KPUD Kota Kupang Tidak Profesional?


sergapntt.com, KUPANG – Aneka persoalan seolah tak pernah berhenti melanda Kota Kupang. Kali ini muncul lagi kontroversi hasil verifikasi KPU Kota Kupang soal keabsahan Partai Politik (Parpol) pendukung Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang periode 2012-2017.
Diarsiteki Daniel Ratu, KPU Kota Kupang dinilai tidak profesional dalam bekerja. Terdapat kejanggalan-kejanggalan yang patut dipertanyakan. Sebut saja hasil verifikasi terhadap dualisme dukungan yang diberikan Partai Indonesia Serikat (PIS) dan Partai Barisan Nasional (Barnas) kepada paket Paul Liyanto-Yos Mamulak (AYO) dan Marthen Obeng-Nikolaus Ladi (MARKO). Kabarnya, KPUD Kota Kupang hanya mengakui keabsahan PIS dan Barnas yang mendukung paket AYO. Padahal Surat Keputusan (SK) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PIS dan Barnas dikantongi paket MARKO. Pertanyaannya, pernahkah KPUD Kota Kupang melakukan verifikasi hingga ke DPP kedua partai itu? Apakah SK DPP yang dipakai sebagai acuan, atau rekomendasi Dewan Pimpinnan Daerah (DPD) PIS dan Barnas Kota Kupang yang dipakai sebagai dasar penetapan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota?
“KPU tidak independen. Ada indikasi KPU berpihak kepada paket-paket tertentu. Kami akan melakukan upaya hukum ke Mahkamah Konstitusi (MK),” ujar Marthen Obeng yang didampingi Nikolaus Ladi saat ditemui SERGAP NTT di Sekretariat paket MARKO di jalan Kedondong, Oepura, Kupang , Sabtu (3/3/12).
Menurut Marthen, karena KPU Kota Kupang terindikasi tidak bekerja profesional sesuai amanat Undang-Undang, maka pihaknya telah menarik berkas pencalonan paket MARKO dari KPU.
“Menarik berkas pencalonan bukan berarti Paket MARKO mundur dari pertarungan Pemilukada Kota Kupang. Kami tidak mundur, tapi kami hanya tarik kembali berkas dari KPU. Karena kami menemukan sejumlah kejanggalan-kejanggalan dalam proses tahapan pelaksanaan Pemilukada Kota Kupang. Untuk itu, kami akan segera melakukan  upaya hukum ke MK,” tegasnya.
Kini paket Marko telah membentuk Tim Advokasi Hukum yang diketuai Made Rahman Marasabessy, SH dan Anton Ali, SH dengan melibatkan tim advokasi kasus Pemilukada Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kabupaten Pati. Di dua kabupetan ini persoalannya hampir sama seperti yang terjadi di Kota Kupang. Kendati telah melakukan pemungutan suara dan penetapan hasil pemilukada, MK memerintahkan KPU di dua kabupaten itu untuk melakukan verifikasi ulang terhadap keabsahan parpol pendukung pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati. Tak pelak Pemilukada ulang pun harus dilakukan. Itu karena MK menemukan fakta adanya dukungan ganda dan dukungan dari parpol yang tidak semestinya terhadap pasangan calon. Misal yang terjadi pada AYO dan MARKO. Artinya, ada yang salah dalam proses penelitian dan verifikasi dukungan yang dilakukan KPU.
“Untuk sementara, kami belum bisa merincikan kejanggalan yang dimaksud, tunggu tanggal mainnya. Yang pasti kasus ini akan disidangkan di MK,” imbuh Marthen, penuh semangat.
Kejanggalan lain, jelas Marthen, terjadi pula pada SK Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN). Saat Tim MARKO melakukan kros cek ke Depertemen Humum dan HAM (Depkumham), pejabat yang berwenang di Depkumham tidak mampu menunjukan SK PPRN terbaru versi Pondok Bambu. Bahkan terkesan merahasiakan keaslian SK itu. Padahal itu bukan merupakan dokumen rahasia negara. Ada apa? Belum lagi upaya jegal menjegal yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu agar MARKO tak bisa bertarung di arena Pemilukada. Bisa dibilang MARKO dijepit dari segala penjuru agar tak ikut meramaikan pesta demokrasi lima tahunan kali ini. Maklum MARKO merupakan paket unggulan yang mewakili komunitas Timor (Atoin Meto) dan Flores bagian tengah. Sebagai pemilih terbanyak di Kota Kupang, pemilih Timor-Flores tentu akan memenangkan MARKO.  Sayang langkah mereka terhalang kinerja KPU dan politik kotor yang dimainkan politikus-politikus tertentu.  
Santer terdengar Ketua dan Anggota KPU Kota Kupang telah memiliki jago masing-masing. Ketua KPU Kota Kupang, Dani Ratu misalnya diisukan menjadi tim sukses paket Jerfi Riwu Kore-Kristo Blasin (Jeriko), Juru Bicara KPU Kota Kupang, Baharudin Hamsa disebut-sebut menjadi tim sukses paket Yohana Viktoria Rebo-Muhammad S. Wongso (The Next), begitupun dengan Anggota KPU Kota Kupang, Yaherlof Foeh, Maximus Biaedae dan Marianus Minggo yang digosipkan mendukung duet Daniel Adoe-Daniel Hurek (Dan-Dan).
Keterlibatan para punggawa KPU tersebut kini ramai dibicarakan warga Kota Kupang, terutama para pelaku politik praktis. “Semoga isu ini tidak benar. Mudah-mudahan ini hanya gosip. Jika benar, sayang sekali ya,,” ujar Fredik Nurak, warga Oebobo, Kota Kupang.
Ya,,, semoga saja isu keterlibatan KPU dalam dunia politik praktis itu hanya isapan jempol belaka. “Semua kita berharap agar KPU bekerja secara profesional. Tapi kenyataannya, KPU tidak independen lagi,” tohok Marthen Obeng. 
Sementara itu, Nikolaus Ladi mengaku gerah dengan sikap KPU yang tidak menjaga norma dan etika bagaimana menyampaikan informsi kepada publik soal tahapan-tahapan Pemilukada, terutama soal hasil verifikasi KPU terhadap parpol.
“Saya baca di koran, koq belum apa-apa sudah bilang MARKO gugur. Gugur apanya? Bukan begitu caranya! Jangan asal bunyi saja. Pakailah etika dan norma yang ada. Seharusnya, setelah habis batas waktu tahapan verifikasi, KPU baru boleh menyampaikan ke publik, mana paket yang gugur, mana yang tidak. Ini belum apa-apa sudah bilang paket ini gugurlah, itu gugurlah. Yang benar saja,,,,”  ucap Niko.
Bagi Niko, jika KPU melakukan verifikasi menggunakan hati nurani dengan berpedoman pada aturan dan mekanisme yang berlaku, maka kejanggalan-kejanggalan dalam tahapan pemilukada tidak akan terjadi.
“Saat KPU melakukan verifikasi, itu verifikasi dari mana ke mana? Hanya di Kupang atau juga ke Jakarta. Nah, kalau ke Jakarta, kemana? Seharusnya KPU melakukan verifikasi secara lengkap, mulai dari DPP, Dekumham hingga KPU Pusat. Setelah itu tinggal cocokan dengan yang ada di tingkat provinsi dan kota. Bukan verifikasi setengah-setengah. Buktinya, SK DPP PIS dan Barnas kita pegang, koq paket lain yang diakui. Aneh,,,” sergahnya.
Ditemani Marthen Obeng, Ketua Tim Sukses Paket MARKO, Siprianus Pani meminta KPU Kota Kupang untuk segera menunda Pemilukada. Sebab, tahapan pemilukada yang dijalankan oleh KPU selama ini telah melenceng dari aturan yang berlaku. Jika tidak, maka persoalan pemilukada yang terjadi di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Flores Timur bakal terulang di Kota Kupang.
“KPU Kota Kupang cenderung mengamankan paket-paket tertentu. Ini tidak bisa dibiarkan. Saya lihat Ketua dan Anggota KPU tidak memahami betul aturan main pemilukada. Contoh,,, soal publikasi informasi melalui media massa terkait tahapan pemilukada. Belum apa-apa sudah bilang paket ini gugur, itu gugur. Padahal aturan dan etika mengatakan, KPU baru boleh mempublikasikan hasil verifikasi ketika tahapan verifikasi sudah final. Bukan asal komentar seperti sudah yang dilakukan. Karena itu, pemilukada ini mesti ditunda. KPU harus melakukan verifikasi ulang  terhadap parpol pengusung pasangan calon wali kota dan wakil wali kota sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku,” pintanya.
Ancaman memproses hukum KPU Kota Kupang juga pernah dilontarkan pasangan Bernad PelleSyahrul Nurawi (Bersatu). Itu karena menurut  Bernad Pelle, Ketua KPUD Kota Kupang, Dani Ratu diduga berupaya menghalang-halangi paket Bersatu untuk bertarung dalam Pemilukada Kota Kupang.
“Sepanjang Ketua KPU masih dijabat Dani Ratu, paket ini sulit maju dalam pencalonan pemilu kada Kota. Saya akan memproses hukum dia. Dia harus bertanggung jawab terhadap 23 ribu pendukung saya. Saya minta dia supaya segera mengundurkan diri sebagai Ketua KPU Kota,” papar Bernard Pelle kepada wartawan usai mendatangi KPU untuk meminta penjelasan kenapa paket Bersatu tidak diakomodir sebagai Calon wali Kota dan Wakil Wali Kota.
Belakangan paket Bersatu memilih mundur dari pencalonan, lantaran terjadi kesalahpahaman pra pleno saat proses penyerahan berkas dokumen independen ke kantor KPU Kota Kupang.
by. chris parera

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • YOU LIKE NTT?