Tingkatkan Ekonomi Rakyat TTS, Pemerintah Bangun Dermaga Kolbano


sergapntt.com [Kupang] -> Guna meningkatkan ekonomi rakyat Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada umumnya serta membuka isolasi trasportasi dari dalam dan luar Pulau Timor, Pemerintah Pusat (pempus) akan membangun sebuah pelabuhan laut di pantai selatan Pulau Timor, persisnya di pantai Kolbano.  
Demikian dikatakan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT, Drs. Bruno Kupok kepada Sergap NTT di Kupang pada Selasa (6/9/11). Menurut pria asal Kabupaten Sikka tersebut, pelaksanaan pembangunan akan dilakukan secara bertahap.
“Untuk tahun 2012 ini, pemerintah akan mengucurkan dana sebesar Rp. 12 miliar,” ujarnya.
Selain memiliki komodi unggulan, Kolbano juga memiliki potensi pariwisata yang menjanjikan. Pantainya nampak bersih, indah dan sejuk dipandang mata. Kolbano juga memiliki kekayaan batu hias (berwarna-warni) yang selama ini diekspor ke Eropa, Cina, Amerika dan Australia. Sayangnya, potensi ini tidak didukung dengan infrastruktur jalan maupun pelabuhan yang memadai.
“Karena itulah Pemprov NTT berkomitmen pada tahun 2012 mendatang pengerjaan pelabuhan itu sudah harus dilaksanakan. Proyek ini,,,,! Pertama; untuk membuka isolasi. Kedua; upaya meningkatkan ekonomi rakyat dan seterusnya. Kita harap dukungan masyarakat agar pembangunan dermaga ini sukses dan selesai pada waktunya,” pinta Bruno Kupok. (by. chris parera)

Bandara Terbesar Di NTT Akan Segera Dibangun Di Mbay


sergapntt.com [Kupang] -> Bandara  terbesar di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan segera dibangun di Mbay, ibukota Kabupaten Nagekeo. Bandara dengan nama Surabaya II itu diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar Rp. 1,5 triliun.
“Lahan di Surabaya II itu sangat memungkinkan. Panjang bandara bisa dibuat mencapai 5000 meter, bahkan lebih. Bandara ini dipersiapkan untuk menjadi bandara terbesar di NTT. Bandara ini untuk pesawat kategori berbadan lebar. Pembangunannya akan dilakukan secara bertahap. Biaya yang dibutuhkan hingga finising akhir bisa mencapai Rp. 1,5 triliun,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Provinsi  NTT, Drs. Bruno Kupok kepada Sergap NTT di Kupang, Selasa (6/9/11).
Jika tak ada aral melintang, dipastikan bandara tersebut akan mulai dikerjakan pada tahun 2012. Untuk itu, Bruno Kupok meminta  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagekeo untuk memastikan status lahan bandara agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat dimulainya proyek pengerjaan bandara.
Warning Bruno Kupok itu bukan tanpa alasan. Sebab, akhir-akhir ini sengketa lahan atau tanah yang sering mencuat ke publik kebanyakan berasal dari Nagekeo, misalnya saja kasus Proyek irigasi Mbay Kiri yang menelan Rp. 40 miliar lebih.
“Hasil konsultasi saya dengan Jakarta, mereka (Depertemen Perhubungan-red) memberi nasehat jangan sampai terjadi seperti di Maluku, proyek mau jalan, masyarakat palang sana-palang sini. Akhirnya proyek terbengkalai. Untuk itu, pemkab (Nagekeo) mesti jamin status tanah itu. Karena ini investasi besar loh,,,! Apalagi bandara di Mbay itu ada kaitannya dengan aspek pertahanan. Karena kita ini diapit oleh dua negara, yakni Republic Demokratica de Timor Leste (RDTL) dan Australia,” tegas Bruno Kupok, mengingatkan.
Sejauh ini NTT telah memiliki 14 bandara dengan kapasitas bervariasi. Namun mayoritas bandara sudah sulit untuk ditingkatkan kapasitasnya lantaran terbentur struktur tanah serta aspek-aspek kehidupan lain.
“Ya,,,, kita harap rencana pembangunan Bandara Surabaya II ini berjalan sukses. Sehingga bandara ini bisa menjadi bandara yang mampu melayani semua kepentingan rakyat NTT,” imbuhnya. (by. chris parera)

Hadapi Bahrain, Boaz Solossa Siap Bermain


sergapntt.com [Jakarta] -> Pemain Timnas Indonesia diingatkan tidak melakukan kesalahan yang sama seperti ketika melawan Iran beberapa hari lalu, saat menghadapi Bahrain di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Selasa (6/9/11) hari ini.
Pemain Timnas Indonesia harus konsisten bermain dan menjaga konsentrasi selama sembilan puluh menit pertandingan. Pemain Timnas juga diingatkan tidak ceroboh melakukan pelanggaran di area pertahanan. Peringatan itu disampaikan pelatih Timnas Wim Rijsbergen di Jakarta, Senin (5/9/11).
Selain kurang konsentrasi selama 90 menit, menurut Wim Rijsbergen, pemain Timnas dianggap lemah lantaran kebobolan dua gol dari situasi bola mati ketika melawan Iran. Hal itu terjadi lantaran para pemain Indonesia ceroboh dalam membuat pelanggaran di area sendiri.
Rijsbergen menilai, situasi set-piece seperti kemarin menguntungkan Iran lantaran memiliki pemain-pemain berpostur tinggi besar. Oleh karena itu, meminimalisasi pelanggaran di daerah sendiri adalah cara paling efektif supaya hal yang sama tidak berulang lagi pada laga melawan Bahrain.
“Jika kehilangan konsentrasi, kita akan kebobolan gol seperti kemarin. Memang secara fisik pemain Iran lebih tinggi, apalagi Javad Nekounam pemain di Liga Spanyol, levelnya berbeda,” ujarnya.
“Perbedaan tinggi badan adalah realitas yang ada. Karena itu, kami tidak boleh kehilangan konsentrasi selama sembilan puluh menit bermain, itu kuncinya. Maka saya katakan kepada para pemain untuk tidak melakukan kesalahan seperti itu lagi (yang menyebabkan free kick di daerah pertahanan sendiri),” tuturnya.
Rijsbergen mengatakan, laga melawan Bahrain bakal berbeda dibanding ketika melawan Iran. Faktor bermain di kandang sendiri, Stadion Utama Gelora Bung Karno, disebutnya bakal menjadi keuntungan besar bagi Firman Utina dkk.
Pada pertandingan nanti, Indonesia akan kehilangan Muhammad Ilham dan Zulkifli Syukur. Kedua pemain Timnas itu tidak bisa diturunkan karena terkena akumulasi kartu kuning. Dengan absennya mereka, maka posisi gelandang kanan dan bek kanan besar kemungkinan diisi oleh Irfan Bachdim dan Supardi.
Sementara itu, Boaz Solossa dan Bustomi dikabarkan sudah siap bergabung lagi ke Timnas. Sebelumnya, mereka berdua tidak bisa ikut terbang ke Iran karena alasan berbeda. Boaz tengah menyelesaikan masalah keluarga di Papua, sementara Bustomi cedera.
Selain Boaz dan Bustomi, Muhammad Nasuha juga sudah bisa diturunkan. Nasuha sebelumnya absen karena akumulasi kartu kuning.
Laga Indonesia kontra Bahrain akan dipimpin oleh wasit dari Korea Selatan, Lee Min-hu. Dia akan dibantu dua asisten wasit, Choi Min-byuong dan Young Ha-kim, serta wasit cadangan, Jo Hyung-jin.
SBY di GBK
Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berencana akan menyaksikan langsung partai Indonesia melawan Bahrain. SBY dan rombongan dijadwalkan duduk di kursi VIP yang tiketnya dibeli sebagaimana para calon penonton lainnya.
“Presiden dan Ibu Negara, insya Allah, akan hadir untuk memberikan dukungan ke Timnas kita,” kata Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha kepada wartawan di gedung Bina Graha, Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/9/11).
SBY beserta Ibu Ani Yudhoyono didampingi sejumlah anggota keluarga Presiden serta staf kepresidenan. Mereka akan duduk di kursi VVIP yang tiketnya masing-masing dibanderol Rp 500 ribu. (sumber: suara karya)

Walikota Kupang Tipu Gubernur NTT


Sergapntt.com [Kota Kupang] -> Ketua DPRD Kota Kupang, Viktor Lerik mengatakan, Wali Kota Kupang Drs. Daniel Adoe telah membohongi Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Drs. Frans Lebu Raya, terkait anggaran kegiatan Konferensi Perubahan Iklim di Copenhagen Denmark Desember 2009 silam.
Modus penipuan yang dilakukan Wali Kota Kupang, menurut pentolan Partai Golkar itu adalah dengan mengatakan seluruh biaya untuk mengikuti Konferensi Perubahan Iklim yang berlangsung di Copenhagen Denmark pada 7 hingga 18 Desember 2009 silam yang diprakarsai oleh ICLEI International Traning Centre (sebuah lembaga local yang peduli lingkungan), ditanggung seluruhnya oleh pihak penyelenggara. 
“Namun setelah saya telusuri, ternyata tidak ditanggung oleh ICLEI International Traning Centre. Ini kan penipuan,” kata putra mantan Wali Kota Kupang, Semuel Kristian Lerik (alm) itu kepada pers di ruang kerjanya, Senin (5/9/11).
Hasil penelusurannya, kata Viktor, semua biaya yang digunakan oleh Wali Kota Kupang untuk mengikuti konferensi tersebut adalah bersumber dari sumbangan pihak ketiga yaitu dari seorang pengusaha.
“Pengusaha yang dimaksud berinisial “Y” yang telah melakukan transaksi dengan Wali Kota Adoe di Hotel Alila di Daerah Jakarta di jalan Pecanongan, pada tanggal 6 Desember 2009 pukul 18.30 WIB,” kata Viktor.
Menurut dia, hasil konfirmasi dan penelusuran yang dilakukannya, ICLEI International Traning Centre selaku pihak penyelanggara hanya menanggung biaya registrasi, tidak untuk semua biaya perjalanan, akomodasi dan biaya lainnya selama berada di negara itu.
Viktor menyebutkan, sesuai dengan surat dari Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI),  yang ditujukan kepada Wali Kota Kupang, bernomor : 274/Apeksi/X/2009, tanggal 30 Oktober 2009, perihal Undangan mengikuti acara United Nations Climate Change Conference (COP15), Copenhagen Denmark, menyebut pihak penyelenggara ICLEI hanya memfasilitasi proses registrasi dan tidak menanggung seluruh biaya akomodasi dan biaya perjalanan.
“Ini sudah terjadi penipuan,” kata Viktor tegas.
Dia mengatakan, jika perjalanan Walikota Kupang itu dengan bantuan pihak ketiga, maka wajib hukumnya Walikota menyampaikan hal itu kepada lembaga DPRD Kota Kupang untuk mendapatkan persetujuan.
“Lembaga dewan tidak pernah disampaikan dan dimintakan persetujuan tentang bantuan pihak ketiga  kepada Walikota Adoe untuk mengikuti kegiatan itu,” ujarnya.
Bahkan Viktor juga mengatakan, perjalanan Walikota juga disertai dengan seluruh keluarganya.
Viktor mengaku, fakta ini baru dibongkar ke media saat ini karena, oknum penguasaha berinisial “Y” yang telah memberikan bantuan dana itu, baru saja menyampaikannya kepada dirinya.
“Saya baru saja dengar dari pengusaha itu pada Minggu (4/9/11) malam, saat perbincangan dengan pengusaha tersebut,” beber Viktor.
Daniel Adoe yang ditemui terpisah mengaku semua biaya yang dipergunakan untuk mengikuti kegiatan di Denmark merupakan sumbangan dan tanggungan pihak ICLEI selaku penyelenggara.
“Jika ada yang mengatakan lain, itu fitnah. Dan jika saya memiliki bukti saya akan laporkan untuk diproses hukum,” kata Ketua DPD II Partai Golkar Kota Kupang itu.
Adoe juga menantang agar pengusaha berinisal “Y” membuktikan  semua perbuatannya, sehingga menjadi terbuka di hadapan publik.
“Pengusaha yang mana yang sudah mengaku memberikan uang kepada saya. Saya minta dia datang untuk ketemu saya,” tegas Adoe. (by. ady)

Wagub NTT: Masih Banyak Umat Hanya Dewasa Dalam Agama, Tapi Dangkal Iman


sergapntt.com [Kabupaten Kupang] -> Dinamika kehidupan bermasyarakat dan bergereja menunjukan masih banyak umat yang kehilangan identitas, kehilangan citra dan cita, hanya dewasa dalam beragama tetapi dangkal dalam iman dan perbuatan; hanya mementingkan kepuasan diri, sehingga diperlukan adanya kerendahan hati, pertobatan dan pengampunan, kesejukan bathin menerima anugerah dan berkat Tuhan.
Demikian dikatakan Wakil Gubernur NTT, Ir. Esthon L. Foenay, M.Si dalam sambutannya pada acara kebaktian syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke 50 Gereja GMIT Oemathonis Nait Jemaat Wilayah Oenesu Klasis Kupang Barat Kabupaten Kupang Provinsi NTT, pada Sabtu (3/9/11).  
Hadir pula Wakil Sekretaris Sinode GMIT, Pdt. Boby Litelnoni, STh, M.Th, Kepala Badan Arsip Provinsi NTT, Ir. Fredik Tielman, Kadis Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Drs. Yosep Lewokeda dan sejumlah pimpinan SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Kupang serta sejumlah pendeta yang berasal dari Klasis Kupang Barat dan sekitarnya.
Karena kedangkalan iman tersebut, Wagub mengajak agar warga jemaat untuk tetap berterima kasih kepada Tuhan dengan doa yang jelas sehingga tetap adanya perhatian, perenungan dan penghayatan terhadap beban kemanusiaan dan beban kemasyarakatan yang berlandaskan iman, pengharapan dan kasih.
 ”Peristiwa HUT Emas Gereja Oemathonis Nait ini menempatkan sekaligus merefleksikan diri untuk meneladani nilai-nilai dan sikap kemanusiaan Yesus Kristus dan menyadarkan kita sekalian untuk adanya tanggungjawab rohani, tanggung jawab moral dan tanggung jawab kemasyarakatan khususnya sebagai warga kristiani dengan berbuat secara nyata dalam meningkatkan kualitas kehidupan sesuai pancaran keteladanan Yesus Kristus agar berguna dan bermanfaat bagi banyak orang,” tandasnya.
Keberadaan Gereja GMIT Oemathonis Nait, lanjut Wagub, terhitung sejak 3 September 1961 silam, merupakan salah satu pilar rohani dan instrumen spiritual yang memberikan daya dorong tersendiri dalam upaya dan usaha mengatasi berbagai pergumulan hidup masyarakat khususnya warga gereja baik secara pribadi maupun kelompok.
”HUT Emas Gereja dan jemaat Oemathonis Nait ini juga memberikan perenungan kepada kita sebagai warga jemaat untuk dapat membaca kehidupan kita, baik secara pribadi, keluarga maupun kemasyarakatan dalam dimenasi relasinya dengan Allah Yang Maha Kuasa, dengan sesama dan dengan lingkungan kehidupannya,” kata Wagub dan menambahkan, ”Syukuran ini merupakan sebuah pembuktian betapa penyertaan Tuhan yang sangat luar biasa.”
Di tempat yang sama, Wakil Sekretaris Sinode GMIT, Pdt. Boby Litelnoni, STh, M.Th dalam suara gembalanya mengatakan, tantangan iman jemaat di masa mendatang bukan terletak pada kemegahan gedung gereja tetapi pada kualitas iman warga jemaat. ”Karena itu, saya berharap agar para pendeta dan jemaat di sini memperhatikan kualitas iman jemaat. Kalau anak minta beli buku sekolah, terkadang orang tua katakan uang tidak ada. Tetapi kalau mau beli parabola untuk nonton sinetron, itu ada uang,” ucap Pdt. Boby, sekadar memberi contoh. (by. ferry guru)