Ajarkan Anak Minta Maaf


TIMORense – Pada dasarnya meminta maaf merupakan nilai dasar yang harus dimiliki setiap manusia. Di mana kita sebagai manusia seringkali berbuat salah, sehingga kata maaflah yang hendaknya diucapkan jika kita melakukan kesalahan terhadap orang lain. Tentu saja dibarengi dengan perilaku untuk tidak mengulangi kesalahan tersebut. Namun,sering kali kata itu sulit terucap walaupun kita tahu kita berbuat salah.
Mengajarkan untuk meminta maaf sebenarnya bisa dilakukan dari anak masih bayi, yaitu dengan memberi contoh pada anak bagaimana berperilaku meminta maaf. Anak mudah sekali meniru apa yang telah dilihatnya. Jika menginginkan anak bisa meminta maaf, maka orang tua harus bisa meminta maaf. Anak bisa melihat dan mencontoh bahwa jika orang tua berbuat salah maka akan meminta maaf dan saling memaafkan.
Demikian sari pendapat ibu-ibu rumah tangga yang ditemui TIMORense di kediamannya masing-masing. Ibu Mercy di Bakunase satu mengemukakan, orang tua juga bisa mengajarkan dengan cara meminta anak meminta maaf ketika ia berbuat salah. Hal ini bisa dilakukan ketika anak sudah mulai bisaberbicara atau sudah mulai masuk ke dalam lingkungan sosial. “Meminta maaf ini sangat penting artinya bagi orang tua maka ketika anak berbuat salah jangan sekali-kali memaksa anak untuk meminta maaf,” ungkap ibu dua orang anak ini seraya menambahkan hal ini bukan membuat anak bersedia meminta maaf tetapi malahan membuat anak menjadi takut.
Dalam perspektif yang nyaris sama, Ibu Bella di Kelurahan Oesapa Barat menjelaskan, bila anak selalu disalahkan, anak bisa menjadi rendah diri, takut disalahkan, merasa diri dicap nakal, dan semakin terbentuk sifat nakalnya. “Untuk anak usia 2-3 tahun anak masih memiliki ego yang sangat tinggi dan belum bisa melihat sesuatu dari perspektif orang lain. Karena itu orang tua perlu bersabar dalam mengajarkam anaknya untuk meminta maaf,” tips Ibu ibu satu orang anak ini dan menambahkan ada juga cara lain yang ampuh dalam mengajarkan anak untuk meminta maaf maupun mengajarkan nilai kebaikan yang lain, yaitu dengan dongeng atau sandiwara boneka. Dari cerita-cerita yang dilahirkan anak akan lebih mudah menangkap nilai moral yang ada dalam cerita tersebut.
Ibu Fitri di Kelurahan Airmata mengemukakan, bila anak sudah mulai memasuki usia sekolah secara perlahan-lahan ia mulai belajar melihat dari perspektif orang lain. Yang perlu orang tua sadari adalah tidak menghakimi anak di depan banyak orang atau teman-temannya, karena akan membuat anak menjadi rendah diri. Ajak anak untuk brbicara berdua dan jelaskan mengenai kesalahannya. “Berikan anak dorongan positif untuk meminta maaf. Mengajarkan anak untuk meminta maaf juga bukanlah hanya sekedar perintah, tetapi orang tua juga harus bisa menjelaskan kepada anak kenapa ia harus meminta maaf,” ungkap bunda dua orang putri seraya menambahkan orang tua juga bisa membuat suatu stimulas jika anak masih merasa takut untuk meminta maaf. Pada saat stimulus ini, ajarkan anak bagaimana cara bicaranya kemudian ajak anak menemui orang yang ingin dimintai maaf, kalau anak merasa takut maka temani dia ketika meminta maaf.
Dengan demikian, orang tua juga perlu untuk menekankan pada anak bahwa perkataan maaf bukan hanya sekedar dimulut saja, melainkan juga harus ada aksi yang menyatakan bahwa ia menyesal, ada konsekwensi yang harus diambil jika ia membuat kesalahan. Sehingga dengan meminta maaf seorang anak tidak hanya mengerti bagaimana bertanggungjawab atas apa yang dilakukannya tetapi juga mampu menempatkan diri pada posisi orang lain. Marilah ajarkan anak saling memaafkan. Sehingga generasi kita tumbuh dalam damai dan sejahtera. Semoga.
By. Wesly Jacob

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • YOU LIKE NTT?