Gema Pemilukada Nagekeo 2013-2018


Andreas Dua
sergapntt.com [NANGARORO] –  Masa kepemimpinan Drs. Johanes Samping Aoh-Drs.Paulus Kadju tinggal satu tahun lagi. Masa kerja Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Nagekeo yang terpilih pada 11 Agustus 2008 itu akan berakhir pada tahun 2013 mendatang. Selalunjutnya 76 ribu lebih pemilih Nagekeo akan memilih Bupati dan Wakil Bupati baru periode 3013-2018.
Santer terdengar para kandidat bupati dan wakil bupati mulai mempersiapkan diri. Bahkan ada yang sudah rajin menemui rakyat hingga ke pelosok-pelosok desa. Figur-figur yang disebut-sebut siap ambil bagian sebagai Calon Bupati pasca Johanes Samping Aoh alias Nani Aoh – Paulus Kadju antara lain, Drs. Piet Nuwa Wea, Servasius Phodi, S.H, dr.Yohanes Don Bosco Do, M.Kes, Drs. Elias Djo dan  Andreas Dua.
Thomas Tiba Owa
Nani Aoh sendiri dipastikan tidak akan maju lagi karena terbentur aturan dan larangan Mendagri. Sebab, politisi gaek ini telah dua kali menjabat sebagai Bupati, yakni Bupati Kabupaten Ngada dan Nagekeo.  Sedangkan Paulus Kadju  diberbagai pertemuan telah menyatakan  sikap akan maju sebagai Calon Bupati. Soal wakil, kata dia, masih dijajaki.  
Lalu siapa Calon Wakil Bupati yang sudah siap tampil? Hingga kini baru Paul Nuwa Feto, Thomas Tiba Owa, Gaspar Batubata, Ahmad Daeng, dan Drs. Loresn Pone yang digembar-gembor telah siap melantai di bursa Pmilukada Nagekeo 2013-2018.

Di pemilukada kali lalu, Nagekeo memiliki jumlah pemilih 76.185 orang, dan 230 TPS yang tersebar di tujuh kecamatan, yakni Aesesa, Aesesa Selatan, Wolowae, Keo Tengah, Nangaroro, Mauponggo dan Boawae.
Paulus Kadju

Kini gema pemilukada perlahan terus merasuki warga Nagekeo. Hampir setiap waktu, isu pemilukada jadi bahan obrolan utama. Yang dibicarakan masih seputar kurang lebih para figur yang bakal maju.


Soal peluang, semua punya peluang. Itu sebabnya, sekarang ini para kandidat sedang intens membangunan komunikasi dengan partai-partai politik guna bisa tancap gas di arena pemilukada. Selain partai politik, sejumlah kandidat pun sedang mengendus peluang di jalur independen. Soal dipilih atau tidak, itu semua tergantung rakyat.

By. ENYA DA BARA

Polisi Tidak Profesional


sergapntt.com [KUPANG] – Kasus salah tembak yang dilakukan polisi di sejumlah tempat di Indonesia, termasuk di Kabupaten Rote Ndao dan Kota Kupang benar-benar membuat rakyat gerah. Bahkan muak ketika mendengar nama polisi. Apalagi Polisi Lalu Lintas (Polantas) yang mulai ramai dipergunjingkan doyan ‘memeras’ pelanggar lalu lintas.
Sepekan terakhir polisi kembali disoroti. Kali ini akibat ulah delapan orang anggota Buru Sergap (Buser) Polres Kupang Kota yang salah menembak target dalam sebuah penggrebekan judi Sabung Ayam di Kampung Sabu, belakang Pasar Inpres Naikoten I Kota Kupang, Minggu (15/1/12) sekitar pukul 17.30 WITENG. Maksudnya ingin memberi peringatan, tapi justru peluru mengenai Jefri Mengi Uly (10) dan Darius Bara alias Gus Dur (34).
Menurut Dekan Fakultas Hukum Universitas Katholik Widya Mandira (Unwira) Kupang, Dr. Frans Rengka, SH.M.Hum, kasus salah tembak terhadap Jefri dan Gus Dur menunjukkan bahwa institusi polisi dalam melaksanakan tugasnya, bukan makin baik, tapi justru tambah buruk. Dari beberapa peristiwa ini membuktikan bahwa polisi tidak profesional. Tidak ada alasan bagi polisi untuk bisa keliru atau salah tembak. Ini kesalahan fatal. Mengapa ? Itu karena lunturnya penghayatan terhadap tugas dan tanggungjawab sebagai aparat yang harusnya mengayomi, melindungi dan melayani masyarakat.
Kasus salah tembak, kata Frans Rengka, tak akan terjadi, apabila polisi bertindak profesional dengan menggunakan prosedur tetap (protap) penggunaan senjata api. Apalagi insiden penembakan terhadap warga sudah 4 kali terjadi di NTT. Mestinya, dalam melaksanakan tugas polisi harus bekerja dengan informasi yang jelas dan akurat. Misalnya, mau menangkap orang, tentunya polisi harus memiliki sejumlah bukti dan informasi yang jelas. Dan juga harus melalukannya sesuai dengan protap yang berlaku. Bukan asal sembarang tangkap orang. Apalagi sampai menembak.
Untuk itu, langkah pembenahan perlu dilakukan Polri. Pertama; yang harus dilakukan adalah memperketat psikotes dan tes mental hak memegang senjata api (senpi). Para personel polisi yang memegang pelbagai jenis senjata diharuskan melakukan rephysiological test. Sehingga, para anggota yang gagal tes tidak diberikan hak memegang senjata api guna menghindari penyalahgunaan pemakaian.
Kedua; komunikasi aktif atasan dan bawahan. Pemerintahan era Presiden Abdurrahman Wahid memang sukses menggagas pemisahan TNI dan Polri. Tepat di tahun 2002, pemerintahan Presiden Megawati mengeluarkan keputusan ‘perceraian’ TNI-Polri. Di Era reformasi ini, jajaran komandan di kepolisian seharusnya tidak lagi terbiasa menganggap bawahannya sebagai prajurit yang hanya bisa diperintah tanpa diajak berkomunikasi.
Ketiga; jeda hak menggunakan senjata api. Keputusan itu adalah ‘meliburkan sementara’ para anggota polisi yang baru  selesai bertugas dari daerah konflik agar tidak membawa senjata. Hal ini sangat penting dilakukan demi menghindari penggunaan senjata di luar kendali. Karena, dapat dimaklumi bahwa tekanan emosi yang baru usai dinas di wilayah rawan biasanya bervolume tinggi akibat ketegangan dan rasa lelah selama bertugas.
Keempat; melindungi bawahan. Sudah saatnya para pimpinan di kepolisian, baik di tingkat atas maupun di tingkat bawah bertanggung jawab penuh atas tindakan yang dilakukan oleh para bawahan. Tentunya tanggung jawab diberikan selama bawahan memang taat, patuh dan menjalankan tugasnya di lapangan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Pimpinan tidak boleh `mengkambinghitamkan’ bawahan demi menyelamatkan dirinya sendiri.
Polisi tidak boleh meniru kasus pembantaian Santra Cruz di Dili, Timor Timur  tahun 1992 ataupun Trisakti dan Semanggi (1998). Ketika itu, bawahan dan hanya komandan di lapangan saja yang dijadikan ‘tumbal’. Bawahan layak dipersalahkan di hadapan hukum, jika perintah atasan dan prosedur hukum memang dilanggar.
Banyak keluhan juga yang saya dengar dari polisi tentang situasi dilematis ini: menahan kokangan senjata dengan resiko sanksi dari atasan, atau menembak dengan resiko dipersalahkan Komnas HAM, LSM, dan lain sebagainya. Sementara komandan tiarap menyelamatkan diri. Inilah dilema yang selalu mendera polisi di lapangan.
Untuk memperbaiki citra polisi yang mulai cenderung kurang disukai masyarakat, maka pimpinan Polri harus menginstruksikan kepada seluruh jajarannya agar mulai menampilkan keramahtamahan, bukan menyapa rakyat dengan raut menakutkan. Polisi bisa meniru kegiatan yang TNI terapkan seperti bakti sosial dan lain sebagainya.
Khusus untuk anggota Polri yang menjadi Polantas, kata Frans Rengka, sebaiknya tidak asal main tilang atau menghentikan para pengendara sepeda motor maupun mobil hanya demi beberapa lembar uang. Seharusnya, razia yang dilakukan oleh polisi saat ini, seyogianya lebih difokuskan pada operasi penggeledahan senjata api atau senjata tajam, ketimbang STNK dan SIM. Ini, jika kita masih sadar bahwa senjata api ataupun senjata tajam sudah begitu lumrah menyebar untuk aksi kejahatan. Bila operasi ini diberlakukan secara rutin, diharapkan penyebaran berbagai jenis senjata secara illegal bisa diminimalkan. Perlahan-lahan citra polisi pun akan semakin membaik karena dinilai bisa menjadi pengayom masyarakat sekaligus penegak hukum dalam arti sesungguhnya. Tetapi, jika para petinggi Polri tetap enggan berbenah, maka ketidakpuasan masyarakat terhadap kepolisian seperti sekarang ini akan makin sulit dipulihkan.
Sementara itu Kapolda NTT, Brigjen Pol. Rikcy HP Sitohang melalui Kabid Humas Polda NTT, Kompol Ny Anthonia Pah mengaku delapan orang polisi yang menggerebek Sabung Ayam di Pasar Inpres Naikoten I Kupang itu tidak sengaja menembak Jefri dan Gus Dur. Toh begitu, para anggota yang bermasalah tersebut telah ditahan dan diproses hukum direktorat Provesi dan Pengamanan (Propam) Polda NTT sejak Senin (16/1/12).
By. WJ/CP

Kupang Menjanjikan Kenikmatan Malam


sergapntt.com [KUPANG] – Kupang memang tak seramai Jakarta. Namun jangan dikira Kupang tak menyimpan magnet yang mampu mendatangkan pelancong dari berbagai belahan dunia. Sebagai ibukota provinsi terselatan di NKRI, Kupang selalu menawarkan kenikmatan tersendiri. Selain pantainya yang eksotis, Kupang juga memiliki kehidupan malam yang aduhai. Tak percaya? Mari kita selidiki!
Sebagai kota yang sedang berkembang, Kupang selalui diwarnai sesuatu yang baru. Usaha baru, gedung baru, mall baru, dan lain-lain yang baru. Semua serba baru dari waktu ke waktu. Begitu juga dengan kehidupan malamnya. Diskotik baru, pub baru, cafe baru, plus cewek ‘siap saji’ selalu datang silih berganti dengan wajah, body dan dandanan baru. 
Bagi para penikmat syahwat, something new in the world tonight adalah surga yang sayang jika dilewatkan. Itulah sebabnya Kupang mulai dibanjiri para ABG atau para Pekerja Seks Komersial (PSK) yang kebanyakan datang dari Pulau Jawa. Bagi penjual jasa tubuh ini, Kupang merupakan “tempat kerja” yang menjanjikan rupiah berjuta-juta. So pasti, kedatangan mereka langsung disambut senyum sumringah para penikmat cinta sesaat.
Tak hanya pelancong dari luar negeri seperti Australia dan Timor Leste, sejumlah pejabat daerah, baik eksekutif maupun legislatif pun mulai doyan ke Kupang hanya untuk sekedar tahu bagaimana dasyatnya ‘berkelahi’ dengan “barang impor”.  Tak jarang pula sebagian dari mereka menyisikan waktu tugasnya ke Kupang untuk merasakan nikmatnya bermalam di Kota Kupang.
Yuk,,, kita mulai dari lokalisasi Karang Dempel (KD) Tenau Kupang. Di ujung Barat Kota Kupang ini terdapat ‘hiburan’ yang siap memuaskan pengunjung. Mulai dari berkaroke hingga esek-esek, semua lengkap dengan harga terjangkau. Pengunjung tinggal memilih. Barang bagus dengan harga sedikit mahal, atau barang rongsokan dengan harga setengah gratis. Semua terserah anda. Hahaha,,,,,!
Kembali lagi kita ke tengah kota. Di pinggir pantai nan asrih berdiri dua gedung yang menampung para PSK. Harganya pun terbilang mahal sesuai kantong orang Kupang. Tipis tapi so tajir. Qiqiqiqi,,,! Sekali berlayar diatas ranjang, kaum pria hidung belang biasa dipatok Rp100 ribu hingga Rp150 ribu. Toh begitu, usai berpesta, semua keluar dengan wajah ceria. Mau tau tempatnya? Kunjungi Bolekale dan Citra. Eidssss,,,, anak-anak dilarang ikut! Ini khusus orang dewasa!
Selain James alias jaminan esek-esek, tempat ini juga menawarkan hiburan olah vokal. Sekali melantunkan lagu, Rp1000 harus ikut. Bayar gituloh. Suasana makin hidup mulai terlihat jika botol bear mulai sesak di meja pengunjung. Sekaligus warning bagi sicurity kalau si pengunjung sudah berada di dua dunia, antara sadar dan mabuk. Hahahaha,,,,!
Suasana yang sama pun bisa dirasakan di Bogenvile Pub, atau tempat-tempat hiburan lain yang ada di Kota Kupang. Walau begitu, masih ada pub-pub yang hanya memperbolehkan pengunjung untuk adu suara lewat karoke. Sedangkan urusan esek-esek dilarang keras. Lagi pula mereka tidak menyiapkan perempuan atau lelaki incaran tante-tante yang kesepian seperti yang ada di pub-pub langganan penikmat cinta sesaat. 
Malam kemarin SERGAP NTT melakukan investigasi dengan mengunjungi beberapa pub di Kota Kupang. Salah satu yang tidak dilewatkan adalah Bolekale. Ketika hendak masuk, SERGAP NTT dicegat lalu diharuskan membayar pas masuk sebesar Rp3000. Setelah berada di dalam, ya,,, Tuhan,,, semuanya serba seronok. Dipojok-pojok ruang karoke nampak laki perempuan berpasang-pasangan  menikmati beer sambil berkaroke. Umumnya, kaum pria melantunkan lagu-lagu nostalgia. Sedangkan si perempuan menyanyikan lagu dangdut dengan suara kacau jauh dari keindahan.
Disaat para pengunjung karoke santai melahap beer dan lagu, disisi lain di gedung itu terlihat para lelaki keluar masuk lewat lorong persis disamping ruang karoke. Selidik punya selidik ternyata baru habis buang ‘hajat’ di ruang belakang. Karena penasaran, SERGAP NTT pun nyelonong. Waduh ternyata disana, di kamar masing-masing, berjejer para wanita cantik dengan balutan baju memacu andernalin. Mereka sedang menanti datangnya kaum pria hidung belang. 
Diantara para PSK itu terdapat seorang cewek yang terbilang paling manis and seksi dari yang lain. Sebut saja namanya Ayu. Umurnya baru 25 tahun. Bodynya, hm,,,, bagai gitar spanyol yang baru habis difinishing. Hahay,,,! Ia mengaku berasal dari Jakarta. Dan, selama di Jakarta ia biasa beroperasi di Diskotik Stadium yang terletak di bilangan Jakarta Barat. Ia bahkan baru tiga bulan berada di Kota Kupang. Tapi sabar dulu. Ayu mengaku ia sedang menjalani program rolling yang dibuat oleh majikannya yang biasa dipanggil Mami. “Aku sudah tiga tahun kerja ginian. Enam bulan sekali, aku dirolling sama Mami ke Kupang,” ujarnya.
Ya,,, tiga tahun sudah Ayu bolak-balik Jakarta-Kupang. Yang ia kejar hanya rupiah. Cinta? Jauhlah yau,,! “Enam bulan di Diskotek Stadium, enam bulan berikutnya saya dikirim kesini,” bebernya.
Lalu berapa penghasilannya saat berada di Kupang? “Wah lumayan mas. Setidaknya aku bisa tabung lalu kirim ke kampung. Aku asli Semarang, Jawa Tengah. Yang pasti dari setiap melayani tamu, aku bersih dapat Rp100 ribu sampai Rp150 ribu. Jumlah itu dari Mami. Kalau dapat tamu yang baik, aku bisa dapat lumayan sekali kencan saja,” paparnya.
Suasana Bolekale beda dengan yang terlihat di Diskotik Botol Musik Hotel Sasando Kupang. Di tempat ini sepi pengunjung. Menurut sicurity hotel berbintang tiga tersebut, biasanya diawal tahun belum banyak pengunjung yang datang.  Paling tamu hotel saja. Itu pun mereka lebih memilih VIP room.
Sepinya pengunjung juga terlihat di Pub Bogenvile dan Kingston Pub. Sedangkan Karaoke Studio One Royal cukup ramai. Disitu SERGAP NTT mendapati salah seorang Anggota DPRD Kota Kupang yang baru saja keluar dari VIP room bersama rekannya yang lain. Dengan tangan masih memegang botol beer, mereka terlihat berjalan sempoyongan menuju mobil plat merah. Hm,,, sungguh-sungguh ironi. Rakyat kumpul uang, pemerintah kelola lalu membeli mobil plat merah, eh,,,, Anggota Dewan yang pakai untuk melepas penat di tempat hiburan malam. Terlalu,,,,,,,,!
Dari situ SERGAP NTT menuju Pohon Duri. Lokasi ini disebut pohon duri karena areal tersebut ditumbuhi banyak pohon berduri. Disini, untuk menemui PSK impor atau lokal tidak terlalu sulit. Kebanyakan sopir taksi di kota Kupang dapat menuntun kita. Tinggal bilang, mau yang muda atau tua nan seksi. Semua tipe dan merk lengkap disini. Asal distributornya tetap melalui pak sopir taksi.
Bahkan, Toni (32) —nama samaran— , sopir taksi yang biasa mangkal di kawasan Tedy’s Bar Kupang menawarkan tempat esek-esek di sebuah tempat penginapan yang mewah. “Mau yang model apa, ada semua di sana,” imbuhnya, berpromosi.
Ia bahkan mengaku bisa mencarikan gadis yang masih ‘kinclong’. Tentu dengan harga yang cukup mahal. Paling murah Rp3 juta hingga Rp5juta untuk long time alias dipakai selama 12 jam. “Kalau mau, beta bisa antarkan cewek yang masih kinclong. Pokoknya dijamin bagus,” ucap Toni, berapi-api.
Tak hanya itu, Toni juga mengaku sanggup menghadirkan cewek dengan waktu pakai short time alias hanya sekali ‘tarung ranjang’. Yang ini berbagai merk tersedia. Mulai merk Jawa, Sulawesi, Bima hingga lokal. Sekali ‘tarung ranjang’ biasanya mereka minta bayaran Rp200 ribu. Itu tidak termasuk biaya kamar dan lain-lain. “Kalau mau, beta bisa telefon Mami untuk siapkan,” sergahnya.
Menurut Toni, sudah menjadi rahasia umum kalau kebanyakan sopir taksi di Kupang punya profesi sisipan, yakni mengantar jemput PSK “siap edar”. “Ya lumayan pak, dari setiap antar jemput, kami biasanya dikasi Rp100 ribu sampai Rp150,” ungkapnya.
Kata Toni, kebanyakan PSK di Kota Kupang berasal dari Surabaya, Indramayu, Subang, Karawang, Sukabumi, Cianjur, Jepara, Pati, Pekalongan, Semarang, Jember dan Banyuwangi. Ckckckck,,,,!
By. CP/JL

Perbatasan Indonesia – Timor Leste Diserang Belalang


sergapntt.com [KUPANG] – Daerah perbatasan Indonesia-Timor Leste sejak 11 Januari 2012 lalu diserang jutaan ekor belalang kembara (Locusta migratoria). Pemerintah kedua negara dibantu warga sekitar telah berusaha membasmi koloni yang sekali bertelur bisa mencapai ribuan ekor itu. Namun hingga kini upaya tersebut belum berhasil. Bahkan penyebaran hama perusak tanaman itu makin meluas. 
Di wilayah Indonesia, belalang kumbara berhasil merusak sekitar 374 hektare lahan pertanian di Desa Ponu, Kecamatan Boboki Anleu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur. 373 hektar itu dilahap dalam tempo tiga hari. Semua tanaman, termasuk bibit padi dan jagung milik petani siap tanam habis dimakan belalang.
Kini para petani di Desa Ponu mulai resah. Harapan panen di musim tanam kali ini kandas karena serangan belalang. Mereka khawatir serangan belalang makin meluas ke tempat lain dan membuat wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara rawan pangan. Para petani mengaku tidak bisa berbuat apa-apa untuk mengatasi jutaan belalalang yang datang tiba-tiba ini.
“Bantuan dari pemerintah seberapa pun akan kami terima,” kata Lambertus Bubun, salah seorang petani, Minggu (15/1/12).

Camat Ponu ketika dikonfirmasi soal serangan hama belalang hanya pasrah dan mengaku telah melaporkan ke Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten NTT dan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Meski begitu, pihaknya tidak tahu kapan ada langkah pencegahan terhadap makin meluasnya serangan tersebut. Sebab, setelah menyerang tanaman pertanian di Desa Ponu, kini belalang mematikan itu terdeteksi telah memasuki daerah pertanian di dua desa tetangga lainnya, yakni Motadik, serta Desa Kaubele di Kecamatan Monleu.
Populasi hama belalang di desa-desa tersebut kian hari terus bertambah. Itulah sebabnya, serangan ini diprediksi berpotensi menimbulkan gagal panen tahun ini.

Serangan belalang ini merupakan serangan kedua setelah tahun 2009 lalu. Saat itu Pemerintah Indonesia dan Timor Leste berhasil membasminya melalui kerjasama yang difasilitasi Food and Agriculture Organization (FAO).
Konon, untuk memberantas hama belalang kembara, FAO menggunakan bio-pestisida yang telah teruji di beberapa tempat, termasuk di Timor Leste. Selain ampuh, obat pembasmi ini juga sangat ramah lingkungan dan tidak berbahaya bagi kesehatan manusia. Sebab, bahannya terbuat dari bahan-bahan alami.

Belalang kumbara adalah jenis belalang pemakan rumput-rumputan dan mampu menyebabkan kerusakan pada tanaman biji-bijian selama periode ledakan. Belalang kumbara mampu berimigrasi sejauh ratusan kilometer untuk mencari kondisi ekologi yang cocok yang dapat meningkatkan populasinya.

Belalang jenis ini dapat hidup di area lingkungan yang luas karena mereka dapat beradaptasi dengan kondisi ekologi yang sangat berbeda. Namun kondisi hidup optimum adalah pada suhu 20-250 derajat celsius dan curah hujan 50-100 milimeter per bulan yang memberikan kelembaban yang cukup.

Hama belalang kumbara merupakan salah satu hama dengan daya serangan yang sangat besar dan cepat. Tahun 2007, tercatat 2.105 hektar padi di Nusa Tenggara Timur dirusaknya.  Selanjutnya, tahun 2008 mulai berkurang dan hanya merusak sekitar 1.116 hektar. Sedangkan di Timor Leste, tercatat, tahun 2007 total kerusakan lahan pertanian mencapai 700 hektar. 
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTT, Anis Tay Ruba mengaku pihaknya, sejak Sabtu (14/1/12) lalu, telah menerjunkan tim pembasmi belalang dipimpin oleh Kepala UPTD Proteksi Produksi Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas PP NTT, Haloman Tambunan.
“Kita sudah terjunkan tim pembasmi. Tim ini bertugas membasmi, sekaligus menghentikan penyebaran hama ke tempat lain. Karena itu,  hingga sekarang  ini, tim masih berada di lapangan,” ujar Anis Tay Ruba saat ditemui SERGAP NTT di ruang kerjanya, Rabu (18/1/12).
Menurut Anis, hama belalang mulanya terdeteksi datang dari daerah perbatasan negara Timor Leste, dan padang pengembalaan ranch Australia. Jenis belalang ini memiliki tingkat regenerasi yang sangat cepat. Satu ekor induk bisa menghasilkan ribuan telur, dan dalam waktu singkat, telur-telur tersebut serentak menetas. Belalang ini juga dikenal sebagai hewan perusak.
“Mayoritas koloni belalang masih berada di daerah padang rumput. Hanya sedikit saja yang menyerang lahan pertanian dan perkebunan warga. Walau begitu, para petani mengalami kerugian yang cukup besar. Hasil deteksi di lapangan, terdapat 300-an tempat semai bibit padi yang diserang belalang. Karena itulah,,, kita akan berikan bantuan bibit bagi para petani yang menjadi korban serangan hama itu,” imbuhnya.
By. CHRIS PARERA

Jeriko-Blasin Melaju ke Babak Knock Out


sergapntt.com [KUPANG] – Calon Walikota dan Wakil Walikota Kupang periode 2012-2017, Jefri Riwu Kore – Kristo Blasin dipastikan melaju ke babak knock out setelah  berhasil mendapatkan mandat PDIP, GERINDRA, PAN, PIS dan PPD.
Dibabak hidup mati yang bakal digelar Mei 2012 mendatang, Jeriko-Kristo Blasin diprediksi akan menghadapi duet Daniel Adoe-Daniel Hurek (Dan-Dan), Yonas Salean – Herman Man (SALAM), dr. Niken Mitak – Anton Natun, dan Rikardus Wawo-Melkisedek L. Madi (PRIMA). Soal menang? Semua berpeluang.
“Ya,,, SK PDIP sudah ada atas nama Jeriko-Kristo Blasin. Sekarang ini kita sedang berkomunikasi dengan partai-partai lain, termasuk dengan Partai Demokrat agar bisa bersama-sama mengarungi pemilukada,” ujar Kristo Blasin saat dihubungi SERGAP NTT via mobilenya, Sabtu (21/1/12).
Pernyataan Kristo diamini pula oleh Jeriko, “Kita sudah mengantongi rekomendasi dari PDIP, PIS, PPD, PAN dan Partai Gerindra melalui SK bernomor: 01-221/PILKADA/DPP-GERINDRA/2012 tanggal 16 Januari 2012”.
Kekuatan partai politik yang dimiliki Jeriko-Kristo Blasin telah melampaui target yang ditetapkan KPU. Namun agar bisa menang mudah di pemilukada kali ini, Jeriko-Blasin terus menggalang kekuatan dari partai-partai lain. Kini mereka sedang intens membangun komunikasi dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).   
“Ya,,, kami masih sedang bernegoisasi dengan PPP, PKS dan PBB. Tapi kami yakin, tiga partai ini juga akan mendukung kami,” imbuh Jeriko.
Lalu bagaimana dengan status keanggotaan Jeriko di Demokrat? “Di Demokrat tidak ada aturan bahwa jika ada seorang anggota Partai Demokrat maju sebagai calon walikota lewat pintu partai lain, maka yang bersangkutan harus keluar dari Demokrat,” tohoknya.
Toh begitu, kata Jeriko, jika dalam perjalanan suksesi Kota Kupang, Partai Demokrat tidak mendukung paket Jeriko-Blasin, maka dirinya akan mengambil sikap tegas, termasuk keluar dari Partai Demokrat.
“Ya kalau Demokrat tidak dukung kita, ya kita mesti ambil sikap kan! Tapi saya yakin Partai Demokrat  akan mendukung saya,” ucapnya.
Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani mengatakan, penetapan Jeriko-Kristo Blasin telah melalui tahapan yang panjang. Mulai dari survei hingga fit and proper test.
“Hal yang paling meyakinkan Gerindra sehingga pilihan dijatuhkan ke Jefri Riwu Kore adalah dia memiliki popularitas dan elektabilitas yang sangat tinggi, sehingga itu menjadi keyakinan kita bahwa kepopuleran dan kesukaan masyarakat terhadap Jefri membuktikan dia memiliki kedekatan hati dan emosional kepada masyarakatnya,” ungkap Ahmad Muzani, Sekjen DPP Partai Gerindra, Rabu (18/1/12).

Bagi Gerindra, lanjut Ahmad Muzani, apa yang diputuskan DPP merupakan pilihan terbaik untuk kebaikan dan kesejahteraan masyarakat Kota Kupang. Itu sebabnya, sejak awal Partai Gerindra selalu membuka diri. Tak mesti kader partai. Kader diluar partai pun bisa dipilih setelah Gerindra meyakini figur yang dipilih memiliki kemampuan, kapasitas, kapabilitas, dan kredibilitas untuk memimpin Kota Kupang.
“Yang kita pilih bisa saja kader Gerindra, bisa juga bukan kader Gerindra. Tapi ketika ada kader di luar partai yang kemampuannya lebih, memiliki kapasitas, kapabilitas, dan kredibilitas, tentu Gerindra dengan sukarela melepas kadernya dan berpihak kepada yang diinginkan rakyat,” imbuhnya.

Jefri, kata Ahmad Muzani, memang bukan kader Gerindra. Dia kader dari partai lain, tetapi dalam perhitungan Gerindra, dia memiliki kedekatan dengan masyarakat Kota Kupang, dia memiliki kemampuan untuk bisa memajukan Kota Kupang dan seterusnya. 
“Kita berharap pilihan ini bisa menang, bisa didukung oleh masyarakat Kota Kupang dan pada akhirnya masyarakat Kota Kupang akan lebih baik, akan lebih sejahtera. Kalau terbukti Jefri menang, maka Gerindra tentu akan mendapat nama, tentu pilihan Gerindra tidak salah, pilihan Gerindra benar dan masyarakat pada waktunya akan mendukung Gerindra,” urainya.


lalu apa komentar Jeriko? “Ini merupakan tanggungjawab yang mesti kita sukseskan bersama,” ucapnya, berharap.

Bagaimana dengan rekomendasi Partai Demokrat? Menurut Jefri, ia masih menunggu proses di Demokrat. “Semua masih berproses. Tapi saya yakin, saya akan kantongi rekomendasi Partai Demokrat,” katanya. 

By. CHRIS PARERA