Pejabat Pemprov NTT “Lawan” Gubernur dan Wagub


sergapntt.com, KUPANG – Sejumlah pejabat di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai tak setia terhadap Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Drs. Frans Lebu Raya dan Ir. Esthon Foenay. Buktinya, mereka berani melawan duet yang akrab dengan sandi FREN itu dalam laga Pemilukada Kota Kupang periode 2012-2017.
Kebanyakan pejabat yang terprovokasi dengan sikap politik FREN yang hanya mendukung Jefri Riwu Kore dan Kristo Blasin (Jeriko) sebagai pasangan calon walikota dan wakil walikota Kupang pasca kepemimpinan Daniel Adoe dan Daniel Hurek itu berasal dari Kabupaten Timor Tengah utara (TTU) dan Belu.
Ini berawal ketika sebagai gubernur dan Ketua DPD PDIP NTT, Lebu Raya mengusung dan getol mensosialisasikan Jeriko sebagai calon walikota dan wakil walikota Kupang terbaik. Begitupun dengan Esthon Foenay yang nyambi jadi Ketua DPD Gerindra NTT.
Apalagi Lebu Raya nekad mendampingi Jeriko saat melakukan sosialisasikan diri sebagai paket calon walikota dan wakil walikota Kupang sampai ke sudut-sudut kampung di Kota Kupang.
“Terlepas sebagai pimpinan PDIP di NTT, dia itu kan gubernur NTT. Bukan gubernurnya Jeriko atau gubernurnya PDIP. Sudah semestinya sebagai pembina politik di NTT, pak Frans Lebu Raya mesti bersikap netral. Tidak mesti sampai mendampingi Jeriko saat Jeriko turun ke lapangan untuk mensosialisasikan diri sebagai calon walikota dan wakil walikota. Inikan terkesan gubernur ini seolah-olah hanya gubernurnya orang-orang Jeriko dan orang-orangnya PDIP, atau orang Flores saja. Ironis kan,,,” ujar salah satu pejabat eselon III di lingkup Pemprov NTT yang meminta agar namanya tidak ditulis saat bincang-bincang dengan SERGAP NTT di Kupang, Kamis (29/3/12).
Menurut sang pejabat yang kini mendukung paket Paul Liyanto dan Yos Mamulak (AYO) ini, sikap tak sejalan dengan sikap politik FREN ini terpaksa diambil karena mereka tak suka dengan Jeriko. Kata dia, sebagai orang Timor, mereka tentu harus mendukung sesama orang Timor. Itu karena Yos Mamulak merupakan salah satu kader orang Timor yang juga bisa mewakili komunitas Katholik Timor. Apalagi kompentensi Yos Mamulak tidak diragukan lagi.
Sikap yang ditunjukan gubernur tersebut memberi kesan bahwa gubernur hanya mengurus calon dan para pendukung PDIP, orang Flores dan Katholik Flores. Sebab, Kristo Blasin merupakan kader PDIP, orang Flores dan Katholik Flores yang disandingkan dengan Jefri Riwu Kore.
“Kami sepakat bahwa kolaborasi calon walikota dan wakil walikota Kupang harus Protestan-Katholik. Tapi kami mau Katholik Timor, bukan Katholik Flores. Karena ini tanah Timor. Sebagai orang Timor, kami mesti dukung orang Timor. Dan sudah sepantasnya yang mendiami tanah Timor ini harus mendukung orang Timor. Karena selama ini orang Timor selalu dukung orang Flores. Kenapa tidak kasi kesempatan untuk orang Timor di Kota Kupang? Emang ada di Flores sana, bahwa kalau calon bupati di Flores itu orang Timor, terus ada orang Flores dukung orang Timor? Tidak ada kan? Dan tidak akan pernah terjadi kan? Karena itu, marilah kita sedikit berpikir obyektif. Toh jika punya keinginan seperti itu, berpolitiklah yang elegan. Ini seolah-olah gubernur itu bisa di suru-suru oleh Jeriko untuk mempengaruhi massa untuk Memilih Jeriko pada 1 Mei (2012) mendatang. Sedih sekali,,,” bebernya.
By. Kopong

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • YOU LIKE NTT?