Menkes Beri Apresiasi Bagi Pemkab SBD


sergapntt.com, KODI – Menteri Kesehatan RI, Dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, DR.PH memuji kerja keras Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) di bawah kepemimpinan Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete dan Wakil Bupati SBD, Jack Malo Bulu yang sukses mengurus dan memperhatikan masalah air bersih dan masalah kesehatan lainnya.
“Ibu Menkes memberi apresiasi yang tinggi kepada masyarakat dan Pemkab SBD atas kerja keras dan kerja cerdas untuk memperoleh air bersih,” ucap Dirjen Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Supriyanto, Sp.PP,MARS sesaat sebelum meresmikan Sarana Air Bersih (SAB) Waikanuru Mopir di Kecamatan Kodi Utara Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Jumat (16/3).
Selain SAB di Waikanuru Mopir, Dirjen Upaya Kesehatan juga secara simbolis meresmikan SAB Watulonda di Kecamatan Kota Tambolaka dan SAB Waimaringiloko di Kecamata Wewewa Utara. Program ini merupakan hasil kerja sama Pemerintah RI dalam hal ini Kementerian Kesehatan RI dengan Pemerintah Jerman melalui Program KFW-GTZ.
Menurut Menkes, sumber air yang bersih merupakan pangkal untuk jalan menuju hidup yang sehat. “Perlu diketahui bahwa air minum merupakan kebutuhan dasar manusia yang menjadi sasaranMilenium Development Goals (MDGs),” kata dia, dan berjanji mendirikan Rumah Sakit Pratama melalui Program Rumah Sakit Bergerak untuk Daerah Terpencil. “Pak Bupati tolong siapkan sumber daya manusianya,” tambah Dirjen Supriyanto.
Di tempat yang sama Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Frans Salem, SH, M.Si menuturkan, tiga (3) hal yang perlu mendapat perhatian  bersama dalam rangka mencapai target MDG dibidang air minum dan penyehatan lingkungan  yaitu  pertama, perlu meningkatkan koordinasi antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dengan lembaga donor/mitra/LSM dan semua elemen masyarakat yang bergerak di bidang pembangunan air minum dan penyehatan lingkungan (AMPL) dalam satu wadah Pokja air minum dan penyehatan lingkungan tingkat kabupaten dalam mendorong perluasan dan pengarusutamaan pembangunan AMPL di masyarakat. Kedua kata Gubernur, perlu disusun rencana tindak yang konkrit dalam memfasilitasi dan melaksanakan strategi perluasan dan pengarusutamaan pembangunan AMPL melalui pendekatan sanitasi total berbasis masyarakat.
“Ketiga melakukan replikasi strategi pendekatan program yang telah terbukti  berhasil dikembangkan di masyarakat, untuk dikembangkan dengan menggali potensi daerah,” kata Gubernur.
Sementara itu, Bupati SBD Kornelius Kodi Mete mengatakan, upaya mewujudkan desa yang berkecukupan air, maka pemerintah terus mengalokasikan anggaran yang cukup untuk memperkuat kapasitas sumber-sumber mata air maupun terkait dengan pemanfaatan sumber-sumber mata air dalam upaya pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat.
“Hingga tahun 2011, perlu saya sampaikan bahwa hampir 17 % masyarakat SBD telah menikmati air bersih melalui jaringan perpipaan termasuk jaringan perpipaan yang dikerjakan melalui program pro air; jumlah tersebut belum termasuk masyarakat yang menikmati air bersih bersumber dari sumur bor dan air bawah tanah lainnya,” papar Bupati.
By. Verry Guru

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • YOU LIKE NTT?