Hengky Benu Terancam Dipecat Dari Gerindra


sergapntt.com [KUPANG] – Perseteruan antara kelompok Persehatian Orang Timor (POT) yang diarsiteki Jonathan Nubatonis dengan Forum POT yang diprakarsai para pejabat eselon II etnis Timor di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT tak kunjung surut. Justru cenderung meningkat seiring datangnya informasi bahwa Hengky Benu bakal dipecat dari jabatannya sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kota Kupang.
“Saya sudah dengar bahwa saya akan dipecat. Tapi sampai hari ini saya belum mendapat SK pemecatan itu,” ujarnya.
Salah satu dedengkot POT itu mengatakan, ancaman pemecatan terhadap dirinya mulai mengudara ketika ia lantang bicara soal ketidakberpihakan Partai Gerindra terhadap kadernya. Termasuk ketidakberpihakan Esthon Foenay sebagai putra Timor plus Ketua DPD Partai Gerindra terhadap aspirasi POT yang berharap Esthon mengamankan salah satu kader Timor agar bisa keluar via Gerindra, baik sebagai Calon Walikota maupun Wakil Walikota.  Apalagi sudah ada komitmen antara Esthon dan POT bahwa di pemilukada Kota Kupang kali ini Gerindra akan mengutamakan kader Timor yang pilihannya jatuh kepada Hengky Benu atau Gustaf Oematan. Bahkan telah direstui Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.
“Prabowo bilang sendiri; saya mendengar dari panglima. Saya hanya mau dengar Esthon Foenay, ini panglima saya di NTT. Jadi begitu Esthon usul apa, saya amin, saya langsung tanda tangan,” ujar Hengky Benu mengulangi pernyataan Prabowo.
Itu artinya, saat mengusulkan nama-nama calon ke Jakarta, Esthon hanya mengusulkan Jeriko. Yang lain tidak! Buktinya, SK Gerindra justru menetapkan Jeriko yang nota bene bukan orang Timor, bukan pula kader Gerindra.
Sebagai kader Timor dan Gerindra, Hengky Benu tentu tak terima perlakuan Esthon terhadap dirinya. Untuk itu, ia mengaku siap dipecat jika Esthon berkehendak. Apalagi POT sudah menyatakan dengan tegas, menarik dukungan terhadap FREN. Baik sekarang maupun di suksesi Pilgub 2013 nanti.
Penolakan terhadap FREN terus disosialisasikan kepada warga Timor, baik secara lisan maupun melalui surat atau selebaran.
Penolakan terhadap FREN disampaikan juga oleh Ketua Umum POT, Jonathan Nubatonis. Mantan Anggota DPD RI mengaku, sesungguhnya orang Timor berpotensi menjadi Walikota Kupang. Selain memiliki jumlah pemilih terbanyak, orang Timor dilecutkan juga oleh semangat menghilangkan anggapan kalayak bahwa orang Timor bodoh, ko’uk, tidak mampu dan lain sebagainya. Ajang ini sebetulnya mau dijadikan moment pembuktian bahwa orang Timor juga bisa jadi pemimpin. Semangat ini tidak muncul serta merta, tapi melalui perjuangan panjang. Program pertama adalah merebut kursi ketua partai. Itu berhasil. Buktinya, Hengky Benu dan Esthon Foenay terpilih sebagai Ketua DPC dan DPD Gerindra. Skenario ke 2 adalah meloloskan kader Timor sebagai calon walikota atau wakil walikota. Sayang, program, skenario, semangat dan aspirasi ini kandas ditangan Esthon.
“Pak Esthon sudah komit itu. Tapi tidak dalam pelaksanaannya,” ujar Nubatonis.
Selain skenario merebut partai politik, mendorong kader Timor sebagai calon pemimpin di Kota kupang, masih ada skenario politik atau program-program besar lain yang telah disepakati POT bersama Esthon. Tapi karena pada level penetapan calon walikota-wakil walikota Kupang periode 2012-2017 tak terlihat lagi komitmen, maka dengan terpaksa, POT menarik dukungan terhadap Esthon untuk kembali bersanding dengan Frans Lebu Raya di babak ke 2 Pilgub 2013. Tak hanya itu, melalui pleno POT, Esthon dinyatakan dipecat dari POT. Sebab, berdasarkan SK POT No 1 tahun 2004, Esthon tercatat sebagai Ketua Dewan Penasihat POT.
“Dalam SK POT No 1 tahun 2004, dia (Esthon-red)  sebagai Ketua Dewan Penasihat. Tupoksinya menasehati POT diminta maupun tidak untuk mencapai tujuan POT sesuai AD/ART. Tapi,,,, dalam pelaksanaannya, bukan menasihati, justru menipu organisasi,” beber Nubatonis.
Lalu apa tanggapan Esthon Foenay? Ditemui SERGAP NTT di ruang kerjanya pada Rabu (8/2/12), Wakil Gubernur NTT itu tak mau berkomentar, baik soal perseteruan POT dengan F-POT, maupun soal pemecatan Hengky Benu dari Gerindra dan tudingan-tudingan POT yang dialamatkan kepada dirinya. “Ah,,, no commentlah. Ngomong yang lain saja,” ujarnya, singkat.
Hm,,,, Esthon lebih memilih diam menghadapi cercaan POT yang dimotori Hengky Benu dan Jonatan Nubatonis. Apakah ini solusi? Entalah,,,! Tapi yang pasti ada dua kemungkinan kenapa Esthon memilih diam. Pertama: Esthon bersikukuh mengikuti arahan orang-orang bijak yang berbunyi, “Bagi mereka yang beriman, lidah yang dikurniakan oleh Allah itu tidak digunakan untuk berbicara sesuka hati dan sia-sia. Sebaliknya digunakan untuk mengeluarkan mutiara-mutiara yang berhikmah. Oleh karena itu, DIAM adalah benteng bagi lidah manusia daripada mengucapkan perkataan yang sia-sia”.
Kedua; ketika dia berkomentar meladeni cercaan dan tudingan POT, maka itu hanya akan membuat sebagian orang memakluminya, dan sebagiannya lagi akan tetap menyalahkannya. Tetapi itu juga akan membuat kelompok POT memaklumi dari yang seharusnya tidak dimaklumi. Dan, tidak ada yang dapat menjamin apakah semua dapat memetik hal baik dari kemakluman itu, atau hanya mengikuti keburukannya. Maka lebih baik diam!
By. CES

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • YOU LIKE NTT?