Mulanya Diperkosa, Akhirnya Jadi Ketagihan


Kisah Selingkuh Ibu Muda dan Kondektur Angkot

sergapntt.com [KUPANG] – Penyakit “subita” (suka bini tetangga) yang diidap oleh si Beny, warga Kecamatan Oebobo, Kota Kupang tak patut diteladani. Untuk pemuda seusia dia, mestinya aneh punya kelakuan seperti itu. Kenapa musti naksir bini orang, sedangkan stok gadis di Kupang sangat berlimpah. Mau yang muda, yang agak tua, semua tersedia.
Namun Beny menyadari, profesi hanya seorang kondektur seperti dirinya, mana ada perempuan manis yang sudi mencintai dia? Mendambakan gadis yang cantik, putih bersih, betis bunting padi, itu sama saja pungguk merindukan bulan. Maka,,, meski gadis di kampungnya mulus-mulus, selama ini Beny hanya mampu memplototinya dengan nafas naik turun. Betapapun ada yang ditaksirnya, tapi dia takut mengalami cinta bertepuk sebelah tangan. 
Termasuk pada Ny. Berta, yang selama ini menjadi tetangganya. Beny sangat suka akan penampilan ibu muda itu, tapi juga hanya dipendam dalam hati. Apa lagi wanita itu adalah istri bang Her, lelaki tinggi besar bertemperamen sangar. Beny tak bisa membayangkan, begitu ketahuan mengganggu NY. Berta, ia bisa langsung ditenteng bang Her pakai tangan kiri lalu dilempar ke kali, ……byurrrrr! “Amit, amit,” kata batin Beny.
Akan tetapi, cinta memang hak semua anak bangsa. Sepanjang itu hanya wacana dan disimpan dalam dada, silakan saja menaksir bini tetangga, di KUHP dijamin tak ada pasalnya. Dan itu pula yang dilakukan Beny, mana kala melihat bini bang Her melintas depan rumahnya, matanya melotooot mengikutinya alunan langkah sang pujaan.
Akhirnya, stagnan (penumpukan) asmara Beny mencapai klimaks. Itu terjadi ketika suatu sore, pas dia melintas dekat rumah Ny. Berta, mendengar suara orang gebyar-gebyur mandi. Beny mencoba mengintipnya. Alamak,,,, yang mandi ternyata ibu Berta yang diidolakan selama ini. Wiiiiih…., lekukan tubuhnya bagai lesung Bajawa yang baru habis dipoles. Seksi abis coyyyyy, selaras wajahnya yang cantik.
Dengkul Beny bergetar kayak mau patah. Tali dan jaringan syaraf matanya pun nyambung ke otak, lalu otak mendelegasikan ke pendulum, maka segera kontaklah dia: blip, blip, blip! Beny yang makin tersiksa akan aksi pengintipannya, tambah berani memelototi tubuh polos tetangganya itu. Ketika Ny. Berta usai mandi dan ambil air bersih untuk masak, langsung dikuntit dari belakang. Bodo amat dengan bang Her, begitu tekadnya.
Ini yang keterlaluan, mendadak Beny ingin memperkosa Berta meski dengan cara kekerasan. Kalkulasi politiknya mengatakan, dalam kondisi normal, mana mungkin Berta sudi melayani aspirasi arus bawahnya. Satu-satunya teori ampuh adalah; istri bang Her harus dilumpuhkan terlebih dahulu! Maka, ketika Berta sedang menunduk menyimpan ember air bersih di dapur, langsung saja dikemplang kepalanya pakai kayu: pletakkk,,,,,,,,!
Seketika ibu muda berdarah blasteran antar pulau di NTT itu rubuh di lantai dapur. Saat pingsan itulah, Beny mulai beraksi. Dia yakin seyakinnya, dalam hitungan menit dia bakal berhasil menikmati tubuh mulus tetangga yang diidolakannya itu. “Takkan lari gunung dikejar,” begitu katanya sambil menutup wajah sendiri pakai kaos agar tak ketahuan. Benar saja, kira-kira lima menit kemudian aksi sang kondektur angkot itu mencapai klimaks.
Setelah itu, ia pun dengan terburu buru memakai kembali celananya dan langsung berlalu dari tempat itu. Hati kecilnya memberi isyarat, “jangan sampai ada yang memergoki perbuatanku. Jika sampai terjadi,,,,, maka tamatlah riwayatku”. Hahahay,,, dasarrrrrrrrrrr!
Dua jam kemudian, barulah Ny. Berta siuman. Ia kaget mendapati kondisinya tubuhnya sudah setengah bugil. Ia merasakan sakit di belakang lehernya, mungkin akibat pukulan kayu. Sudah begitu, ia merasakan pula perih di wilayah “terlarangnya”. Saat itu, ia sadar, achhhhh…saya baru saja diperkosa,,,. Tapi siapa yah yang memperkosa? Tanyanya dalam hati.

Setelah pikir-pikir, ia akhirnya memilih tidak mau menceritakan aib yang baru saja terjadi pada siapa pun, termasuk pada suaminya. Ia takut aib ini akan menyebar dan dia sendiri yang akan menanggung malunya.
Seminggu si Beny menunggu reaksi apa yang akan terjadi dari perbuatan bejadnya itu. Tapi tidak terjadi apa apa. Senang bukan main rasanya. Ketagihan pun kembali datang menjemput. Keinginannya untuk mereka ulang adegan mesumnya mulai tergambar dan tersusun lagi dibenaknya. Ia tahu kalau bang Her tiap subuh meninggalkan rumahnya untuk membawa dagangan sayuran ke pasar. Beny hafal betul aktivitas bang Her itu.

Itu sebabnya, suatu hari kala orang di kampung itu menuju gereja untuk sembahyang, dan bang Her telah pergi ke pasar, si Beny mulai mengendap-endap di belakang rumah bang Her. Sedikit dengan keahlian mencongkel grendel rumah, maka Beny sudah berada di dalam rumah Her.
Dengan berjingkrak-jingkrak, Beny menuju kamar Ny. Berta. Didapatinya Berta sedang tertidur pulas. Kain yang dipakai Berta setengah tersingkap. Betis dan pahanya menyembul. Melihat itu, naluri sapines Beny mulai kelenjingan. Spontan jemarinya mematikan lampu. Kamar tiba-tiba menjadi gelap gulita. Beny lalu naik ke ranjang secara perlahan.
Ny. Berta yang hanya menggunakan sarung tidak menyadari karena lelapnya. Seketika sarungnya ditarik lalu Beny menindih. Wah,,, Ny. Berta kaget bukan main. Ia ingin berteriak, tapi seketika mulutnya dibekap. Dia merasakan sesuatu yang dingin dilehernya. Rupanya si Beny menaruh parang di leher Berta. Tanpa berkata a..ii..uu….si Beny langsung meluncurkan torpedonya. Ny. Berta hanya pasrah. Ia mengerti, kalau ia berteriak maka parang akan menggorok lehernya.
Tapi,,, karena hentakan yang keras, Ny. Berta merasa perih. Ia akhirnya kembali mengingat peristiwa yang lalu, jangan-jangan dia ini juga yang memperkosa saya waktu di dapur itu. Kok perihnya sama! Gumamnya dalam hati.
Usai melepas hajat, si Beny langsung kabur menyelinap keluar rumah lewat pintu belakang. Lalu Ny. Berta? Ketika si Beny beranjak pergi, ia tidak berteriak. Ia hanya memakai kembali sarungnya, dan kembali tidur. Pusing…amat….!!!! Pikirnya dalam hati!
Benar saja, sejak saat itu Berta menjadi susah tidur. Ia selalu membayangkan hebatnya lelaki yang menidurinya secara paksa. Siapa sih dia? Berta jadi penasaran! Ia pun mulai tak sabaran menunggu datangnya si Beny untuk yang kesekian kalinya. Setiap kali suaminya ke pasar, pintu belakang selalu tak ia kunci. Maksudnya biar lelaki misterius itu kembali ‘menjenguknya’.
Seminggu, dua minggu, Beny tak kunjung datang. Tapi Berta tak putus asa, dia terus berharap. Benar saja, persis di minggu ke empat bulan yang sama, Beny pun nongol. Seperti biasa,,,, setelah masuk, Beny mematikan lampu. Tapi kali ini ia salah tafsir. Pikirnya Berta telah tidur nyeyak. Eh taunya mata Berta lagi dilanda kasmaran. Itu sebabnya, sebelum kembali tidur setelah suaminya ke pasar, Berta mengapit senter di tangannya.
Begitu Beny menaiki tempat tidur, tiba-tiba Berta menyalakan senter dan disorot persis di wajah Beny. Karena takut, Beny ingin kabur. Tapi, tiba-tiba tangan Berta memegang tangannya. “Oooooh, ternyata kamu. Hm,,,,,”, ujar Berta berseloroh. Beny pun terus meronta ingin kabur. Tapi tiba-tiba lagi dengan suara setengah memelas, Berta berkata, “Sonde apa-apa ade. Ketong lanjut su, beta ju suka”. Hahahay,,,, sejurus bathin Beny menjadi adem. Ia tak percaya. Tapi fakta menunjukan demikian. Praktis nafsunya tersalur dengan bebas.  
Usai melakoni adegan ranjang, Beny ingin kabur. Tapi Berta kembali menahannya. Sambil baring, Berta memuji kenekatan Beny, “Hm,,, kamu ni nekad abis ya,,,”. Beny hanya membalas dengan senyum sumringah.
Satu jam sudah Beny bersama Berta di dalam kamar. Keduanya menjadi akrab. Tukar-tukaran nomor handphone pun terjadi. Sebelum pamit, Beny dan Berta kembali merengkuh nikmat bersama. Kali ini benar-benar suka sama suka.
Sejak ketahuan siapa sebenarnya si Beny, Berta malah jatuh cinta. Bukan karena pekerjaan dan penghasilannya si Beny, tapi karena dasyatnya Beny di atas ranjang. Sejak saat itulah, setiap ada kesempatan, Berta selalu meminta jatah. Bahkan saking ketagihannya, hampir setiap hari Berta meminta Beny untuk menemaninya tidur, setidaknya di pagi hari ketika suaminya sudah ke pasar. Dan, itu berlangsung hingga sekarang.
“Dia talalu manis bro. Beta jadi susah mo lepas dia,” papar Beny dengan sombong saat ngobrol sambil miras bersama SERGAP NTT di bilangan Kota Baru, Kota Kupang belum lama ini.
By. CHRIS PARERA

9 Komentar

  1. apakah ini kisah nyata??? betapa ‘malangx’ manusia modern ini,, situasi yang mencekam dibuatnya menjadi lebay…

  2. walaaaaah morale ra ono…

  3. no coment

  4. gila bro

  5. Munking krn penis sibeny gede dan panjang

  6. Aq juga pernah mengalami hal yg sama dgn si beny.

  7. nama: BONAR KARDOVA
    tinggi: 175cm
    penis: 15cm
    no hp: 085 2959 35 222
    buat tante yg lagi kesepian saya siap
    melayani anda dengan puas gk pkek mahal……
    rahasia di jamin 100% aman…….
    buat tante yg dimanapun keberadaanya

  8. no comment

  9. ah?? ni cerita betul ko ond ni???


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • YOU LIKE NTT?