Jaksa NB Harus Dipecat


sergapntt.com, KUPANG – Pakar hukum sekaligus pengajar Fakultas Hukum Universitas Katholik Wydia Mandira Kupang, Prof.Dr.Frans J. Rengka, SH.M.Hum mengecam sikap seorang Jaksa di Kejaksaan Negeri (Kejari) Rote Ndao berinisial NB yang diduga melakukan pemerasan terhadap para terdakwa. NB dinilai tidak layak menjadi Jaksa dan sepantasnya dipecat.
“Sebaiknya dipecat saja,” saran Rengka di ruang kerjanya, Jumat (20/4) pekan lalu.
Rengka menegaskan, jangan menjadikan profesi sebagai seorang Jaksa untuk memeras orang yang sedang dalam keadaan susah. Selain itu, jangan hanya memikul nama seorang Jaksa sebagai penegak hukum dan menjadikan itu sebagai slogan lambang kebesaran, tetapi harus bekerja secara professional.
Seorang Jaksa harus menghindari hal-hal yang dapat merusak nama instansi. Jaksa juga harus dapat menghindari dan tidak boleh menerima suap dari manapun dan siapapun. Dengan menerima suap serta memeras para terdakwa itu merupakan sikap paling buruk yang ditunjukan seorang Jaksa.
“Jaksa tidak boleh menerima suap dan tidak boleh memeras terdakwa yang sedang menjalani proses hukum, itu suatu sikap yang sangat menyedihkan,” tegas Rengka.
Dikatakan, sikap Jaksa seperti NB sudah merusak citra Negara dan institusi Kejaksaan. Seharusnya yang dilakukan adalah meningkatkan kinerja kerja, bukan memeras terdakwa. Sebagai Jaksa harus kerja sama yang baik dengan semua pihak.
Rengka meminta agar pimpinan Jaksa NB mengambil sikap tegas dan jangan biarkan berlarut-larut sehingga sikap yang sangat buruk itu dapat disalurkan pada Jaksa yang lainnya. Tdak ada gunanya Kejaksaan memelihara Jaksa-Jaksa seperti itu.
Dia menilai sikap Jaksa NB merusak citra seorang penegak hukum dan merusak citra lembaga serta telah merusak Negara karena dirinya adalah pembela Negara. Sehingga perbuatan yang dilakukannya sangat memalukan karena perannya sebagai seorang Jaksa memiliki nilai yang sangat luhur.
Menurut dia, Jaksa adalah jabatan yang sangat mulia dan bermartabat, sehingga sikap seperti itu tidak selayaknya menjadi seorang Jaksa yang nota bene adalah pembela Negara. Sangat memalukan karena memanfaatkan jabatan sebagai seorang Jaksa untuk kepentingan pribadi. Diera seperti ini lebih baik mengutamakan kepetinga umum dari pada kepetingan pribadi.
“Sikap Jaksa tersebut sangat tidak professional dalam menjalankan tugas sebagai seorang penegak hukum. Karena Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan daerah miskin, mengapa harus dihuni orang-orang seperti itu yang memiliki keterbelakangan mental yang sangat buruk,” kata Rengka.
Kasi Penkum dan  Humas Kejati NTT, Jemmy Tirayudi, SH  saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (17/4) mengatakan, pihaknya segera memanggil Jaksa berinisial NB yang bertugas di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Rote Ndao.
Pemanggilan itu, kata dia, karena diduga NB melakukan pemerasan terhadap para tersangka yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi yang saat ini sedang menjalani proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang.
 “Saya akan berkoordinasi dengan pimpinan Kejaksaan Tinggi untuk segera mengambil sikap dengan memanggil Jaksa tersebut untuk diperiksa,” tandasnya.
 Tirayudi menegaskan, apabila Jaksa NB terbukti melakukan tindakan dipastikan akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Kepada wartawan Tirayudi tidak pernah menduga Jaksa NB melakukan perbuatan yang memalukan institusi peradilan tersebut. Tirayudi mengetahui perilaku Jaksa NB ketika membaca berita soal Jaksa NB pada salah satu surat kabar yang ada di Kota Kupang.  

By. CR1/epo/cis

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • YOU LIKE NTT?