Jeriko dan dr. Niken Paling Diminati Rakyat Kota Kupang


sergapntt.com [KUPANG] – Drs. Jefri Riwu Kore diklaim paling diminati rakyat Kota Kupang sebagai Calon Walikota Kupang periode 202-2017. Sebuah lembaga survei independen menyebutkan Anggota DPR RI yang akrab disapa Jeriko itu berada di renking satu dalam survei tahap I yang dilakukan sejak Juli hingga 16 Oktober 2011. Posisi ke 2 ditempati Kepala Biro Pemberdayaan Perempuan Setda Provinsi NTT, dr. Niken Mitak. Berikutnya disusul dr. Teda Litik, Rikardus Wawo, Fredy Ndolu, Daniel Adoe, Daniel Hurek dan Max Saba.
Sementara itu terkait peluang menggunakan Partai Demokrat sebagai kendaraan politik menuju gelanggang suksesi Kota Kupang, Jeriko mengaku, “Sebagai Anggota Partai Demokrat, saya optimis akan diamankan Partai Demokrat sebagai Calon Walikota Kupang”.
Santer terdengar Jeriko akan berpasangan dengan Drs. Kristo Blasin (Anggota DPRD NTT asal PDIP). Bahkan paket ini disebut-sebut telah mendapat restu Ketua DPD PDIP NTT yang juga Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya dan Ketua DPD Partai Demokrat NTT, Jhon Kaunang.
Jika demikian adanya, maka bisa dipastikan Demokrat dan PDIP akan berkoalisi menghadapi suksesi Kota Kupang. (by. Andy)

Kisah 2 Anak SMP 07 Kupang Yang Disekap Lalu Ditiduri Sang Pacar


sergapntt.com [KUPANG] – Dua siswi SMP 07 Kolhua Kupang berinisial FL (14) dan AN (14) menjadi korban bekapan pacar mereka masing-masing. Mulanya, Senin (17/10/11) pagi, AN dihubungi Jitro Ale (23) melalui handphone. Jitro mengajak AN untuk bertemu. Maklum sudah hapir seminggu keduanya tak pernah bersua muka. Ajakan Jitro langsung disanggupi AN. Bahkan AN berjanji, sepulang sekolah nanti, ia dan FL, temannya yang juga pacarnya sobat karib Jitro, Mardi Liulima (17) akan meluncur ke rumah Jitro.  
Betul saja. Persis sesaat setelah jam pulang sekolah tiba, AN dan FL mendatangi kediaman Jitro yang tengah ditunggui Jitro dan Mardi. Pertemuan itu pun dihiasi canda tawa layaknya orang pacaran. Lama tak bertemu membuat mereka larut dalam pelukan kasih sayang, ciuman dan rabaan menggelitik. Tak disangka jarum jam telah menunjukan pukul 17.00 WITENG.
Karena matahari akan kembali ke peraduannya, Jitro pun mengajak kekasihnya untuk pulang. Takut kalau- kalau dicari orang tua. Namun niat Jitro ditolak AN. Kata AN, ia masih kangen dan masih ingin bersama Jitro. Sampai pagi pun tak masalah, walaupun pada akhirnya harus dimarahi atau dipukul orang tua. Alhasil Jitro tak bisa berbuat banyak. Ia ingin memaksa AN pulang, tapi takut sang pacar berpikir yang tidak-tidak. Akhirnya, ia pasrah lalu memanfaat kesempatan untuk melampiaskan hasrat yang sudah terpendam lama.
Singkat kata, malam pun tiba. Dua pasangan ini pun masuk ke kamar masing-masing. Disana mereka saling berbagi kasih dengan obrolan yang dibayangi  letupan ciuman, kasak-kusuk alat vital yang diraba serta desahan nafsu yang menggelegar di tengah dinginnya malam.
Sampai pagi, boleh dibilang kedua pasangan ini tidur bak ayam mendimi pohon pada malam hari. “Sonde sono”, kata orang Kupang. Apalagi Jitro. Begitu kaget dengan mata masih dihantui kantuk, tangannya langsung menggerayangi kemolekan tubuh kekasihnya yang terlentang tanpa busana disisinya.
“Malam itu saya dan AN melakukan hubungan badan satu kali,” ujar Jitro sedikit malu-malu saat ditanyai wartawan usai diperiksa polisi.
Bagi Jitro dan AN, serta Mardi dan FL, malam itu penuh kenangan indah. Sampai mati pun pasangan tersebut tak sudi melupakan. Namun berbeda dengan kedua orang tua AN dan FL. Rasa cemas dan marah terus berkecamuk begitu mendapati anak mereka belum pulang hingga malam hari.  Upaya pencarian pun dilakukan. Penghuni rumah dikerahkan untuk mencari AN dan FL. Hingga akhirnya Ny. Sarci, ibunya FL mendatangi dukun. Atas petunjung mbah dukun, Ny. Sarci dan suami mendatangi rumah Jitro. Tapi, kondisi rumah saat itu sepi. Pintunya terkunci dari luar.
Karena capek mencari, Ny. Sarci pun pulang lantas mendatangi sekolah dan meminta para guru disana untuk menahan FL, jika besok pagi FL masuk sekolah. Hal yang sama juga dilakukan Ny. Petronela, ibunya AN.
FL sendiri tercatat sebagai warga Rt12/Rw06 Kelurahan Belo, Kota Kupang. Sedangkan AN tercatat sebagai warga Rt37/Rw11 Kelurahan Oepura, Kota Kupang.
Jika Jitro dan AN malam itu sempat melakukan hubungan seks satu kali, maka tidak halnya dengan Mardi dan FL. Malam itu, kata Mardi, ia dan pasangannya hanya menghabiskan waktu hingga pagi hari dengan ciuman bak adegan film blue dan raba-raba layaknya laki-laki menghadapi kemolekan tubuh wanita.
Ny. Sarci dan Ny. Petronela baru bisa bertemu anak mereka keesokan harinya saat AN dan FL ke sekolah.
Sementara itu, Kapolsek Maulafa, AKP. Iwan Iswahyudi mengatakan pihaknya mendapat pengaduan dari orang tua salah seorang korban. Berkat laporan itu polisi lalu menjemput Jitro dan Mardi. Dihadapan polisi Jitro dan Mardi mengakui semua perbuatan mereka. Sedangkan AN dan FL setelah dijemput oleh polisi dan orang tua mereka dari sekolah langsung di bawah ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kupang untuk di visum. (by. chris parera)

TKI Asal NTT Terancam Hukuman Mati Di Malaysia


sergapntt.com [JOHOR] – Sebanyak 151 Tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Indonesia di Malaysia terancam hukuman mati. Mereka didakwa terkait kasus pembunuhan dan narkoba. Diantara 151 orang tersebut terdapat 2 orang TKI asal provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berasal dari Kabupaten Ngada dan Flores Timur. Sayangnya, belum diketahui secara detail identitas serta kasus yang dialami keduanya.
Toh begitu, Wakil Ketua DPR RI, Priyo Budisantoso mengatakan sebanyak 218 TKI, kini terancam hukuman mati, yakni di Malaysia 151 orang, 43 di Saudi Arabia, 22 di China, 2 di Singapura, serta di beberapa negara lain.
Menurut dia, pada November 2011 nanti, para terpidana akan dijatuhi hukuman mati.
“Semua kasus itu, banyak terkait masalah pembunuhan dan Narkoba,” ujar Priyo di DPR, Jumat (14/10/2011).
Bersamaan dengan itu, para  anggota DPR RI lintas fraksi membentuk Kaukus Perlindungan TKI bekerjasama dengan sejumlah organisasi masyarakat atau LSM. LSM yang ikut bergabung antara lain, Migrant Care, Imparsial, Kontras dan lainnya.
Kaukus ini, kata Priyo, diharapkan bisa sinergi dengan Satgas TKI yang sudah dibentuk oleh DPR RI dan tugasnya akan berakhir Desember 2011 mendatang.
Kaukus ini antara lain dipelopori oleh anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka, Eva Kusuma Sundari, Teguh Suwarno, Ledia Hanifah, Jamal Aziz dan lain-lain.

“Saya apresiasi gagasan kaukus untuk perlindungan TKI. Ini, tidak juga mudah karena DPR sudah membentuk tim satgas gabungan lintas komisi VIII, IX, I dan III DPR RI. Akan tetapi, kaukus ini makin memperkuat DPR untuk membela dan melindungi TKI di luar negeri,” Priyo menegaskan.
Priyo mengungkap, melalui parlemen Asia akan  memasukkan usulan permintaan keringanan hukuman. Kemudian, pendampingan hukum dengan membentuk lawyer (penasihat hukum) sejak awal dengan anggaran yang memadai. Selain itu, meminta kepada Kemenakertrans, Kemenlu dan BNP2TKI untuk mendorong diplomat-diplomat handal agar melobi Saudi, Mayalsia, China dan Singapura untuk menyelesaikan ancaman hukuman mati tersebut.
“DPR akan mendorong, mendukung, dan mengawal ini agar sinergi dengan tim satgas yang dibentuk DPR RI. DPR bersepakat akan mengirimkan nota surat pada pimpinan parlemen Negara-negara tempat TKI bekerja tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, awal tahun 2011, seorang TKI asal Kabupaten Belu terancam hukuman mati karena dituduh membunuh majikannya. 

“Kami telah mendapat informasi resmi mengenai TKI asal Kabupaten Belu bernama Wilfrida Soik, yang kini terancam hukuman mati di Malaysia karena disangka terlibat pembunuhan Puan Yeap (majikan),” kata anggota Divisi Advokasi Pengembangan Inisiatif dan Advokasi Rakyat (PIAR) NTT, Jan Pieter Windy, di Kupang, Minggu (9/1/11). 

PIAR NTT, kata dia, sedang mengusahakan untuk berkomunikasi dengan pihak keluarga korban di Belu, wilayah yang berbatasan dengan Negara Timor Leste untuk dicarikan solusi bersama. 

“Kami berpendapat bahwa masalah ini harus segera diwacanakan untuk sebuah perjuangan bersama terhadap hak Wilfrida,” katanya. 

Korban yang tertangkap di Johor-Malaysia pada 18 Desember 2010 itu diadili di Pengadilan Pasir Mas tanpa ada pendampingan dari pihak manapun juga, baik oleh AP Master selaku Agensi yang menempatkan ataupun dari pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). 

Saat ini, Wilfrida berada di Penjara Pengkalan Cepa, Kota Bharu dan terancam hukuman mati di Pasir Mas, Kelantan, Malaysia setelah disangka terlibat dalam kasus pembunuhan majikannya di Malaysia yang bernama Puan Yeap. 

Dia menjelaskan, korban yang sedang mengalami gangguan jiwa/mental adalah korban perdagangan orang (Trafficking) yang dilakukan oleh Agensi Pekerjaan (AP) Master/Lenny Enterprise. 

Korban dibawa oleh Agensi Pekerjaan Master dari Belu-Nusa Tenggara Timur ke Malaysia ketika Indonesia sedang melakukan Moratorium dalam hal pembantu rumah tangga (PRT). 

Walaupun menderita gangguan kejiwaan, AP Master tetap menempatkan Wilfrida untuk menjadi PRT yang bertugas menjaga Puan Yeap yang sedang sakit (Parkinson) dan baru saja menjalani operasi bedah otak. 

“Korban yang sedang menderita gangguan kejiwaan disiksa dan dipaksa oleh AP Master untuk menjalani pekerjaan tersebut walaupun kondisi kejiwaannya tidak siap,” katanya. 

Karena itu, PIAR meminta Pemerintah Provinsi NTT untuk memberikan perhatian dalam bentuk bantuan hukum bagi korban. (by.yh/0-163)

Program “Demam’ Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Desa


sergapntt.com [BAJAWA] – Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya mengatakan, program Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah tahun 2011 yang mengalokir dana Rp 250 juta di 287 desa/kelurahan miskin yang ada di Provinsi NTT  diharapkan mampu memperkuat proses pemberdayaan masyarakat yang ada di desa.
”Dengan adanya program Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah (DEMAM), saya berharap akan semakin memperkuat proses pemberdayaan terutama pada masyarakat desa kita yang belum tersentuh program atau kegiatan pembangunan selama ini baik melalui Program Desa Mandiri Pangan (DMP), Program Desa Mandiri Pangan Menuju Desa Sejahtera (DMP-DS), Program Pengembangan Agribisnis Pedesaan (PUAP) dan program-program pemberdayaan masyarakat lainnya,” tegas Gubernur saat memimpin puncak perayaan Hari Pangan Sedunia Nasional (HPS) tingkat Provinsi NTT tahun 2011 di Bajawa Kabupaten Ngada-Flores Provinsi NTT, Jumat (14/10).
Merayakan Hari Pangan Sedunia, kata Gubernur, merupakan bentuk kepedulian terhadap betapa pentingnya kebutuhan pangan bagi kehidupan manusia. ”Perayaan ini mengingatkan dan menyadarkan kita semua sebagai unsur yang membutuhkan pangan demi kelangsungan hidup dan kehidupan, agar selalu berpikir dan bertindak bagaimana dapat memperoleh pangan yang cukup secara kontinue baik jumlah maupun mutunya,” ucap Gubernur.
Dikatakan, secara faktual menunjukkan bahwa Provinsi NTT masih terus dihadapkan pada masalah kekeringan dan gagal panen yang berdampak pada adanya risiko kerawanan pangan di tingkat masyarakat. Akibat lanjutnya, sebut Gubernur dari kondisi kerawanan pangan tersebut telah menyebabkan adanya kondisi gizi buruk, busung lapar serta gangguan pertumbuhan fisik lainnya.
Hari Pangan Sedunia tahun 2011 kali ini thema internasional adalah ”Food Princes from Crisis to Stability”, pada tingkat nasional mengangkat thema ”Menjaga Stabilitas Harga dan Akses Pangan Menuju Ketahanan Pangan Nasional” dan untuk tingkat NTT thema yang diusung adalah ”Dengan Pemanfaatan dan Pengembangan Pangan Lokal Kita Mewujudkan Stabilitas Harga dan Akses Pangan Menuju Kemandirian Pangan di NTT.”
Thema ini menurut Gubernur, senantiasa mendorong kita untuk senantiasa berkomitmen mengembangkan sekaligus memanfaatkan potensi pangan lokal, meningkatkan kemampuan untuk menyediakan pangan secara mandiri serta meningkatkan pendapatan untuk menunjang kemampuan masyarakat dalam mengakses kebutuhan pangannya sekaligus terus menjaga stabilitas harga pangan sehingga dapat dijangkau oleh daya beli masyarakat.
Di sisi lain lanjut Gubernur, terus digerakan pemanfaatan secara optimal semua potensi sumber daya alam yang dimiliki dengan menanam dan mengembangkan beranekaragam jenis pangan seperti padi-padian, palawija, ubi-ubian, sayur-sayuran, buah-buahan, ternak besar, ternak kecil, ternak unggas dan ikan sebagai sumber gizi keluarga sekaligus dapat menunjang ketersediaan dan cadangan pangan masyarakat secara mandiri dengan memanfaatkan pekarangan dan lahan-lahan ptensial yang ada.
”Saya mengajak kita sekalian untuk menjabarkan lebih lanjut spirit pembangunan Pemerintah NTT yaitu Anggaran Untuk Rakyat Menuju Sejahtera (Anggur Merah) melalui suatu gerakan dan program atau kegiatan yang nyata di tingkat masyarakat sehingga dampak dan warna yang diberikan mempunyai arti dan manfaat yang sangat besar bagi kemajuan pembangunan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat di NTT,” kata Gubernur. (by. ferry guru)

Gubernur NTT Ajak Masyarakat Perangi Kelaparan


sergapntt.com [BAJAWA] – Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya mengajak seluruh komponen masyarakat NTT untuk menyatukan gerak dan langkah memerangi kelaparan sekaligus kemiskinan di daerah ini. ”Mari kita perangi kelaparan dan kemiskinan dengan cara mengusahakan pangan lokal pada setiap jengkal tanah yang dimiliki,” tandas Gubernur saat memimpin puncak perayaan Hari Pangan Sedunia (HPS) tingkat Provinsi NTT tahun 2011 di Bajawa Kabupaten Ngada-Flores Provinsi NTT, Jumat (14/10).
Secara khusus Gubernur Lebu Raya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk mewujudkan kembali kejayaan NTT untuk memproduksi jagung sebagai pangan pokok utama yang didukung dengan ubi-ubian dan pangan lokal sumber karbohidrat lainnya, serta terus meningkatkan proses pengolahan yang dapat memberikan nilai tambah dan penyajiannya sehingga memiliki citra, mudah diperoleh dan dikonsumsi sekaligus dapat bersaing dengan produk pangan dari luar NTT.
Gubernur juga mengajak masyarakat NTT untuk membangun komitmen dalam memanfaatkan dan menggunakan aneka ragam pangan lokal pada setiap momentum kegiatan. ”Saya ajak kita semua, pada setiap hari Rabu dan Kamis ketika sebagian masyarakat NTT menggunakan pakaian motif daerah; kita jadikan momentum untuk mengkonsumsi pangan lokal terutama pangan sumber karbohidrat non beras dan pangan protein hewani,” tandas Gubernur.
Menurut Gubernur, saat ini masyarakat NTT sedang dalam masa persiapan musim tanam 2011/2012. ”Saya ajak kita semua, mulai dari Walikota dan para Bupati bersama jajarannya, penyuluh dan masyarakat khususnya para petani untuk manfaatkan informasi iklim yang ada untuk melakukan tahapan persiapan tanam sesuai potensi curah hujan masing-masing wilayah dengan menerapkan teknologi yang sesuai dengan kondisi agroklimat, guna dapat mengelimir risiko gagal tanam dan gagal panen yang sering terjadi. Untuk itu kita perlu terus membangun prinsip  kerja keras, kerja cerdas dan kerja tuntas pada setiap program yang kita laksanakan secara terkoordinasi, terintegrasi dan terpadu,” ucap Gubernur.
Pada masa persiapan musim tanam ini lanjut Gubernur, para penyuluh harus terus berbenah diri terutama dalam meningkatkan kapasitas kemampuan teknis dan kemampuan dalam pemberdayaan masyarakat serta berada di lapangan dalam persiapan musim tanam ini bersama-sama para petani. ”Mari kita satukan langkah dengan menggerakan seluruh daya upaya yang kita miliki serta selalu memohon berkat dan penyertaan dari Tuhan sehingga apa yang kita kerjakan dapat memberikan hasil yang baik,” papar Gubernur. (by. ferry guru)