Kristo Blasin Pastikan PDIP Usung Dirinya dan Jeriko


sergapntt.com [KUPANG] – Genaplah sudah kekuatan partai politik (parpol) yang dimiliki paket Jefri Riwu Kore (Jeriko) dan Kristo Blasin agar bisa langgeng menuju panggung Pemilukada Kota Kupang sebagai Calon Walikota dan Wakil Walikota Kupang periode 2012-2017. Setelah mengantongi Surat Keputusan (SK) dari Partai Gerindra, PAN, PIS dan PPD tentang penetapan Calon Walikota dan Wakil Walikota Kupang 2012-2017, satu jam yang lalu, sekitar pukul 08.00 WITENG, paket Jeriko-Blasin kembali menerima SK penetapan dari PDIP.
“Ya,,, SK PDIP sudah ada atas nama Jeriko-Kristo Blasin. Sekarang ini kita sedang berkomunikasi dengan partai-partai lain, termasuk dengan Partai Demokrat agar bisa bersama-sama mengarungi pemilukada,” ujar Kristo Blasin saat dihubungi SERGAP NTT via mobilenya, Sabtu (21/1/12), pukul 09.19 WITENG.
Kini paket Jeriko-Blasin tinggal konsentrasi meraih simpati pemilih Kota Kupang. Harapannya, tentu mendapat respon positif agar bisa keluar sebagai pemenang dalam laga pemilukada kali ini.
Selain Jeriko-Blasin, paket yang sudah hampir pasti memiliki kendaraan politik antara lain Yonas Salean – Herman Man (SALAM) melalui jalur independen, Rikardus Wawo – Melkisedek L. Madi (Partai Demokrat dan Gabungan Partai Politik lainnya), serta dr. Niken Mitak – Anton Natun (Hanura, PPRN dan lain-lain).
By. CHRIS PARERA

Polisi Tembak Mati Tiga Warga Somalia di Perairan Sukabumi


sergapntt.com [SUKABUMI] – Tiga warga negara Iran dari tujuh pengedar narkotika jaringan internasioanl asal Timur Tengah di tembak mati oleh polisi di Perairan Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jumat dinihari, (20/1/12). Polisi terpaksa melepaskan timah panas lantaran ketiga pengedar narkotika itu berusaha melarikan diri dari pengejaran petugas.
Kapolres Sukabumi, AKBP Muhammad Firman membenarkan adanya penggerebekan hingga menewaskan tiga WNA itu. “Ya, betul. Saya sedang meluncur ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memastikan keberadaanya,” ujarnya.
Sayang sejauh ini, Firman enggan membeber kronologis kejadian penangkapan itu. “Silahkan menghubungi teman-teman di Mabes Polri,” ucapnya, singkat.

Info TKP menyebutkan, tujuh orang sindikat narkoba internasional yang ditangkap 16-20 Januari 2012 di perairan Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi, sekitar 80 kilometer dari Palabuhan ratu itu berasal dari negara Iran, Somalia dan Belanda.
Pada tanggal 16 Januari 2012, polisi menangkap enam tersangka yang menyelundupkan narkoba ke Indonesia melalui pelabuhan-pelabuhan tradisional.

“Mereka berjumlah tujuh orang,” terang Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Saud Usman Nasution di Gedung PTIK, Jakarta, dalam siaran persnya kepada wartawan, Jumat (20/1/12).
Setelah menangkap para tersangka, polisi memperoleh petunjuk, tentang pola komunikasi jaringan narkoba internasional, sehingga dapat dilihat pemetaannya. Berbekal petunjuk itu, Direktorat Narkoba pun melakukan pengintaian sejak sebulan yang lalu. Polisi lalu dapat mengetahui kapan pengiriman barang dilakukan. Puncaknya, Jumat (20/1/12) dinihari, sekitar pukul 01.35 WIB, polisi kembali menangkap satu orang warga Iran yang tengah naik sekoci menuju perairan Genting dengan membawa shabu. Penangkapan ini merupakan pengembangan dari penangkapan sebelumnya. Warga Iran itu ditemani oleh tiga orang lainnya. Namun ketiga orang yang mendampinginya itu tewas tertembak polisi saat terjadi kontak senjata. Ketiga orang yang tertembak itu berasal dari Somalia.

“Ada 3 WNA yang tertembak mati karena berusaha melawan petugas dan berusaha melarikan diri,” kata Saud.

Dari insiden baku tembak itu, polisi menyita sejumlah barang bukti, yaitu, 3 jeriken berisi kira-kira 50 kg shabu, tiga senjata api genggam, kompas, satu sekoci dan  barang-barang lainnya.

Saud mengatakan, saat ini polisi masih melakukan pengejaran terhadap satu kapal kargo berinisial A. Dia mengatakan, kapal ini diduga akan menyelundupkan narkoba ke Indonesia melalui perairan selatan Sukabumi. Namun Polri mengaku belum mengetahui kapal itu berasal dari negara mana.

“Belum tahu benderanya. Tapi ini terkait jaringan (narkoba internasional) sebulan lalu. Ada data, mereka akan memasukkan narkoba ke beberapa wilayah. Modusnya diturunkan di tengah laut di daerah terpencil untuk mengelabui petugas, Ini karena pelabuhan kecil itu jauh dari jangkauan petugas,” bebernya.

Soal kapal kargo tersebut, imbuh Saud, sudah diinformasikan ke AFP (Australia Federal Police) karena diperkirakan kapal tersebut berlayar menuju Australia. Saud mengatakan, jaringan narkoba internasional yang kali ini terungkap merupakan jaringan Belanda-Iran.

Saat ini, menurut Saud, polisi masih menyelidiki kasus ini. Namun sampai saat ini pula polisi belum bisa meminta keterangan dari ketujuh tersangka yang ditangkap karena terkendala bahasa. 
“Kalau bahasa Inggris tidak masalah. Tapi mereka menggunakan bahasa mereka sendiri, sehingga kami belum bisa berkomunikasi,” tambahnya.

Di tempat terpisah, Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Sukabumi Akhmad Jajuli mengapresiasi langkah sigap kepolisian dalam mengungkap sindikat pengedar narkoba internasional di Sukabumi. Ia berharap, polisi bisa membongkar jaringan yang lebih besar berdasarkan pengembangan kasus itu.

“Ini merupakan modus baru penyelundupan narkoba internasional. Di mana, perairan selatan khususnya Sukabumi menjadi sasarannya. Dan memang, kita memiliki zona perairan internasional yang berada ratusan mil dari bibir pantai. Di mana, di zona itu, kapal dari negara manapun bebas berlalu-lalang,” jelasnya.

Ia pun meminta masyarakat khususnya di selatan Sukabumi untuk mencurigai keberadaan kapal atau warga asing yang mencurigakan. Masyarakat dituntut aktif bila menemukan gejala seperti itu.

“Segera laporkan kepada petugas. Sekecil apapun informasi, itu sangat penting. Kami tidak mau Sukabumi menjadi transit jaringan narkoba,” pintanya.
By. MX/RYL/VEG

Jeriko – Blasin Diusung PDIP, Gerindra, PPD, PIS dan PAN


sergapntt.com [KUPANG] – Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Kupang periode 2012-2017, Jerfi Riwu Kore (Jeriko) dan Kristo Blasin dipastikan keluar lewat pintu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Indonesia Sejahtera (PIS), Partai Persatuan Daerah (PPD) dan Partai Amanat Nasional (PAN).
Kepastian tersebut disampaikan Jeriko usai mengantongi Surat Keputusan (SK) Gerindra, PPD, PIS, PPD dan PAN tentang penetapan Calon Walikota dan Wakil Walikota Kupang periode 2012-2017.
“Rekomendasi yang kita sudah pegang , yakni dari Gerindra, PIS, PPD dan PAN. Sedangkan PDIP hari ini baru kami terima,” ujar Jeriko via hand phone, Sabtu (21/1/12) pagi.
Penetapan Gerindra dan kabar pasti dari PDIP tersebut menjawabi semua teka-teki siapa yang bakal diusung PDIP dan Gerindra. Maklum selama ini, diskusi tentang para calon yang diusulkan PDIP dan Gerindra menjadi santapan di setiap obrolan. Analisis sejumlah pengamat pun sering berbeda-beda. Bahkan sebagian pengurus partai ditingkat DPC dan DPD pun tak tahu pasti siapa yang bakal ditetapkan. Itu karena keputusan mutlak ada ditangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP dan Gerindra, berikut PIS, PPD dan PAN.
“Bisa dibilang sekarang ini kami sudah miliki lima partai politik. Tapi tidak hanya itu, kami masih sedang bernegoisasi dengan PPP, PKS dan PBB. Ya,,, kami yakin, tiga partai ini juga akan mendukung kami,” imbuh Jeriko.
Lalu bagaimana dengan status keanggotaan Jeriko di Demokrat? “Di Demokrat tidak ada aturan bahwa jika seorang anggota Partai Demokrat maju sebagai calon walikota lewat pintu partai lain, maka yang bersangkutan harus keluar dari Demokrat,” beber Jeriko.
Toh begitu, jika dalam perjalanan suksesi Kota Kupang, Partai Demokrat tidak mendukung paket Jeriko-Blasin, maka kata Jeriko, dirinya akan mengambil sikap tegas, termasuk keluar dari Partai Demokrat.
“Ya kalau Demokrat tidak dukung kita, ya kita mesti ambil sikap kan! Tapi saya yakin Partai Demokrat  akan mendukung kita,” ucapnya.
Sementara itu kabar-kabari dari si biru menyebutkan, Partai Demokrat akan menetapkan paket Rikardus Wawo dan Melkisedek L. Madi sebagai Calon Walikota dan Wakil Walikota. Pasangan dengan sandi PRIMA itu disebut-sebut sedang dielus para petinggi Demokrat NTT agar bisa menang dalam pertarungan Pemilukada yang bakal dilaksanakan Mei 2012 mendatang.
 “Demokrat sudah pasti paket PRIMA. Ini final,” ujar salah seorang petinggi Demokrat NTT yang meminta agar namanya tidak ditulis sebelum SK penetapan calon diterbitkan DPP Partai Demokrat.
By. CHRIS PARERA

Polisi Perlu Berbenah Diri


sergapntt.com [KUPANG] – Banyaknya kasus salah tembak yang dilakukan polisi di wilayah hukum NTT, membuat Dekan Fakultas Hukum Unwira Kupang, Dr. Frans Rengka, SH, M.Hum angkat bicara. Berikut nukilan wawancaranya:
Apa komentar anda terhadap kasus salah tembak yang dilakukan polisi di NTT?
Ini menunjukkan bahwa institusi polisi dalam melaksanakan tugasnya bukan makin baik, justru semakin buruk. Dari beberapa peristiwa ini membuktikan bahwa polisi tidak profesional. Tidak ada alasan bagi polisi untuk bisa keliru atau salah tembak. Ini kesalahan fatal.
Mengapa ?
Ini akibat lunturnya penghayatan aparat terhadap tugas dan tanggungjawabnya sebagai pengayomi, pelindungi dan melayani masyarakat.
Jadi apa yang harus dilakukan oleh kepolisian?
Insiden penembakan polisi ke warga telah 4 kali terjadi di NTT. Ini menunjukan ketidakterampilan dan ketidakprofesionalan polisi dalam menggunakan senjata api.
Mungkinkah ini berhubungan dengan kualitas senjata api?
Sebenarnya itu salah satu masalah lain yang ada di tubuh aparat. Karena itu petinggi Polri harus evaluasi senjata milik anggota di lapangan. Ini sangat berbahaya, karena tidak dijamin tingkat presisi senjata tersebut. Sehingga, saat digunakan bisa melenceng dari sasaran yang dibidik. Korban salah tembak bisa berjatuhan.
Sejauhmana pengamatan anda tentang penegakan hukum di NTT yang ditangani polisi?
Hukum harus bekerja secara akurat. Artinya bahwa para penegak hukum dalam upaya melaksanakan penegakan hukum harus bekerja dengan informasi yang jelas dan akurat. Misalnya mau menangkap orang, tentunya polisi harus memiliki sejumlah bukti dan informasi yang jelas. Dan juga harus melalukannya sesuai dengan prosedur tetap (protap) yang berlaku. Bukan asal sembarang tangkap orang. Apalagi sampai menembak.
Pembenahan apa yang perlu dilakukan oleh Polisi?
Yang pertama yang harus dilakukan adalah memperketat psikotes dan tes mental hak memegang senjata api (senpi). Para personel polisi yang memegang pelbagai jenis senjata diharuskan melakukan rephysiological test. Sehingga, para anggota yang gagal tes tidak diberikan hak memegang senjata api guna menghindari penyalahgunaan pemakaian.
Kedua, komunikasi aktif atasan-bawahan. Pemerintahan era Presiden Abdurrahman Wahid memang sukses menggagas pemisahan TNI-Polri. Tepat di tahun 2002, pemerintah Presiden Megawati mengeluarkan keputusan ‘perceraian’ TNI-Polri. Di Era reformasi ini, jajaran komandan di kepolisian seharusnya tidak lagi terbiasa menganggap bawahannya sebagai prajurit yang hanya bisa diperintah tanpa diajak berkomunikasi.
Ketiga, jeda hak menggunakan senjata api. Keputusan itu adalah ‘meliburkan sementara’ para anggota polisi yang baru  selesai bertugas dari daerah konflik agar tidak membawa senjata. Hal ini sangat penting dilakukan demi menghindari penggunaan senjata di luar kendali. Karena, dapat dimaklumi bahwa tekanan emosi yang baru usai dinas di wilayah rawan biasanya bervolume tinggi akibat ketegangan dan rasa lelah selama tugas.
Keempat, melindungi bawahan. Sudah saatnya para pimpinan di kepolisian, baik di tingkat atas maupun di tingkat bawah bertanggung jawab penuh atas tindakan yang dilakukan oleh para bawahan. Tentunya tanggung jawab diberikan selama bawahan memang taat, patuh dan menjalankan tugasnya di lapangan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Pimpinan tidak boleh `mengkambinghitamkan’ bawahan demi menyelamatkan dirinya sendiri.
Jadi, penggunakan senjata harus bagaimana?
Polisi tidak boleh meniru kasus pembantaian Santra Cruz di Dili, Timor Timur (1992) ataupun Trisakti dan Semanggi (1998). Ketika itu hanya bawahan dan hanya komandan di lapangan yang dijadikan ‘tumbal’. Bawahan layak dipersalahkan di hadapan hukum jika perintah atasan dan prosedur hukum memang dilanggar. Banyak keluhan juga yang saya dengar dari polisi tentang situasi dilematis ini: menahan kokangan senjata dengan resiko sanksi dari atasan atau menembak dengan resiko dipersalahkan Komnas HAM/LSM sementara komandan tiarap.
Citra polisi cenderung kurang disukai masyarakat, bagaimana menurut anda?
Untuk memperbaiki citra polisi yang kadang cenderung kurang disukai masyarakat, pembenahan internal Polri menjadi sangat mendesak. Selain itu, kepala Polri, paling tidak, harus menginstruksikan seluruh jajarannya agar para anggotanya menampilkan keramahtamahan, bukan menyapa masyarakat dengan raut menakutkan. Polisi bisa meniru kegiatan yang TNI terapkan seperti bakti sosial dan lain sebagainya.
Komentar Terakhir?
Ini tambahan. Anggota Polri yang menjadi Polantas sebaiknya tidak asal main tilang atau menghentikan para pengendara sepeda motor maupun mobil hanya demi beberapa lembar uang, bukan atas nama mengatur kelancaran lalu lintas. Justru, razia yang dilakukan oleh polisi saat ini seyogianya lebih difokuskan pada operasi penggeledahan senjata api atau senjata tajam ketimbang STNK dan SIM. Ini, jika kita masih sadar bahwa senjata api ataupun senjata tajam sudah begitu lumrah menyebar untuk aksi kejahatan.
Bila operasi ini diberlakukan secara rutin, diharapkan penyebaran berbagai jenis senjata secara illegal bisa diminimalkan. Perlahan-lahan citra polisi pun akan semakin membaik karena dinilai bisa menjadi pengayom masyarakat sekaligus penegak hukum dalam arti sesungguhnya. Tetapi, jika para petinggi Polri tetap enggan berbenah, maka ketidakpuasan masyarakat terhadap kepolisian seperti sekarang ini akan makin sulit dipulihkan.
By. WJ

Hasil Tangkapan Nelayan Sabu Melimpah


sergapntt.com [MENIA] – Hasil tangkapan nelayan di Kabupaten Sabu Raijua yang tergabung dalam kelompok nelayan yang mendapatkan bantuan perahu lampara oleh pemerintah cukup melimpah saat ini. Hasil tangkapan yang melimpah ini membuat harga ikan di Kabupaten Sabu Raijua turun drastis dari harga selama ini.
Jumat (20/1/11) di dermaga Seba, perahu lampara Mandiri I penuh dengan ikan jenis kombong dan menjadi tontonan masyarakat setempat. Awak perahu cukup kewalahan melayani pembeli serta mengatur ikan yang demikian banyak.
Bupati Sabu Raijua, Marthen Dira Tome yang ikut melihat hasil tangkapan nelayan saat itu merasa bangga dan mengatakan, saatnya masyarakat Sabu Raijua menikmati hasil lautnya sendiri dengan peralatan penangkapan yang baik.
“Selama ini kita hanya cukup bangga dengan laut Sabu yang ganas dan dalam. Namun saat ini dengan peralatan penangkapan yang baik, maka nelayan-nelayan kita mampu menghasilkan ikan yang cukup bagus. Saya mau katakan bahwa saatnya sekarang masyarakat Sabu menikmati hasil kekayaan lautnya sendiri dan tidak lagi hanya menjadi penonton,” katanya.
Dikatakan, untuk menunjang nelayan dalam pengawetan ikan hasil tangkapan, maka pemerintah sudah membangun pabrik es mini, sehingga para nelayan tidak sulit mencari es untuk pengawetan.
Selain itu, pemerintah juga lewat Dinas Perindustrian sudah melakukan pelatihan-pelatihan kepada kelompok masyarakat bagaimana mengawetkan ikan secara baik serta membuat berbagai macam makanan dari bahan baku ikan seperti bagaimana mengolah ikan menjadi abon.
Khusus untuk potensi laut ujarnya, harus diakui bahwa kekayaan yang terkandung di laut Sabu belum bisa dioptimalkan kerena berbagai keterbatasan sarana dan teknologi sehingga orang Sabu Raijua hanya bisa menonton orang luar mengeruk kekayaan yang ada di laut.
“Lihat saja hasil tangkapan mereka sangat luar biasa, hingga penuh perahunya. Nah, jika tiap hari hasil tangkapannya seperti ini, maka harus ada langkah-langkah lain untuk mengantispasinya yakni dengan cara pengawetan atau mengolah hasil tangkapan dalam bentuk lain seperti abon,” ujarnya.
Sementara, Yakobus Lede, salah satu pembeli ikan yang langsung datang ke dermaga kepada mengaku, sejak dioperasikannya perahu lampara bantuan pemerintah, harga ikan menjadi lebih murah jika dibandingkan dengan harga ikan sebelumnya.
“Kalau dulu kita beli 12 ekor ikan dengan harga dua puluh ribu, maka sekarang sepuluh ekor ikan harganya cuma sepuluh ribu. Dulu tidak ada harga ikan yang sepuluh ribu tapi sekarang dengan uang sepuluh ribu kita sudah bisa beli ikan. Kalau kita langsung datang beli di pelabuhan seperti ini, maka kita pasti dapat persen lagi dari mereka,” ujarnya.
By. JEKO