Therik Belum Dieksekusi Kejari Kupang


Shierly Manutede

sergapntt.com, KUPANG – Mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Kupang Jeremias Therik yang divonis bersalah dalam kasus korupsi dana peningkatan SDM pada BKD Kota Kupang tahun 2008 hingga saat ini belum dieksekusi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kupang , karena yang bersangkutan selalu tidak berada di rumah maupun di kantor.


Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Kupang, Shierly Manutede, SH kepada RND, Selasa (17/4/12) pekan kemarin mengatakan, sejak menerima salinan putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) Nomor 1831K/Pid.Sus/2008, Kejari Kupang sudah berusaha melakukan eksekusi dengan mengirimkan surat sebanyak tiga kali.
“Kami sudah layangkan surat sebanyak tiga kali dan melakukan penjemputan di rumah maupun di kantor tapi yang bersangkutan tidak ada,” ujar Shierly.

Menurut Sheirly, saat didatangi di rumahnya, pintunya selalu digembok. Demikian juga di kantor selalu tidak ada. “Ketika kami mendatangi rumahnya, sepertinya mereka ada di dalam rumah tapi pintu selalu digembok dan kami tidak bisa lakukan pengebrekan,” ujar Shierly.

Oleh karena itu, katanya, akan dilakukan koordinasi dengan Polres Kupang Kota, sehingga yang bersangkutan bisa dimasukan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Kami akan koordinasi dengan Polres Kupang Kota sehingga yang bersangkutan bisa dimasukkan dalam DPO. Dan jika dijemput yang bersangkutan berada di dalam rumah maka akan digerebek,” ujar Shierly.

Sesuai putusan kasasi, dari Mahkamah Agung (MA) terpidana Jeremias Therik masih harus menjalani sisa masa tahanan. Jeremias merupakan terpidana dalam kasus dugaan korupsi anggaran peningkatan SDM pada BKD Kota Kupang tahun anggaran 2008.

Dalam penggunaan dana peningkatan SDM yang dikelola Jeremias, terbukti digunakan tidak sesuai dengan peruntukkan. Akibat dari perbuatan terpidana negara dirugikan sebesar Rp 528.300.000.

Atas perbuatan tindak pidana korupsi, Jeremias divonis empat tahun penjara, diwajibkan membayar uang pengganti senilai Rp 528.300.000 atau subsideir satu tahun penjara, dan dikenakan denda Rp 50 juta subsideir enam bulan penjara.

by. epo/cis

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • YOU LIKE NTT?