Kebersamaan Melalui Fotografi


sergapntt.com, TIMORense – Dunia fotografi ibarat dunia tanpa koma. Mengalir deras seiring berkembangnya zaman. Kecanggihan teknologi membuat orang makin tertarik dengan dunia “jeprat-jepret” itu. Bagi seorang pencinta fotografi, tak ada momen yang terlewatkan begitu saja saat “senjata” kamera mereka pegang. Bagi mereka, semua momen sama pentingnya. Tak ayal, apa pun momen di depan mata, akan selalu diabadikan. Bahkan terkadang dicari waktu khusus untuk hunting mencari target sekadar mendapatkan gambar yang punya nilai seni tinggi.
Di Kupang, dunia fotografi bukan hal baru lagi. Dari yang perseorangan, hingga bergabung dalam sebuah komunitas, seperti FOKU’s Kupang. Komunitas ini yang menjadi sarangnya para penggemar fotografi di Kupang itu berisi anggota-anggota dari usia pelajar hingga yang berumur. Dan berasal dari berbagai profesi, peneliti, dosen, akitivis, jurnalis dan masih banyak yang lainnya. Bagi mereka, berbeda dalam usia tidak menjadi suatu masalah yang dapat membuat komunitas tidak jadi dibentuk.
Ketua FOKU’s Wilson Therik mengatakan, komunitas ini dibentuk 14 Februari 2010. Menurutnya, dalam komunitas ini tak mengenal pembeda-pembeda yang membuat kotak-kotak, tidak ada beda status sosial, tidak pembeda merk camera, tidak ada pembeda dari club manapun, tidak ada pembeda antara senior dan junior, tidak ada pembeda antara professional dan amatiran, tidak ada pembeda asal daerah dan pembeda-pembeda lainnya. Karena itu siapa saja bisa bergabung dengan FOKUs, asalkan mau memotret (tak peduli apapun kameranya, entah kamera pinjaman atau milik sendiri) atau mau di potret.
Wilson mengungkapkan pendiri FOKU’s justru didirikan oleh mereka yang tidak bekerja sebagai fotografer tetapi memiliki hobby fotografi, yakni Wilson Therik (Peneliti Independen), Danny Wetangterah (Aktivis NGO), Palce Amalo (Jurnalis), Candra Dethan (Pimpinan Child Fund), Ermi Ndoen (Staf Unicef NTT), Torry Kuswardono (Aktivis NGO), Silvia Fanggidae (Aktivis NGO), Noverius Nggili (PNS), Alfred Djami (Aktivis NGO), Gusti Brewon (Staf KPA NTT).
Ia menjelaskan, keanggotaan FOKUs ada 2 macam, yaitu member maya dan member darat. Member Maya adalah member yang sifat keanggotaanya hanya begabung dalam group facebook FOKU’s. (jumlah saat ini 282 orang) dan Member Darat adalah member yang sifat keanggotaanya bergabung secara tatap muka, bukan sekedar list nama saja tetapi sudah pada tahap perkenalan langsung. Terlibat dalam kegiatan FOKUs di darat seperti Hunting, Pameran, Lomba, dan Workshop. Jumlah terakhir sekitar 50-an orang.
Wilson mengatakan, ide membentuk komunitas ini lahir dari satu keinginan bersama semua teman-teman dalam komunitas ini untuk beraksi mengambil gambar alam dan sekitarnya dengan mengutamakan nuansa sosial di Kota Kupang dan NTT pada umumnya (sentuhan human interest, landscape, dan etnofotografi).
Karena itu, kehadiran FOKU’s ini diharapkan bisa memicu empati dari semua komponen masyarakat. Bukan berempati pada fotografer atau orang yang menjempret gambar atau obyek, melainkan pada obyek yang dijepret sehingga masyarakat menikmati foto itu dan merasakan apa yang disajikan. FOKU’s memang tidak seperti halusinasi atau fatamorgana saja, tetapi mengambil potret berdasarkan fakta-fakta. Karena sesuai tema jepretan bernuansa sosial, maka yang jelas hasilnya itu memberikan sebuah momentum yang banyak berbicara atau bercerita dari sudut pandang berbeda bagi siapa saja yang melihat. Dengan ini, maka siapa saja akan berempati tentang apa yang ditampilkan oleh FOKU’s
Ia juga mengisahkan sepanjang perjalanan FOKU’s hingga saat ini berbagai kegiatan sudah dilaksanakan misalnya, Pameran, Hunting Tematis, Lomba Fotografi dan Workshop Fotografi. Kegiatan yang pernah digelar adalah Hunting Perdana ke Pulau Kera (2010), Hunting di Museum Daerah NTT (2010), Kupang Street Hunting (2010), Kupang Landscape Hunting (2010), Hunting Gedung Tua di Kota Kupang (2010), Pameran Foto di Taman Nostalgia (2010), Pameran Foto di Flobamora Mall kerjasama dengan BP Pemuda GMIT Sinode (2010), Workshop Fotografi tema “Foto Prewedding” (2011), Workshop Fotografi tema “Foto Studo dan Lighting” (2011), Workshop Fotografi dengan tema “Editing Foto by Photoshop” (2011), Pameran Foto di Taman Nostalgia (2011), FOKU’s goes to campus kerjasama dengan Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Undana (2011). Dan untuk Tahun 2012, rencananya bulan April 2012 dalam rangka memperingati HUT Otonomi Daerah Kota Kupang, FOKU’s akan menyelenggarakan Pameran dan Workshop Fotografi dengan tema: Kupang Tempo Doeloe.
Saat ditanya menyangkut minat masyarakat Kota Kupang, menurut kandidat doktor di Universitas Satya Wacana Salatiga, minat masyarakat Kota Kupang terhadap dunia fotografi dalam kurun waktu 3 tahun terakhir ini berkembang dengan pesat, terutama untuk foto-foto bertemakan model, landscape dan HI. Buktinya saat ini tidak hanya ada FOKU’s, tapi ada juga komunitas fotografi lainnya seperti NTT Explorer Photography Club, Fotografer Indonesia Regional NTT, MOKUS (Model Kupang dan sekitarnya), yang tentu masing-masing punya sejarah berdirinya tersendiri-sendiri.
Ia juga menegaskan, yang mengatakan fotografi itu mahal, berarti dia tidak paham tentang esensi dari fotografi. Fotografi itu adalah kegiatan melukis dengan cahaya. Jadi memotret itu tidak harus menggunakan kamera dan lensa yang mahal-mahal. Dengan HP berkamera pun sebenarnya kita bisa menghasilkan foto yang bagus asalkan kita sudah memahami dengan benar teknik pencahayaan dalam fotografi.
FOKUs bukanlah klub foto yang biasanya lebih eksklusif, tetapi kami adalah komunitas, di mana kami terbuka menerima semua kalangan tanpa pembeda/jarak. Tidak ada ikatan yang membelenggu, bebas dan sukarela untuk bergabung maupun mengundurkan diri. Yang dibutuhkan sebagai persyaratan hanya mempunyai semangat dan komitmen yang sama dalam fotografi, kebersamaan, pertemanan bahkan persaudaraan dengan sesama (human interest), lingkungan dan alam.
Kendala dalam perjalanan FOKU’s sebagai sebuah komunitas menurut Wilson adalah soal waktu dan kesempatan, di mana anggota FOKU’s yang terdiri dari beragam profesi (tidak hanya professional fotografer) tentu memiliki waktu dan kesempatan yang berbeda-beda untuk berkumpul bersama, namun kegiatan hunting oleh anggota tetap berjalan meski tidak resmi sebagai program dari FOKU’s.
Hambatan selama perjalanan FOKU’s justru ada pada pengurusnya karena sifatnya volunteer dan kesibukan dari masing-masing pengurus dengan pekerjaan pokok dan studi/kuliah. Namun ke depan para pengurus yang selama ini tidur akan dibangunkan, pengurus yang ogahan akan diistirahatkan, pengurus yang melamun akan diingatkan. Dengan begitu FOKU’s akan lebih atraktif dalam mengembangkan dunia fotografi di Kota Kupang.
By. Wesly Jacob

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • YOU LIKE NTT?