Polisi dan Polwan Tertangkap Selingkuh


sergapntt.com [KUPANG] – Oknum anggota polisi dari unit Narkoba Polda NTT, Brikpol Yudi A.Putra dan anggota Polwan, Bripda Ismawati S. Badey, tertangkap basah sedang bermesraan di kamar kost milik Ismawati. Keduanya digebrek tim Provos Polda NTT, Sabtu (6/8/2011).
Kabag Humas Poplda NTT, Kompol Antonia Pah, ditemui di ruang kerjanya, Senin (8/8/2011) membenarkan Kasus perselingkuhan kedua anggota polisi itu. Menurut Antonia Pah, kedua pasangan selingkuh tersebut tertangkap basah di salah satu warnet, kamar kos milik Bripda Ismawati, di depan Stadion Merdeka, Kupang.

“Saat ini kasus selingkuh sedang ditangani Provos Polda NTT,” tegasnya.

Sebelumnya, nggota Polwan Polda NTT berinsial Briptu ES akan segera diperiksa penyidik Propam Polda NTT. Briptu ES dipergoki sedang berduaan dengan AKBP M dikamar kos miliknya. Keduanya diduga menjalin hubungan asmara tanpa ikatan sah.
Kapolda NTT Brigjen Polisi Yorri Yance Worang melalui Kasubdit Penerangan Umum Humas Polda NTT, Kompol Antonia Pah ketika dikonfirmasi, Senin (23/5/2011), mengatakan, kasus dugaan perzinahaan itu telah ditangani penyidik Propam Polda NTT.
Beberapa saat setelah keduanya yaitu AKBP M dan Briptu ES digrebek menurut Antonia Pah, langsung dibawah ke Profos Polda NTT untuk dimintai keterangan. “Keduanya sempat diambil keterangannya,” kata Antonia Pah.
Dia mengatakan, pihak Polda NTT akan berkordinasi dengan Polda Jawa Tengah untuk kepentingan pemeriksaan terhadap AKBP M yang sudah dimutasikan ke Semarang.
By. TEAM

SITEMAP / sergapntt.com


NTT Cinta Produk Lokal


Produk asli Indonesia merupakan salah satu jati diri bangsa, dimana bangsa yang menghargai sumber daya alam adalah bangsa yang bangga terhadap tanah airnya. Oleh karena itu NTT akan mempromosikan produk lokal khususnya produk NTT di tingkat nasional sekaligus mengisyaratkan bahwa masyarakat NTT sangat menghargai produk lokal.
Dalam rapat terbatas pada Senin (1/8) yang dipimpin Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi  NTT, Drs. Andreas Jehalu, M.Si dan dihadiri Biro Ekonomi Setda NTT,  Badan Bimas Ketahanan Pangan dan Penyuluhan  (BKPP) Provinsi NTT,  Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTT, Bappeda dan  Humas Setda NTT dibahas beberapa materi yang akan dibacakan oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Fransiskus Salem, SH, M.Si pada acara Penilaian Pemberian Penghargaan Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN) yang diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian dan Perdagangan RI di Jakarta. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk menggalakan dan mengimbau masyarakat NTT untuk mencintai dan memakai produk lokal NTT yang kualitasnya tidak kalah dengan produk asing.
Produk- produk lokal yang akan dipresentasikan Sekretaris Daerah Frans Salem antara lain : pengolahan jagung sebagai komoditi multi guna yaitu sebagai bahan pangan dan industri dan tenun ikat daerah dimana regulasinya diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) NTT tentang pakaian tenun ikat motif daerah NTT. Sekda juga akan memaparkan empat tekad Pemerintah Provinsi NTT yaitu menjadikan NTT sebagai Provinsi Jagung, Provinsi Ternak, Provinsi Cendana dan Provinsi Koperasi.
Seperti diketahui selama ini Provinsi NTT juga telah banyak mengikuti berbagai lomba di ajang nasional, yaitu atas hasil kerjasama BKPP dan ibu-ibu PKK dari setiap kabupaten/kota di NTT. Pada tahun 2011 ini NTT akan mengirimkan peserta guna mengikuti perlombaan pangan lokal di Provinsi Gorontalo yang akan diwakili ibu-ibu PKK dari Kabupaten Sumba Barat Daya. +++verry guru+++

KOMPASS BERSINERGI DENGAN KUB


sergapntt.com [KUPANG] – Wakil Gubernur NTT, Ir. Esthon L. Foenay, M.Si  meminta kepada Komunitas Perempuan Lintas Batas (KOMPASS) agar bisa bersinergi dengan Kelompok Umat Basis (KUB) dalam menjalankan berbagai program khususnya pemberdayaan ekonomi perempuan dan anak.

”Saya menyambut baik kehadiran KOMPASS. Karena dengar nama saja orang sudah berpikir bahwa KOMPASS punya reputasi global. Berpikir global tapi bertindak lokal. Saya juga minta agar KOMPASS dapat bersinergi dengan KUB,” tandas Wagub saat bertatap muka dengan jajaran pengurus KOMPASS Provinsi NTT yang dipimpin Margaretha Bhubhu, S.Pd.
Menurut Wagub, sinergitas KOMPASS dengan KUB penting karena di dalam KUB ada pendekatan kultural dan religi. Selain itu, Wagub juga meminta agar KOMPASS segera mendaftarkan diri agar organisasi ini mendapat legitimasi formal sehingga memiliki payung hukum dan bisa diterima baik oleh masyarakat.
Wagub berharap agar KOMPASS juga dapat mengenal dengan baik kultur, kebiasaan dan adat masyarakat tempat di mana KOMPASS berkiprah. ”Saya minta juga KOMPASS dapat mengenal kultur dan sejarah masyarakat tempo dulu. Ini bagian dari refleksi budaya,” pinta Wagub seraya mencontohkan dan menyebutkan nama-nama kampung yang ada di wilayah Oepura dan sekitarnya.
”Di situ ada kampung Kadalamea, Pola, Kompleks Mangga Tua atau Kompleks Sosial, Kampung Oepura, Kampuang Oepura Mata Air, Kampung Islam, Oebufulai dan Konfau. Saya harap KOMPASS kenal dan tahu kultur masyarakat dengan baik. Ini hanya salah satu contoh,” sebut Wagub, bersemangat.
Di tempat yang sama, Karo Pemberdayaan Perempuan Setda NTT, dr. Yovita Mitak menjelaskan, perjuangan kaum perempuan selama ini masih belum sampai ke tingkat akar rumput. ”Karena itu kami pikir perlu membuka jaringan dan akses perjuangan kaum perempuan hingga ke tingkat basis,” tegas dia dan mengaku, berdasarkan hasil evaluasi kaum perempuan perjuangan kaum perempuan selama ini belum maksimal. (by. verry guru)

Kejari Ba’a Dalami Dugaan korupsi di Dinas Pertambangan Rote Ndao


sergapntt.com [Ba’a] – Kejaksaan negeri (Kejari) Ba’a mendalami kasus dugaan korupsi proyek pengadaan sumur gali yang dikelola oleh Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Rote Ndao Tahun Anggaran (TA) 2007 yang pernah diusut sebelumnya. Kali ini, tim panitia PHO proyek tersebut atas nama Yusuf Pandie dkk telah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara pada tahun 2009 lalu, Mantan Kadis Pertabangan dan Energi Rote Ndao, Wilhelmus Rohi dan Direktur CV Viarye, Helmin Melkianus pernah dihukum penjara dalam kasus yang sama dan saat ini telah bebas.
Kasi Pidsus Kejari Ba’a, Noven Bulan, S.H mengatakan hal itu ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (2/8/2011) siang. Menurut Noven, setelah penyidik kejaksaan memperlajari berkas putusan perkara majelis hakim PN Rote Ndao terhadap mantan Kadis Pertambangan dan Energi Rote Ndao, Wilhelmus Rohi dalam kasus korupsi yang sama, ternyata proyek pengadaan sumur gali itu dinyatakan seratus persen oleh tim panitia PHO padahal tim panitia PHO tersebut tidak pernah turun dan melakukan pemeriksaan di lokasi proyek.
“Jadi ada dugaan kesalahan dari kerja tim panitia PHO yakni tersangka Yusuf Pandie dkk yang ikut menyebabkan terjadinya kasus korupsi yang merugikan negara dalam pengelolaan proyek sumur gali itu. Makanya, kasus ini kami angkat lagi dan tim panitia PHO ditetapkan sebagai tersangkanya,” kata Noven.
Dikatakan Noven, proyek pengadaan sumur gali di Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Rote Ndao dikerjakan tahun anggaran 2007 dengan dana sebesar Rp 203.060.000,00 (Rp 203 juta lebih). Pelaksanaan proyek ini bermasalah sehingga merugikan negara sebesar Rp 104.379.000,00 (Rp 104 juta lebih). Kasus ini kemudian diusut pihak penyidik kejari Ba’a pada tahun 2009 dan dua orang yang bertanggung jawab saat itu yakni Wilhelmus Rohi dan Helmin sempat diproses hukum.
“Untuk melengkapi berkas BAP tersangka tim panitia PHO, Yusuf Pandie dan kawan-kawannya yang berjumlah empat orang, saat ini kami sedang melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Diharapkan proses penyidikan kasus dugaan korupsi ini bisa berjalan lancar sehingga para tersangka bisa segera dibawa ke pengadilan tipikor untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka,” kata Noven. (danny panie)