BPK dan Gubernur NTT "Main Mata” ?


sergapntt.com, KUPANG – Ketua Tim Pembela Demokrasi  Indonesia (TPDI) dan juga pengacara kondang,   Petrus Celestinus, SH menilai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan NTT dan Gubernur  NTT, Drs. Frans Lebu Raya  sedang  “bermain mata” atau sedang kongkalikong terkait dana Bantuan Sosial (Bansos) Provinsi NTT yang tidak sesuai dengan peruntukannya.
“Saya merasa BPK dan Gubernur NTT sedang  ‘bermain mata’ terkait dana Bansos yang tidak sesuai dengan peruntukannya,” kata Petrus Celestinus, SH di Kupang, Senin (23/4).
Petrus menegaskan, temuan  BPK mengenai dana bantuan sosial yang salah peruntukannya dimana pihak BPK sendiri telah memberikan rekomendasi yang meminta Gubernur NTT untuk memperbaiki segala administrasinya. 
Surat rekomendasi yang diberikan BPK kepada Gubernur NTT untuk memperbaiki segala administrasi yang ada sesuai aturan yang ada paling lambat enam puluh hari sejak bulan Juni 2011 lalu. Artinya, 60 hari setelah Juni 2011 itu perbaikan administrasi dimaksud harusnya sudah telah selesai.
Namun faktanya, hingga saat ini Gubernur NTT tidak memberikan atau memperbaiki rekomendasi perbaikan administrasi yang diberikan BPK. Sehingga Petrus  menduga BPK dan Gubernur NTT telah berkongkalikong terkait dana bantuan social tersebut. Sebab hingga saat ini Gubernur NTT belum juga memperbaiki  administrasi sesuai  rekomendasi dari BPK.
Menurut  Petrus,  BPK dalam LHPnya menemukan terjadi penyimpangan pada dana Bansos provinsi NTT yang berkisar puluhan miliar yang digunakan tidak sesuai dengan peruntukannya.
Herannya,   lanjut Petrus, BPK hanya memberikan rekomendasi untuk memperbaiki  administrasi, padahal rekomendasi yang diberikan BPK tidak menghilangkan perbuatan  melawan hukum.
“Tindakan yang dilakukan BPK adalah perbuatan yang tidak sesuai dengan aturan hukum yag ada. Dimana BPK merubah seorang penjahat menjadi malaikat dengan membungkus dirinya dengan kain suci,” tegas Petrus.
Petrus merasa  heran dengan sikap BPK yang hanya memberikan rekomendasi untuk memperbaiki administrasi sebab  itu sama halnya BPK merubah penjahat menjadi malikat denganmembungkus diri denga kain suci.
Perbuatan dari BPK bisa dikenakan tindak pidana, dimana BPK dalam penulusurannya menemukan adanya perbuatan korupsi tetapi hanya memberikan rekomendasi kepada Gubernur NTT untuk perbaikan adminsitrasi.  Seharusnya BPK membuat rekomendasi untuk diproses sesuai hukum.
“Saya duga ada petemuan secara rahasia antara BPK dan Gubernur NTT terkait dana bansos yang tidak sesuai peruntuknnya,” katanya.
Dugaan penyelewengan dana bantuan sosial di Provinsi Nusa Tenggara Timur senilai Rp 15,511 miliar harus ditindaklanjuti aparat penegak hukum di daerah itu, termasuk dana bantuan sosial di sejumlah kabupaten/kota . Dana bantuan sosial diprioritaskan untuk menangani sejumlah bencana kemanusiaan di daerah itu, dan sasarannya harus jelas dan transparan.
Total kerugian negara dana bantuan sosial (Bansos) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun anggaran 2010 sebesar Rp 27,586 miliar dengan 3.277 kasus. Tetapi per 31 Desember 2010, ditindaklanjuti atau diatasi Pemprov NTT sebanyak 1.761 kasus, dengan nilai Rp 12, 0675 miliar, sedangkan belum ditindaklanjuti sebanyak 1.516 kasus, dengan total nilai Rp15,511 miliar.
Ketua Komisi D DPRD NTT, Stanis Tefa beberapa waktu lalu mengatakan, aparat penegak hukum di NTT harus pro-aktif atas temuan Badan Pemeriksa Keuangan NTT tersebut. Penindakkan itu benar-benar diarahkan pada penegakan hukum, dan kepentingan masyarakat, bukan demi kepentingan pribadi atau kelompok lembaga. 
by. epo/cis

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • YOU LIKE NTT?