembak mati – padahal kami datang dari negara demokratis.
Semua anak ditembak mati – padahal kami mengakunya tentara yang kristiani
Pekan adven 1947               
Sekarang saya siang malam teringat Rawa Gedeh. Itu membuat kepalak saya sakit dan air mata saya terasa membakar mata. Terutama kalau aku teringat anak-anak yang tangannya masih terlalu pendek untuk melipat tangan di belakang leher, dan mata mereka terbelalak, ketakutan dan tak faham.
Saya tidak bisa menyebut nama saya, karena informasi ini tidak disukai kalangan tertentu.
Tapi mungkin dari Wamel, justru dari Wamel, akan muncul inisiatif. 
Saya tidak tahu bagaimana.
Parsifal
*Wamel merupakan sebuah desa di propinsi Gerderland, Belanda Timur. Desa ini pada tanggal 20 September 1944 diserbu tentara Jerman. 14 warga sipil tewas dibunuh secara keji oleh tentara Jerman. Sekarang di sana dibangun monumen peringatan. Uniknya di antara nama-nama yang tercantum pada monumen, terdapat satu nama satu korban kekejaman perang di Hindia Belanda. (sumber: REPUBLIKA.CO.ID)

Gubernur NTT Minta Maaf Atas Tewasnya Tiga Warga Makasar


sergapntt.com [MAKASAR] -> Belum jelas motif penikaman yang dilakukan Fransius Petrus alias Gulo, salah seorang warga NTT di Sulawesi terhadap 6 orang warga Sulawesi hingga mengakibatkan dua bocah dan seorang purnawirawan polisi meninggal. Namun akibat kejadian ini ribuan warga NTT yang berada di Sulawesi sempat mengungsi ke asrama polisi setempat.
Kini Gulo yang tercatat sebagai warga Sudiang Makassar itu masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Makassar. Kondisinya memprihatinkan akibat dikeroyok warga setempat usai menikam enam warga tersebut.
Di RS Gulo ditemani oleh Yulius, salah seorang korban pengeroyokan pasca kasus penikaman. Kebetulan Yulius berasal dari satu daerah dengan Gulo. Gulo pun dijaga ketat oleh sejumlah polisi Polrestabes Makassar dari unit Sabhara dan intel.
Yulius yang setia menemani Gulo mengatakan, Gulo sudah bisa diajak berbicara. “Kalau tidak tidur, dia sudah bisa bicara,” papar Yulius.
Mengenai motif penikaman, Yulius menyebut, menurut cerita Gulo, kasus penikaman tersebut dipicu oleh kekesalan Gulo lantaran sepeda motor milik bosnya pernah dirusak oleh korban. “Katanya motor bosnya dirusak anak-anak itu,” kisah Yulius.
Sementara itu, kondisi tiga korban selamat yang sempat dirawat di RS sudah membaik.
Wakapolrestabes Makassar, AKBP Endi Sutendi yang dikonfirmasi terpisah menyebutkan bahwa penanganan medis tersangka masih dibutuhkan. “Kita masih menunggu kondisinya membaik. Kalau saat ini belum terlalu memungkinkan untuk dimintai keterangan,” kata Endi.
Namun akibat kejadian itu, warga NTT di Sulawesi sempat mengungsikan diri ke Asrama SPN Batua Makasar.  Sejak Sabtu, 17 September sebagian besar pengungsi sudah kembali ke rumah mereka masing-masing. Meski begitu, sebagian warga masih trauma. Apalagi sempat ada penyerangan terhadap warga NTT di Jalan Batu Raya V yang mengakibatkan dua orang korban. Sejumlah pengungsi yang trauma itu memilih tidak kembali ke rumah mereka, tapi ke rumah pengurus Kerukunan Keluarga NTT di Makassar.
Sedangkan sebagain warga lainnya baru mau meninggalkan SPN Batua setelah diyakinkan pengurus Kerukunan Keluarga NTT Makassar seperti Latu Bruno dan John Soleh. “Mereka masih trauma dan takut pulang ke rumahnya karena alasan dekat dengan korban. Padahal, keluarga korban semua sudah menyakinkan bahwa ini adalah kriminal murni,” kata Latu Bruno.
John Soleh menambahkan Kerukunan Keluarga Turatea (KKT) Jeneponto juga sudah memberikan jaminan bahwa warga Jeneponto tidak akan melakukan tindakan irasional. “Kita sudah bertemu dengan mereka dan mereka juga memastikan tidak akan memusuhi kita, karena mereka juga punya hati dan sadar yang melakukan itu adalah oknum,” kata Soleh.
Sejumlah tokoh asal NTT bahkan diundang oleh Kerukunan Keluarga Turatea Jeneponto dalam acara Musyawarah Besar III dan Halal Bihalal DPP KKT Jeneponto di Hotel Singgasana Makassar kemarin. “Keinginan kita menghadirkan tokoh asal Flores di tengah-tengah kita ini, untuk mempertegas bahwa hubungan persaudaraan kita tidak ada masalah,” tegas Ketua KKT Jeneponto, Tan Malaka Guntur.
Menurut Tan Malaka, warga Jeneponto yang ada di Makassar juga sangat mencintai kedamaian. Makanya kata dia, masyarakat harus saling mendukung, termasuk dalam menciptakan suasana damai untuk hidup bertetangga.
Pembina KKT Jeneponto yang juga Wakil Wali Kota Makassar, Supomo Guntur menegaskan sekitar 300 ribu warga Jeneponto di Makassar tidak pernah menginginkan permusuhan dengan siapapun. “Tapi kadang-kadang memang ada yang peralat,” katanya.
Bahkan menurut dia, banyak warga Jeneponto yang memiliki rumah kos yang penghuninya berasal dari NTT sehingga secara tidak langsung berpengaruh pada perekonomian masyarakat sendiri. “Saya yakinkan warga Jeneponto adalah masyarakat rasional, sehingga ketika kita berada di Makassar tidak ada lagi warga Flores, Pinrang, Toraja tapi yang ada adalah warga Makassar,” tegasnya.
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo yang hadir dalam kesempatan itu juga mengajak masyarakat untuk menjaga kedamaiandan kerukunan antara sesama warga. “Mari kita saling mendukung untuk menciptakan kedamaian,” pinta Syahrul. 
Guna meminimalisir dampak kasus penikaman tersebut, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya menyampaikan permintaan maaf kepada rakyat Sulawesi melalui Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, pada Minggu 18 September 2011. Permintaan maaf ini sekaligus menyikapi peristiwa yang terjadi di Makassar beberapa hari lalu.
Dalam pertemuan singkat tersebut, Frans Lebu menyatakan bahwa kedatangannya ke Sulsel kali ini untuk menyampaikan ucapan terima kasih sekaligus permohonan maaf kepada jajaran Pemerintah Provinsi Sulsel beserta pihak keamanan dan masyarakat Sulsel yang telah bertindak cepat sehingga peristiwa ini tidak meluas.
“Walaupun peristiwa yang terjadi di Makassar tidak mengatasnamakan komunitas, tapi saya selaku pemerintah Provinsi NTT perlu mengucapkan terima kasih dan permohonan maaf kepada Gubernur Sulsel yang telah bertindak cepat menengahi persoalan ini,” ujarnya.
Saat peristiwa itu terjadi, Frans mengaku sempat resah dengan banyaknya informasi provokatif yang beredar di NTT melalui pesan singkat (Short Message Service) tentang kondisi di Sulsel, namun hal itu cepat diredam oleh semua pihak di NTT.
Frans menegaskan, warga di NTT telah memahami bahwa peristiwa di Makassar beberapa waktu lalu murni tindakan kriminal, dan semua pihak tidak menginginkan kejadian ini.
Frans juga menjamin bahwa warga NTT yang berasal dari Sulsel tetap rukun dan melaksanakan aktivitasnya seperti biasa.
“Kami di NTT juga sudah berkomitmen bahwa persoalan di Makassar tidak perlu disikapi. Mari kita merajuk kebersamaan dalam membangun kesejahteraan,” tuturnya.
Frans juga mengimbau kepada seluruh warga Sulsel yang berasal dari NTT agar ikut bersama-sama dengan pemerintah Sulsel untuk menjaga situasi yang kondusif.
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo juga menegaskan bahwa persoalan yang terjadi di Makassar adalah murni kriminal yang tidak mengatasnamakan komunitas tertentu.
“Persoalan ini bisa kita atasi berkat adanya komunikasi yang berjalan dengan baik, khususnya dengan Gubernur NTT dan aparat keamanan,” ujar Syahrul.
Syahrul juga meminta kepada Gubernur NTT, Frans Lebu Raya agar tetap menjamin keamanan warga Sulsel yang ada di NTT. “Peristiwa yang terjadi adalah murni kriminal yang tidak boleh terulang lagi. Yang perlu dibahas saat ini adalah berapa beras yang dibutuhkan NTT,” tandas Syahrul dengan nada canda.
Ketua Kerukunan Keluarga Turatea Jeneponto, Tan Malaka Guntur mengatakan bahwa warga Jeneponto telah memahami persoalan ini secara bijak, sehingga warga NTT yang ada di Makassar tidak perlu merasa ketakutan.
Sementara itu, Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) NTT, H.H. Darwis yang ikut dalam rombongan gubernur NTT, menejalsan bahwa menyikapi persitiwa yang terjadi di Makassar, warga asal Sulsel yang ada di NTT tetap hidup rukun.
“Jumlah warga Sulsel yang mendiami 24 kabupaten/kota di NTT mencapai 98 ribu orang. Mereka tetap hidup rukun karena semua pihak telah memahami persoalan di Makassar ini yang tidak mengatasnamakan etnis,” ujarnya.
Syahrul Yasin Limpo bersama Kapolda Sulsel Irjen Pol Johny Wainal Usman juga mengimbau warga Sulsel untuk tidak terprovokasi dengan tragedi  M’Tos, Rabu 16 September lalu.
“Serahkan urusan itu kepada kepolisian untuk menanganinya. Jangan kejadian ini dikait-kaitkan dengan isu SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan). Jangan ada yang terpancing, apalagi sampai melakukan razia. Kalau ada razia itu tak dibenarkan,” kata Syahrul.
Komentar sama juga dilontarkan Kapolda Sulsel Johny Wainal Usman. Kepada wartawan dia mengatakan, kasus tersebut memang murni kriminal dan tak ada kaitannya dengan golongan tertentu. Dia juga  mengancam akan menindak tegas jika ada razia atau gerakan massa yang mengancam ketertiban.
“Kami siagakan aparat  dan siap menindaki jika sewaktu-waktu ada tindakan di luar aturan. Tidak boleh kita sewenang-wenang dengan yang lain. Kasihan mereka yang tidak tahu apa-apa,” kata Kapolda. (sumber:
fajar.co.id)

Mau Hidup Lebih lama? Diet,,, Kuncinya!


sergapntt.com -> Penuaan memang pasti akan terjadi pada setiap orang. Akan tetapi, ternyata dengan diet rendah kalori, proses penuaan ini bisa diperlambat. Bagaimana bisa?
Penuaan pada sel tubuh dikaitkan dengan semakin pendeknya telomer. Telomer merupakan bagian ujung dari DNA yang menjaga supaya sel-sel tubuh tetap hidup. Secara alami, sel-sel tubuh akan mengalami pembelahan untuk regenerasi. Namun, sayangnya setiap kali mengalami pembelahan, bagian telomer ini akan semakin pendek. Bila pada suatu titik, proses pemendekan ini terjadi terus menerus, kematian sel akan berlangsung cepat yang berakibat memperpendek usia seseorang. Telomer yang semakin pendek juga dihubungkan dengan peningkatan risiko terkena penyakit tua seperti dementia atau kepikunan menjadi 100 kali lebih besar dan laju kematian yang lebih tinggi akibat kanker dan penyakit jantung (2).
Di dalam tubuh kita, terdapat enzim telomerase yang membantu supaya ujung telomer memanjang kembali sehingga sel-sel tubuh tetap hidup. Namun, sayangnya semakin bertambahnya umur jumlah enzim ini juga akan menurun. Stress yang kita alami juga menyebabkan aktivitas telomerase menurun dan telomer memendek lebih cepat (4).
Sebuah penelitian yang diterbitkan di Rejuvenation Research tahun 2009 membuktikan dalam hasil penelitiannya bahwa penurunan berat tubuh dan jumlah lemak dengan cara diet rendah kalori pada laki-laki yang mengalami obesitas berhubungan dengan peningkatan panjang telomer. Pada penelitian tersebut, ditunjukkan pula bahwa orang dengan penurunan berat badan dan massa lemak paling besar memiliki peningkatan panjang telomer paling besar (3). Sehingga pada penelitian tersebut disimpulkan bahwa orang yang melakukan diet rendah kalori menghasilkan penurunan berat badan yang mempengaruhi panjang telomer dan menurunkan kerusakan DNA.
Penelitian lain dalam The Lancet Oncology memberikan hasil bahwa orang yang melakukan perubahan gaya hidup dengan mengkonsumsi diet rendah lemak (low-fat diet) dan berjalan kaki minimal 30 menit setiap hari memiliki peningkatan aktivitas telomerase dan panjang telomer. Selain itu, manajemen stress yang baik juga penting, karena dalam penelitian tersebut, terbukti pula bahwa selain dengan diet rendah lemak, dan olahraga yang teratur, tingkat stress yang lebih rendah dapat membantu meningkatkan panjang telomer (5).
Kalori yang kita asup sehari-hari dapat berasal dari karbohidrat, protein dan lemak. Berdasarkan penelitian tersebut, dengan membatasi kalori yang kita makan sehari-hari akan mempengaruhi peningkatan panjang telomer sehingga akan memperpanjang umur dan usia tua. Oleh karena itu, ada baiknya kita mulai hidup sehat dengan menjaga konsumsi makanan, berolahraga, dan mengelolastress agar bisa hidup sehat lebih lama. (*)

Berburu Nikmat di Negeri 15 Pulau


sergapntt.com [ALOR] -> Ritinitas  kadang membosankan. Itu sebabnya para ahli kesehatan dunia menganjurkan agar  kita luangkan waktu sesaat untuk bersantai ria. Nah,,, untuk urusan yang satu ini tak ada salahnya mengunjungi Kabupaten Alor. Di negeri 15 pulau atau biasa dijuliki pulau kenari ini, banyak sekali potensi budaya dan pariwisata yang bisa dinikmati, misalnya, hutan nostalgia, perkampungan tradisional (seperti Takpala dan Mombang) dan Taman Laut Selat Pantar.
Sejak 15 tahun terakhir, yang paling diminati dan ramai dikunjungi wisatawan adalah Taman Laut Selat Pantar. Di selat ini terdapat taman dasar laut yang indah yang didiami biota laut dengan kekhasan dan keunikan tersendiri. Di sini,,, kita juga bisa melakukan diving. Di sekitar Pulau Pantar, terdapat 18 titik selam yang dikenal dengan sebutan “Baruna’s Dive Sites at Alor”. Selain diving, ada jenis objek wisata baru yang ditawarkan Alor yaitu wisata perbatasan, yakni mengunjungi Desa Maritaing di Kecamatan Alor Timur sebagai desa terdepan yang membatasi Indonesia dengan Timor Leste. Di desa ini, baru saja dibangun monumen perbatasan berupa patung Jendral Sudirman yang rencananya akan diresmikan pada Oktober 2011 nanti.
Karena alasan-alasan inil, sejumlah warga asing asal Australia, Amerika dan Jepang bekerjasama dengan penduduk lokal menyediakan jasa diving dengan club usaha masing2. Mereka menyediakan sarana, mulai dari guide hingga peralatan yang disewakan.
Selain Selat Pantar, kita juga bisa berburu nikmat di Pantai Mali juga menyajikan wisata eksotis. Lokasi pantai Ini berada di Desa Kabola, Kecamatan Teluk Mutiara. Jarak dari Kalabahi, ibukota Kabupaten Alor sekitar 10 kilometer. Dari bibir pantai Mali, kita dapat melihat indahnya pulau Sika.  Di tengah-tengah pulau ini terdapat sebuah kuburan tua yang keramat menurut warga setempat. Jaraknya sekitar 1,8 mil dari pantai Mali. Disana kita juga bisa menjumpai mata air yang diapit rimbunnya pohon kenari dan cendana. Untuk menuju ke lokasi tersebut, sarana laut dan darat telah disediakan warga setempat.
Di perkampungan tradisional Takpala, kita bisa mendapati rumah adat yang uniki, upacara pernikahan adat , dan berbelanja ciptaan lokal seperti moko, Lego-lego dan Cakalele. Dari Kalabahi ke perkampungan ini jaraknya 13 kilometer dan bisa ditempuh dalam waktu 20 menit. Disini,,, kita dapat menikmati keindahan Teluk Benlelang dan lingkungan sekitarnya.
Perkampungan tradisional lain bisa kita jumpai di Monbang (Desa Kopidil) dan Bampalola di Kecamatan Alor Barat Laut. Jarak dari Kalabahi menuju Monbang sekitar 7 kilometer. Sedangkan menuju Bampalola sekitar 15 kilometer. Potensi yang dapat dinikmati yakni perkampungan asli suku Kabola, rumah adat, lagu klasik khas Kabola, tarian khas suku Kabola serta busana spesifik dari kulit kayu. Dalam perjalanan menuju ke sana kita dapat menikmati keindahan Teluk Mutiara
Bagaimana dengan transportasi menuju Alor? Untuk ke sana kita bisa menggunakan jasa penyeberangan laut atau udara. Khusus, pesawat bisa melalui Jakarta – Kupang – Alor, Bali – Kupang – Alor. Dan, jika ingin menggunakan transportai laut, maka kita bisa melalui pintu pelabuhan Kupang, Flores dan Atapupu (Kabupaten Belu).  Disini ada kapal penumpang, kapal niaga dan kapal kargo, serta kapal tradisional. Semua kapal mempunyai jadwal beroperasi menghubungkan Alor dengan daerah-daerah lain di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur.  (by. chris parera)