Waspada,,,! Gunung Lewotobi Akan Meletus


sergapntt.com [Flores Timur] -> Warga yang bermukim di kaki Gunung Lewotobi, termasuk para pelancong yang sedang berada di sekitar gunung yang terletak di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur itu diminta untuk selalu bersikap waspada. Sebab gunung tersebut telah memberi sinyal akan meletus.
Imbauan tersebut disampaikan aparat Kecamatan Wulanggitang, Flores Timur setelah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikan status gunung itu dari normal aktif menjadi waspada.

“Tanggal 1, 2 dan 3 (September 2011) kemarin, ada staf dari kantor kecamatan yang mengumumkan agar masyarakat waspada, karena ada peningkatan status Gunung Lewotobi dari normal aktif menjadi waspada,” ujar Lius Lamuri, salah seorang warga yang terletak di kaki Gunung Lewotobi.

Daerah yang bakal menjadi sasaran letusan antara lain, Desa Hokeng Jaya, Klantalo, Duri, Wolorona, Sukutukang, Boru, Depu, dan Nobo.
Akibat peningkatan status ini, warga mulai takut ke kebun yang berada di kaki gunung. “Setelah dikeluarkan pengumuman itu, warga tidak berani keluar rumah dan takut ke kebun,” papar Lius.

Laporan PVBMG menyebutkan, jika gunung meletus, kawasan rawan terhadap hujan abu dan lontaran batu, yakni Desa Nobo dan Nurebelang di Kecamatan Ilebura.

Aktivitas Gunung Lewotobi mulai meningkat gempa vulkaniknya dari rata-rata 5 kali menjadi 24 kali dalam sehari. Gunung ini terakhir meletus pada tahun 1935 berupa letusan eksplosif dengan awan panas. (by. Edy Tokan)

Bank NTT Tambah 2 Unit Pelayanan dan 1 CAPEM di Nagekeo


sergapntt.com [Nagekeo] -> Bank NTT terus melakukan terobosan demi meningkatkan pelayanan bagi masyarakat Kabupaten Nagekeo. Kiat yang dilakukan antara lain menambah  dua (2) unit pelayanan di Kecamatan Mauponggo dan Nangaroro, serta satu (1) kantor Cabang Pembantu (Capem) Boawae.
Demikian dikatakan Kepala Cabang Bank NTT Mbay, Mathius Mangi di Mbay, ibukota Nagekeo. “Kita berencana, setelah 2 unit dan 1 Capem ini terbentuk, kedepan kita akan buat lagi unit pelayanan Bank NTT di semua kecamatan di Nagekeo. Langkah ini demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Setidaknya akses masyarakat lebih mudah ke Bank NTT,” ujar Mangi.
Menurut dia,    selain mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, target lain yang ingin capai Bank NTT adalah pemberdayaan ekonomi rakyat melalui pemberian kredit mikro.
“Unit Nangaroro dan Mauponggo akan mulai beroperasi dalam waktu dekat, paling lambat bulan Agustus (2011). Sedangkan Capem dioperasikan September 2011,” tegasnya. (by. chris parera)

2011, Pemerintah Akan Merekrut 200 Ribu CPNS


sergapntt.com [Jakarta] -> Laporan Panitia Kerja (Panja) Kebijakan Belanja Pemerintah Pusat RAPBN-2011 yang beranggotakan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dan Pemerintah memutuskan untuk menambah jumlah pegawai negeri (PNS) sebesar 200 ribu orang pada Tahun Anggaran (TA) 2011. Jumlah itu termasuk dengan pengangkatan pegawai honorer menjadi PNS.
“Penambahan pegawai baru 100 ribu orang sebagai antisipasi untuk mengganti sumber daya manusia (SDM) PNS yang memasuki usia pensiun. Kebijakan ini dimasukkan dalam kebijakan belanja pegawai,” papar Ketua Banggar DPR RI, Harry Azhar Aziz dalam laporan Panja yang digedung DPR RI Jakarta.
Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan pihaknya menyetujui laporan Panja Kebijakan Belanja Pemerintah Pusat dalam RAPBN 2011.
Panja beranggotakan 44 anggota Banggar dan 11 wakil Pemerintah dengan koordinator Harry Azhar AzIs dan Olly Dondokambey.
Panja Kebijakan Belanja Pemerintah Pusat bertugas melakukan pembahasan kebijakan pemerintah pusat yang terdiri atas belanja pegawai, belanja barang, belanja modal, pembayaran bunga utang, subsidi non energi, bantuan sosial, belanja lain-lain, dan belanja kementerian/lembaga (K/L) dalam RAPBN 2011.
Hal senada diamini Menteri PAN dan RB, EE Mangindaan. Dia mengatakan, kuota CPNS tahun 2011 ini sama dengan tahun 2010 lalu atau sekitar 200 ribu PNS. Dari jumlah itu akan ikut direkrut juga para honorer daerah.
“Masih ada beberapa ratus honorer yang masih di verifikasi dan akan dimasukkan dalam kuota CPNS 2011,” kata Mangindaan.
Ia menambahkan, diharapkan 2012 mendatang penerimaan CPNS sudah akan masuk pada zero growth. Itu dapat dilakukan bila para honorer daerah sudah terakomodir semuanya.
“Kalau tahun ini belum bisa, nanti 2012 baru bisa karena sudah masuk pada reformasi birokrasi,” tegasnya.
Dijelaskannya, yang dimaksud zero growth adalah penerimaan CPNS betul-betul hanya sesuai kebutuhan.
 “Jadi berapa yang pensiun dan berhenti kita isi supaya menjadi the right size and the right function.  Kalau itu sudah jalan,,, baru kita evaluasi apakah strukturnya sudah rapi atau gemuk. Pendistribusiannya memang perlu kita atur lagi,” imbuhnya.
Saat ini, kata Mangindaan, yang perlu dilakukan adalah memperbaiki struktur yang ada. “Makanya daerah jangan sembarang mengajukan kalau strukturnya belum jelas. Berapa kebutuhan minimal harus jelas dulu, sesuai kebutuhan dan formasi yang dibutuhkan. Terutama formasinya, kita butuh insinyur lalu usulkan ekonom,, kan jadi lucu. Dan ini masih terjadi di beberapa daerah, makanya perlu kita perbaiki,” tandasnya. (by. eka taufik)

PNS Bakal Dapat Bantuan Rp. 15 Juta


sergapntt.com (Jakarta) -> Ini kabar gembira bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ingin memiliki rumah. Sebab, Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil (Bapertarum – PNS) akan menambah bantuan uang muka dan bantuan biaya membangun rumah bagi PNS sebesar Rp.15 juta. Kebijakan ini mulai berlaku September 2011 dan seterusnya.
“Bantuan uang muka tersebut diharapkan bisa meringkankan PNS untuk memiliki rumah,” ujar Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Monoarfa sebagaimana dikutip dari situs resmi Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) di Jakarta, Sabtu (3/9/2011).
Suharso memaparkan, jumlah PNS yang belum mempunyai rumah saat ini sekitar 1,3 juta orang. Tambahan bantuan uang muka ini nantinya akan diikuti dengan kenaikan iuran Bapertarum–PNS. Namun jumlah iurannya belum ada kesepakatannya hingga saat ini.
Sementara itu, Kepala Sekretariat Tetap Bapertarum–PNS, Mohammad Yasin Kara mengatakan, dana yang terkumpul dari iuran PNS yang dikelola oleh Bapertarum–PNS saat ini berjumlah sekitar Rp. 6,2 triliun. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan, dari bunga hasil pengelolaan dana tersebut setiap 12 bulan Bapertarum–PNS bisa membantu pembiayaan perumahan bagi PNS sebanyak 40 ribu unit rumah.
“Salah satu kendala PNS dalam membeli rumah adalah minimnya uang muka yang dimiliki. Oleh karena itu, saya harap bantuan dari Bapertarum – PNS ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh PNS yang bersangkutan,” pintanya.
Tambahan Bantuan Uang Muka dan bantuan Biaya Membangun, lanjut Yasin Kara, merupakan tambahan bantuan dana yang bersumber dari iuran Taperum – PNS yang terkumpul dari seluruh PNS yang harus dikembalikan dengan tingkat suku bunga paling tinggi enam persen.
PNS yang mengajukan bantuan ini harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan, yaitu membayar iuran Taperum – PNS, PNS Golongan I, II, III memiliki masa kerja paling singkat lima tahun, belum pernah menerima dan memanfaatkan layanan Taperum – PNS, belum memiliki rumah, khusus untuk permohonan biaya sebagian biaya membangun harus memiliki tanah yang dibuktikan dengan bukti kepemilikan hak atas tanah yang sah, mengisi serta mengajukan formulir permohonan tambahan bantuan serta persyaratan lain yang  berlaku di bank pelaksana.
“Kami juga akan melakukan kerja sama dengan bank-bank lain, khususnya bank yang telah bekerja sama dengan Kemenpera untuk menyalurkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sehingga bisa lebih luas menjangkau PNS di daerah,” paparnya.
Tambahan Bantuan Uang Muka dan Tambahan Bantuan Biaya Membangun untuk Golongan I Rp. 13,8 juta, Golongan II Rp. 13,5 juta, Golongan III Rp13,2 juta. Sedangkan Bantuan Biaya Membangun rumah untuk Golongan I Rp. 1,2 juta, Golongan II Rp. 1,5 juta dan Golongan III Rp. 1,8 juta. (by. eka taufik)

Polisi PBB Tewas Tenggelam Di Teluk Mota Ain


sergapntt.com -> Seorang polisi PBB asal Pakistan, Letnan II. Kamran Kan yang bertugas di perbatasan Republic Demokratica de Timor Leste (RDTL dan RI tewas tenggelam di Teluk Raikun Mota Ain, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur, akibat perahunya terbalik.
Kepala Imigrasi Mota Ain, Wijai Umar yang dihubungi dari Kupang, Jumat (2/9/2011), membenarkan peristiwa naas yang menimpa anggota polisi PBB asal Pakistan tersebut. Dia menjelaskan, perahu yang mereka tumpangi untuk rekreasi itu terbalik karena kehilangan keseimbangan.
Menurut Umar, peristiwa itu terjadi pada Kamis (1/9/2011) siang, setelah mereka ditolak masuk ke wilayah Indonesia untuk berekreasi mengisi hari libur di sekitar tapal batas kedua negara.
“Jumlah mereka sekitar 13 orang dengan menggunakan dua mobil. Mereka meminta izin masuk ke wilayah kita untuk berekreasi, namun saya tidak mengizinkan,” ujar Wijai Umar.
Rombongan polisi PBB itu kemudian kembali ke wilayah Timor Leste dan memarkir mobilnya di sekitar pos penjagaan Batugade, Timor Leste.
Mereka kemudian berjalan kaki ke arah pantai untuk berekreasi di sekitar Teluk Raikun Mota Ain, Indonesia. Ketika melihat sebuah perahu kecil ditambat di bibir pantai, tujuh dari 13 anggota polisi PBB itu langsung menarik ke arah laut untuk menumpangnya.
Perahu kecil milik Joni, seorang nelayan asal Desa Silawan, Kabupaten Belu, diambil ketujuh anggota polisi PBB itu tanpa sepengetahuan sang pemilik. Setelah berputar-putar di Teluk Raikun Mota Ain, perahu tersebut terbalik karena kehilangan keseimbangan.
Ketujuh anggota polisi PBB tersebut sempat tenggelam, namun hanya Letda Kamran Khan yang tidak berhasil diselamatkan oleh keenam rekannya, dan langsung dievakuasi ke Maliana, Distrik Bobonaro, Timor Leste.
“Kejadiannya begitu cepat, dan korban langsung dievakuasi ke Maliana oleh rekan-rekannya. Namun, nyawanya tidak bisa terselamatkan,” papar Wijai Umar. (by. anto nahak)