Baku Rampas SPPD di Kantor Gubernur NTT


Yashinta Pabhaswan
sergapntt.com, KUPANG – Uang sering membuat sebagian orang mata gelap. Segala cara kadang dipakai asal bisa mendapatkan uang. Hmmm, kira-kira begitulah yang dilakukan Kasubag Protokol dan Perjalanan Gubernur NTT, Yashinta Pabhaswan, S.Pd, M.Si dalam memanage kunjungan kerja Gubernur NTT.
Bagi sebagian pejabat, jabatan adalah amanah, tapi tidak halnya dengan Yashinta. Terkadang tindak tanduknya menggambarkan seolah-olah dialah Gubernur NTT. Haaaaaaaaaaaaaa?
Ya,,, terutama dalam menentukan siapa saja yang boleh mendampingi Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya saat melakukan kun jungan kerja ke berbagai daerah di NTT. Sejatinya, Bagian Humas Biro Umum Setda NTT yang menetapkan person PNS yang bertugas untuk ikut dalam kunjungan kerja gubernur. Tapi,,,, kebijakan Humas sering dimentahkan oleh Yashinta yang selalu beralasan atas perintah Gubernur.
“Kita sudah siap jalan, tiba-tiba ada telpon dari bagian protokol ke Kepala Biro Umum untuk meminta ganti dengan orang lain. Alasannya, katanya gubernur yang suruh. Nama gubernur selalau dibawa-bawa oleh protokol. Hufffffffffff,” kata salah seorang PNS di Kantor Gubernur NTT yang meminta namanya tidak ditulis saat bincang-bincang dengan wartawan di Kantor Gubernur NTT, Selasa (24/4/12).
Sang PNS tersebut mengaku, sikap tidak terpuji itu bukan baru sekali, tetapi sudah sering. Akibatnya hasil kunjungan kerja gubernur tidak tercover. Ini karena staf yang diikutkan dalam kunjungan kerja tidak paham soal tugas kehumasan.
“Kita juga tidak bermaksud monopoli tugas, tapi setidaknya staf yang ikut kunjungan gubernur harus bisa pahami tugasnya,” tohoknya.
Ulah sang kasubag itu kini jadi ramai diperguncingkan oleh para pegawai di Biro Umum Setda NTT. Disebut-sebut, Yasintha ingin meraup untung dari stok biaya SPPD kunjungan kerja Gubernur NTT. Jika ia berhasil merekomendarikan pegawai yang ia bisa ‘atur’, maka sebagian biaya SPPD akan ia kantongi sebagai ucapan terima kasih dari si PNS yang ia rekomendasikan untuk ikut dalam kunjungan kerja gubernur.  
Sikap dominan yang selalu membawa nama gubernur ini kontan mematikan ‘gaya’ kasubag lain atau kabag, bahkan kepala biro sekalipun. Karena semua takut terhadap gubernur.
Yashinta sendiri saat ditemui wartawan di ruang kerjanya pada Rabu (11/4/12) lalu membantah semua tudingan yang dialamatkan kepadanya.
“Saya tidak pernah telpon ke Biro Umum, apalagi bawa-bawa nama gubernur. Staf protokol juga tidak pernah melakukan hal itu. Itu informasi yang tidak benar,” elaknya.
Yashinta menjelaskan, setiap staf di bagian humas yang ditugaskan untuk ikut dalam kunjungan gubernur tetap jalan dan tidak pernah diintervensi oleh dirinya.
“Itu tidak benar, karena saya ada data lengkap soal nama-nama staf yang sudah berulangkali ikut kunjungan gubernur,” terangnya.
Dia mengemukakan, protokol tidak serta merta mengatur perjalanan dinas staf, karena semuanya dilakukan berdasarkan mekanisme dan aturan. Apapun yang dilakukan itu adalah tugas dan tanggung jawab Protokol.
“Apapun yang saya lakukan pasti sesuai dengan tugas saya sebagai pimpinan di protokol,” imbuhnya. 
by. epo/cis 

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • YOU LIKE NTT?