Transmigrasi Atasi Kemiskinan Di NTT


sergapntt.com, KUPANG – Transmigrasi telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya mengatasi masalah kemiskinan dan pengangguran melalui pemberian bantuan rumah tinggal yang layak dan penciptaan kesempatan kerja serta berusaha baik bagi warga transmigrasi yang tinggal di sejumlah Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) baik yang tersebar di kabupaten dalam wilayah NTT maupun yang dikirim ke berbagai daerah penerima antara lain Kalimantan, Papua, Sulawesi, Sumatera dan Maluku.
Hal tersebut diungkapkan Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Sekda NTT, Ir. Eddy Ismail, MM saat membuka Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi  (P2KTRANS) lingkup Provinsi NTT tahun 2012 Hotel Royal Jalan Timor Raya Kupang, Senin (19/3/12).
Menurut Gubernur, data menunjukan bahwa Kepala Keluarga (KK) yang telah mendapat program pemberdayaan dan menempati lokasi transmigrasi sampai dengan tahun 2011 adalah sebanyak 25.513 KK masing-masing 11.982 KK merupakan Transmigrasi Penduduk Setempat (TPS) tersebar pada sejumlah permukiman transmigrasi di wilayah NTT dan 13.531 KK menempati lokasi UPT di daerah penerimana sebagaimana telah disampaikan terdahulu.
“Kita berharap agar dengan kerja keras dan upaya terus-menerus dari berbagai sektor, jumlah KK miskin di NTT dari waktu ke waktu mengalami penurunan secara signifikan termasuk melalui pembangunan Permukinan Transmigrasi Baru (PTB) di 6 lokasi UPT tahun 2012 dengan daya tampung 660 KK yang terdiri dari 416 KK bersumber dari Dana Tugas Pembantuan dan 50 KK dari APBD Provinsi NTT,” jelas Gubernur.
Pada bagian lain, Gubernur Lebu Raya mengakui, penyelenggaraan pembangunan transmigrasi dengan paradigma baru berbasis kawasan yang sudah hampir 5 tahun diwacana belum bisa berjalan optimal hampir di sebagian besar kabupaten. “Beberapa tahun terakhir jumlah kabupaten di NTT yang belum mendapat alokasi dana tugas pembantuan untuk program pembangunan permukiman masih sangat terbatas termasuk tahun 2012 yakni hanya 5 Satker masing-masing provinsi dan 4 kabupaten dengan total dana Rp 33.643.870.000,-,” ungkap Gubernur.
By. Verry Guru

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • YOU LIKE NTT?