Cucu Soeharto Mangkir Diperiksa Polisi


sergapntt.com [JAKARTA] – Cucu mantan Presiden Soeharto, Ari Sigit, dijadwalkan menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan senilai Rp 2,5 miliar di Polda Metro Jaya. Namun, Ari mangkir dari pemeriksaan.
“Memang hari ini (13/1) akan diperiksa. Tapi tidak datang,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto kepada wartawan, Jumat (13 /1/2012). 

Ditemui secara terpisah, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Gatot Edy Pramono membenarkan jika Ari Sigit dijadwalkan menjalani pemeriksaan sebagai saksi.

“Memang jadwalnya dipanggil hari ini, sebagai saksi,” katanya. 

Tapi, Gatot mengaku tak tahu menahu apakah pemeriksaan tersebut jadi dilakukan atau tidak, termasuk apakah yang bersangkutan akan memenuhi panggilan pemeriksaan. Dia hanya mengatakan, bahwa pihaknya masih akan minta keterangan dari berbagai pihak terkait kasus ini.

“Masih dikembangkan,” tuturnya singkat.

Gatot pun terkesan seperti menghindar dengan meminta wartawan untuk menanyakan perihal pemeriksaan Ari Sigit tersebut kepada anak buahnya, yakni Kasubdit Umum Polda Metro Jaya, AKBP Helmy Santika.

Tapi sayangnya, Helmy juga menunjukkan sikap senada dengan atasannya. Saat ditanya soal pemeriksaan Ari Sigit, dia enggan menjawab dan bergegas menuju mobilnya.

Ari Sigit tak nampak hadir di Polda Metro Jaya hingga pukul 22.00 WIB. Sekitar pukul 19.00 WIB, pengacara keluarga Cendana, Sandy Arifin, terlihat berada di Polda Metro Jaya. Namun saat ditanya soal keperluannya, Sandy mengaku tengah mengurus kasus lain dan bukan kasus Ari Sigit.

Diketahui, Ari Sigit dilaporkan oleh Sutrisno dan Marniati. Keduanya merupakan pelaksana proyek pengerukan tanah PT Krakatau Wajatama. Sigit dilaporkan pada 27 Oktober 2011 lalu. Ia dituduh menggelapkan uang proyek pengerukan tanah PT Krakatau Wajatama senilai Rp 2,5 miliar.

“Laporannya tentang dugaan penggelapan dan penipuan dalam hal kerjasama pengerukan tanah milik PT Krakatau Wajatama di Cilegon. Kerugiannya mencapai Rp 2,5 miliar,” terang Kasubdit Umum Polda Metro Jaya, AKBP Helmy Santika sebelumnya.

PT Krakatau Wajatama sendiri menunjuk PT Dinamika Daya Andalan untuk pengerjaan proyek tersebut. Sigit merupakan komisaris di PT Dinamika Daya Andalan.

By. MAX/detik.com

Polisi Berhasil Bekuk Tersangka Pencucian Uang


sergapntt.com [JAKARTA] – Aparat kepolisian berhasil menangkap tersangka kasus pencucian, penipuan, dan penggelapan uang. Tersangka berinisial KW ditangkap pada 10 Januari 2012 di salah satu mal di Jakarta Selatan.

“Kita berhasil menangkap tersangka berinisial KW dalam kasus pencucian uang dalam perkara restrukturisasi kredit bank,” kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Saud Usman Nasution, di Mabes Polri Jl Trunojoyo, Jakarta, Jumat (13/1/2012).

Saud menjelaskan, kasus ini telah ditangani polri sejak 5 Agustus 2011 lalu. Saat ini tersangka ditahan di Bareskrim Polri.

“Atas perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 3 UU No. 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan penindakan pidana pencucian uang juncto pasal 378, 372 dan 368 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun dan denda maksimal 10 miliar,” tutur Saud.

Kasus ini, lanjut Saud, bermula saat korban, Umar Zein alias Achung memiliki hutang sebesar 550 M di Bank Panin. Untuk membayar hutangnya, Achung mengajukan pinjaman kepada Bank CIMB Niaga sebesar 1,5 T.

Namun, permintaan Achung kepada Bank CIMB ditolak karena Bank Panin mengeluarkan surat kredit gagal. Achung meminta bantuan kepada KW yang berprofesi sebagai broker agar memuluskan jalannya meminjam uang.

KW menyanggupi permintaan Achung dengan syarat membayar terlebih dahulu sebesar 50 M yang terdiri dari giro sebesar 42 M dan uang cash sebesar 8 M. Namun, bukan pinjaman yang didapat, justru uang sebesar 8 M milik dibawa kabur oleh KW. Achung yang merasa tertipu lalu melaporkan kasus yang dialaminya ke Mabes Polri.

Sebelumnya diberitakan aparat kepolisian berhasil menangkap tersangka dalam kasus pencucian uang Bank CIMB Niaga. Uang senilai Rp 46 miliar dalam bentuk giro dan uang cash Rp 9,5 miliar dari hasil kejahatan tersebut dimasukan ke rekening tersangka.

By. DN

BPD NTT Akan Buka Unit Pelayanan di Semua Kecamatan


sergapntt.com [KUPANG] – Guna meningkatkan dan mendekatkan pelayanan kredit mikro kepada masyarakat  pedesaan, Bank Pembangunan Daerah  (BPD) Nusa Tenggara Timur (NTT) akan membuka unit pelayanan bank di semua kecamatan di NTT.
“Tahun (2011) lalu, kita telah membangun 35 unit. Itu tersebar di sejumlah wilayah di NTT. Sedangkan tahun ini, kita akan tambah lagi 15 unit,” ujar Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Daniela Tagu Dedo saat ditemui sergapntt.com di ruang kerjanya, Rabu (11/01/12).
Menurut dia, pembangunan unit pelayanan Bank NTT akan disesuaikan dengan jumlah kecamatan di NTT, yakni sebanyak 289. Fisik kantor unit pun tidak besar-besar, ukuran maksimal hanya 6 x 15 meter.
Selain membuka 15 unit pelayanan di tahun 2012, langkah strategis prioritas lain yang bakal dilakukan manajemen Bank NTT di awal tahun ini adalah penguatan struktur permodalan melalui penjualan saham di pasar modal tahun 2012, meningkatkan citra Bank NTT melalui repositioning image corporate; memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan, antara lain standarisasi ISO 9001 untuk semua aktivitas, termasuk teller dan customer service dan pengembangan produk/jasa bank.
“Kita akan audit, mulai dari visi, misi sampai ke tingkat Standar Operasional Prosedur (SOP).  Setelah itu, kita akan buat transformasi keuangan, pelanggan, internal proses (SOP), dan learning proses (SDM).  Kita akan buat standar internasional dengan budaya lokal menuju ISO 9001 untuk semua aktivitas,” tegasnya.
Soal target 2012, Tagu Dedo menjelaskan, tetap selaras dengan dua grand target Bank NTT, yakni Pertama; berperan aktif dalam program penurunan angka kemiskinan dan pengangguran di NTT. Wujudnya melalui pembiayaan usaha produktif pada skala usaha mikro, kecil dan menengah. Dan, Kedua; mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi melalui pembiayaan infrastruktur pelayanan publik dan industrialisasi komoditi unggulan daerah.
Untuk mencapai dua grand target itu, Tagu Dedo menyebut delapan kebijakan umum yang ditetapkan Direksi Bank NTT, yakni (1) Penguatan struktur sumber dana. Hal ini untuk memitigasi terjadinya maturity miss-match dalam pengelolaan dana melalui penerbitan obligasi dan atau instrumen keuangan berjangka menengah dan panjang. Selain itu, meningatkan penghimpunan sumber dana tabungan, deposito dan giro non pemda. (2) Revisi kebijakan perkreditan. Disesuaikan dengan struktur sumber dana yang dimiliki dan potensi ekonomi unggulan di NTT. (3) Meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM. Disesuaikan dengan tuntutan kebutuhan dinamika bisnis Bank NTT dengan fokus terciptanya sales culture, nilai-nilai korporasi, prinsip-prinsip perbankan yang sehat dan good corporate governance (GCG). (4) Perluasan jaringan pelayanan di kecamatan dan desa berpotensi di NTT. (5) Pengembangan sistem aplikasi pelayanan operasional. (6) Standarisasi sistem pelayanan operasional. (7) Standarisasi gedung kantor cabang pembantu dan kantor kas, dan (8) Peningkatan penggunaan tools internal control dan risk management dalam rangka meningkatkan budaya kepatuhan kepada peraturan.
“Pengentasan kemiskinan mesti masif dan intensif. Kami bersyukur pak Gubernur NTT (Drs.  Frans Lebu Raya) sudah membuka jalan dengan program “Desa Anggur Merah”-nya. Bagi Bank NTT, program ini adalah laboratorium pengkreditan mikro. Karena itu, Bank NTT akan memback up-nya. Program ini bagus. Ini mesti kita dorong. Apalagi, ini pertama kalinya rakyat kita menerima dana secara langsung tanpa ada potongan. Geliat ekonomi rakayat kita akan berkembang. Mari kita dukung,” ucap Tagu Dedo seraya mengajak seluruh komponen masyarakat NTT mendukung “Anggur Merah”. 
By. CHRIS PARERA

Kiat Bank NTT Menjadi Agen Pembangunan Daerah


Dirut Bank NTT, Daniel Tagu Dedo
sergapntt.com [KUPANG] – Perbankan memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian. Itu sebabnya, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Nusa Tenggara Timur (NTT) alias Bank NTT terus berupaya menjadi bank yang kuat dan profesional, yang mampu mendorong perekonomian NTT hingga ke titik kehidupan rakyat Flobamora yang mapan.
Sejak berdiri, Bank NTT telah menjadi salah satu ujung tombak perekonomian bagi rakyat Pulau Flores, Sumba, Timor, Alor, Lembata, Sabu Raijua, dan Rote Ndao, atau sering disingkat menjadi Flobamora. Bahkan Bank NTT mampu mengatasi kesenjangan pembangunan antara pusat dan daerah. Pelan tapi pasti, Bank NTT diyakini mampu secara efektif ikut memberantas kemiskinan yang masih menghimpit NTT. Keyakinan itu terbukti dengan makin banyaknya rakyat NTT yang menjadi nasabah Bank NTT.
Menurut Direktur Utama Bank NTT, Daniel Tagu Dedo , cetak biru (blue print) BPD yang disusun Bank Indonesia (BI) secara tegas menetapkan tiga pilar pengembangan BPD, yakni meningkatkan ketahanan kelembagaan untuk mengembangkan rasio modal, meningkatkan peran BPD sebagai agen pembangunan daerah (Regional Champion), serta meningkatkan akses masyarakat dalam financial inclusion. Tujuan akhirnya adalah mengurangi angka kemiskinan di daerah.

“Untuk mencapai BPD NTT sebagai Regional Champion,  kita memiliki 3 pilar, yakni pertama: Ketahanan kelembagaan. Maksudnya, sebagai suatu lembaga bank, BPD itu harus kuat. Terutama dari sisi permodalan. Kemudian punya SDM yang profesional,” ujar Tagu Dedo saat ditemui sergapntt.com di ruang kerjanya, Rabu (11/01/12).
Pilar yang Kedua, lanjut Tagu Dedo, BPD sebagai agen pembangunan di wilayahnya (regional of development). Di dalam pilar yang kedua ini, BPD diharapkan kreditnya tumbuh diatas 15 persen. Bahkan kalau bisa  20 persen.  Yang berikut, BPD tidak lagi hanya berharap suntikan dana dari Pemerintah Daerah (Pemda) saja, tapi kita juga mulai menghimpun dana dari masyarakat, yang mana diharapkan porposinya 70 persen dana masyarakat dan 30 persen dana pemda. Yang berikut, penyaluran kredit ke sektor-sektor produktif. Ini,,, minimal sampai 2014, semua BPD di Indonesia mampu mencapai porsi kredit produktifnya  40 persen.  
Sedangkan pilar yang Ketiga, Bank NTT mampu melayani kebutuhan perbankan masyarakat. Disitu kita dituntut memiliki produk-produk unggulan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Contohnya, sekarang ini, BPD punya tabungan yang namanya Simpanan Pembangunan Daerah (SIMPEDA). Sementara di Bank NTT sendiri namanya Tabungan FLOBAMORA. Ini kita kemas dia menjadi produk unggulan, antara lain bisa diakses melalui mesin ATM. Terus,,, di ATM ada banyak menu pembayaran, misalnya untuk bayar listrik dan air. Bahkan di 2012 ini, kita akan melakukan kerjasama-kerjasama dengan berbagai perusahaan agar pembayaran, misalnya pembayaran kartu kredit atau ansuran, bisa dilakukan melalui ATM. Hal unggulan lainnya, di program ini, kita siapkan hadiah. Di BPD sendiri ada dua hadiah, satu hadiah tingkat nasional (SIMPEDA), hadiah kedua untuk tingkat lokal (Tabungan FLOBAMORA), yakni banjir hadiah itu.
 Ketiga pilar ini dibangun diatas fondasi manajemen resiko dan Good Corporate Goverment (GCG), yakni tata kelola perusahaan yang baik dan transparan. Diharapkan BPD dari tahun ke tahun makin terbuka, makin transparan, terhindar dari money politic, money londry. Jadi makin lama BPD makin profesional. Memang semua itu bertumpu pada SDM. SDM harus punya skill yang baik, yang bisa diandalkan sebagai seorang bankers, bukan bankers jadi-jadian. Yang berikut, bankers yang berwawasan luas. Contoh, NTT ini butuh apa? Butuh infrastuktur. NTT ini punya apa? Punya komoditi-komoditi unggulan. Apa saja itu, dimana lokasinya?  Harus tahu! Sehingga, sebagai seorang bankers BPD, dia tahu bagaimana ikut membangun wilayahnya.
Memang di perbankan itu ada aturan-aturan mainnya. Tapi,,, disitulah butuh skill and knowledge yang hebat dari seorang bankers. Yang dituntut sekarang, BPD harus jauh lebih profesional dari bank lain.  Karena kita punya tanggung jawab untuk bangun daerah ini. Nah,,, bayangkan, dari 33 provinsi, NTT berada di urutan 30. Nah,,, kalau bankers BPD NTT takut ambil resiko dan hanya mau supaya dapat gaji besar, bonus besar, maka sebaiknya jadi bankers bank biasa saja.  Inilah tantangan yang harus diambil bankers BPD NTT.
Yang berikut, bankers juga dituntut untuk jujur dan bertingkah laku baik. Kemuan, dia harus bisa melayani nasabah yang kayak apa pun. Dia harus siap melayani. Apalagi di bank, kita diajarkan untuk  menghadapi komplain nasabah yang paling keras sekalipun. Karena prinsipnya, kita harus tetap menempatkan nasabah sebagai the king, dia raja.
Dijelaskan, BPD NTT memiliki banyak keunggulan komparatif yang tak bisa ditemukan di bank-bank nasional. BPD NTT memiliki karakteristik yang khas dan unik, yang tak bisa digantikan lembaga pembiayaan mana pun.

Secara historis, BPD NTT memiliki ikatan emosional yang sangat kuat dengan masyarakat NTT. Itu karena BPD lahir, tumbuh, dan besar di daerah ini. Secara kultural, BPD memiliki hubungan yang istimewa dengan masyarakat, karena BPD terus berinteraksi dengan masyarakat itu sendiri.

BPD dimiliki pemerintah daerah (pemprov, pemkab, dan pemkot). Ikatan yang kuat dengan gubernur, walikota, dan bupati selaku kuasa pemegang saham memberikan akses yang tinggi kepada BPD untuk menggarap captive market di daerah. Maka sesungguhnya, BPD memiliki potensi yang luar biasa besar untuk mengembangkan perekonomian daerah.

BPD bisa menjadi motor dalam mendorong program pro growth, pro poor, dan pro job lewat penyaluran kredit yang produktif di daerah. Karena itu Bank NTT patut didukung untuk menghimpun dana dari pasar modal melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham. Dengan go public, BPD tak hanya bisa menambah modal untuk ekspansi, tapi juga dapat menerapkan transparansi, akuntabilitas, dan good corporate governance (GCG) yang merupakan prinsip-prinsip dasar perusahaan terbuka.

Dengan go public, BPD pun bisa lebih independen dan steril dari campur tangan pemilik saham. Sudah menjadi rahasia umum jika banyak BPD yang sulit tumbuh akibat besarnya intervensi kepala daerah. Hanya dengan transparansi, akuntabilitas, independensi, dan GCG-lah BPD bisa tumbuh kuat dan siap menghadapi persaingan yang kian ketat pada masa-masa mendatang, terutama dalam menghadapi Asean Community 2015, di mana proteksi dan sekat-sekat regulasi antar negara Asean tak lagi berlaku.

By. CHRIS PARERA

Investor Mesti Diberi Insentif


Dirut Bank NTT, Daniel Tagu Dedo

sergapntt.com [KUPANG] – Sejauh ini pertumbuhan ekonomi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih di dominasi oleh proyek pemerintah. Oleh karena itu, baik Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT, maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Pemerintah Kota di NTT mesti memberi insentif atau keringanan resiko bagi investor yang berminat berinvestasi di NTT.

Demikian dikatakan Direktur Utama Bank NTT, Daniel Tagu Dedo saat ditemui sergapntt.com di ruang kerjanya, Rabu (11/01/12).
“Kita harus memberikan kemudahan bagi investor. Misalnya Perda insentif bagi investor. Kadang-kadang ada statement bahwa wilayah (NTT) ini paling diminati investor. Padahal seharusnya, kita mesti yang membuat investor itu berminat ke NTT. Ingat,,, NTT ini urutan ke 30 dari 33 provinsi di Indonesia. Itu berarti kita sangat rendah dari sisi invest rating. Kalau sudah begitu, nah,,, sekarang bagaimana kita naikan rating kita. Ya,,, kita mesti siapkan insentif untuk investor, seperti kepastian hukum, kepastian lahan dan insentif lainnya. Contoh, dua tahun pertama pemerintah tidak akan menarik retribusi se peser pun dari investor. Tapi syaratnya 70 persen tenaga kerja, harus lokal. Nah ini mesti ada Peraturan Daerah (Perda),” ujar Tagu Dedo, memberi saran.
Untuk menyepakati insentif bagi investor, lanjut Tagu Dedo, maka Pemprov, Pemkab dan Pemkot harus duduk bersama, musyawarah lalu bermufakat.
“Harus ada kata sepakat antara Gubernur dan Bupati/Walikota. Dimana investasi itu akan terjadi. Karena itu, ini yang saya usul ke pak Gubernur, bahwa ini mesti dibawah ke Musrengbang,” imbuhnya.
By. CHRIS PARERA