Kejar Standar Lulus UN 2012, Sekolah Gelar Try Out dan Extra Learning


sergapnttcom [ATAMBUA] – Standar kelulusan Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2011/2012 masih tetap sebagaimana UN tahun lalu dan tidak mengalami perubahan. Standar kelulusan oleh pemerintah pusat dipatok 5,50 bagi setiap mata pelajaran yang diujikan dalam UN.
Demikian penjelasan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Belu, Patrisius Asa ketika dihubungi, Kamis (5/1) melalui telepon selularnya.
Dikatakan, standar kelulusan UN tahun 2012 yang ditetapkan pemerintah pusat melalui Menteri Pendidikan Nasional tidak mengalami perubahan, di mana tetap 5,50 bagi setiap mata pelajaran.
Dengan standar yang belum dinaikan, jelas menjadi sebuah hal yang baik bagi peserta UN nanti. Hanya saja, siswa dan siswi peserta UN harus terus belajar. Pasalnya, standar kelulusan itu cukup tinggi. “Standar kelulusan memang tetap, tapi semua peserta UN SMA/SMK dan SMP harus terus belajar kalau mau lulus,” paparnya.
Ditambahkan, setiap materi yang diuji dalam UN standar ISI, bukan lagi kompetensi. Karena itu, belajar dan belajar menjadi hal penting bagi semua siswa.
Dijelaskan, untuk waktu UN sudah ditetapkan oleh kementerian, di mana UN bagi SMA/SMK dilaksanakan pada 16 April 2012. Sementara untuk SMP ditetapkan pada 28 April, sedangkan untuk SD akan dilaksanakan 8 Mei nanti.
Ditanya tentang pesiapan jelang pelaksanaan UN yang tinggal tiga bulan lagi, dia mengatakan, program persiapan telah dijadwalkan diantaranya, dilaksanakan try out atau ujian percobaan bagi siswa SMA/SMK, SMP dan SD serta dilakukan pembelajaran tambahan atau extra learning.
“Kami sudah siapkan beberapa hal untuk hadapi UN yakni try out dan extra learning bagi peserta UN nantinya,” kata mantan Kabag Keuangan Setda Belu itu.
Menurutnya, try out pertama bagi siswa SMA/SMK telah digelar pertengahan Desember lalu dan memasuki liburan ini akan dilakukan try out tahap dua yang semuanya bertujuan untuk persiapan diri siswa.
Hasil try out akan dievaluasi guna melihat kekurangan-kekurangan yang masih dihadapi siswa guna dibenahi jelang UN. Untuk extra learning, pihak sekolah telah diinstruksikan agar segera memberikan les tambahan kepada siswa peserta UN, sehingga terus ada penyegaran soal materi pembelajaran selama ini.
“Kami sudah instruksikan supaya sekolah berikan les tambahan kepada peserta UN untuk penyegaran hadapi UN,” sergahnya seraya mengharapkan kepada siswa untuk giat belajar, sehingga benar-benar menguasai semua mata pelajaran yang diuji dan pada gilirannya lulus dalam UN nanti.
Dia mengharapkan semua komponen dalam dunia pendidikan diantaranya guru, orang tua dan siswa untuk bekerja sama demi menyiapkan semua menghadapi UN tahun 2012 nanti.
“Mari kita semua bangun kerja sama yang baik untuk persiapkan anak-anak hadapi ujian nasional,” pungkasnya.
By. ATB

IBMC dan SIL Bantu Tingkatkan Gizi Warga Feotleu


sergapntt.com [KEFA] – Kehadiran Indo British Mining Company (IBMC)  PTE Holding Ltd dan PT Sil (Sole Indomine Limited) sebagai investor mangan di Kecamatan Biboki Feotleu membawa dampak positif bagi warga lima desa di Kecamatan  Biboki Feotleu. Setelah beberapa waktu lalu menyalurkan bantuan pangan berupa lima ton beras, 2.000  kaleng susu cap Nona dan 1.000 Kg gula pasir kristal kepada warga di Kecamatan Biboki Feotleu, kini investor asing tersebut kembali menyaluran bantuan pangan kepada warga di lima desa  yakni Desa Naku, Makun, Biru Natun, Kuluan dan Manumean.
Bantuan pangan yang sudah disalurkan melalui PT Mandala Erakofkovic berupa beras 5 ton, indomie 500 dos, sapi jantan lima ekor dan satu dos obat-obatan.
“Semua jenis bantuan itu sudah diserahkan langsung oleh Driss Belkadi dan Komran Madavi kepada masyarakat di lima desa Kecamatan Biboki Feotleu menjelang hari raya Natal 2011 lalu,” ungkap Direktur PT Mandala Erakofkovic, Fidelis Amnanu di Kefamenanu, Kamis (5/1).
Menurut Fidelis, sejumlah bantuan yang sudah diserahkan kepada 934 KK menjelang akhir tahun 2011 merupakan bantuan Indo British Mining Company (IBMC)  PTE Holding Ltd  dan PT Sil (Sole Indomine Limited) selaku penyandang dana bagi PT Mandala Erakofkovic.
Penyerahan bantuan menurut  Fidelis, sebagai salah bentuk perhatian perusahaannya atas persoalan sosial ekonomi masyarakat di wilayah tambangnya.
“Kami perlu tegaskan sekali lagi bahwa semua bantuan yang sudah disalurkan kepada masyarakat di lima desa yang ada di wiayah Kecamatan Biboki Feotleu murni bantuan kemanusiaan, tidak ada muatan lain,” tegas Fidelis.
Bentuk kepedulian sosial jelas Fidelis, merupakan wujud kepedulian sosial kepada warga sekitar. Tidak  hanya itu, bantuan yang sudah disalurkan kepada warga juga sebagai wujud implementasi misi kemanusiaan yang dikembangkan perusahaanya selama ini.
“Perusahaan kami hadir ditengah masyarakat tidak hanya semata-mata mencari keuntungan, tapi juga mengembang misi kemanusia, makanya sampai dengan hari ini kami sudah dua kali salurkan bantuan pangan dan obat-obatan kepada masyarakat,” ujar Fidelis.
Menurutnya, kehadiran perusahaannya dan kedua investor penyandang dana mendapat banyak simpati masyarakat setempat. Hal ini ditandai dengan penjemputan yang dilakukan secara adat baik tarian adat maupun tutur adat yang dilakukan tokoh adat dan tokoh masyarakat serta warga masyarakat setempat saat menerima kunjungan kedua investor belum lama ini.
“Pak Driss Belkadi juga  sangat tertarik  dengan kondisi masyarakat di wilayah Feotleu. Beliau sendiri mengungkapkan perasaan simpatinya kepada masyarakat kita saat menyampaikan isi hatinya di hadapan masyarakat ketika pertemuan berlangsung. Kehadiran kedua investor penyandang dana tersebut juga ternyata mendapat sambutan positif dari pemerintah daerah,” ungkap Fidelis.
By. ED

Ottemoesoe Pimpin PDAM Kupang


sergapntt.com [KUPANG]  – Johannis Silvester Ottemoesoe akhirnya dilantik menjadi Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kupang menggantikan Joao MME Mariano yang selama ini menjadi Plt. Dirut PDAM tersebut.
Serah terima jabatan (sertijab) dipimpin oleh Asisten II Setda Kabupaten Kupang, Korinus Masneno. Sertijab dilaksanakan di kantor PDAM Kabupaten Kupang yang dihadiri juga Ketua Badan Pengawas, Agustinus Dali Lomi dan anggota, Victor Christian Nenosiki, Kadis Koperasi dan UKM Kabupaten Kupang, Johanis Munah, serta pegawai PDAM Kabupaten Kupang.
Pada kesempatan ini Masneno menjelaskan, perjuangan yang cukup panjang harus ditempuh PDAM Kabupaten Kupang hingga dapat memiliki dirut definitif.
Dalam proses tersebut, ada suatu pelajaran yang cukup banyak dan berharga, maka proses boleh berjalan. Tapi mata harus tetap tertuju bagaimana pelayanan PDAM Kabupaten Kupang bisa meningkatkan pelayanan lebih baik lagi.
Ke depan katanya, PDAM Kabupaten Kupang sebagai Perusahaan Daerah (PD) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang dapat menghidupkan diri, termasuk didalamnya harus bisa menghasilkan profit yang mana itu merupakan saham perusahaan.
Dikatakan, dalam perjalanan sudah pasti ada pasang surut dalam kehidupan. Tapi itu tanggung jawab semua pihak, baik itu sebagai dirut, pengawas, kabag, kasubag sampai pada pegawai terendah sekalipun.
“Walaupun PDAM merupakan perusahaan daerah milik Pemkab Kupang, tapi harus berusaha menghasilkan profit. Hal ini tanggung jawab semua pihak mulai dari dirut, badan pengawas sampai pada pegawai kecil sekalipun untuk membawa PDAM sebagai suatu organisasi yang bisa memberikan profit, juga sebagai tempat berlindung pegawai,” katanya.
Ibarat rumah, jika tidak dirawat atau dikelola dengan baik, maka hasilnya juga tidak akan baik. Hal ini terbukti, di mana PDAM Kabupaten Kupang telah berhasil melalui tantangan demi tantangan dan saat ini sudah berada pada keadaan yang menuntut untuk berbuat lebih baik kedepan.
“Untuk bisa maju dan memberikan profit, maka semua perbedaan atau persoalan serah terima antara yang satu dengan yang lain harus dirubah. Bukan serah terima atau direktur yang harus dipersoalkan, tapi yang dipersoalkan bagaimana mencapai tujuan dan perusahaan bisa terus eksis sehingga bisa memberikan profit,” tegasnya.
Mewakili Pemkab Kupang, Korinus Masneno memberikan penghargaan kepada Joao Mariano yang telah melaksanakan tugas sebagai Plt Dirut PDAM Kabupaten Kupang.
“Dalam suatu perjalanan pasti ada suka dan duka, itulah kehidupan. Siapa yang mampu melampuai kerikil kehidupan, maka akan keluar sebagai pemenang. Sebab, tidak ada kehidupan tanpa masalah. Sebab hidup itu adalah keputusan,” ujarnya.
By. LITA

Mesin Pengolah Air Laut Mulai Beroperasi


sergapntt.com [BA’A] – Bupati Rote Ndao, Leonard Haning resmikan satu unit mesin pengolahan air laut menjadi air bersih/air minum dengan sistem reverse osmosis (RO) yang diperuntukan bagi masyarakat Pulau Usu, Desa Daiama Kecamatan Landu Leko, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Dalam sambutannya, Haning menjelaskan, bantuan berupa pembangunan dan  pelayanan masyarakat tersebut  merupakan suatu kegiatan yang sangat strategis dalam tataran pembangunan daerah Kabupaten Rote Ndao khususnya daerah di luar kepulauan Rote.
Menurutnnya, pembangunan sarana air bersih dengan teknologi reverse osmosis sangat dibutuhkan bagi setiap daerah yang kesulitan akan air bersih seperti pulau Usu.
Dengan demikian, Pemkab Rote Ndao dan seluruh masyarakat wajib menyampaikan terima kasih atas kesediaan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia beserta jajarannya yang telah merespon aspirasi masyarakat Rote Ndao hingga mulai beroperasinya sarana tersebut.
Perlu dicatat, kegiatan itu merupakan program tahun 2011 dan dukungan dari Kementerian KPDT serta janji pemerintah untuk mensejahterkan masyarakat Rote Ndao khususnnya pulau-pulau terluar dari pulau Rote seperti pulau Ndao dan pulau Nuse di Kecamatan Ndao Nuse, pulau Landu di Kecamatan Rote Barat Daya (RBD) dan pulau Airani di Kecamatan Landu Leko.
“Beberapa pulau yang berpenghuni di luar pulau Rote saat ini telah diprioritaskan pembangunannya dari KPDT dan dari pulau-pulau tersebut. Dua pulaunya sudah diberi bantuan mesin pengelolaan air bersih yaitu pulau Usu di Landu Leko dan pulau Landu di Kecamatan Rote Barat Daya,” katanya.
Leonard menambahkan, guna menyukseskan program lakamola anan sio, pemerintah akan turun secara langsung ke masyarakat untuk melakukan kegiatan aksi tanam-menanam produk lakamola anan sio.
By.JE

Lahan Pertanian Lobobali Mulai Diolah


sergapntt.com [MENIA] – Kawasan pertanian Lobobali di Desa Bodae Kecamatan Sabu Timur yang memiliki luas lahan mencapai 200 hektare, kini mulai dioptimalkan kembali setelah sekian lama dibiarkan tidak diolah. Masyarakat petani kembali bergairah untuk mengolah lahan berpotensi itu setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sabu Raijua melalui Dinas Pertanian menurunkan bantuan traktor untuk membantu masyarakat mengolah lahan yang ada.
Kepala Desa Bodae, Dominggus Ratu Djano menjelaskan, kawasan Lobobali merupakan lumbung pertanian bagi masyarakat Desa Bodae dan beberapa desa sekitarnya. Namun karena keterbatasan tenaga untuk melakukan pengolahan secara besar-besaran, maka banyak lahan yang dibiarkan begitu saja oleh pemilik maupun masyarakat penggarap.
“Setelah pak bupati turun dan melihat langsung kawasan pertanian ini, maka beliau langsung menyuruh saya untuk mengumpulkan semua masyarakat pemilik dan penggarap untuk bertemu dengan beliau. Dalam pertemuan tersebut pak bupati meminta ketegasan kita apakah mau serius jika pemerintah menurunkan peralatan untuk melakukan pengolahan. Setelah semua mengatakan setuju, maka Dinas Pertanian langsung menurunkan traktor basar kesini,” jelas Dominggus.
Selain bantuan traktor, pemerintah juga telah mengalokasikan dana untuk pembangunan saluran irigasi serta membangun bendungan kecil untuk menampung air guna dimanfaatkan para petani pada saat menanam di musim kemarau nanti.
Selain bantuan peralatan pertanian, pemerintah juga akan membantu masyarakat dengan bantuan bibit, pupuk maupun pestisida bagi petani.
“Sekarang saluran irigasinya sudah selesai dibuat. Demikian juga dengan embung kecil sudah bisa menampung air hujan tahun ini. Dengan demikian, maka masyarakat sudah bertekad setelah panen musim hujan, mereka sudah siap untuk menyukseskan program kebun rakyat mandiri atau menanam pada musim kemarau,” tambahnya.
Diakui, dikawasan tersebut sebenarnya sudah ada sumur bor, namun karena perawatannya yang tidak terjaga, sehingga tidak bisa memberikan manfaat yang maksimal bagi para petani.
Dikatakan, Lobobali bisa dijadikan lumbung pangan bagi Kabupaten Sabu Raijua jika diolah secara besar-basaran, karena memiliki luas lahan yang cukup besar dan subur.
“Sumur bor yang ada tidak terlalu maksimal, karena perawatan mesinnya juga tidak terlalu bagus. Selain itu, masyarakat pada waktu lalu mengalami kesulitan bahan bakar. Dulu daerah ini menjadi kawasan pertanian untuk Kecamatan Sabu Timur dan yang memiliki lahan disini bukan hanya warga Desa Bodae, tapi juga warga dari beberapa desa tetangga,” katanya.
Saat ini kata Dominggus, masyarakat sudah memagari lokasi pertanian supaya aman dari ternak masyarakat yang berkeliaran. “Di sekeliling pagar itu kita tanam dengan tanaman umur panjang seperti jati, mahoni dan terangbesi. Hijauan makanan ternak juga kita tanam disekekliling pagar, sehingga lokasi pertanian ini benar-benar aman dari ternak masyarakat,” tambah Dominggus.
By. ED