Radio Pemkab Sabu Raijua Segera On Air


sergapntt.com [MENIA] -Kalau tidak ada halangan, maka dalam waktu dekat Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) Kabupaten Sabu Raijua akan segera beroperasi. Kepastian ini disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Kominfo pada Dinas perhungan, pariwisata dan Kominfo Rudy Lituali, kemarin.
“Semua peralatan sudah siap dan kita sementara melakukan pemasangan, kita berharap agar dalam waktu dekat ini sudah bisa On Air,’ujar Rudy.
Dikatakan, Pembangunan RSPD telah dilaksanakan pada tahun 2011 silam, sesuai dengan anggaran yang telah disiapkan. Salah satu syarat dalam pengurusan perijinan sebuah RSPD berupa Peraturan Daerah yang mengatur tentang pembentukan radio pemerintah daerah, juga sudah ditetapkan oleh Pemerintah dan DPRD pada tahun 2011 lalu.
“RSPD harus menjadi media penyampai informasi yang obyektif. Tidak hanya bagi kelompok tertentu melainkan kepada masyarakat secara keseluruhan,” ujar Rudy.
Dikatakan, prioritas pembangunan Radio Siaran Pemerintah Daerah ( RSPD, ditujukan kepada layanan Informasi dan hiburan. Kondisi ini diharapkan dapat menciptakan masyarakat yang lebih mengenal perkembangan informsi dan teknologi  serta sarana pembangunan dan hiburan bagi masyarakat Kabupaten Rabu Raijua.
“Radio merupakan salah satu media massa yang sangat efektif dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Efektif, karena ia menjangkau sangat banyak orang dalam suatu waktu, bisa didengarkan ketika sedang melakukan kegiatan lain, dan memiliki kesempatan masuk ke ruang dan waktu privat pendengar,”tambahnya.
Sementara Ketua Komisi B DPRD Sabu Raijua, Okto Kadja,SE kepada harian ini mengaku Minimnya sarana Komunikasi di Kabupaten Sabu Raijua membuat masyarakat sulit mengakses informasi tentang berbagai kebijakan pemerintah daerah dalam pemabanunan sehingga sarana komunikasi seperti RSPD bisa menjadi jembatan informasi yang aktual bagi masyarakat.
Sabu Raijua katanya, sangat jauh dari akses informasi baik itu media cetak maupun media elektronik sehingga pemerintah perlu membangun sebuah radio sebagai sarana informasi yang baik dalam menginformasikan setiap kebijakan pemerintah dalam pembangunan. “Di Sabu kita sangat jauh dari akses informasi, bagaimana masyarakat mengetahui berbagai kebijakan pembangunan yang sementara dilaksanakan pemerintah kalau tidak melalui media, dan media yang cukup baik adalah radio karena bisa diakses oleh seluruh masyarakat di sabu raijua,”ujar Okto.
By. SBR

Jalan Usaha Tani Lederaga Terbengkalai


sergapntt.com [MENIA] – Jalan usaha tani di Desa Lederaga Kecamatan Hawu Mehara sepanjang enam kilo meter dari Dinas pertanian Kabupaten sabu Raijua tahun anggaran 2011 yang dikerjakan oleh CV Aktif Karya kini dibiarkan tanpa menyelasaikan pekerjaan yang ada.
Demikian disampaikan Kepala Desa Lederaga, Djadi Raga lewat telepon selularnya dari Mehara. Dikatakan pembangunan jalan ini selain tidak doselesaikan oleh kontraktor, material yang digunakan juga tidak sesuai dengan material yang seharusnya diperuntukan bagi pembangunan jalan Desa.
“Sebagai masyarakat kami disini bingung, mau samapikan ini kepada siapa lagi, karena ini sangat merugikan masyarakat. Kami berharap agar setelah membaca ini di Media kontraktor yang masih menyelsaikan pekerjaannya bisa pulang dan melanjutkan pekerjaan ini,”Ujarnya. Dikatakan, Jalan yang dikerjakan dengan anggaran sebesar 400 lebih juta ini harusnya sepanjang enam kilometer, namun oleh kontraktor baru ditimbun sepanjang krang lebih empat kilo meter.
Untuk itu dirinya berharap agar ada niat baik dari pada kontraktor untuk menyelesaikan pekerjaannya. “Jalan sepanjang enam kilo yang harus nya dikerjakan, itu baru sekitar empat kilo yang ditimbun tanah liat yang merah sehingga sekarang tidak bisa dilewati kendaraan bermotor karena licin dan berlumpur jalan yang ditimbun itu juga belum diwalas, jadi hanya sekedera di timbun saja. bukan pakai sertu yang biasa di gunakan untuk perkerasan jalan tapi menggunakan tanah mereah sehingga kalau jalan dengan motor sangat licin dan sudah beberapa pengendara yang jatuh,”Ujarnya.
Diakuinya bahwa kondisi jalan itu sudah disamapikan kepada kepada Ketua DPRD Sabu Raijua Ruben Kale Dipa,SH untuk disamapikan kepada pemerintah supaya ada tindak lanjut. sebab pada akhir desember silam kontraktor bersama anak buahnya tiba-tiba menghilang dan tidak ada lagi di Lederaga. “memang secara lisan kita sudah sampaikan masalah ini kepada  Bapak Ketua DPRD yang kebetulan datang gereja bersama kita di Lederaga. nah para kontraktor ini ketika mereka datang kita kasih mereka rumah kosong untuk mereka tinggal sambil bekerja, saya sendiri sebagai kepala desa yang menyerahkan rumah itu buat mereka tempati. tapi akhr Desember lalu tiba-tiba mereka hilang dan kunci rumahnya juga mereka tidak kembalikan kepada saya,”jelas Djadi Raga.
Dijelaskan jalan sepanjang enam kilo yang masuk dalam proyek jalan tani tersebut adalah jalan lingkar desa yang juga merupakan jalan utama untuk mengakut hasil pertanian maupun hasil laut dari masyarakat menuju luar desa, sehingga dengan kondisi jalan yang ada saat ini masyarakat harus berhati-hati jika menggunakan kendaraan roda dua. “Dulu jalan ini tidak licin seperti sekarang tapi setelah ditimbun tanah malah menjadi seperti ini kondisinya, itu yang kita sesali. Untuk itu kita minta supaya Dinas pertanian bisa menindaklanjuti ini supaya kontraktor itu menyelasaikan pekerjaannya,”tambahnya.  Dikatakan, Jalan usahatani adalah prasarana transpotasi pada kawasan pertanian untuk memperlancar mobilitas alat mesin pertanian, pengangkutan sarana produksi menuju lahan pertanian dan mengangkut hasil produk pertanian dari lahan menuju ke tempat pengumpulan sementara.
By. EZ

Traktor Bantuan BNPB Belum Beroperasi


sergapntt.com [WAINGAPU] – Dua unit traktor bantuan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Syamsul Maarif saat ini masih tersimpan di Badan  Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumba Timur alias belum mulai beroperasi. Pemanfaatan traktor tersebut juga menjadi tanggungjawab BPBD.
Menurut Bupati Sumba Timur, Gidion Mbilijora, pemanfaatan traktor bantuan BNPB untuk menggarap lahan pertanian warga tergantung permintaan dari pemerintah kecamatan. “Tapi BPBD tetap berkoordinasi dengan instansi teknis dalam hal ini Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumba Timur,” tegasnya.
Alat penggiling jagung yang juga bantuan BNPB menurut Gidion, disalurkan langsung pada warga yang tergabung dalam kelompok masyarakat (pokmas).
“Karena jumlahnya terbatas, maka pemanfaatan penggiling jagung bantuan BNPB itu harus berbentuk kelompok,” paparnya.
Selain bantuan sarana dan prasarana pertanian, BNPB juga membantu Pemkab Sumba Timur dalam pengembangan rumput laut termasuk pembuatan perangkap air hujan (embung) di Sumba Timur. “Akhir Januari tahun ini saya ke Jakarta untuk mempersentasikan potensi rumput laut dan pengembangan embung di Sumba Timur kepada BNPB,” tandasnya.
Pasca bencana, 19 kabupaten/kota di NTT mendapat bantuan sarana dan prasarana pertanian dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kabupaten Sumba Timur mendapat alokasi bantuan berupa dua unit traktor 100 PK dan sembilan unit alat penggiling jagung.
Penyerahan sarana dan prasarana pertanian itu dilakukan langsung kepala BNPB, Syamsul Maarif di kediaman Ketua DPRD Sumba Timur, Palulu P Ndima.
Selain Bupati Sumba Timur, Gidion Mbilijora dan Bupati Sumba Tengah, Umbu Sappi Pateduk, penyerahan alat pertanian yang diawali dengan upacara adat yang berujung pada pemberian gelar bangsawan Sumba Umbu Ratu Djawa kepada kepala BNPB Syamsul Maarif  itu,  disaksikan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya.
By. JO

Masyarakat Nikmati Air Terjun Oehala


sergapntt.com [SOE] – Masyarakat Oehala, Desa Oel Ekam, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) mulai menikmati manfaat air terjun di wilayah tersebut. Jika selama ini mereka harus turun ke kali untuk mengambil air, kini dengan teknologi runpump, jarak untuk mendapatkan air bersih semakin dekat.
Sekretaris Desa Oel Ekam, Danial Pay mengungkapkan, selama ini masyarakat harus turun ke kali untuk mengambil air bersih. Jaraknya sekitar 3 KM. Namun beberapa bulan terakhir, warga sudah mendapat bantuan pompa tenaga air dari salah satu donatur di Australia.
“Memang orang bilang di sini ada air terjun jadi banyak air. Tapi tidak begitu. Karena selama ini kami ambil air sangat susah, sampai ada yang pikul air tiga kilo baru sampai rumah. Jadi sekarang sudah lumayan baik, karena ada bantuan pompa jadi kami tidak perlu turun ke kali lagi, kecuali untuk mandi atau mencuci,” terang Danial yang menambahkan, masyarakat yang menggunakan air tersebut tidak dipungut apapun.
Dia menyebutkan, bantuan tersebut diberikan melalui salah satu warga atas nama Herman Nafie. “Ini pompa tidak ada mesin tapi air bisa mengalir sampai sekitar 600 meter dari mata air. Tapi kami tidak bayar apa-apa sama sekali. Mereka pasang selang dan bangun bak penampung jadi kami tinggal ambil saja,” ungkapnya.
Sementara itu, Herman Nafie menjelaskan, bantuan tersebut bukan berasal dari organisasi atau lembaga donator. Bantuan itu merupakan bentuk penghargaan keluarga Nafie kepada masyarakat TTS.
Dijelaskan, teknologi runpump didatangkan langsung dari Australia dengan mengandalkan tekanan air sebagai pembangkit. Menurut Herman, air terjum Oehala memiliki potensi sangat baik untuk mengembangkan teknologi tersebut.
“Ini bantuan perseorangan dari keluarga kami. Kebetulan kakak saya di Australia dan anaknya sendiri yang bisa rakit pompa ini, sehingga kami datangkan dari Australia. Kami sumbangkan secara cuma-cuma kepada masyarakat sebagai perpuluhan keluarga. Tapi rencana kami untuk sumbang ke semua desa yang ada air terjun seperti ini. Sehingga kalau ada wilayah yang ada air terjun minimal lima sampai 10 meter, itu sudah bisa menggunakan teknologi runpump. Untuk Oehala kita pasang lima pompa dan satu bak penampung dengan kapasitas 3.000 litar. Untuk pemasangannya tidak sulit, karena saya pasang tanggal 29 Oktober, tanggal 6 November air sudah jalan normal ke pemukiman masyarakat,” imbuhnya.
By. MX

Polres Belu Komit Berantas Korupsi


sergapntt.com [ATAMBUA] – Kapolres Belu, AKBP Darmawan Sunarko akan berupaya maksimal memberantas praktek-praktek korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) di Kabupaten Belu.
“Kami berkomitmen untuk babat habis korupsi,” tegasnya.
Mantan Kapolres Ende itu menyebutkan, korupsi telah menjadi musuh bersama saat ini, baik di level nasional maupun daerah. Karena itu, tindakan yang mengarah pada korupsi, berdasarkan temuan lembaga-lembaga berkompeten, tidak terkecuali adanya pengaduan masyarakat akan tindak pidana korupsi.
Kepolisian dalam penengakkan hukum tentunya bergerak sesuai dengan koridor hukum yang ada dengan melakukan penyelidikan dan penyidikan, kemudian melimpahkan berkas perkara kepada kejaksaan.
“Kita dalam melakukan penyelidikan sebuah tindak pidana korupsi, pastinya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” katanya seraya menambahkan, pihaknya tidak akan main-main dalam memproses dugaan korupsi yang melibatkan siapapun. Sebab, korupsi jelas merugiakan masyarakat dan pelakunya harus diproses hukum.
“Kami tidak akan kompromi kalau ada tindakan yang mengarah pada korupsi,” jelasnya.
Perwira melati dua itu mengungkapkan, kepolisian sebagaimana amanat dari Kapolri dan Kapolda, akan komitmen dengan mengungkap korupsi yang tentunya melibatakan pejabat negara dalam berbagai tingkatan maupun pihak swasta yang terkait dengan keuangan negara.
Korupsi lanjutnya, telah menjadi komitmen bersama, sehingga tidak ada alasan pihaknya untuk tidak melakukan penyelidikan, apalagi merupakan bagian dari tugas polisi dalam penegakkan hukum di Indonesia khususnya di Kabupaten Belu.
Dalam penanganan, pihaknya akan seobyektif mungkin agar tidak ada istilah adanya tebang pilih dalam kasus korupsi. “Siapa yang terlibat baik perorangan maupun koorporasi, tidak akan dilindungi. Sebab, semua sama dimata hukum,” tegasnya.
Dia meminta semua pihak untuk melaporkan semua tindakan yang diduga kuat mengarah pada tindak pidana korupsi yang merugikan negara dan masyarakat.
By. ATB