Balita Kurus Mulai Berkurang di TTU


sergapntt.com [KEFA] – Persentasi balita penderita gizi kurang di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)  tahun 2011 mengalami penurunan hingga 19,2 persen dari target pencapaian 20 persen. Selain terjadi penurunan persentase balita gizi buruk, dari hasil evaluasi program Nice 2010 tercatat penurunan juga terjadi pada balita kurus sebesar 8,3 persen dari target 5 persen.
Keberhasilan program Nice dalam menangani masalah gizi balita  di TTU terlihat dari peningkatan cakupan ASI ekslusif enam bulan sebesar 30,5 persen dari target 80 persen. Indikator keberhasilan lainnya dari program Nice yaitu meningkatnya cakupan ibu hamil dengan 90 tablet fe.
Hal ini terungkap ketika berlangsung  pertemuan evaluasi proyek Nice 2010 tingkat Kabupaten TTU yang berlangung di gedung serbaguna Biinmaffo akhir pekan lalu.
Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes menjelaskan, masalah gizi masih merupakan salah satu isu dan tantangan dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas, baik di tingkat nasional maupun di TTU.
Kasus gizi terjadi pada setiap siklus kehidupan manusia, namun paling rentan usia balita. Hal ini  karena pada usia tersebut seorang anak sedang berada dalam periode yang disebut golden age atau masa keemasan, yang menentukan masa depan seorang anak.
“Dengan kata lain, gangguan gizi pada usia dini dipastikan akan menyebabkan gangguan pertumbuhan fisik, kecerdasan serta kerentanan terhadap kesakitan dan bahkan kematian yang dampaknya bersifat panjang bahkan lintas generasi,” katanya.
Menurutnya,  masalah gizi pada umumnya tidak berdiri sendiri, tetapi saling berkaitan dan saling mempengaruhi dengan masalah lain, seperti masalah pendidikan, ekonomi, sosial, agama, politik, keamanan, ketenagakerjaan, pemerintahan dan lainnya.
Karena, persoalan gizi sangat kompleks sifatnya, maka untuk mengatasi masalah dimaksud membutuhkan partisipasi semua pihak baik pemerintah maupun pihak swasta sebagaimana amanat Pasal 46  Undang-undang Nomor 23/2003 tentang Perlindungan Anak.
“Pemerintah pada setiap jenjangnya secara konsisten mengembangkan pola kemitraan dengan berbagai pihak untuk bersama-sama menanggulangi berbagai permasalahan pembangunan, termasuk masalah kesehatan anak,” katanya.
Dia meminta kepada seluruh jajaran pemerintah daerah agar lebih konsisten mengembangkan pola kemitraan dengan berbagai pihak untuk bersama-sama menanggulangi berbagai permasalahan pembangunan, termasuk masalah kesehatan anak.
Pemerintah katanya berkewajiban menyediakan berbagai bentuk pelayanan dan memfasilitasi atau mempercepat proses berbagai kegiatan dan bukan sebaliknya.
“Saya minta tingkatkan terus budaya kerja keras dan bangun kerja sama yang harmonis agar daerah terus maju terutama mampu menurunkan angka  balita gizi  buruk dari waktu ke waktu di daerah ini,” tegasnya.
By. MX

Dokter Temukan Penyakit Langka di TTS


sergapntt.com [SOE] – Tim dokter yang tergabung dalam kegiatan bhakti sosial (baksos) Keluarga Besar Mahasiswa Kedokteran Flobamora (Kardio) yang berlangsung di Desa Oe’Ekam Kecamatan Amanuban Timur Kabupaten TTS, Provinsi Nusa Tenggara Timur menemukan penyakit langka, yakni frambusia atau sejenis penyakit kulit yang sudah langka di Indonesia.
Menurut Ketua Panitia Baksos, Adelin Kole, dalam kegiatan tersebut, tim dokter yang berjumlah 16 orang memberikan pengobatan gratis kepada lebih dari 1.900 pasien. Selain pengobatan, pihaknya juga memberikan penyuluhan kesehatan dan pemberian bantuan sembako kepada warga kurang mampu dan terutama para janda.
“Untuk pengobatan itu terdiri dari dua kegiatan yakni pengobatan dan bedah minor. Untuk yang pengobatan itu lebih dari 1.800 pasien. Jumlah paling tinggi penyakit infeksi pernapasan akut (ispa) diikuti penyakit distetsia atau lambung. Sementara untuk bedah minor ada 45 pasien yakni pasien lipoma, kista, aterom dan papiloma dan sisanya paling banyak pasien sirkumsisi atau sunat. Ada 13 pasien dengan gejala malaria, namun setelah kami tes hanya dua yang positif malaria,” jelas Adelin.
Dia mengungkapkan, dari kegiatan tersebut, tim dokter menemukan satu pasien penderita frambosia. Penyakit kulit tersebut termasuk penyakit langka di Indonesia. Sebab, sudah sangat lama tidak pernah lagi ditemukan di Indonesia.
Dijelaskan, penderita frambusia mengalami luka terutama pada bagian kaki dan sangat rentan untuk melepuh dan kulit mudah robek. Jika tidak segera diobati, pasien akan mengalami kerusakan persendian dan destruksi persendian.
“Di Indonesia sudah tidak ada lagi penyakit seperti ini karena sudah lama sekali tidak ada laporan. Namun kami menemukan satu pasien di Oe’Ekam. Penyakit ini masuk melalui luka pada kulit orang sehat dan sering ditemukan di kaki yang gampang terkena luka dan kotoran. Dia menular lewat luka pada kulit dan tumbuh seperti biji jerawat yang meradang, merah, kemudian lama-lama jadi ulkus. Umumnya juga terjadi pada musim hujan. Penyakit ini juga timbul karena faktor lingkungan dan kebersihan,” terangnya lagi.
Ditambahkan, sedikitnya 500 janda dan anak yatim piatu diberikan sembako secara gratis serta pakaian bekas layak pakai. Pihaknya juga menggelar simulasi sikat gigi serta cara mencuci tangan yang baik dan demo memasak makanan bergizi menggunakan pangan lokal.
“Tujuan kita untuk mengajarkan kepada ibu-ibu untuk memanfaatkan pangan lokal. Dengan pengelolaan yang baik dan bersih serta sehat, bisa menunjang kesehatan anak tanpa harus membeli dari toko,” imbuhnya.
Kegiatan tersebut melibatkan sedikitnya 40 peserta yang tergabung dalam Kardio di Jakarta. Disebutkan, kegiatan tersebut atas kerja sama Kardio dan PT Batutua Kharisma Permai.
Adelin mengakui, kegiatan tersebut berjalan sangat lancar dan aman. Namun dia berpesan agar perhatian pemerintah terhadap kesehatan masyarakat perlu ditingkatkan. Pasalnya, masih banyak masyarakat yang sulit mencapai sarana kesehatan karena jarak rumah sakit atau puskesmas sangat jauh.
by. ED

Kupang Aktivitas Dalam Gambar


sergapntt.com [KUPANG] — Wajah Kota Kupang di siang hari. Warga kota karang ini akrab dengan cuaca panas.  Seperti terlihat diatas kesibukan di jalan Soeharto, depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 7 Januari 2012.

Belum sadarnya sebagian masyarakat akan ketertiban berlalulintas di jalan membuat polisi harus bekerja ekstra untuk mengatur kelancaran lalu lintas di Kota Kupang, terutama di daerah-daerah yang rawan akan kemacetan, seperti di kawasan Kuanonia, Paras Inpres Naikoten I, Oeba, Terminal Kupang Kota, depan SMAN 1 Kupang, depan SMA Giovanni Kupang, depan Universitas Widya Mandiara Kupang, dan lain-lain.

by. BERTA MUDE

Ende Terkini


sergapntt.com [ENDE] – aktivitas di bandara Ende tak pernah sepi dari penumpang. Hampir setiap hari, bandara yang terletak di pinggir pantai Kota Ende ini selalu dipadati penumpang yang pergi dan datang ke Keta Ende.

Wakil Bupati Kabupaten Ende, Achmad Mochdar sedang berkunjung ke sebuah kelurahan di Kota Ende.

by. FRED

Bajawa Terkini


Foto: Kota Bajawa, gambar diambil 5 Januari 2012

sergapntt.com [BAJAWA] – Inilah suasana Kota Bajawa, ibukota Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kota bercuaca dingin ini sering disamakan dengan Bandung. Selain bersih, warganya pun ramah dan kharismatik.

Inilah sarana transportasi unggulan di Kabupaten Ngada, bahkan sedaratan Flores umumnya. 

by. THE MAN