Siswi Kelas 3 MTs, Digilir berulang-ulang Hingga Hamil


Udin, salah satu pelaku

sergapntt.com, MBAY – Tiada masa paling indah, masa-masa di sekolah. Tiada kisah paling indah, kisah kasih di sekolah. Hm,,,, ternyata lantunan Obie Mesakh itu tak berlaku bagi Bunga (15), sebut saja begitu. Sebab, gadis kelas 3 MTs Marpokot di Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo itu justru mengukir kisah memilukan di bangku sekolah.

Awalnya Bunga dipacari oleh Mursalim, tetangganya yang juga masih berstatus siswa di sekolah Madrasah Alsanawiah. Persis di tahun 2011 lalu, Mursalim melamar Bunga. Karena suka, Bunga pun langsung menerima Mursalim menjadi kekasih hatinya. Apalagi Mursalim berasal dari keluarga terpandang. Ayahnya adalah Muhamad Din Pi, mantan Kepala Desa (Kades) Tangorambang, Kecamatan Aesesa, Nagekeo.
Sejak resmi berpacaran, Bunga dan Mursalim sering jalan bareng. Namun mereka tetap menyembunyikan hubungan mereka dari orang tua masing-masing. Tak ada yang aneh. Semua berjalan normal. Namun, suatu siang, di bulan November 2011, Bunga diajak Mursalim ke rumahnya. Kebetulan saat itu orang tua Mursalim lagi keluar. Disana mereka duduk berdua, bercerita, bercanda, dan sesekali tertawa layaknya orang lagi mabuk kasmaran.
Dua jam kemudian, tiba-tiba Mursalim bangun dari duduknya dan langsung menghampiri Bunga. Tangan gadis itu dipegang lalu ia ditarik masuk ke kamar. Bunga kemudian direbahkan diatas tempat tidur. Mulutnya dibekap. Pakaiannya dilucuti. Setelah itu, Mursalim benar-benar leluasa menikmati kemolekan Bunga. Ketika usai, Bunga diajak keluar dari kamar dan disuruh pulang.
Dengan langkah tergontai dibalut pikiran hampa, Bunga berjalan pulang ke rumahnya. Dalam hati, dia tak habis pikir, kenapa Mursalim berbuat senekad itu. Namun  pada malam harinya, tiba-tiba Bunga kembali diajak untuk bersua. Pikir Bunga, mungkin Mursalin ingin meminta maaf. Eh,,, tau-taunya Mursalim ingin mengulangi aksi ‘heroiknya’. Hm,,,, Bunga yang tak terdaya, hanya bisa pasrah.  
Setelah itu saya diancam tidak boleh memberitahu kepada siapa pun. Dia bilang: ini masalah jangan coba-coba kau lapor ke keluarga, kalau kau lapor, nanti kau akan tau akibatnya. Karena diancam seperti itu, akhirnya saya diam saja,” papar Bunga saat bincang-bincang dengan SERGAP NTT, belum lama ini.
Setelah dua kali menikmati tubuh Bunga, dengan bangga Mursalim pun menceritakan petualang bejadnya kepada tiga orang teman sekolahnya, yakni Irawan, Rusly dan Udin. Akibatnya,,,, ketika pulang sekolah, Irawan menghampiri Bunga. Kata Irawan,Bunga saya tau kamu dengan Mursalin sudah pernah melakukan hubungan badan”. Mendengar itu bathin Bunga bagai disambar gledek. “Haaaaaa? Koq Irawan tahu? Belum sempat menjawab Irawan kembali mengancam, “Saya akan lapor kau punya orang tua”.
Takut langsung berkecamuk. Jantung seolah ingin lompat keluar. Bathin Bunga mengeluh, “Apa jadinya kalau orang tua saya tahu. Mati sudah,,,”. Sadar bahwa Bunga sedang ketakutan, Irawan langsung meminta jatah, “Sebaiknya kau layani saya seperti kau layani Mursalim”.
Saat itu hari sudah gelap. Maklum Bunga dan keempat pria itu sama-sama sekolah siang. Sudah begitu jarak antara sekolah dan rumah masing-masing terbilang jauh.   
Nah disaat itulah, persis di kawasan air panas Marpokot, Irawan menarik bunga ke dalam hutan. Disitu Irawan melampiaskan hasrat seksnya. Setelah selesai, dalam perjalanan pulang hati Bunga menjerit, “Tuhan apa salah saya, hingga semua ini harus saya alami”.
Dukanya tak berakhir disitu. Dengan modus yang sama, Udin dan Rusli pun ambil bagian. Setiap ada kesempatan, keempat pria ini selalu bergantian menggauli Bunga. Alhasil, Desember 2011, Bunga tak lagi haid. Bunga hamil. Toh begitu Bunga tetap bungkam.
Namun karena ada yang aneh, ibunda Bunga pun bertanya, “Kamu kenapa nak”. Sambil merebahkan diri dipangkuan ibunya, Bunga berterus terang.
Haaaaaaaaaaa? Oh no! Kita harus minta pertanggungjawabannya. Singkat kata orang tua Mursalim pun didekati. Tapi bukannya tanggungjawab yang didapat, eh justru marah-marah yang diterima. Kontan saja, 12 Maret 2012 lalu, Bunga ditemani kedua orang tuanya langsung mengadu ke polisi.
Tak butuh waktu lama, Mursalim cs berhasil diciduk aparat Polsek Aesesa. Kini keempat orang tersebut sudah ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.
Kepada SERGAP NTT, Udin mengakui semua perbuatannya. “Tapi pak, yang saya lakukan itu atas dasar suka sama suka. Bukan perkosa,” tegas Udin.
Kapolsek Aesesa Kompol, Hendrik Maku Djawa mengatakan, kasus asusila tersebut bernomor polisi LP:31 tanggal 12 maret 2012. Ancaman yang dikenakan yakni pasal 289 KUHP tentang pencabulan anak di bawah umur dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara, dan Pasal 8 Undang-Undang perlindungan Anak dengan ancaman minimum 3 tahun penjara dan maksimum 15 tahun penjara.
Kasus ini sedang kita dalami.Korban telah kita antar ke dokter untuk di visum. Beberapa saksi telah kita panggil untuk di periksa.Jika semua sudah lengkap,maka kasus ini akan segera kita limpahkan.
Sementara itu, Ketua Forum Pemerhati Perjuangan Hak-Hak Perempuan Kabupaten Nagekeo Yuliana Lamuri meminta polisi untuk sesegera mungkin memperoses kasus ini secara professional.
BY. SHERIF GOA

1 Komentar

  1. wau kereeennn


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • YOU LIKE NTT?