sergapntt.com [WEOE] – Masyarakat di wilayah kecamatan Weweiku, Kabupaten Belu, boleh berbangga. Sebab, wilayah itu mulai kebagian program Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Kasus (P2DTK). Program itu diberikan melalui bantuan dana Bank Dunia sebesar Rp300 juta untuk tahap pertama.
Menurut Fasilitator Kecamatan Wewiku, Anderias Seran dan Ibu Ani dalam acara tatap dengan para kader P2DTK Sekecamatan Wewiku, di di Kantor Desa Weoe, pekan lalu, dana tahap pertama ini akan digulirkan untuk beberapa desa. Sedangkan bantuan tahap berikutnya akan bergulir untuk desa-desa lainnya. Kegiatan yang dihadiri 24 peserta dari tiap-tiap desa itu berlangsung dari tanggal 11-15 Desember 2007.
Anderias dan Ibu Ani mengatakan, fasilitator kecamatan harus berkoordinasi dengan fasilitator desa dan harus transparan guna memberantas hal-hal yang menghambat jalannya roda pemerintahan, baik tingkat kabupaten, kecamatan maupun desa.
“Semua Fasilitator membutuhkan kerjasama dengan lembaga-lembaga pemerintahan Desa, BPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, rokoh adat dan masyarakat,” katanya.
Salah seorang peserta pelatihan kader P2DTK, Egidius Bria, mengatakan, dalam menangani masalah-masalah dalam masyarakat diharapkan kerjasama yang baik sehingga program P2DTK berjalan sebagaimana yang diharapkan. “Dana P2DTK diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Wewiku, Emanuel Nahak,S.Sos yang mewakili Camat Wewiku, Phelipus Nahak, BA mengatakan, pemanfaatan dana P2DTK benar-benar menyentuh kepentingan pembangunan dan dapat dinikmati oleh masyarakat.
Namun informasi yang dihimpun Sergap NTT dari kalangan masyarakat menyatakan kekecewaan terhadap pengguliran dana P2DTK oleh Bank Dunia karena dana bantuan itu baru direalisasikan akhir tahun 2007. “Mengapa bukan diawal tahun anggaran 2007, ada apa?” gerutu seorang warga +++ eduardus klau
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.

Tinggalkan komentar