Hindari Tanah Abang, Ada Tawuran


Hanya gara-gara sepele, dua kelompok pemuda terlibat tawuran di Jalan Jatibunder Ujung, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

“Pemicu tawuran gara-gara sepakbola yang berlanjut hingga sekarang,” ujar Luki, warga sekitar kepada okezone, Jumat (15/10/2010).

Saat ini, tawuran masih berlanjut. Dua kelompok tersebut melengkapi diri dengan senjata tajam dan kayu balok. Akibat tawuran tersebut, masing-masing kelompok menderita luka-luka.

Belum dapat dipastikan berapa jumlah korban yang terluka. Anggota Polsek Tanah Abang pun langsung ke lokasi dan mencegah tawuran tersebut.

Menurut pengakuan sejumlah warga, di lokasi tersebut memang kerap terjadi tawuran antarpemuda. Kedua belah pihak juga sering dipertemukan, Namun belum ada solusinya.
(teb)

Dermaga Peti Kemas di Ende Bermasalah


Ada yang menarik dengan pelaksanaan pembangunan dermaga peti kemas di kompleks Pelabuhan Ende. Kontraktor pelaksana lupa mencantumkan nilai proyek pada papan pengumuman.

Terhadap masalah ini, anggota DPRD Kabupaten Ende, Haji Pua Saleh berpendapat, kontraktor pelaksana mungkin sengaja menyembunyikan nilai nominal uang untuk membiayai proyek tersebut. Sebab dalam papan pengumuman yang dicantumkan hanya nama pekerjaan, kontraktor pelaksana, waktu pelaksanaan serta lokasi. Besar dan sumber dana tidak disebutkan.

“Harus diingat bahwa dana yang dipergunakan untuk membangun dermaga adalah uang negara yang harus diketahui publik,” kata Haji Pua Saleh di Ende, Sabtu (9/10/2010).

Haji Pua Saleh merasa heran dengan kejanggalan itu. Menurut dia, apapun jenis pekerjaan proyek yang dananya bersumber dari APBD maupun APBN harus dicantumkan nilai nominal uang. “Dengan begitu, publik bisa mengetahui dana yang dipergunakan itu wajar atau tidak dengan realisasi fisik yang sedang dibangun. Kalau besaran dana tidak diumumkan kepada publik lewat papan pengumuman proyek, tentu patut dipertanyakan. Jangan-jangan proyek tersebut menyimpan masalah,” tandasnya.

Haji Pua Saleh menegaskan, pencantuman nilai uang dalam papan pengumuman proyek bukan suatu formalitas belaka namun diatur oleh Keppres No. 80 tahun 2004. Jika kontraktor pelaksana lupa atau sengaja tidak mencantumkan besaran dana, maka hal itu melanggar Keppres No. 80.

Haji Pua Saleh meminta kepada kontraktor pelaksana untuk segera mencantumkan besaran dana pada papan pengumuman sebagai wujud transparasi kepada publik.”Di mana-mana yang namanya proyek pemerintah senantiasa mencantumkan besaran dana,” tuturnya.

Seperti disaksikan FloresStar, dalam papan pengumuman tersebut yang dicantumkan adalah pekerjaan pembangunan fasilitas laut kota Ende. Lokasi pelabuhan laut kota Ende. Tahun Anggaran 2010. Kontraktor PT Andalan Kurniawan Indonesia Timur. Waktu pelaksanaan 145 hari kalender. Tidak diumumkan nilai proyek tersebut. (rom)

Kontraktor Segera Ganti

KEPALA Adpel Ende, Abia Alex Foe mengatakan, pihaknya telah meminta kepada kontraktor untuk mengganti papan tersebut dengan mencantumkan nilai proyek. “Itu bukan suatu yang disengaja. Saya minta mereka segera ganti dan dipastikan hari Senin (11/10/2010) papan tersebut sudah diganti,” kata Alex melalui telepon dari Jakarta.

Sebelumnya diberitakan, Depertemen Perhubungan RI melalui Dirjen Perhubungan Laut mengucurkan dana APBN tahun 2010 sebesar Rp 7 miliar untuk pembangunan dermaga peti kemas di sekitar Pelabuhan Ende.

Saat ini sedang dalam proses desain oleh tim teknis yang langsung diikuti dengan pembangunan fisik di bagian sisi darat.
Kepala Administrator Pelabuhan (Adpel) Ende, Abia Alex Foe yang ditemui pekan lalu di Ende menjelaskan, keberadaan dermaga peti kemas di wilayah Kabupaten Ende memang sangat dibutuhkan guna menampung barang-barang dari kapal.

Selama ini, kata Abia, proses pendropingan barang biasanya dilakukan lewat Pelabuhan Ippi atau Ende. Dengan adanya dermaga khusus itu, maka proses bongkar muat barang akan lebih aman dan nyaman.

Dikatakannya, secara tehknis pembangunan dermaga peti kemas diawali dari sisi darat sepanjang 2.000 meter persegi menuju laut. Menurut Abia, kehadiran dermaga peti kemas secara ekonomis memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat Kabupaten Ende karena akan semakin banyak kapal barang atau kapal kontainer yang bongkar muat di Pelabuhan Ende. (rom)

VIDEO Mesum PNS Ende


sergapntt.com [ENDE] – Video mesum kembali menggemparkan Kota Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kali ini vedo mesum dilakoni dua Pegawai Negeri Sipil (PSN) yang diduga bekerja di kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ende di dalam sebuah mobil.

Durasi video tersebut kurang lebih 10 menit. Sebelum memulai adegan, sSi pria tampak lengkap dengan pakaian PNS-nya, sedangkan si cewek berpakaian preman.

Namun aksi video ini belum di ketahui secara pasti kapan pengambilan gambarnya. Kini masih dalam penyelidikan polisi.

By. CHEKER

Guru Selingkuh, Sekolah Disegel


sergapntt.com [BOAWAE] – Dua guru SD Katolik Kelewae, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, Provinsi NTT terlibat selingkuh. Akibatnya, pemilik tanah menyegel sekolah tersebut.
Penyegelan sejak seminggu terakhir ini membuat para murid dirugikan karena aktivitas belajar-mengajar terhenti. Para murid kemudian melaporkan nasib mereka kepada DPRD Nagekeo di Mbay, Jumat (30/7/2010).

Pengaduan para murid SD kepada Dewan — peristiwa pertama di Nagekeo itu terjadi menyusul aksi penyegelan SDK Kelewae oleh pemilik tanah sejak Senin (26/7/2010). Sejak saat itu kegiatan belajar-mengajar (KBM) berhenti sama sekali.

Para murid SD kelas 4, 5, dan 6 datang bersama 49 orang tua mereka dan pengurus komite. Mereka meminta Dewan membantu menyelesaikan persoalan itu.

Kepala SDK Kelewae, Margareta To mengatakan, pemilik tanah menyegel pintu sekolah, baik SDK Kelewae maupun Taman Kanak-kanak (TK) Budi Luhur Kelewae.

“Sejak hari Senin lalu kami tidak bisa sekolah karena semua pintu disegel termasuk TK. Kami mau minta bantuan Dewan untuk selesaikan ini. Kasihan anak-anak tidak bisa sekolah,” tutur Margareta.

Hal senada disampaikan Ketua Komite Sekolah, Fridus Mere. “Anak-anak sudah lima hari tidak sekolah. Pemilik tanah mau membuka segelan asalkan dua orang guru di sekolah tersebut harus dipindahkan. Karena adanya dugaan perselingkuhan yang melibatkan guru tersebut,” kata Fridus.

Fridus juga mempertanyakan kebijakan pemerintah setempat atas kedua guru tersebut. Menurutnya, tiga bulan lalu kedua guru tersebut sudah dipindahkan ke sekolah berbeda, namun saat ini keduanya dikembalikan lagi ke SDK Kelewae. Hal tersebut, kata Fridus, membuat pemilik tanah merasa dilecehkan sehingga menyegel sekolah.

“Ada dua alasan, mengapa kami datang ke DPRD. Pertama, dua orang guru yang sudah dimutasikan ke sekolah yang berbeda kenapa saat ini dikembalikan lagi ke SD Kelewae? Padahal masyarakat menghendaki keduanya pindah. Hal kedua, tidak ada lagi keharmonisan di sekolah,” tutur Fridus.

Kepala sekolah dan ketua komite sekolah menyampaikan hal yang sama di depan anggota DRPD Nagekeo yang terdiri dari Ketua DPRD, Gaspar Batu Bata, Wakil Ketua DPRD, Stanis Paso dan Thomas Tiba, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO), Yuli Lamuri, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Ceme Benediktus serta beberapa anggota Dewan lainnya.

“Saya sedih bapak ibu datang dengan anak-anak sekolah saat ini. Sejak saya menjadi anggota DPRD dari tahun 1991 saat masih di Ngada dulu, ini kali pertama anak sekolah menghadap Dewan. Saya sudah dapat laporan dari Komisi C bahwa persoalan di SDK Kelewae sudah selesai dan komisi C. Saya tahu sudah bekerja, tetapi kok begini lagi,” kata Ketua DPRD Nagekeo, Gaspar Batu Bata.

Saat itu juga Gaspar langsung meminta penjelasan dari kepala sekolah dan pengurus komite. “Apa sudah pernah lapor Kepala Dinas PPO atau Bapak Bupati? Kalau sudah, kenapa sampai sekarang terjadi lagi,” tanya Gaspar yang langsung dijelaskan Margareta tentang duduk perkaranya.

Margareta menjelaskan, pihaknya sudah menyampaikan masalah itu kepada camat Boawae, UPTD Boawae dan PPO. “Kita minta pemerintah agar dalam 1 x 24 jam, anak-anak sekolah harus masuk sekolah lagi,” kata Thomas Tiba. DPRD Nagekeo berjanji secepatnya menyelesaikan persoalan tersebut agar para murid tidak dikorbankan.

by. COPAS

Seorang Pria Tidak Makan dan Minum 70 Tahun


sergapntt.com [GURJARAT] – Seorang pria India yang sudah berusia 82 tahun mengaku tidak makan dan minum selama 70 tahun. kemampuan Prahlad Jani bertahan tanpa makanan dan minuman menarik perhatian Militer India untuk menelitinya.
Kini Prahlad Jani berada di ruang isolasi sebuah Rumah Sakit di Ahmedabad, Gurjarat dan diawasi ketat oleh tim dokter. Jani sudah berada di rumah sakit itu selama 6 hari tanpa makan dan minum, dan dari hasil pemeriksaan tidak ada tanda-tanda Jani mengalami kelaparan dan dehidrasi.

Prahlad Jani mengaku telah meninggalkan rumah sejak umur 7 tahun dan hidup sebagai pengembara Sadhu atau orang suci di Rajasthan. Jani disebut sebagai breatharian yang dapat hidup sendiri secara spiritual.

Jani meyakini hidupnya telah ditopang oleh seorang dewi yang menuangkan ramuan gaib melalui langit-langit mulutnya. Pengakuan Jani ini didukung oleh seorang dokter India yang ahli dalam bidang studi tentang orang-orang yang memiliki kemampuan supranatural.

Pihak militer India tampaknya tertarik untuk mempelajari ilmu Prahland Jani dan berharap bisa diterapkan pada anggota pasukannya atau pada korban bencana sebelum bantuan tiba.

“Jika klaim itu bisa diverifikasi, itu akan menjadi terobosan dalam ilmu kedokteran,” kata Dr G. lavazhagan, Direktur Ilmu Fisiologi & Ilmu Terpadu, Institut Pertahanan. “Kita bisa mendidik masyarakat tentang teknik-teknik bertahan hidup dalam kondisi buruk dengan sedikit makanan dan air atau tidak sama sekali” tambahnya

Di India memang sudah menjadi hal yang umum bagi umat Hindu menjalankan puasa tanpa makan dan minum bahkan selama delapan hari penuh. Secara teori, manusia tidak dapat bertahan hidup tanpa makan dan minum selama 50 hari. (by. yahoo)