Mutasi Kontroversi di Lingkungan Pemrov NTT


sergapntt.com [KUPANG] -Siapa yang tak ingin jadi pejabat? Keinginan inilah yang membuat sebagian calon pejabat eselon IV, III dan II di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai berharap-harap cemas. Ambisi menjadi pelayan terdepan dengan label pejabat mulai dititipkan pada kebijakan Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya di sesi mutasi Februari 2012. Hm,,,,!
Per 1 Februari 2011 terdapat dua pejabat eselon II yang pensiun, yakni Kepala BNN NTT, Ny. Pratini Harjokusumo, SH, M.Si, dan Kadis Perindag NTT, Drs. Yoseph Lewokeda. Sedangkan  Kadis Perikanan dan Kelautan NTT, Ir. Ana Salean, M.Si telah pensiun sejak 1 Januari 2012.
Jabatan lowong lainnya adalah Sekretaris KPU NTT, dan Kepala Biro (Karo) Urusan Pegawai (UP) Setda NTT yang ditinggal alm. Karolus Kia, SH yang meninggal akibat sakit pada 16 Januari 2012 lalu.
Praktis, lowongnya lima jabatan eselon II ini membuat sebagian calon pejabat eselon II mulai melepas jurus ‘cari muka’. Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Ir. Esthon Foenay, M.SI, plus Sekda NTT, Frans Salem, SH.M.Si mulai didekati dengan berbagai cara. Termasuk meyakinkan sang gubernur dan wakil gubernur yang akrab dengan sandi FREN itu bahwa mereka akan setia dan komit memperjuangkan kepentingan FREN di pemilihan gubernur (pilgub) NTT pada tahun 2013 mendatang. Maklum, mereka yakin FREN akan maju lagi sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT periode 2013-2018.
Santer terdengar kalau Kepala BNN bakal dijabat oleh Drs. Aloysius Dengi Dando (kini Karo Kesra Setda NTT), Kadis Perindag, Kanis Beka, SH (sekarang Karo Umum Setda NTT), Kadis Perikanan dan Kelautan NTT, Ir. Fredik Tilman (sekarang Kepala Badan Arsip NTT), Sekretaris KPU NTT, Drs. Ubaldus Gogi (sekarang Karo Administrasi Pembangunan Setda NTT), Karo Administrasi Pembangunan Setda NTT, Drs. Abraham Maulaka (Sekarang salah satu kabag di Biro Administrasi Pembangunan Setda NTT), Kepala Badan Arsip NTT, Ir. Wayan Darmawa, MT (sekarang Kepala Bappeda NTT), Kepala Bappeda NTT, Drs. Os Toda (sekarang Karo Keuangan Setda NTT), Karo Keuangan Setda NTT, Drs. Elias Hali Lanan (sekarang Kebag perbendaharaan Biro Umum Setda NTT), dan Karo UP, Beni Wahon, S.Sos, MM (sekarang salah satu Kabag di Biro Administrasi Pembangunan Setda NTT).
Tak hanya itu, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata NTT, Drs. Abraham Klakik juga diisukan bakal diganti oleh Kepala UPTD Taman Budaya NTT, Dra. Yohana Liwu Lango. Abraham dinilai kurang kreatif memanage pariwisata NTT. Di jabatan baru nanti, Abraham akan menempati kursi staf ahli Gubernur NTT.
Khusus Kepala BNN dan Sekretaris KPU NTT, Baperjakat yang diketuai Frans Salem masih berkoordinasi dengan BNN dan KPU pusat. Dalam surat bernomor: UP.013.1/1/22/JS/2012, tentang nama calon Sekretaris KPU NTT yang ditujukan kepada KPU pusat, Baperjakat mengusulkan tiga nama, yakni (1). Drs. Ubaldus Gogi, (2). Ir. Aleksander Sena (Kabid Ketersediaan dan Kerawanan Pangan pada Bimas NTT), dan (3). Herman Nai Liu (salah satu Kabid di Dinas Nakertrans NTT).
Sedangkan Eselon III terdapat lima pejabat yang pensiun, yakni Sekretaris Dinas Perikanan dan Kelautan NTT, Kepala UPT Sumber Daya Air wilayah Flores (Ir. Anselmus Say, ST), Kabag Mutasi Biro UP Setda NTT (Ny. Susan Ferdinandus, SH), Kabid Penyuluhan dan Pelayanan Badan Arsip NTT (Honorius S. Liko), dan Kepala UPT Dispenda wilayah Rote Ndao, Obed Kaha.Sementara pejabat eselon IV terdapat tujuh orang pensiun.
Sejumlah PNS yang kritis di lingkungan Pemrov NTT menilai penempatan pejabat yang dilakukan FREN selama ini syarat dengan muatan politik, dan mengabaikan aspek profesionalitas. Yang paling disorot adalah Karo Umum, Kanis Beka dan Karo Orta, Tinus Tausbele. Kedua pejabat ini dinilai jauh dari performa pejabat yang dibutuhkan untuk membantu tugas-tugas Gubernur dan Wakil Gubernur.
“Coba lihat itu dua pejabat. Bisa apa? Paling bisa hanya marah-marah staf,” ujar salah seorang pejabat eselon IV di salah satu dinas di lingkup Pemprov NTT.
Lalu apa komentar Kanis Beka? “Ah,,, biasa ade, itu karena mereka iri saja. Hahaha,,,” ucap Kanis Beka tanpa beban saat bincang-bincang dengan SERGAP NTT di Kantor Gubernur NTT, belum lama ini.
Sejauh ini penempatan pejabat terus menyulut kontroversi. Ada yang senang, ada pula yang sinis. Senang karena ambisi dan kepentingan terakomodir, sinis lantaran pejabat yang direkrut masih jauh dari harapan orang banyak.
Toh begitu Frans Salem mengaku, mutasi yang dilakukan selama ini, termasuk yang bakal dilaksanakan pada Februari 2012 sudah sesuai dengan kebutuhan dan aturan yang berlaku.
“Sama sekali tidak ada muatan politik. Mutasi ini tidak ada urusan dengan politik. Karena secara faktual, ada sejumlah pejabat yang pensiun. Ya,,, yang pensiun kan mesti diganti! Bahwa ada yang menafsir kalau mutasi syarat dengan kepentingan politik, silahkan saja,” tegas Frans Salem saat ditemui SERGAP NTT di ruang kerjanya, Rabu (25/1/12) lalu.
Hingga kini, kata Frans Salem, Pemprov NTT tetap komit tidak akan memperpanjang masa jabatan bagi pejabat yang telah memasuki usia pensiun. Karena itu, jabatan lowong akan diisi oleh pejabat baru melalui pengkajian Baperjakat dan restu Gubernur NTT sebagai pembina pegawai di lingkup Pemprov NTT.
“Setelah pengkajian final, dan disetujui pak gubernur, maka kita akan laksanakan proses mutasi. Kita berharap dalam waktu yang tidak terlalu lama, mutasi sudah bisa dilakukan. Ya,, Februari inilah kalau bisa,” paparnya, berharap.
Untuk mengisi jabatan eselon II yang lowong, lanjut Frans Salem, terdapat sejumlah pejabat eselon III yang dipromosikan. Begitupun dengan eselon III dan IV.
Gubernur NTT, Frans Lebu Raya membenarkan kalau mutasi bakal dilaksanakan pada Februari 2012. Selain untuk penyegaran, mutasi ini juga untuk mengisi jabatan yang lowong.
“Ya,,, kita sedang mengkaji. Kita harapkan, dalam bulan Februari ini, mutasi sudah bisa dilaksanakan,” ujar Frans Lebu Raya kepada SERGAP NTT, Rabu (25/1/12).
Sejumlah pejabat yang meminta nama mereka tidak ditulis berharap mutasi kali ini, Gubernur mengedepankan profesionalitas dan kemampuan kerja para pejabat. Sehingga tidak terkesan politis dan suka atau tidak suka.
By. CHRIS PARERA
  

Kisah PNS Asal Rote Ndao Yang Dipermainkan Laki-laki


sergapntt.com [KUPANG] – Sedih berkepanjangan,,! Begitulah yang dirasakan Rini (26) —nama samaran—. Pasalnya, perjalan cinta gadis asal Kabupaten Rote Ndao yang kini berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rote Ndao itu tak pernah mencapai titik akhir. Koq bisa?
Siapa sih yang ingin gagal dalam percintaan? Tidak ada kan! Begitu juga dengan Rini. Namun ia tak menyangka kisah cintanya bakal selalu kandas ditengah jalan. Setiap kali ia merajut kasih bersama pria pujaannya, setiap kali pula ia dikhianati.  
Sebagai anak perempuan satu-satunya dari empat bersaudara, sejak kecil Rini sangat disayangi oleh kedua orang tuanya. Semua permintaannya pasti selalu dituruti. Karena rasa sayang yang besar itupula, sampai-sampai kehidupan asmaranya juga diatur oleh orang tuanya. Ya,,, waktu dibangku SMA, Rini dilarang untuk berpacaran. Orangtuanya takut kalau-kalau Rini salah bergaul.
Ia baru mulai mengenal dunia pacaran setelah taman SMA dan melanjutkan kuliah di sebuah universitas di Kota Kupang, walaupun orang tuanya telah mewanti-wanti agar selama kuliah ia tidak boleh berpacaran.
Di Kupang Rini indekost dibilangan Penfui. Ia dikenal sangat cepat beradaptasi dengan teman dan lingkungan barunya. Apalagi teman sekampusnya juga banyak yang seasal dengannya.
Di kampus itu Rini kemudian berkenalan dengan Dani, sebut saja begitu. Mulanya, hubungan keduanya hanya sebatas teman. Namun saling suka mulai merasuk hati tatkala ia bersama Dani sama-sama menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Silu, Kabupaten Kupang. Cinlok kali ya,,,! Pelan tapi pasti saling suka tumbuh menjadi rasa cinta yang membara. Tak pelak Dani pun langsung menyatakan cinta. So pasti langsung diterima. Keduanya akhirnya resmi berpacaran.
Hari-hari mereka lalui dengan canda tawa, romantisme dan semua yang indah-indah layaknya orang lagi mabuk asmara. Namun itu tidak berlangsung lama. Sebab, usai diwisuda, Rini dijemput orang tuanya dan kembali ke kampung halamannya. Sedangkan Dani menetap di Kupang. Sejak saat itu mereka terpaksa menjalan hubungan asmara jarak jauh. Jika rindu datang menggigit, teleponlah obatnya. Sekali tersambung, ngobrolnya bisa tiga sampai empat jam. Begitulah yang terjadi selama tiga tahun.
Hubungan mereka terjalin normal hingga Rini diterima sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) di Pemkab Rote Ndao dan Dani diterima sebagai guru Agama disalah satu SMP di Kota Kupang.
Namun tanpa disadari Rini, ternyata selama mereka berjauhan, diam-diam Dani menjalin cinta dengan perempuan lain. Kedok cinta segitiga ini akhirnya diketahui Rini ketika ia mengikuti pra jabatan CPNSD-nya di Kota Kupang. 
Ceritanya, usai mengikuti pra jabatan, Rini tak langsung pulang ke Rote Ndao. Ia tetap menginap di hotel yang menjadi tempat kegiatan pra jabatannya. Maksudnya ingin plesir satu dua hari lagi di Kupang, sekaligus bisa bertemu dan bermanja-manja dengan Dani. Namun sayang, harapan itu tak pernah terwujud. Yang terjadi justru sakit hati yang hebat.
Sehari menjelang kepulangannya ke Rote, Rini tiba-tiba dikontak oleh Dani. Singkat kata mereka pun bertemu. Didahului basa-basi, tiba-tiba Dani meminta maaf sekaligus pamitan pada Rini karena ia akan menikah dengan perempuan yang dipacarinya selama Rini berada di Rote Ndao.
Byiarrrrrrrrrrr, bagai disambar petir, Rini spontan jadi kaku. Mulutnya terkatup rapat tak bergerak. Airmatanya menetes tak karuan. Suasana jadi bisu mencekam. Apalagi ketika Dani dengan berani mengatakan sejak seminggu terakhir ia telah menjalani persiapan akad nikah di gereja. Tak lama berselang Dani pun pamit. Ia beralasan calon istrinya sedang menunggu di rumah untuk ke sama-sama gereja guna mengikuti sesi pengembalaan.
Sebenarnya Rani tak kuat melepas Dani pergi. Namun ia tak habis pikir kenapa ketulusan cintanya dibalas dengan  kilaf yang tak bisa dimaafkan. Akhirnya, ia pasrah. Dengan hati yang diliput kesedihan, keesokan harinya ia pulang ke Rote Ndao. Galau bercampur asa yang terputus sempat menghampiri dirinya. Namun dengan doa ia akhirnya kuat. Lambat laun ia bisa melupakan Dani.
Seiring berjalannya waktu, dan juga peran teman akrabnya, Rini memulai membuka diri bagi pria lain. Keseringannya datang berlibur di Kupang membuat ia bertemu dengan Oskar, seorang karyawan PNPM Mandiri yang bertugas diwilayah Kabupaten Kupang.
Berangkat dari pengalaman sebelumnya, Rini tidak ingin menjalani hubungannya terselubung dari pantauan keluarga. Setelah resmi berpacaran, Rini langsung memperkenalkan hubungan mereka pada orang tuanya. Tapi niat dan kedatangan Oskar tidak menuai respon. Menurut orang tua Rini, penampilan Oskar yang cuek menunjukan sosok pribadi yang tidak pantas menjadi menantu mereka. Apa lagi diketahui Oskar adalah alumni Fakultas Tehknik yang identik dengan berkepribadian yang kurang baik.
Namun anggapan orang tunya itu tak mengurangi rasa sayang Rini pada Oskar. Perlahan ia berusaha menunjukan pada orang tuanya kalau apa yang dikuatirkan selama ini,,, itu salah!
Namun satu kebiasaan Oskar yang buruk adalah jarang ke gereja. Karena itu Rini berusaha menutupi agar tidak diketahui orang tuanya. Maklum, orang tuanya sangat sensitif dengan masalah yang satu itu.
Ketika didesak agar ke gereja, Oskar selalu memberi 1001 alasan. Termasuk berdalih tidak memiliki pakaian gereja. Untuk kasus yang terakhir, Rini nyatakan sanggup menyelesaikannya. Ditemani Oskar, keduanya mulai keranjingan mendatangi toko pakaian. Seiring hari berganti, setiap ada rejeki, Rini pasti membelikan pakaian baru untuk Oskar. Tapi sayang, prilaku malas ke gereja tidak pernah berubah.  
Suatu ketika, tiba-tiba Oskar memberitahu kalau ia baru saja mendapat surat pindah penugasan ke pulau Lembata.  Tanpa berprasangka yang aneh-aneh, Rini pun melepas kepergian Oskar. Praktis hubungan mereka hanya terjalin via telepon dan facebook. Oskar berjanji, ditempat tugas yang baru ia tidak akan berbuat yang macam-macam. Rini semakin yakin setelah tiga bulan berlalu, Oskar mulai rajin mengirim uang buatnya. Sebaliknya, untuk memotivasi Oskar agar ke Gereja, Rini selalu mengirim pakaian baru.
Selama Oskar bertugas di Lembata, Rini tak pernah punya firasat buruk.  Apalagi setelah didahului dengan janjian, di bulan November 2011 lalu keduanya sepakat bertemu di Kupang. Dalam kebersamaan yang hampir seminggu itu keduanya bahkan sempat melihat beberapa bidang tanah untuk dibeli. Maksudnya, setelah menikah nanti tinggal dibuatkan rumah.
Siapa sangka pertemuan itu ternyata menjadi pertemuan terakhir bagi Rini. Setelah kembali ke Lembata, Rini tak pernah bertemu Oskar lagi. Bahkan lewat telepon sekalipun. Sebagai perempuan Rini mulai cemas. Tapi ia tak mau putus asa. Tiap hari ia terus berusaha menghubungi Oskar via handphone. Tapi sayang nomor yang dituju tidak kunjung aktif. Tiba-tiba suatu hari ia dihubungi seseorang. Ketika telepon berdering, ia melihat nomor panggilan masuk tidak dikenalinya. Setelah menahan sejenak, Rini kemudian menerima panggilan itu. Ya,, Tuhan ternyata itu bukan Oskar. Dari balik telepon terdengar seorang wanita bersuara lantang, “Saya ini istri Oskar. Saya sudah hamil 6 bulan”. Waduh,,,! Bagai disambar geledek, saat itu Rini nyaris pingsan. Namun ia berusaha kuatkan hati.
Untuk memastikan kebenaran kabar menyakitkan itu, Rini kembali berusaha menghubungi Oskar. Namun nomor handphonenya tak pernah aktif. Kini Rini benar-benar pasrah dan tetap berharap suatu saat nanti ada laki-laki yang serius mencintainya dengan segala kekurangan yang ia miliki.
Kebahagiaan bukanlah seni membangun kehidupan yang bebas dari masalah. Kebahagiaan adalah seni untuk merespons dengan baik ketika masalah menghampiri kita”.
By. JL

Jalan Menuju PT. Cendana Indo Perss Ditutup Warga


sergapntt.com [KALABAHI] – Pemilik tanah, Darwin Sanga kembali menutup jalan masuk ke PT. Cendana Indo Perss. Penutupan jalan masuk ke lokasi perusahaan mutiara itu disebabkan PT Cendana Indo Perss   tidak pernah merealisasi hasil kesepakatan tahun 1998.
Saat itu, PT Camar Sentosa sebelum dialihkan ke PT Cendana Indo Perss sudah beraktivitas satu tahun, tapi  pihak perusahaan hanya bisa mencari keuntungan, tetapi tidak pernah menyelesaikan kewajibannya kepada pemilik tanah.
Sejak, Senin (23/1) pemilik tanah menutup jalan, sehingga karyawan yang bekerja di PT Cendana Indo Perss tidak bisa masuk dengan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Pekerja bisa masuk ke lokasi perusahaan jika berjalan kaki.
Kepada wartawan, Darwin mengatakan, jalan yang ia tutup adalah jalan utama masuk ke lokasi kegiatan perusahaan, ia tidak menutup jalan umum yang dilalui masyarakat.
“Saya tidak mengganggu aktivitas masyarakat. Ini urusan kami pemilik tanah dengan perusahaan. Saya tutup juga bukan menolak, tapi saya tutup untuk ada suatu kesepakatan antara perusahaan dengan kami pemilik tanah,” tegasnya.
Aksi penutupan jalan ini dilakukan oleh semua warga, sehingga membuat situasi tegang. Karena semua jalan masuk ke perusahaan di tutup oleh warga RT 05 RW 03 Kelurahan Moru Kecamatan Alor Barat Daya.
Darwin menduga, semua jalan ditutup dalangnya dari PT Cendana Indo Perss. Karena, pimpinannya akan berada di Alor, Jumat (27/1), sehingga perusahaan buat ulah dan jalan masuk segera di buka.
Karena semua ruas jalan yang masuk ke lokasi perusahaan di tutup, sehingga sekira pukul 15.00 Wita, aparat Polres Alor turun  ke TKP  mengunakan mobil Dalmas dibawah pimpinan Kabag OPS Kompol Kristofel Bagaisar.
Aparat yang turun saat itu dilengkapi dengan senjata. Untuk mengamankan TKP, saat turun aparat Polres Alor membongkar blokade yang dilakukan oleh warga. Saat itu situasi cukup tegang  antara pemilik tanah. Situasi yang memanas itu akhirnya diamankan Aparat Polres Alor. 
Darwin mengatakan, jalan yang ada bukan jalan desa atau jalan dalam kota kecamatan, tapi jalan itu adalah jalan masuk ke lokasi perusahaan. Karna itu, pemerintah kecamatan meminta agar tanah milik masyarakat diserahkan kepada pemerintah kecamatan dengan pertimbangan untuk kepentingan perusahaan.
Pemerintah kecamatan juga menyadari kalau tidak bisa melakukan ganti rugi tanah milik masyarakat, maka  dalam berita acara jalan  itu  dibuka untuk kepentingan perusahaan, maka perusahaan harus  melakukan pembayaran tanda ucapan terima kasih kepada pemilik tanah.
Darwin mengatakan, sejak tahun 1998 hingga sekarang pihak perusahaan belum pernah melakukan ganti rugi tanah milik yang ada.  “Akibatnya saya dirugikan, sementara pihak perusahaan mencari keuntungan, maka alangkah baiknya jalan yang ada ini ditutup. Saya sudah beberapa kali melakukan pendekatan kepada pihak perusahaan, namun saat mau menemui pihak perusahaan selalu saja dengan alasan kesibukan. Koordinasi ini saya lakukan sudah empat kali. Tetapi  manajemen perusahaan tidak menghiraukan sehingga saya tutup jalan.  Saya tutup bukan baru sekali tapi sudah kali yang keempat,” ujarnya.
Darwin mengaku sangat kecewa dengan manajemen PT Cendana Indo Perss yang dinilai tertutup sekali. Karena, melakukan kontrak kerja dengan kelurahan tanpa melibatkan masyarakat pemilik tanah. Dalam nota kesepakatan, hanya termuat, perusahaan hanya membayar  lokasi nelayan per bulan sebesar Rp 1,3 juta, tapi dibayar secara triwulan.
Darwin meminta kepada pimpinan perusahaan agar segera melakukan pergantian semua manejer yang ada, karena tidak pernah menghargai mereka pemilik tanah. Jika pimpinan perusahaan tidak melakukan pergantian, maka jalan yang ada akan kembali ditutup. “Saya masih tetap ingat hasil kesepakatan sebelumnya. Perusahaan berjanji akan membangun jalan aspal, tapi sampai dengan saat ini belum dibangun. Bukan itu saja, tapi perusahaan juga pernah menjanjikan listrik. Kami tidak pernah menuntut perusahaan. Kita minta perhatian dari perusahaan terhadap kami para pemilik tanah ternyata pihak perusahaan tidak mampu untuk bayar,” katanya.
Senada dengan itu, Irwan Abdul Kadir mengatakan, perusahaan seenaknya mendapat keuntungan besar, sementara mereka pemilik  tanah dirugikan. “Coba ada ucapan terima kasih dari perusahaan untuk kita bayar pajak, ya tidak ada persoalan. Ini tidak ada sama sekali. Perusahaan jangan adu domba antara kita masyarakat. Jalan yang ada ini bukan jalan desa atau jalan kecamatan. Jalan ini dibuka  akibat kepentingan perusahaan. Karena itu perusahaan punya kewajiban untuk membayar tanah milik masyarakat yang dibuka untuk kepentingan perusahaan,” jelasnya.
Irwan menegaskan, perusahaan seenaknya membuat nota kesepakatan dengan pemerintah kelurahan, tapi tidak melibatkan masyarakat pemilik tanah.
Sementara, Kabag OPS Polres Alor Kompol Kristofel Bagaisar meminta agar persoalan tersebut diselesaikan di Polres. “Pemilik tanah maupun perusahaan kita akan panggil untuk bisa memberikan keterangan terkait dengan persoalan yang ada ini.” ujarnya.
Dijelaskan, polisi adalah mitra masyarakat, karena itu pengeluhan masyarakat akan ditampung dan diselesaikan di Polres Alor.
By. AL

2012 Pemkab Kupang Tak Terima CPNSD


sergapntt.com [KUPANG] – Tahun 2012 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang tidak menerima calon pegawai negeri sipil daerah (CPNSD). Hal ini sesuai ketentuan pemerintah pusat dengan diberlakukannya moratorium.
Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kupang, Hendrik Paut kepada wartawan pekan lalu menegaskan, walau tidak membuka penerimaan CPNSD, tapi Pemkab Kupang akan mengangkat tenaga kontrak yang sudah masuk dalam data base tahun 2005 yang masih aktif hingga kini yang sudah diverifikasi Badan Kepegawaian Nasional (BKN).
“Pemberlakukan moratorium oleh pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Kupang tahun 2012 tidak membuka penerimaan CPNSD. Yang ada hanya pengangkatan tenaga kontrak yang sudah masuk data base tahun 2005 kategori satu yang sudah diverifikasi oleh BKN,” jelasnya sembari menguraikan, tenaga kontrak yang masuk data base tahun 2005 berjumlah 80-an orang.
Sementara, ditanya tentang saran DPRD Kabupaten Kupang untuk penerimaan tenaga kontrak harus melalui satu pintu yakni Bagian Umum, Hendrik menjelaskan, persoalan tersebut sudah mengemuka pada sidang tahun lalu dan sudah dijelaskan secara rinci kepada dewan. Pada pendapat akhir fraksi maupun jawaban pemerintah sudah disepakati bahwa terhitung mulai tahun 2012 kalau memungkinkan ada penerimaan tenaga kontrak harus dilakukan satu pintu.
Sedangkan bagi SKPD yang sudah mengangkat tenaga kontrak sendiri, sudah dipahami semua unsur bahwa itu kesalahan bersama. Sebab, bukan saja tanggung jawab pemerintah, tapi juga tanggung jawab DPRD, maka biarkan terus berlanjut.
“Persoalan satu pintu itu memang sudah muncul sejak sidang tahun lalu, tapi kita sudah sepakat baik dewan maupun pemerintah untuk tahun 2012 ini kalau memungkinkan ada penerimaan tenaga kontrak, maka harus dilakukan satu pintu. Yang sudah berjalan, itu sudah dipahami oleh semua unsur bahwa itu kesalahan bersama,” tegasnya.
Menurutnya, saat ini tenaga kontrak yang ada merupakan anak-anak Kabupaten Kupang, maka sebagai orang tua yang baik harus meluruskan aturan yang benar dan memanfaatkan mereka secara efektif dan efisien.
By. LITYA

Kakanwil Depag NTT Akan Ditindak Menag RI


sergapntt.com [KEFA] – Kasus dugaan perselingkuhan yang melibatkan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Depertemen Agama (Depag) Provinsi NTT, Fransiskus Sega mendapat perhatian serius Kementerian Agama RI. Kasus ini akan segera ditindaklanjuti Menteri Agama RI jika Frans Sega terbukti dalam proses hukum.
“Kami tunggu saja pembuktian hukumnya. Kalau terbukti pasti akan ada tindakan tegas kepada pejabat yang bersangkutan,” tandas Dirjen Bimas Katolik Kementeriaan Agama RI, Antonius Samara Duren usai memberikan ceramah bertema Kateketik dan Pembentukan Karakter Bangsa di gedung serbaguna Biinmaffo, belum lama ini.
Kasus itu kata Antonius, secara resmi belum dilaporkan oleh pihak manapun kepada Menteri Agama RI. Informasi kasus itu masih bersifat sepihak sehingga perlu ada keseimbangan informasi dari kedua belah pihak.
Meski  demikian, Antonius mengaku kaget dengan mencuatnya informasi kasus amoral yang melibatkan orang nomor satu di lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi NTT.
“Saya sendiri terkejut setelah baca berita di koran. Jadi kasus itu saya baru tahu baru-baru ini,” ungkap Antonius.
Mengenai jenis hukuman yang akan diberikan kepada Kakanwil Kemenag Provinsi NTT, Antonius enggan berkomentar mendahului pembuktian secara hukum yang sedang dijalani kedua belah pihak. Alasannya, jika pihaknya lebih awal memberikan pernyataan hukuman  kepada Fransiskus, akan cenderung mengadili yang bersangkutan dan keluarganya.
“Ini menyangkut nasib orang banyak, tidak hanya istrinya tapi keluarga besarnya. Karena sampai hari ini kami belum mendapat klarifikasi dari yang bersangkutan sehingga saya belum bisa berkomentar bahwa dia itu salah atau benar. Jadi tunggu saja, kalau sudah pembuktian hukum pasti ada tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku,” ujar Antonius.
By. EPS