Gelombang Tinggi, ASDP Batalkan Pelayaran


sergapntt.com [KUPANG] -> PT. Angkutan Sungai Danau dan Penyebarangan (ASDP) Indonesia Feri cabang Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menutup sementara pelayaran ke sejumlah daerah akibat cuaca buruk.
“Pelayaran Feri untuk sementara diistirahatkan akibat cuaca buruk,” kata Manager Operasional PT ASDP Indonesia Feri cabang Kupang, Arnol Yansen di Kupang, Senin (12/9/11). 
Penutupan ini, menurut dia, akibat cuaca buruk, tinggi gelombang mencapai 5 meter dengan kecepatan angin antara 15-25 kilometer per jam. 
Menurut dia, penutupan sementara pelayaran sejumlah kapal Feri yang melayani sejumlah pelabuhan di sejumlah wilayah di provinsi kepulauan ini akan berlangsung hingga Rabu (14/9/11) mendatang, namun juga tetap memperhatikan perkembangan cuaca.
“Penutupan ini akan dilakukan hingga 14 September 2011 mendatang,” katanya.
Akibat penutupan itu, pelayaran Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Cucut rute Kupang- Rote Ndao batal diberangkatkan. 
Selain itu, kapal lainnya yang batal diberangkatkan yakni Ile Ape rute Ende- Kupang, KMP Balibo rute Kupang-Sabu, dan KMP Umakalada rute Larantuka-Kupang.
Ratusan penumpang yang hendak berangkat ke sejumlah daerah harus pulang, karena pelayaran ditutup untuk sementara. 

“Saya mau ke rote, tapi disampaikan bahwa feri tidak diijinkan untuk berlayar,” kata Somie Pandie.

Somie Pandie yang juga anggota DPRD Provinsi NTT itu mengaku hendak mengunjungi keluarganya di Rote Ndao, namun harus membatalkan pelayarannya karena tidak berlayarnya kapal karena cuaca buruk.     
Akibat pembatalan itu, Ia berencana menggunakan kapal cepat Bahari Expres, namun kapal itu juga dilarang berlayar oleh syahbandar.    

“Syahbadar juga larang fery cepat untuk berlayar, karena gelombang capai 5 meter,” katanya (by. add)

Gubernur NTT: Gemar Baca Jangan Hanya Slogan !


sergapntt.com [KUPANG] -> Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya meminta jajaran Badan Perpustakaan Daerah Provinsi NTT agar pencanangan bulan gemar membaca dan hari kunjungan perpustakaan tidak sekadar slogan tetapi mempunyai makna adanya tanggungjawab bagi setiap lembaga perpustakaan, akan adanya perubahan baik dalam konsep, tujuan, peranan maupun cara pengelolaan perpustakaan agar dapat menggerakan masyarakat menjadi makin sadar informasi.
Permintaan tersebut disampaikan Gubernur saat membuka dengan resmi pameran buku, lomba kepustakaan dan bimbingan teknis perpustakaan desa/kelurahan tahun 2011 di Badan Perpustkaan Daerah Provinsi NTT, Senin (12/9/11).
Dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi, lanjut Gubernur, sangat berpengaruh dalam perkembangan perpustakaan dan telah merubah konsep dasar maupun peran administrasi akan berubah menjadi partner aktif dalam dunia pendidikan dan peningkatakan pengetahuan, yang berperan mendidik masyarakat untuk dapat memperoleh dan menyeleksi informasi yang semakin banyak tersedia, baik dalam jumlah maupun medianya. Dengan adanya teknologi informasi yang selalu berkembang dengan kecepatan tinggi, kata Gubernur, telah menyediakan peluang bagi perpustakaan dalam menghimpun, menyimpan, mengolah dan menciptakan informasi dengan cara baru.
Gubernur juga meminta agar Badan Perpustakaan NTT melakukan terobosan-terobosan dan menciptakan inovasi-inovasi baru dalam produk dan layanan kepada masyarakat. ”Kerjasama dengan pelbagai pihak harus ditingkatkan karena dengan kemampuan dan keberanian untuk berkomunikasi, bekerjasama dan saling berbagi informasi akan menuju ke arah perbaikan dan perkembangan,” kata Gubernur seraya menambahkan, kegiatan seperti ini merupakan ajang untuk memperkenalkan perpustakaan dan mitranya yang memotivasi masyarakat untuk membaca dan menjadikannya sebagai budaya.
Di tempat yang sama Kepala Badan Perpustakaan Provinsi NTT, Drs. Nahor Talan dalam laporannya mengatakan, tujuan dari kegiatan pameran buku, lomba kepustakaan dan bimbingan teknis perpustakaan desa/kelurahan tahun 2011 adalah membantu masyarakat untuk memperoleh informasi dengan mudah; mengajak masyarakat agar gemar membaca; meningkatkan pemahaman dan pengungkapan informasi tentang perpustakaan secara lengkap, jelas dan terinci yang diperoleh dari bahan bacaan; menumbuhkan kecintaan menulis di kalangan anak dan remaja serta meningkatkan pengetahuan pengelola perpustakaan dalam mengembangkan perpustakaan umum desa/kelurahan.
Menurut Nahor, pameran buku berlangsung selama lima hari dari tanggal 12 hingga 16 September, pemilihan duta baca anak pada 13 September, dan kegiatan bimbingan teknis perpustakaan bagi pengelola perpustakaan desa/kelurahan 14 sampai 16 September 2011. (by. ferry guru)

Dubes Polandia Kunjungi TTU


sergapntt.com [KEFA] -> Untuk mengetahui dan memastikan berbagai bantuan kemanusiaan yang dikirim Pemerintah Polandia kepada sejumlah sekolah, panti sosial dan klinik kesehatan yang diasuh biara OFS, Duta Besar (Dubes) Polandia untuk Pemerintah RI, Gregorz Wisneski dan manajer program Damian Irzyk selama dua hari mengunjungi Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Provinsi NTT.
“Ini merupakan kunjungan kehormatan dan kemanusiaan bagi pemerintah TTU. Memang program kami sangat sederhana tetapi sangat berarti dan penting bagi negara kami Polandia,” ucap Dubes Wisneski, yang diterjemahkan oleh staf lokal Kedubes Polandia, Joko Tirto saat bertatap muka dengan Wakil Bupati TTU, Aloysius Kobes, S.Sos dan sejumlah pimpinan SKPD lingkup Pemkab TTU di aula Rumah Jabatan Bupati TTU di Kefamenanu, Sabtu (10/9).
Menurut Dubes, opini yang berkembang di Polandia, Indonesia termasuk negara yang sedang berkembang dan secara ekonomi tumbuh dengan baik. Karena itu, lanjut Dubes, setelah melihat dari dekat kondisi yang terjadi ternyata Kabupaten TTU masih memerlukan banyak bantuan kemanusiaa. “Kedatangan saya ke TTU untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya dan ke depan bisa ada bantuan-bantuan lagi untuk TTU,” tegas Dubes.
Di tempat yang sama, Wabup Alo Kobes menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan kemanusiaan yang dilakukan Dubes Wisneski. “Atas nama Pemkab TTU, kami menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan kemanusiaan yang dilakukan oleh Dubes Polandia di Kabupaten TTU,” ujar Wabup seraya menambahkan, masih ada rakyat di TTU yang miskin. Tetapi kata Wabup, Pemerintah TTU mengkonversi program pemberian beras miskin dengan program padat karya pangan. “Artinya, raskin tersebut dibeli oleh pemerintah, lalu rakyat yang memiliki lahan, buka dulu lahannya dan siap untuk ditanam baru pemerintah beri raskin tersebut. Jadi rakyat berkeringat dulu baru terima raskin,” jelas mantan Kepala Bagian Pemerintah Desa Setda TTU.
Usai tatap muka Dubes bersama rombongan mengunjungi Sekolah Luar Biasa (SLB) Brayat Pinuji Benpasi Kefa dan Panti Sosial Santa Katharina Mena di Kecamatan Biboki Monleu. Sedangkan Minggu (11/9) Dubes Wisneski mengunjungi Panti Sosial Santa Maria Manufui Kecamatan Bobiki Selatan Kabupaten TTU.
Batuan kemanusiaan yang diberikan Pemerintah Polandia antara lain mesin sedot air, tempat tidur dan kasur, lemari dari kayu jati, komputer, laptop dan LCD serta sejumlah alat kesehatan lainnya.

Ajak Negara Lain Bantu NTT
Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya meminta kepada Duta Besar (Dubes) Polandia untuk Pemerintah RI, Gregorz Wisneski agar mengajak lagi sejumlah negara lain untuk membantu masyarakat dan Pemerintah Provinsi NTT.
“Pemerintah dengan sumber daya yang sangat terbatas masih membutuhkan bantuan dengan semua pihak untuk membantu urusan-urusan kemanusiaan yang ada di daerah ini. Saya minta agar Pak Dubes tolong ajak lagi negara lain untuk bantu kami,” pinta Gubernur saat menjamu Dubes Wisneski di ruang kerjanya, Senin (12/9).
Gubernur meyakini kehadiran dan kedatangan Dubes Polandia ke NTT khususnya ke Kota Kupang dan Kabupaten TTU karena didorong oleh rasa kemanusiaan yang tinggi. “Saya percaya Pak Dubes ke NTT punya perasaan kemanusiaan yang tinggi. Mari kita bangun kerja sama yang lebih baik. Apalagi dengan pola pemerintah dengan pemerintah, pemerintah dengan NGO atau NGO dengan NGO. Saya telah ajak teman-teman dari berbagai negara lain datang dan bantu NTT untuk turunkan angka kemiskinan, meningkatkan mutu pendidikan dan derajat kesehatan di daerah ini,” tegas Gubernur yang saat itu didampingi Asistem Administrasi dan Pembangunan Setda Provinsi NTT, Drs. Andereas Jehalu, M.Si.
Sementara itu, Dubes Wisneski menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten TTU yang dengan hangat menyambut kehadirannya bersama manajer program Damian Irzyk dan staf lokal Kedubes Polandia di Indonesia Joko Tirto.
Menurut Dubes, opini di negara Polandia menyebutkan negara Indonesia adalah negara yang sedang berkembang dan secara ekonomi telah maju. “Karena itu, sangat sulit kami mendapatkan bantuan dari negara Polandia untuk Indonesia. Kami pikir hanya Afrika saja yang perlu dibantu. Tetapi dengan kehadiran saya ke sini dan mendapatkan informasi dari pemerintah serta para suster OFS, saya bisa tahu apa yang dibutuhkan oleh daerah ini,” tandas Dubes Wisneski, seperti yang diterjemahkan Joko Tirto.
Dubes berjanji akan menyampaikan kepada para koleganya dari negara lain untuk dapat membantu Indonesia khususnya NTT. “Saya akan sampaikan kepada para kolega saya yang lain. Apalagi sekarang ini Presiden Uni Eropa berasal dari negara Polandia,” kata Dubes dan memohon kepada Gubernur untuk memperhatikan infra struktur yang ada di Desa Mena Kecamatan Biboki Monleu Kabupaten TTU.
Karena lanjut Dubes, perangkat komputer dan laptop yang diberikan kepada Panti Sosial dan anak-anak sekolah di wilayah tersebut tidak ada manfaatnya karena belum ditunjang dengan ketersediaan listrik dan jaringan telkomsel. “Saya mohon Pak Gubernur tolong perhatikan Desa Mena. Karena kami beri bantuan komputer dan laptop tapi belum bisa dimanfaatkan,” ucap Dubes, sambil tersenyum.
Terhadap permintaan tersebut, Gubernur menegaskan pihaknya dalam waktu dekat akan memperhatikan permintaan yang disampai Pak Dubes. “Kami akan perhatikan infra struktur di Mena khususnya listrik,” kata Gubernur.
Usai tatap muka dilanjutkan dengan acara tukar – menukar cindera mata antara Gubernur Lebu Raya dan Dubes Wisneski. (by. ferry guru)

Ima (21), Diperkosa Majikan Lalu Digilir Pria Hidung Belang


sergapntt.com [ENDE] -> penyesalan selalu datang terlambat. Ibarat menahan kereta dari belakang. Begitulah yang dialami Ima (21), sebut saja begitu. Hampir dua tahun ini ia terpuruk di rumahnya yang tak lebih luas dari sebuah garasi mobil, berdinding batu tanpa semen, dan berlantai tanah. Ia seolah tak mampu bangkit kembali….
Awal tahun 2007, Ima begitu ceria ketika seseorang datang ke rumahnya dan menawari pekerjaan. Apalagi di luar negeri dengan gaji selangit. Hati bocah tamatan SD itu semakin berbunga ketika orangtuanya pun merestui keinginan tersebut.
Si ayah maupun si ibu sama sekali tidak curiga. Yang ada di benak mereka hanyalah bisa segera keluar dari himpitan kemiskinan. Maklum, kedua orangtuanya hanyalah buruh tani. Bukan buruh tani harian, melainkan buruh yang hanya sesekali dipanggil dengan tarif Rp 30.000 sekali panggil. Di mata mereka, orang yang mengambil Ima adalah ”malaikat penolong”.
”Yang penting bawa banyaaaak..,” kata sang ibu.
Ima yang kala itu berusia 17 tahun lalu dibawa pergi oleh sang ”malaikat penolong”. Di depan sang ibu, Ima dijanjikan akan dicarikan pekerjaan sebagai  pembantu rumah tangga di Malaysia dengan gaji jutaan rupiah. Namun, sesampainya di malaysia, ”Saya diperkosa…,” papar Ima penuh emosi saat ditemui di rumahnya.
Kenyataannya, sang ”malaikat penolong” adalah ”setan” yang terus bergentayangan di kampung-kampung kumuh untuk mencari Ima-Ima yang lain. Ima yang punya cita-cita bisa kaya cepat lewat kerja di Malaysia, eh,,, justru diperkosa lalu dipaksa jadi PSK.
”Saya memang berangkat tanpa biaya. Artinya, semuanya sudah diuruskan. Tetapi di Malaysia, saya tidak diberi kerja seperti yang dijanjikan. Majikan saya itu,,,, (Ima terdiam meneteskan air mata,,), lalu saya dijual dan dipekerjakan sebagai PSK,” ujar Ima terbata-bata.
Sesekali ia menarik napas sangat dalam. Kenyataan ini bukan satu-satunya pil pahit yang harus ia telan. Setelah dijual, Ima pun mulai digilir para lelaki hidung belang. Sedikitnya, tiap malam meladeni 3 tamu. Sudah begitu Ima tetap diperas oleh majukannya.
 ”Saya ditagih oleh bos. Katanya saya punya utang 25 ribu ringgit yang dipakai saat saya ke Malaysia,” timpalnya.
Walau tak bergaji, selama 2 tahun di Malaysia, Ima masih bisa dua kali mengirim uang sebesar Rp. 3 juta dan Rp. 4 juta ke orang tuanya. Uang itu hasil tip dari para tamu yang ia kumpulkan. Nasib pilu Ima berakhir ketika suatu saat ia mendapat tamu dari Kantor Imigrasi Malaysia. Begitu mendengar kisahnya, sang tamu menyarankan Ima melarikan diri ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur. Pihak KBRI menyarankan Ima melaporkan diri ke polisi. Oleh polisi, Ima kemudian diserahkan ke Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) Malaysia yang kemudian mengirimnya ke Jakarta.
Tanggal 3 Maret 2009, IOM Indonesia mengembalikan Ima ke pangkuan keluarganya di sebuah desa di Kabupaten Ende. Ima memang telah kembali, tetapi ia tak kunjung pulih. Ia lalui hari dengan mengisap rokok dan tuak (moke) pemberian orang.
Ima hanyalah satu dari ribuan perempuan yang harus menangis pilu. Ia adalah bagian dari lingkaran setan perdagangan manusia yang semakin marak di NTT. Uang yang berputar dalam ”bisnis” haram ini memang luar biasa. Di NTT sendiri, setahun perputaran uang bisa mencapai Rp. 150 miliar. Sedangkan seluruh Indonesia mencapai  sedikitnya Rp 60 triliun per tahun. ”Bisnis” ini hanya kalah tipis dari bisnis pelacuran, yang menghasilkan uang lebih besar. Organisasi Buruh Internasional (ILO) mencatat, bisnis perdagangan manusia di seluruh dunia setiap tahun menghasilkan 31,6 miliar dollar AS. Angka itu hanya kalah dari peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang.
Data-data yang dimiliki berbagai pihak hanyalah fenomena gunung es. Jumlah korban sesungguhnya tidak diketahui dengan pasti. Selama masih terdapat permintaan dan penawaran, ”bisnis” haram ini tidak akan pernah mati.
Secara empiris, sebagian besar korban adalah perempuan. Laki-laki yang menjadi korban perdagangan manusia umumnya adalah remaja laki-laki. Mereka dipekerjakan di jermal atau korban kaum pedofilia. Dalam budaya masyarakat yang patriarki, masih terdapat diskriminasi gender. Perempuan dan anak perempuan seolah hanya jadi pelengkap seksualitas dan dianggap rendah.
Budaya yang sudah mengakar sejak dulu itu, sulit sekali diubah. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya kemiskinan, pengangguran, kawin usia dini, serta budaya masyarakat yang hanya mencari kerja bukan menciptakan kerja.
Masyarakat, khususnya perempuan, yang berada dalam kondisi terjepit secara ekonomi dan sosial itu mudah sekali diiming-imingi dan dibujuk oleh para calo. Mereka dijanjikan bekerja di kota atau di luar negeri dengan janji upah yang tinggi. Namun, sesungguhnya yang terjadi adalah penipuan.
Para pelaku perdagangan manusia semakin cerdik. Mereka menciptakan berbagai modus operandi agar calon korban terbujuk dan jejak kejahatan mereka tidak terlacak. Selain dijanjikan bekerja di luar negeri, banyak juga gadis yang dijanjikan menikah dengan orang asing. Pada akhirnya, mereka dipaksa bekerja sebagai pelacur atau pekerja paksa.
Pelaku yang telah tertangkap, belum tentu merupakan otak dari jaringan perdagangan manusia itu. Mereka umumnya hanyalah kaki tangan atau lapis ke sekian dari jaringan yang sangat rumit. Polisi sulit mengungkap karena jaringan mereka begitu rapi dan terorganisasi. ADA YANG MAU IKUT IMA??? (by. hengky woda)

Hadapi Teroris, Presiden AS Ingatkan Seluruh Dunia Tetap Waspada


sergapntt.com [NEW YORK] -> Pemerintah Amerika Serikat (AS) memperingati 10 tahun serangan 11 September di New York, Washington dan Pennsylvania. Tiga lokasi tersebut dipilih karena ketiganya menjadi tempat terjadinya empat insiden pembajakan pesawat yang berujung pada tewasnya hampir 3000 orang.
Pusat acara peringatan ini sendiri akan dilakukan di World Trade Center, New York, dimana dua menara kembar yang pernah berdiri di sana hancur saat serangan teroris terjadi.
Peringatan kali ini akan diwarnai dengan aksi mengheningkan cipta di waktu yang bertepatan dengan serentetan kejadian pembajakan pesawat oleh para teroris, yaitu saat dua pesawat yang dibajak oleh para teroris menyerang menara kembar, kemudian saat pesawat menghantam Pentagon dan satu pesawat lainnya jatuh di kawasan perladangan di Pennsylvania setelah penumpang menggagalkan aksi para pembajak.
Peringatan di New York akan berlangsung pada siang hari waktu setempat dan akan diwarnai dengan peringatan dengan menempatkan sejumlah nama korban di tepian kolam yang berada di bekas lokasi dua menara kembar.
Saat berbicara pada hari Sabtu waktu setempat, Obama mengatakan Amerika akan tetap kuat meski serangan kerap ditujukan kepada negara itu.
“Sebagai bangsa yang kuat, kita akan dapat terus berjalan,” kata Obama dalam pidato rutin akhir minggunya.
“Terima kasih untuk usaha tidak kenal lelah yang dilakukan oleh para personel militer kita, petugas intelijen, penegak hukum, dan petugas keamanan dalam negeri, tidak ada keraguan, hari ini Amerika menjadi lebih kuat dan al-Qaeda saat ini sedang menuju jalur kekalahannya. Mereka memang akan terus berusaha menyerang kita. Tapi seperti yang kita tunjukan akhir pekan ini kita akan terus waspada,” tambahnya.
Pihak keamanan memperketat pengawasan di New York dan Washington setelah mereka menerima peringatan bahwa al-Qaeda mungkin akan mengirim sejumlah penyerangnya.
Beberapa diantara mereka kemungkinan adalah warga AS dan berencana melakukan pengeboman di salah satu kota tersebut.
Laporan itu sendiri diterima oleh informan CIA akhir pekan lalu, mereka mengatakan informasi itu sebagai informasi “yang kredible namun tidak bisa dikonfirmasi.”
Dalam peringatan yang akan berlangsung hari ini di New York, Obama akan ditemani oleh mantan Presiden George W Bush.
“Amerika tidak akan pernah lupa,” kata Bush dalam acara peringatan di Shanksville hari Sabtu waktu setempat.
“Saya yang semula menjadi presiden dan terfokus pada isu domestik berubah menjadi presiden di waktu perang. Sesuatu yang tidak pernah saya antisipasi dan tidak pernah saya harapkan sebelumnya.”
Obama juga menyerukan agar seluruh negara untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiagaan terhadap teroris.
Obama membuat pernyataan itu dalam pertemuan Sabtu pagi dengan tim keamanan nasional. Menurut pernyataan resmi Gedung Putih, Obama juga mempelajari upaya berkelanjutan untuk mengurangi ancaman potensial teroris. Dia juga mempertimbangkan langkah-langkah yang diambil untuk meningkatkan keamanan negara.
Pertemuan dihadiri Sekretaris Keamanan Dalam Negeri Janet Napolitano, Penasihat Keamanan Nasional Tom Donilon, Asisten Presiden untuk Keamanan Negara dan Terorisme John Brennan, Direktur Badan Intelijen Pusat David Petraeus, Direktur Biro Investigasi Federal Robert Mueller dan pejabat senior lainnya.
Saat ini, AS dalam situasi siaga tinggi, mengingat adanya info ancaman teror selama hari peringatan 9/11. Ancaman itu pertama kali terungkap Kamis lalu oleh pejabat AS bahwa setidaknya tiga orang berencana meluncurkan serangan bom mobil di kawasan Washington DC atau New York selama peringatan.
“Obama mengarahkan timnya untuk mengejar semua informasi ancaman dan untuk memastikan keadaan tinggi kewaspadaan dan kesiapsiagaan saat kita memperingati serangan 9/11,” bunyi pernyataan itu.
Meski begitu, Obama tak mengubah jadwalnya untuk berpartisipasi dalam berbagai acara peringatan di New York City, Pentagon dan Shanksville, Pennsylvania, yang berada di tengah serangan teroris satu dekade lalu. Tragedi itu menewaskan hampir 3.000 orang.
Menlu AS Hillary Clinton juga mengatakan ancaman teror untuk sementara masih belum jelas. Pihak intelijen sudah menunjuk elemen Al Qaeda berada di belakang plot. Pejabat intelijen sejauh ini sudah membuat sedikit kemajuan dalam mengidentifikasi calon penyerang.
Jeritan Menyayat Hati
Pada umumnya ribuan korban serangan 11 September 2001 tewas mengenaskan tanpa sempat memberi pesan terakhir. Namun, dengan perkembangan teknologi dunia melalui radio, ponsel, telepon-telepon kantor di Twin Towers dan bahkan telepon di dalam pesawat yang dibajak, sejumlah korban sempat terekam saat menjerit, berteriak atau dalam menyampaikan pesan terakhirnya. Pesan terakhir itu sangat menyentuh dan menyayat hati bagi yang mendengarnya.
Alice Hoagland, ibu dari Mark Bingham, penumpang pesawat United Airlines dengan nomor penerbangan 93, mencoba menelepon putranya setelah melihat berita mengejutkan tentang pembajak pesawat. Mark tidak menjawab, maka Alice mengatakan kepadanya, suaranya sangat tenang dan layaknya seorang ibu, “Cobalah mengambil alih pesawat…. Kumpulkan sejumlah orang dan lakukan yang terbaik yang dapat kamu lakukan untuk mendapatkan kontrol (atas pesawat itu).”
Telepon ke layanan darurat adalah telepon terakhir dari broker asuransi Kevin Cosgrove ketika kantornya di Lantai 99 di Menara Selatan mulai ambruk. “Oh, Tuhan …. Aaaaarrggggghhhh!” Cosgrove, wakil presiden perusahaan pialang Aon Corp, terdengar berteriak pada pukul 09.58. Suaranya lalu menghilang di tengah suara tabrakan dari menara yang runtuh.
Para penumpang dan awak dari empat pesawat yang dibajak juga sempat membuat upaya terakhir agar tetap hidup. Pramugari pemberani Betty Ong, dalam pesawat American Airlines dari Boston dengan nomor penerbangan 11, menelepon menara kontrol. Ia dengan tenang menjelaskan bagaimana dua rekannya telah ditusuk. “Kokpit tidak menjawab telepon. Saya pikir kami sudah dibajak,” katanya pada pukul 08.19. Kurang dari setengah jam kemudian, Ong dan semua penumpang pesawat itu lenyap dalam bola api di Menara Utara World Trade Center.
Melissa Doi, seorang manajer berumur 32 tahun di IQ Financial Systems yang berkantor di Lantai 83 Menara Selatan World Trade Center, sempat menelepon layanan darurat selama setidaknya empat menit. Doi, dengan suara yang sangat ketakutan, kontras dengan nada tanpa emosi operator, menggambarkan betapa panas suhu di tempatnya berada dan itu membuatnya sulit bernapas.
“Saya akan mati, ya, kan?” jeritnya. “Tidak, tidak, tidak, tidak,” jawab operator. “Saya akan mati,” kata Doi lagi. “Bu, bu… panjatkan doamu,” kata operator yang mencoba menenangkannya. “Tolong Tuhan,” kata Doi. Percakapan itu berakhir tak lama setelah Doi menjerit dengan suara keras, “Tolong!”
Mark Bingham, yang Alice Hoagland panggil “sweetie” dalam pesan itu, diyakini telah membantu dalam memimpin sebuah perlawanan terhadap para pembajak yang menyebabkan pesawat yang mereka tumpangi akhirnya jatuh di sebidang lahan di Pennsylvania. Para pembajak semula ingin mengarahkan pesawat itu ke Washington.
Penumpang pesawat United dengan nomor penerbangan 175, Brian Sweeney, juga meninggalkan pesan untuk istrinya, Julie, hanya beberapa menit sebelum pesawat itu menabrak Menara Selatan. Setelah mendengar suara otomatis pada mesin penjawab, Sweeney meninggalkan pesannya dengan kata-kata sederhana, tetapi menyentuh. “Dengar, saya berada di pesawat terbang yang telah dibajak,” katanya. “Saya hanya ingin kamu tahu saya benar-benar mencintaimu. Saya ingin kamu berbuat baik, berbahagialah. Sama juga buat orangtua saya dan semua orang. Saya benar-benar mencintaimu.”
Sebagian besar keluarga korban tidak sempat  mengucapkan kata perpisahan. Korban yang tewas di World Trade Center bahkan banyak yang tidak teridentifikasi jenazahnya.
Ada sejumlah korban yang sempat melakukan obrolan terakhir dengan keluarga mereka. Beverly Eckert ingat betapa senangnya ia ketika menerima telepon dari suaminya, Sean Rooney, pada sekitar pukul 09.30. Ia menduga suaminya berhasil meloloskan diri dari kantornya di Twin Towers.
Namun, ia bilang sama saya, dia berada di lantai 105 dan saya langsung tahu bahwa Sean tidak akan pernah pulang. Setelah berbicara beberapa menit, ia berbisik, “‘Saya mencintaimu.” Itu dikatakan berulang. Lalu, tiba-tiba saya mendengar ledakan keras,” tulis Eckert di majalah New York minggu ini. Setelah suara itu, suaminya masih hidup, tetapi mereka berdua tahu itu adalah suara gedung yang mulai runtuh. “Saya menyebut namanya berulang-ulang di telepon. Lalu saya hanya duduk meringkuk di lantai sambil memegang telepon.”
Serangan 11 September 2001 adalah empat serangan terorisme yang terjadi pada tanggal 11 September 2001 atau biasanya dikenal Peristiwa 9/11. Para teroris membawa empat pesawat dan menabrakkan ketiganya ke bangunan di Amerika Serikat. Sebenarnya targetnya ada empat bangunan, namun pada kasus terakhir, para teroris gagal.
Kronologis peristiwa 11 September
§  American Airlines Penerbangan 11, yang menabrak menara World Trade Center utara
§  United Airlines Penerbangan 175, yang menabrak menara World Trade Center selatan
§  American Airlines Penerbangan 77, yang menabrak The Pentagon.
§  United Airlines Penerbangan 93, yang menabrak ke tanah.
§  Para teroris itu ingin menabrakkan pesawat ke U.S. Capitol Building atau Gedung Putih. Penumpang di pesawat itu mencoba mengambil alih pesawat, dan para teroris menabrakkan pesawat cepat saat pesawat jatuh.
§  Tiap orang dari keempat pesawat tewas, termasuk seluruh penabraknya. Ribuan jiwa di World Trade Center dan Pentagon juga tewas, dan kedua menara World Trade Center jatuh dan hancur. Inilah serangan terbesar oleh orang non-Amerika pada AS sejak 1814.
Korban serangan 11 September 2001 selain merenggut 2.646 jiwa warganegara Amerika Serikat juga 327 orang warganegara asing, yakni Britania Raya 67 orang. Korea Selatan 28, Kanada dan Jepang 24. Kolombia 17 orang, Jamaika, Meksiko dan Filipina 16. Australia dan Jerman 11 orang. Italia 10 orang dan 1 orang Indonesia (by. heru)