Orang Sumba Pelihara Sapi Panen Energi


sergapntt.com, SBD – Perkembangan dunia dan tuntutan globalisasi membawa dampak terhadap makin meningkatnya permintaan energi yang membuat semakin menipisnya energi yang bersumber dari fosil.
“Karena itu, potensi sumber daya energi terbarukan yang ada di Pulau Sumba dan khususnya di Sumba Barat Daya merupakan jalan keluar terbaru bagi Provinsi NTT untuk mengatasi persoalan energi dan meninggalkan ketergantungan energi fosil. Kalau di Timor orang tanam jagung panen sapi maka di Sumba orang pelihara sapi panen energi terbarukan,” tandas Wakil Gubernur NTT, Ir. Esthon L. Foenay, M.Si dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekda Provinsi NTT, Fransiskus Salem, SH, M.Si saat membuka Seminar dan Lokakarya Penyusunan Kerangka Peta Jalan (Road Map) dan Pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Sumba Iconic Island 2012-2025 di Aula Kantor Bupati Sumba Barat Daya, Kamis (15/3/12).
Wagub mengaku, optimis dengan ketersediaan sumber daya energi terbarukan yang ada di Pulau Sumba. “Dengan potensi energi terbarukan yang kita miliki, mari dari Sumba kita bangun Indonesia dan dari Sumba kita bangun masyarakat dunia. Secara perlahan kita tinggalkan ketergantungan terhadap energi fosil,” pinta Wagub.
Menurut Wagub, hingga kini ratio elektrivitas di Provinsi NTT masih berkisar antara 30 % – 40 % dari target 85 % di tahun 2015. “Ratio yang seperti ini tentu berdampak pada geliat ekonomi masyarakat yang belum optimal. Karena itu, kita perlu beralih dari energi fosil ke energi terbarukan,” jelas Wagub.
Wagub meminta kepada seluruh perserta seminar dan lokakarya untuk memperhatikan empat (4) serius yakni serius bekerja sama untuk mengembangkan potensi yang ada di masing-masing wilayah, serius mensinergikan program-program yang ada dengan RPJMD masing-masing kabupaten, serius untuk menyukseskan peta jalan dan serius untuk mendukung pembentukan Satgas Sumba Iconic Island bagi NTT, Indonesia dan masyarakat dunia.
Di tempat yang sama, Direktur Bio Energi Kementerian ESDM RI, Maritje Hutapea menjelaskan, program energi terbarukan merupakan hal yang sangat bagus dan menjanjikan kesehjateraan masyarakat yang ada di Pulau Sumba. “Meski kesejahteraan dan kemakmuran sesungguhnya ditentukan oleh masyarakat itu sendiri, tetapi kami dari pihak Kementerian ESDM sangat berkepentingan untuk mendukung Road Map dan Satgas Sumba Iconic Island,” kata Hutapea.
Menurut dia, Pulau Sumba dipilih oleh Kementerian ESDM RI sebagai pilot project energi terbarukan, karena Pulau Sumba memiliki potensi energi terbarukan yang luar biasa dan akses masyarakat terhadap energi masih sangat rendah. “Saat ini energi telah menjadi kebutuhan yang utama dari masyarakat. Saya berharap dengan energi yang ada masyarakat bisa menggunakan energi tersebut untuk hal-hal yang produktif tidak hanya untuk yang konsumtif semata,” pinta Hutapea.
Sementara itu, Direktur HIVOS, Mr. Eco Matser mengatakan, Pulau Sumba memiliki potensi energi terbarukan yang luar biasa antara lain : angin, air, matahari, biogas dan biomasa. “Energi terbarukan sesungguhnya lebih disasarkan kepada masyarakat di daerah terpencil karena sumber daya energi terbarukan tersedia secara alamiah. Saya berharap Pulau Sumba dapat memberikan contoh kasus untuk mengusahakan energi terbarukan dan mengurangi dampak terhadap perubahan iklim,” tandas Matser dan menambahkan, “energi bukan tujuan tetapi untuk membantu masyarakat dalam hal urusan masak, transportasi dan penerangan di waktu malam hari.”
Sedangkan Bupati Sumba Barat Daya, dr. Kornelius Kodi Mete menuturkan, upaya menemukan potensi energi terbarukan di Pulau Sumba sejalan dengan empat (4) Program Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya yakni Membangun Mulai Dari Desa : Desa Berair, Desa Bercahaya, Desa Berkecukupan Pangan, Desa Aman dan Tertib.
Ikut hadir dalam acara tersebut, Kadis Pertmbangang dan Energi Provinsi NTT, Ir. Dany Suhadi, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Provinsi NTT, Ir. Nico Bala Nuhan, Kepala Biro Hukum Setda NTT, John Hawula, SH, M.Si, Wakil Bupati Sumba Barat Reko Deta, Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Jack Malo Bulu serta sejumlah pejabat yang berasal dari Sumba Timur, Sumba Barat, Sumba Tengah dan Sumba Barat Daya.
Acara ini diselenggarakan atas kerjasama Kementerian ESDM RI, Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya, Bank BNI Sumba Barat Daya, PLN Cabang Sumba Barat Daya, BPPT dan HIVOS. HIVOS merupakan organisasi Pemerintah Belanda yang bekerja untuk pembangunan khususnya akses masyarakat terhadap sumber daya energi.
by. verry guru

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s