Riung Kota Wisata Bawah Laut


TIMORense – Riung 17 Pulau laksana “Surga Bawah Laut” yang belum terjamah. Kelompok pulau ini terdiri dari pulau-pulau kecil dan pulau karang yang terbentang di depan Teluk Riung. Alam bawah laut dari pulau-pulau ini kaya dengan keanekaragaman hayati. Itu sebabnya, wisatawan asing sering menjuluki Riung sebagai kota wisata bawah laut yang layak untuk dikunjungi.
Disamping itu, daerah perbukitan sekitar Riung (Pulau Flores) dihuni oleh biawak raksasa spesifik Riung. Penduduk lokal menamakannya “Mbou”. Bila biawak komodo disebut varanus komodoensis, maka biawak Riung disebut juga sebagai Varanus Riungensis.
Kawasan Wisata Alam Laut Riung terhampar memanjang dari Toro Padang di sebelah barat sampai dengan Pulau Pangsar di sebelah timur. Mawar Laut merupakan salah satu obyek wisata yang ada di taman laut itu.
Riung dapat dicapai dengan bis selama tiga jam dari Bajawa, Ibukota Kabupaten Ngada atau satu jam dengan bus dari Mbay, ibukota Kabupaten Nagekeo. Perjalanan dengan pesawat dari Jawa dapat dilakukan melalui Jakarta/Surabaya-Denpasar-Maumere atau Jakarta/Surabaya-Denpasar-Ende dan dilanjutkan dengan bis ke Bajawa dan Riung. Mobil sewaan juga tersedia di Maumere dan Ende.
Kini Riung telah menjadi tujuan utama wisatawan. Kota Riung sendiri terlihat asrih. Jalan-jalan lingkungan yang ada dalam kota Riung semuanya hotmix. Setiap hari pemerintah dan masyarakat terus menggalakan gerakan kebersihan lingkungan, hewan piaraan ditertibkan, pasokan air bersih disiagakan 1×24 jam.
Swasta pun tak mau ketinggalan berinvestasi. Sejumlah hotel, restorant dan cafe dibangun.  Ini semata-mata agar bisa menjerat para pelancong dari dalam maupun luar negeri yang berbuah tambahan pendapatan bagi masyarakat.
Selain memiliki taman laut seluas 11 ribu hektar dengan kedalaman 4 meter, Riung juga memiliki budaya dan tarian adat yang mampu menggugah para wisatawan.
Menurut Camat Riung, Alfian S.Sos, sekarang Riung telah siap menjadi daerah tujuan wisata yang menjanjiikan kenikmatan berwisata. Selain taman laut yang penuh dengan biota laut, pengunjung juga bisa menikmati dan menyinggahi pulau-pulau yang terdapat di dalam kawasan taman laut seperti pulau kelelawar, pasir putih dan lain sebagainya. Jika ingin menginap, maka di Riung tersedia penginapan dan rumah makan yang memadai.
Ada delapan buah tempat penginapan di Riung, yakni Hotel Nur Ikhlas, Hotel Tamrin, Hotel Riung Pesona, Hotel Madona, Hotel Nirwana, Hotel Bintang Wisata, Hotel Florida, Hotel Liberty dan satu buah Liquieen Cafe/ Resto serta tiga rumah makan, yakni, rumah makan “Murah Meriah”, rumah makan “Ujung Pandang”, dan rumah makan “Slamet Riyadi”.  
Jika ingin mengelilingi taman laut, di Riung telah tersedia motor laut sewaan. Khusus mengelilingi taman laut terhitung sejak pukul 06.00 pagi hingga pukul 16.00 sore, penyewa perahu biasa memberi harga Rp. 300 ribu. Di dalam kapal tersedia juga Mini Bar. Selain disewa, perahu-perahu sewaan bisa juga dikemudiakan sendiri oleh penyewa. So, tunggu apa lagi.
by. chris parera

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • YOU LIKE NTT?