Gubernur NTT Kukuhkan Pasukan Paskibraka


SERGAP NTT -> Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya meminta kepada para anggota Pengibar Bendera Merah Putih (Paskibraka) tahun 2011 untuk melaksanakan tugas dengan gagah perkasa seperti sang merah putih yang berkibar dengan megahnya di tanah air Indonesia tercinta.
”Sebelum menjalankan tugas sebagai pasukan pengibar dan penurunan bendera maka anak-anakku harus mengikuti acara pengukuhan dengan makna bahwa Paskibra berjiwa ksatria, satunyaa kata dan perbuatan, bertanggungjawab dan rela berkorban untuk ibu pertiwi,” tandas Gubernur saat mengukuhkan 42 anggota Paskibra tahun 2011 di Aula El Tari Kupang, Senin (15/8).
 Menurut Lebu Raya, para anggota Paskibra dipersiapkan bukan hanya untuk kegiatan ini saja tetapi selebihnya untuk membina mental dan sikap ketika ada di tengah-tengah masyarakat. ”Saya juga minta para anggota Paskibra dapat berfungsi ganda yakni sebagai kader pemersatu bangsa,” pintanya.
Kader kata Gubernut, berasal dari bahasa latin cadre yang berarti bingkai atau pigura. ”Bingkai atau pigura berfungsi untuk mengokohkan sebuah lukisan. Sebagai seorang kader, anak-anakku harus bisa menjadi pengokoh persatuan dan kesatuan bangsa dimulai dari daerah NTT,” tegasnya.
Lebu Raya juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Danrem 161 Wirasakti Kupang, Kapolda NTT, Danlantamal VII Kupang, para medis dan semua pihak yang terlibat dalam menyukseskan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan para anggota Paskibra tahun 2011.
Pasukan Paskibra kali ini berjumlah 42 orang yang berasal dari utusan kabupaten / kota yang ada di Provinsi NTT, minus Kabupaten Lembata. Tidak diketahui alasan apa sehingga Kabupaten Lembata tidak mengutus delegasi anggota Paskibra tahun ini. (by. Ferry guru)

Reuni Akbar Bakal Ramaikan HUT SMAK Giovanni ke 50


Sergap NTT -> Di Hari Ulang Tahun (HUT) ke 50, jajaran SMA Katholik Giovanni Kupang bakal menggelar berbagai aneka kegiatan dengan melibatkan seluruh siswa/i dan para alumni SMA Katholik Giovanni. HUT kali ini dipastikan akan menjadi reuni akbar bagi para alumni.
Demikian dikatakan oleh Ketua panitia HUT emas SMA Katholik Giovanni Kupang, Drs. Martinus Ora, yang didampingi Humas SMAK Giovanni Kupang, Raymundus Lake, S.Fil, dan Rm. Yusintus Efi, Pr, dalam pertemuan dengan wartawan di sekolah tersebut, pada Selasa (16/8/2011).
Ora mengatakan,  ada dua kegiatan penting yang dilakukan pada puncak acara tanggal 8 September 2012. 
Pertama, syukuran 50 tahun yang dirayakan dengan perayaan ekaristi kudus. Kedua, Reuni akbar semua alumni Giovanni.
HUT Emas SMA Katholik Giovanni akan mengusung tema “Dengan Merayakan Pesta Emas, SMA Giovanni Kupang Tetap Meningkatkan Mutu Pendidikan Menuju Sekolah Bernuansa Global”.

Semua kegiatan ini akan melibatkan seluruh alumni sekaligus merajut kebersamaan, kekeluargaan, persatuan dan kesetuan Giovanni Kupang. (by.Agnes Sadipun)

Anak SMA Tawuran Lagi


SERGAP NTT ->  Tawuran pelajar SMK Wirakarya dan SMA Muhammadiyah Kupang tak terhindarkan di Jalan Thamrin, Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, Senin (15/8/2011) pagi. 

Aksi tawuran itu mengakibatkan dua siswa SMK Wirakarya bernama Yunita dan Albert Tonobadu  terluka dan satu siswa SMA Muhammadiyah bernama Paskalis Mesa bocor kepalanya.

Tawuran itu diduga dipicu dari ulah NY seorang siswa SMK Wirakarya kelas III yang memalak adik kelasnya, Aldo Ngawas yang duduk dibangku kelas I, Sabtu (13/8/2011). Saat dipalak, NY meminta sejumlah uang kepada Aldo. Bahkan NY sempat mengangkat krah baju Aldo.

Lantaran takut, Aldo tak membalasnya. Aldo yang bertubuh mungil tidak memberikan uang karena tidak memiliki sepeser uang di saku kantongnya.

Jengkel dengan ulah NY, Aldo baru menceritakan peristiwa pemalakan yang menimpa dirinya ke Paskalis Mesa, siswa SMA Muhammadiyah Kupang saat bertemu di salah satu kios, Senin (15/8/2011) pagi. 

Tidak terima dengan kondisi itu, Paskalis bersama Ino mendatangi SMK Wirakarya.

Di depan halaman sekolah itu, tawuran siswa SMK Wirakarya dan SMA Muhammadiyah akhirnya tak terhindarkan. Belum diketahui jumlah pasti berapa siswa yang terlibat dalam aksi tawuran tersebut.

Kapolsek Oebobo, AKP Yulian Perdana yang ditemui di tempat kejadian perkara membenarkan terjadinya aksi tawuran siswa SMK Wirakarya dengan siswa SMA Muhammadiyah. 

Namun perkelahian itu bersifat personal bukan membawa nama sekolah. ” Perkelahian yang terjadi bukan karena masalah sekolah tetapi masalah pribadi. Untuk itu besok kami akan mempertemukan kedua belah pihak sekolah untuk membicarakan persoalan ini,”ujar Perdana saat bertatap muka dengan Wakil Kepala Sekolah SMK Wirakarya, Jonas Hamma bersama beberapa guru sekolah tersebut. (ado)

PNS Mesti Miliki Mental Pelayan


Sergap NTT ONline -> Gubernur Provinsi NTT, Drs. Frans Lebu Raya meminta jajaran Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT untuk membangun mental melayani bukan dilayani.
”Ciptakan pelayanan yang mudah dan baik, sebagai suatu kewajiban bagi aparatur pemerintahan. Mari kita tingkatkan kualitas pengabdian dalam menjalankan tugas dengan mengedepankan prinsip tanggungjawab yang sebaik-baiknya. Mari kita terus bekerja dengan sekuat tenaga dengan penuh disiplin, tanggungjawab dan semangat untuk berbuat yang terbaik,” tegas Lebu Raya dalam sambutannya pada acara Penganugerahan Tanda Kehormatan  Satya Lencana Karya Satya X, XX, XXX tahun  2011 serta Pelepasan PNS Purna Bhakti (Pensiun) lingkup Pemprov NTT di Aula El Tari Kupang, Kamis (11/8/11).
 Menurut Lebu Raya, penganugerahan satya lencana karya satya ini memiliki arti penting dan membahagiakan karena pengabdian PNS selama ini mendapat penghargaan dari Presiden.
”Kehotmatan ini merupakan penghargaan bagi PNS yang loyal tanpa cacat cela dalam menunaikan misi pengabdiannya. Saya harap PNS yang menerima penghargaan ini bisa menjadi suri teladan bagi sesama PNS dan anggota masyarakat lainnya,” pintanya.
Pada kesempatan yang sama, Lebu Raya meiminta PNS untuk meningkatkan sikap tanggap atas kritik konstruktif dari kalangan masyarakat.  Sebagai aparatur pemerintah, PNS mesti memiliki mental pelayan yang siap melayani masyarakat dengan sepenuh hati.
 ”Lakukan inovasi dan pembaharuan; agar pendekatan, cara dan kegiatan pemerintahan semakin tepat sesuai dengan keadaan jaman. Bertindaklah secara profesional dan proporsional serta jalankan tugas dengan sebaik-baiknya,” imbuhnya.
Pada bagian lain, Gubernur juga meminta PNS memegang teguh komitmen netralitas. ”Hindari politik praktis. Berikan pelayanan publik yang profesional dan proporsional kepada semua kekuatan politik yang ada di masyarakat. Keberpihakan PNS adalah keberpihakan kepada kepentingan bangsa dan negara. Sebagai negara demokrasi, pemerintahan boleh berganti setiap lima tahun, tetapi loyalitas birokrasi tidak boleh berubah,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Bagian Kesra Biro Kepegawaian Setda Provinsi NTT, Dra. Yuliana Rambu Rauna dalam laporannya mengatakan, tahun 2011, PNS yang menerima penghargaan satya lencana XXX tahun berjumlah 45 orang, XX tahun sebanyak 233 orang dan X tahun 150 orang. Sedangkan PNS purna tugas terhitung 1 Januari 2011 hingga 1 Agustus 2011 sebanyak 168 orang yang terdiri atas golongan IV 67 orang, golongan III 84 orang dan golongan II 17 orang.
”Para PNS yang purna tugas masing-masing memperoleh insentif dari pemerintah sebesar Rp 5 juta melalui buku tabungan Simpedes Bank NTT,” kata Rambu. +++verry guru/chris parera+++

Opa Bria Hamili Gadis 17 Tahun


Sergap NTT ONLine ->  birahi tak terukur benar-benar dilampiaskan oleh Opa Bria –begitulah Hendrikus Bria biasa disapa—. Pria berumur 73 tahun itu tega menggauli, sebut saja Melati (17) hingga berulang kali. Buntutnya, si gadis pun ‘berbadan dua’. Tak kuat menahan beban, akhirnya Melati pun mengadukan  si kakek asal Kabupaten Belu, Provinsi NTT tersebut ke polisi.

Menurut Melati, ia digauli secara paksa. Pertama kali terjadi pada bulan Juni 2011 lalu. Kala itu Opa Bria meminta tolong Melati untuk memijat badannya. Singkat kata Melati pun digiring ke kamar. Namun sesampai di kamar justru Melati yang ‘dipijat’.  Kejadian ini terus berulang setiap ada kesempatan.
“Saat pertama kali itu, beta sempat berteriak. Tapi tidak ada yang dengar,” papar Melati saat ditemui wartawan di Polresta Kupang, Jumat (12/8/11).
Toh begitu, Opa Bria membantah keras kalau dirinya menggauli Melati secara paksa. Ia mengaku, hubungannya dengan Melati didasari suka sama suka.
“Selama ini kami dua pacaran. Saya tidak perna paksa dia. Hubungan kami itu karena suka sama suka,” tegas Opa Bria saat diperiksa polisi.
Namun polisi tidak mau percaya begitu saja. Demi kepentingan penyelidikan lanjutan, kini Opa Bria ditahan.
 “Kakek sudah kita tahan di Polresta Kupang Kota untuk pertanggungjawabkan perbuatannya,” ujar  Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Oebobo, Ajun Komisaris Yulian Perdana. +++chris parera/jose+++