Direktur Bank NTT Divonis 4 Tahun


sergapntt.com, KUPANG – Mahkamah Agung (MA) RI memvonis Siswanto, SE, Direktur Investasi dana Pensiun pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) (saat ini Bank NTT) dengan pidana penjara selama empat tahun dan didenda Rp200 juta subsidair 3 Bulan kurungan.

Siswanto dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut dana pensiun tahun 2006-2009.

Demikian Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Kupang, A.Th. Pudjiwahono, S.H, M.Hum melalui Humas, Ramly A Muda, S.H, Kamis (8/3/2012).

Menurut Ramly PT Kupang sudah menerima putusan kasasi dari MA dan juga sudah disampaikan ke Pengadilan Negeri Klas I A Kupang maupun kejaksaan.

“Kami sudah terima putusan kasasi perkara dana pensiun Bank NTT yang terdakwanya adalah Siswanto. Putusannya selama 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta sub sidair 3 bulan kurungan/ penjara,” kata Ramly.

Putusan MA ini berlangsung dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis H Muhammad Taufik, S.H,M.H dan anggota Sophian Marthabaya, S.H dan H Syamsul Rakan Shaniago, S.H, M.H dengan panitera pengganti Retno Kusrini, S.H, M.H.

Dijelaskan, selain putusan itu, MA juga menghukum terdakwa membayar uang pengganti kepada negara Rp 16.054.432.972 atau Rp 16 M.

“Dan apabila terpidana tidak bayar uang penggati paling lama satu bulan sesudah putusan ini telah memperoleh kekuatan hukum tetap maka harta bendanya disita oleh jaksa.

Dan apabila harta bendanya tidak mencukupi untuk membayar uang pengganti Maka diganti dengan pidana 3 tahun,” jelasnya

Dikatakan, dalam salinan putusan MA itu menyatakan, terdakwa Siswanto, SE tidak terbukti secara syah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaiamana dalam dakwaan primair JPU.

Namun terdakwa  terbukti secara sah meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara berlanjut.

Terdakwa telah melakukan perbuatan berlanjut secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan negara atau perekonomian negara.

Putusan itu MA juga menyebutkan, terdakwa melakukan investasi saham tidak sesuai dengan ketentuan yang ada yaitu nilai investasi dalam saham melebihi batas maksimum yaitu 20 persen dari batas maksimum  investasi 90 persen dari kekayaan.

“Perbuatan terdakwa menginvestasi dana pensiun melebihi batas maksium bertentangan dengan keputusan Menteri Keuangan No 511/KMK.06/2002 tanggal 4 Desember 2002 tentang investasi dana pensiun. Selain itu terdakwa juga melakukan transaksi dengan cara kredit/ utang,” ujarnya.

Informasi yang diperoleh di Kejati NTT, penyidik dalam waktu dekat segera mengirim surat pemanggilan terdakwa untuk diperiksa kemudian dieksekusi. Pemanggilan dilakukan melalui Bank NTT untuk dieksekusi. 

by.hen/pos kupang


Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • YOU LIKE NTT?