Beyonce Pamer Badan


sergapntt.com – Tiga bulan pasca melahirkan anak pertamanya, Beyonce Knowles mulai memamerkan bentuk badannya. Pada Senin sore (9/4/12), ibunda Blue Ivy Carter itu nampak berjemur di pantai St. Barths.
Dengan mengikat rambut mirip ekor kuda, diva berusia 30 tahun itu memakai swimsuit berwarna hitam. Tak hanya itu saja, untuk menambahkan kesan modis, istri Jay Z tersebut memakai kacamata hitam, kalung serta anting emas.
Meski bentuk badan tak seseksi dulu, Beyonce terlihat sangat percaya diri. Dia tidak malu dengan kondisinya yang sekarang.
Pelantun tembang 1 + 1 ini baru saja memperbarui janji pernikahan dengan sang suami yang sudah berjalan selama 4 tahun. Bahkan pada Minggu Paskah kemarin, dia bersama sang suami terlihat melakukan perjalanan di atas kapal pesiar.
Blue Ivy yang lahir pada 7 Januari terlihat berada dalam carrier yang dibawa oleh Beyonce selama perjalanan itu. Pasangan selebritis ini rupanya masih terlihat enggan mengekspos buah hati mereka secara berlebihan. 
by. cis/ace

Saya Ingin Toples Mewakili Kehidupan,,,!


sergapntt.com – Seorang professor berdiri di depan kelas filsafat dan mempunyai beberapa barang di depan mejanya. Saat kelas dimulai, tanpa mengucapkan sepatah kata, dia mengambil sebuah toples mayones kosong yang besar dan mulai mengisi dengan bola-bola golf.

Kemudian dia berkata pada para muridnya, apakah toples itu sudah penuh? Mahasiswa menyetujuinya.

Kemudian professor mengambil sekotak batu koral dan menuangkannya ke dalam toples. Dia mengguncang dengan ringan. Batu-batu koral masuk, mengisi tempat yang kosong di antara
bola-bola golf.

Kemudian dia bertanya pada para muridnya, Apakah toples itu sudah penuh? Mereka setuju bahwa toples itu sudah penuh.

Selanjutnya profesor mengambil sekotak pasir dan menebarkan ke
dalam toples…

Tentu saja pasir itu menutup segala sesuatunya. Profesor sekali lagi
bertanya apakah toples sudah penuh?

Para murid dengan suara bulat berkata, “Yaa!”

Profesor kemudian menyeduh dua cangkir kopi dari bawah meja dan menuangkan isinya ke dalam toples, dan secara efektif mengisi ruangan kosong di antara pasir.

Para murid tertawa…

“Sekarang,” kata profesor ketika suara tawa mereda, “Saya ingin kalian memahami bahwa toples ini mewakili kehidupanmu.”

“Bola-bola golf adalah hal-hal yang penting – Tuhan, keluarga, anak-anak, kesehatan, teman dan para sahabat. Jika segala sesuatu hilang dan hanya tinggal mereka, maka hidupmu masih tetap penuh.”

“Batu-batu koral adalah segala hal lain, seperti pekerjaanmu, rumah dan mobil.”

“Pasir adalah hal-hal yang lainnya – hal-hal yg sepele.”

“Jika kalian pertama kali memasukkan pasir ke dalam toples,”  lanjut
profesor, “Maka tidak akan tersisa ruangan untuk batu koral ataupun untuk bola-bola golf. Hal yang sama akan terjadi dalam hidupmu.”

“Jika kalian menghabiskan energi untuk hal-hal sepele, kalian tidak akan mempunyai ruang untuk hal-hal yang penting buat kalian”

“Jadi…”

“Berilah perhatian untuk hal-hal yang kritis untuk kebahagiaanmu.
Bermainlah dengan anak-anakmu. Luangkan waktu untuk check up kesehatan. 


Ajak pasanganmu untuk keluar makan malam. Akan selalu ada waktu untuk
membersihkan rumah, dan memperbaiki mobil atau perabotan.”

“Berikan perhatian terlebih dahulu kepada bola-bola golf – Hal-hal yang benar-benar penting. Atur prioritasmu. Baru yang terakhir, urus pasir-nya.”

Salah satu murid mengangkat tangan dan bertanya, “Kalau Kopi yg dituangkan tadi mewakili apa?”

Profesor tersenyum, “Saya senang kamu bertanya. Itu untuk menunjukkan kepada kalian, sekalipun hidupmu tampak sudah begitu penuh, tetap selalu tersedia tempat untuk secangkir kopi bersama sahabat”.

By. Chris Parera/Anne Ahira

Lebu Raya: Pemimpin Harus Heroik!


sergapntt.com, KUPANG – Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya mengajarkan empat (4) prinsip kepemimpinan yang harus dipegang teguh oleh seorang pemimpin. “Pemimpin itu harus cerdas, harus tahu kekuatan dan kelemahannya, penuh cinta kasih dan harus heroik,” tandas Gubernur Lebu Raya di depen peserta Diklat Pengembangan Kepemimpinan Melalui Komunikasi Publik yang Efektif bagi Pejabat Eselon III dan IV lingkup Pemerintah Provinsi NTT di Badan Diklat dan Litbang Daerah (BP4D) Provinsi NTT, Selasa (10/4/12).
Lebu Raya menjelaskan, cerdas dan pintar untuk seorang pemimpin amat dibutuhkan agar dapat menguasai bidang pekerjaan yang dipercayakan oleh pimpinan.
“Cerdas dan pintar dalam menguasai bidang tugas yang dipercayakan. Selain itu, pemimpin juga harus tahu kelemahan yang ia miliki dan harus mampu mengatasinya dengan baik. selain itu, tugas seorang pemimpin juga harus memberi motivasi dan harapan yang baik kepada orang-orang yang dipimpinnya,” imbuhnya.
Menurut Lebu Raya, Diklat ini merupakan moment berharga dan penting dalam kerangka tugas pelayanan dan pengabdian bagi bangsa dan daerah NTT tercinta.
“Komunikasi menjadi penting karena komunikasi menjadi sarana pencapaian saling pengertian atau pemahaman diantara pihak-pihak yang berkomunikasi. Ingatlah dunia manusia adalah dunia kebersamaan, dunia sosial,” pesan Gubernur.
Lebu Raya juga meminta kepada para peserta Diklat untuk mengurus dan menyelamatkan Provinsi NTT dari berbagai ketertinggalan dan keterbelakangan.
“Masyarakat NTT harus dilayani secara tulus, berkomitmen dan sikap pelayanan itu harus benar-benar tertanam kuat dalam diri seorang pemimpin sebagai pelayan publik,” kata Gubernur.
Para pelayan publik sebut Gubernur, hendaknya terus berjuang untuk menjauhkan segala bentuk distorsi komunikasi di dalam menjalankan tugas-tugas kedinasan.
“Dengan demikian kita telah berpartisipasi dalam menciptakan masyarakat yang komunikatif-dialogis. Dalam konteks birokrasi komunikasi publik dapat dilakukan oleh seorang komunikator publik yang profesional dan komunikasi juga berlaku bagi dunia usaha maupun masyarakat, sehingga timbul relasi yang harmonis,” tandas Gubernur.
Di tempat yang sama Kepala Bidang Manajemen Pemerintahan BP4D Provinsi NTT, Yosias Kadek, SH mengatakan, tujuan Diklat ini adalah untuk mengembangkan kemampuan komunikasi publik agar dapat meningkatkan kualitas kepemimpinan aparatur guna mengoptimalkan pelayanan publik. Para peserta kata dia, berjumlah 40 orang yang berasal dari pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT.
By. Verry Guru

Hoegeng, Polisi Paling Jujur di Republik Ini


sergapntt.com – Hoegeng Iman Santoso adalah Kapolri di tahun 1968-1971. Ia juga pernah menjadi Kepala Imigrasi (1960), dan juga pernah menjabat sebagai menteri di jajaran kabinet era Soekarno. Kedisiplinan dan kejujuran selalu menjadi simbol Hoegeng dalam menjalankan tugasnya di manapun.

Ia pernah menolak hadiah rumah dan berbagai isinya saat menjalankan tugas sebagai Kepala Direktorat Reskrim Polda Sumatera Utara tahun 1956. Ketika itu, Hoegeng dan keluarganya lebih memilih tinggal di hotel dan hanya mau pindah ke rumah dinas, jika isinya hanya benar-benar barang inventaris kantor saja. Semua barang-barang luks pemberian itu akhirnya ditaruh Hoegeng dan anak buahnya di pinggir jalan saja.
“Kami tak tahu dari siapa barang-barang itu, karena kami baru datang dan belum mengenal siapapun,” kata Merry Roeslani, istri Hoegeng.

Polisi Kelahiran Pekalongan tahun 1921 ini sangat gigih dalam menjalankan tugas. Ia bahkan kadang menyamar dalam beberapa penyelidikan. 

Kasus-kasus besar yang pernah ia tangani antara lain, kasus pemerkosaan Sum tukang jamu gendong atau dikenal dengan kasus Sum Kuning, yang melibatkan anak pejabat. Ia juga pernah membongkar kasus penyelundupan mobil yang dilakukan Robby Tjahjadi, yang notabene dekat dengan keluarga Cendana.

Kasus inilah yang kemudian santer diduga sebagai penyebab pencopotan Hoegeng oleh Soeharto. Hoegeng dipensiunkan oleh Presiden Soeharto pada usia 49 tahun, di saat ia sedang melakukan pembersihan di jajaran kepolisian. Kabar pencopotan itu diterima Hoegeng secara mendadak.

Kemudian Hoegeng ditawarkan Soeharto untuk menjadi duta besar di sebuah Negara di Eropa, namun ia menolak. Alasannya karena ia seorang polisi dan bukan politisi.

“Begitu dipensiunkan, Bapak kemudian mengabarkan pada ibunya. Dan ibunya hanya berpesan, selesaikan tugas dengan kejujuran. Karena kita masih bisa makan nasi dengan garam,” ujar Roelani. “Dan kata-kata itulah yang menguatkan saya,” tambahnya.

Hoegeng memang seorang yang sederhana, ia mengajarkan pada istri dan anak-anaknya arti disiplin dan kejujuran.
Semua keluarga dilarang untuk menggunakan berbagai fasilitas sebagai anak seorang Kapolri. 
“Bahkan anak-anak tak berani untuk meminta sebuah sepeda pun,” kata Merry.

Aditya, salah seorang putra Hoegeng bercerita, ketika sebuah perusahaan motor merek Lambretta mengirimkan dua buah motor, sang ayah segera meminta ajudannya untuk mengembalikan barang pemberian itu. “Padahal saya yang waktu itu masih muda sangat menginginkannya,” kenang Didit.

Saking jujurnya, Hoegeng baru memiliki rumah saat memasuki masa pensiun. Atas kebaikan Kapolri penggantinya, rumah dinas di kawasan Menteng Jakarta pusat pun menjadi milik keluarga Hoegeng. Tentu saja, mereka mengisi rumah itu, setelah seluruh perabot inventaris kantor ia kembalikan semuanya.

Memasuki masa pensiun Hoegeng menghabiskan waktu dengan menekuni hobinya sejak remaja, yakni bermain musik Hawaiian dan melukis. Lukisan itu lah yang kemudian menjadi sumber Hoegeng untuk membiayai keluarga. Karena harus anda ketahui, pensiunan Hoegeng hingga tahun 2001 hanya sebesar Rp.10.000 saja, itu pun hanya diterima sebesar Rp.7500!

Dalam acara Kick Andy, Aditya menunjukkan sebuah SK tentang perubahan gaji ayahnya pada tahun 2001, yang menyatakan perubahan gaji pensiunan seorang Jendral Hoegeng dari Rp. 10.000 menjadi Rp.1.170.000.

Tak heran, Almarhum Gus Dur pernah berkata, “Di Indonesia ini hanya ada tiga polisi jujur, yakni polisi tidur, patung polisi, dan Hoegeng.”

Ya,,, Hoegeng memang polisi paling jujur di republik ini. Yang lain kapan menyusul?

by. Chris Parera
sumber: http://jadiberita.com/

Menteri Pariwisata Berdoa Di Wure


sergapntt.com, LARANTUKA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, DR. Marie Elka Pangetsu menyempatkan diri berziarah dan berdoa di depan patung Yesus yang dibalut jubah merah di kapela Wure, Adonara, Kabupaten Flores Timur, Jumat (6/412).
Nampak Pangetsu kusuk berdoa. Selain Pangetsu, nampak juga Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya beserta istrinya  dan sejumlah pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Flores Timur.
Usai berdoa, Pangetsu bersama rombongan menyeberang dari Wure ke Pantai Palo di Kelurahan Satotari menuju Pantai Uste di Kelurahan Pohon Sirih Larantuka. Bahkan Pangetsu didaulat menjaga Patung Tuan Menino (Kanak-Kanak Yesus) saat mengikuti prosesi bahari selama hampir satu jam pelayaran dari Pantai Palo menuju Pantai Uste.
Setibanya di Pantai Uste, Patung Tuan Menino diarak menuju armida dan selanjutnya diarak menuju Gereja Katedral untuk mengikuti prosesi malam Jumat Agung. Proses malam Jumat Agung yang dimulai pukul 18.30 wita dimulai dari dalam Gereja Katedral Larantuka dan diarak mengelilingi Kota Larantuka dengan menyinggahi sejumlah armida yang telah disiapkan umat di pinggir-pinggir jalan.
Ribuan umat kusuk mengikuti prosesi dan prosesi jumat Agung berakhir kembali di dalam Gereja Katedral tepat pukul 02.30 wita pagi.
Ikut dalam prosesi Jumat Agung, Pangetsu, Lebu Raya dan istri, Dubes Portugal Luciano Da Silva dan istri, serta sejumlah pejabat lainnya.
Sabtu pagi (7/4) Pangetsu bersama rombongan dan Lebu Raya bersama istri menggunakan pesawat Trans Nusa ke Kupang. Sebelum kembali ke Jakarta, Pangetsu mengunjungi pusat pengrajin perak Kelompok Susue Lamatua di Kelurahan Liliba Kota Kupang, kelompok tenun ikat Julia Huba kerjasama Dekranasda Provinsi NTT, mengunjungi Desa Wisata di Pantai Lasiana Kupang dan melihat dari dekat perkembangan pembangunan Taman Doa di Oebelo Kupang.
Pangetsu cukup kagum dan memuji hasil kerajinan rakyat NTT berupa perak dan tenun ikat yang telah menjadi andalan kerajinan rakyat yang ada di Provinsi NTT.
By.  Verry Guru