Penderita ISPA dan Diare Meningkat


sergapntt.com [OELAMASI] – Musim penghujan yang terjadi di wilayah Kabupaten Kupang dan sekitarnya mengakibatkan, penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan diare terus mengalami peningkatan.
Kebanyakan pasien yang dirawat di Puskesmas Oesao, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang mengalami gejala ISPA dan Diare. Dari hasil diagnosa dokter, kebanyakan pasien diare dan ISPA merupakan efek dari musim penghujan.
Kepala ruang inap Puskesmas Oesao, Yanti kepada wartawan di ruang kerjanya mengatakan, selama musim penghujan, pasien diare dan ISPA terus meningkat.
“Dalam bulan Januari 2012 pasien penderita ISPA mencapai 223 orang yang ditangani puskesmas. Sementara untuk pasien diare sebanyak 45 orang,” beber Yanti.
Yanti menjelaskan, pasien penderita ISPA dan diare kebanyakan dialami anak-anak dan orang dewasa. “Rata-rata yang mereka  keluhkan hampir sama yaitu mengalami sesak nafas dan sering buang air besar,” ungkap Yanti.
Dijelaskan, penderita diare banyak disebabkan penggunaan air minum. ‘’Untuk pasien diare rata-rata disebabkan kurang memperhatikan kebersihan lingkungan dan pola makan yang masih kurang. Kondisi ini diperparah dengan musim hujan yang terjadi,” akunya.
Sementara itu, dokter Puskesmas Oesao, Yuvi Wahyudi yang ditemui terpisah menjelaskan, pasien penderita ISPA rata-rata disebabkan oleh virus dan bakteri, sehingga mudah terkena pada anak kecil Virus dan bakteri lebih banyak menyerang pada anak kecil. Pasalnya, pertahanan tenggorakan sangat mudah terkena dibandingkan orang dewasa.
“Untuk itu, terkait dengan hal ini kita selalu memberikan himbauan kepada pasien yang datang berobat ke puskesmas untuk selalu memperhatikan kebersihan lingkungan. Sehingga anak jangan mudah terkena penyakit tersebut. Apa lagi saat ini musim penghujan,” katanya.
By. ENYA

Polisi Sejuta Kawan Dilaunching


sergapntt.com [ATAMBUA] – Untuk pertama kalinya di NTT, program polisi sejuta kawan satu desa satu polisi diluncurkan. Program ini dirancang dan diluncurkan oleh Polres Belu dibawah kepemimpinan Kapolres, AKBP Darmawan Sunarko.
Peluncuran program tersebut dihadiri Bupati Belu Joachim Lopez, Dandim Belu Letkol (Kav) Joni Harianto, Ketua Pengadilan Negeri Atambua, tokoh masyarakat, tokoh agama, sejumlah pemuda-pemudi, siswa-siswi, sopir dan ojek.
Bupati Belu, Joachim Lopez dalam sambutannya sebelum meluncurkan program tersebut mengemukakan program ini merupakan sebuah terobosan penting dan inovatif oleh Polres Belu dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban ditengah masyarakat, termasuk dalam menegakkan hukum. Program yang diluncurkan merupakan ide bagus dan tidak merupakan rutinitas dan konvensional. “Ini merupakan program terobosan dan inovatif serta tidak konvensional,” katanya.
Joachim mengemukan tiga hal penting terkait program tersebut diantaranya, dengan program itu polisi mengajak masyarakat untuk bermitra dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban ditengah masyarakat.
“Program ini sebenarnya polisi mengajak masyarakat bermitra supaya tugas menjaga keamanan dan ketertiban berjalan dengan baik,” paparnya.
Pada poin kedua, menilai program yang diluncurkan bermaksud untuk menunjukan bahwa institusi kepolisian tidak eksklusif melainkan terbuka untuk semua lapisan masyarakat, sehingga tidak ada gap antara kepolisian dan masyarakat. “Masyarakat tidak perlu takut untuk datang ke Polres atau lainnya, sebab polisi sudah terbuka bagi semua orang,” paparnya.
Pada poin ketiga, program tersebut mengisyratkan kepada masyarakat untuk menjadi polisi untuk diri sendiri dan lingkungan di mana masyarakat tinggal dan menetap. Tugas polisi jelasnya, akan menjadi mudah ketika semua warga menjadi penjaga keamanan dan ketertiban ditengah masyarakat.
Ia mengharapkan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat baik kota hingga ke desa dalam mendukung program polisi sejuta kawan satu desa satu polisi di Kabupaten Belu yang dilaksanakan Polres Belu. Jika program ini berjalan, tentunya keamanan dan ketertiban hidup yang diharapkan dapat tercapai.
Hanya saja dia mengingatkan agar dengan program itu, tidak ada yang mereduksi tugas polisi sebagai penegak hukum. Dia juga mengharapkan agar dengan program itu kepolisian meninggalkan pendekatan-pendekatan yang keras terhadap masyarakat.
Sementara itu, Kapolres Belu AKBP Darmawan Sunarko dalam sambutannya mengatakan, tujuan dari program tersebut antaranya agar hubungan antara polisi dan masyarakat dapat lebih dekat dan akrab karena polisi bukan saja penegak hukum, melainkan juga sebagai pengayom serta merupakan mitra masyarakat dalam menjadikan situasi yang kondusif.
Disebutkan, dengan program itu masyarakat dan polisi dapat secara bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban dilingkungan masing-masing. Dengan program itu ada kerja sama sehingga sekecil apapun informasi yang terjadi dilingkungan dapat disampaikan kepada aparat terdekat untuk ditangani. Jika masalah kecil dibiarkan, pastinya akan menyebabkan masalah yang lebih besar.
Dia mengharapkan agar masyarakat terus membangun kerja sama agar program polisi sejuta kawan berjalan dengan baik dan tujuan yang diharapkan tercapai.
Usai launching program tersebut, langsung diikuti dengan penempelan stiker pada sepeda motor dan mobil yang intinya adalah kampanye keselamatan di jalan raya bagi sopir dan ojek di Kota Atambua dan sekitarnya.
By. ATB

Pasien Jamkesmas Alor “Diusir”


sergapntt.com [KALABAHI] – Kecewa dan dengki benar-benar dirasakan warga masyarakat Kabupaten Alor atas pelayanan RSUD Kalabahi. Hanya karena tak memiliki rujukan dokter atau puskesmas, sejumlah pasien Jamkesmas dan Askes “diusir” oleh petugas RSUD Kalabahi.
Yoram Malaimakuni dan Akila Kafolamau, pasien asal Desa Lakwati, Kecamatan Alor Tengah Utara, mengaku sangat kecewa dengan sistem pelayanan rumah sakit yang berada di pusat ibukota Kabupaten Alor itu. Ini berawal ketika hendak mendaftar sebagai pasien di loket pelayanan RSUD, petugas RSUD justru meminta Yoram dan Akila menunjukan rujukan dari dokter atau puskesmas. Karena tak punya, kedua orang tersebut langsung disuruh pulang.
“Karena kita tidak ada surat rujukan dari puskesmas, maka kita tidak bisa berbuat apa-apa. Penolakan terhadap pasien ini bukan hanya terhadap kami berdua, masih ada yang lain. jika memang harus pake rujukan seharusnya aturan ini disosialisasikan ke masyarakat. Bukan waktu masyarakat sakit maru dikasi tahu. Hm,,,,” tohok Yoram penuh emosi.
Akila dan Yoram mengaku sudah beberapa kali mendapat pelayanan di puskesmas, namun obat yang diberikan setelah diminum tidak ada perubahan.
“Kita mau mendapat pelayanan di RSUD Kalabahi, tapi kasihan kami sudah jauh-jauh datang untuk bisa mendapatkan pelayanan, ternyata ditolak. Kita mau bilang apa lagi,” ujarnya.
Yoram mengaku, sebagai masyarakat kecil yang tinggal di desa, ia tidak mengetahui perubahan sistem pelayanan di RSUD Kalabahi seperti yang baru ia rasakan. Sebab, selama ini RSUD maupun  pemerintah kabupaten (Pemkab) Alor tidak pernah melakukan sosialisasi.
“Kita pikir kartu Jamkesmas yang kita miliki ini bisa digunakan di mana saja tanpa mengunakan rujukan dari dokter keluarga maupun  puskesmas. Kalau kita bolak-balik hanya urus rujukan saja, uang sudah habis,” akunya.
Terpisah, Kepala PT Askes Kalabahi, Rin Th Dembo mengatakan, sebenarnya alur pelayanan sudah seperti itu  dan itu sudah baku dari Menteri Kesehatan RI. Karena itu, pasien  Askes maupun Jamkesmas yang melakukan perawatan di RSUD Kalabahi harus membawa rujukan dari dokter keluarga maupun dari puskesmas.
“Kita sudah lakukan penegasan dalam awal bulan Januari 2012 ini,” tegasnya.
Kata Dembo, pasien Askes dan Jamkesmas bukan ditolak oleh RSUD Kalabahi, tapi meminta agar pelayanan harus dari dasar. Tapi kalau pasien yang emergency, maka prosesnya langsung di Unit Gawat Darurat (UGD) tanpa mengunakan rujukan.
“Sesuai aturan, RSUD Kalabahi merupakan rumah sakit rawat inap penerima rujukan, bukan pelayanan dasar. Karena itu pemilik kartu Jamkesmas dan Askes yang melakukan perawatan di RSUD saya minta untuk membawa rujukan dari dokter keluarga maupun puskesmas sehingga bisa didata klemnya dengan baik,” katanya.
Ia meminta kepada  pemegang kartu Askes maupun Jamkesmas  agar jika tidak ada dokter keluarga, maka bisa meminta rujukan dari puskesmas. Begitu juga pemilik Jamkesmas jika puskesmas yang dirujuknya jauh, maka bisa mencari puskesmas terdekat untuk melakukan rujukan, sehingga bisa mendapatkan pelayanan di RSUD Kalabahi. Sedangkan pasien umum tidak ada ikatan apa-apa dalam proses pelayanan.
By. GEN

Tugas Berat Satgas Pamtas RI – RDTL


sergapntt.com [ATAMBUA] – Kendati hanya bertugas selama enam bulan di perbatasan RI-RDTL, namun tugas Satuan Tugas (Satgas) Pengaman Perbatasan (Pamtas) syarat dengan beban dan tanggung jawab. Karena itu Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL, Letkol (Inf), Andree Saputro meminta dukungan para wartawan, terutama yang bertugas di wilayah perbatasan RI-RDTL.

Dalam diskusi ringan sambil coffee morning bersama wartawan di Markas Komando (Mako) Satgas Pamtas Atambua, Andree mengatakan, dukungan wartawan sangat dibutuhkan pasukan Pamtas. Setidaknya memberikan informasi ke publik secara benar dan berimbang.
“Masa operasi pengamanan perbatasan berlangsung dari 10 Januari hingga 10 Juni mendatang. Karena itu mari kita bekerja sama untuk tetap menciptakan suasana yang kondusif di wilayah perbatasan,” pinta Andree.

Disebutkan, tugasnya sebagai Satgas Pamtas RI-RDTL antara lain menjaga keamanan di perbatasan kedua negara, menjaga kedaulatan negara dan mempertahankan NKRI serta melindungi segenap warga Indonesia di garis batas baik itu Belu, TTU dan Kabupaten Kupang.

Di dalam tugas mengamankan perbatasan RI-RDTL ada beberapa hal yang akan dilaksanakan yakni menjaga agar tidak ada pelanggaran di garis batas negara, menghentikan penyelundupan, pasar gelap serta menjaga wilayah perbatasan termasuk menjaga patok-patok perbatasan yang telah ada.

Jumlah pasukan yang mengamankan perbatasan, kata Andree, sebanyak 650 prajurit yang ditempatkan di 38 pos perbatasan. Dari 38 pos pengaman perbatasan, 25 di Kabupaten Belu dan sisanya berada di wilayah TTU dan Kabupaten Kupang yang berbatasan langsung dengan Distrik Oecusie Timor Leste.

Perwira menengah TNI AD itu mengaku, karena tugas mengamankan perbatasan merupakan tugas berat, maka diharapkan peran Pers dapat membantu tugas Pamtas, misalnya soal sosialisasi tugas pamtas agar dipahami masyarakat perbatasan.

“Wartawan merupakan mata dan telinga rakyat. Jadi kami minta bisa bekerja sama mengamankan perbatasan, sebab semua ini bukan semata hanya tugas Satgas Pamtas,” pintanya.

Dalam diskusi itu juga, sejumlah wartawan meminta Satgas pamtas memberikan perhatian lebih terkait maraknya penyeludupan barang dan BBM di wilayah perbatasan. Selain itu, Pamtas juga mesti bersikap tegas terhadap pelintas illegal, serta menghentikan pungli-pungli di perbatasan, maupun jenis tindak pidana lain yang ujungnya merugikan masyarakat Indonesia, terutama yang ada perbatasan.

Atas saran para jurnalis tersebut, Dansatgas mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi dan akan melihat dari dekat semua masukan itu. Jika terbukti, pihaknya akan mengambil tindakkan tegas sebagai Satgas Pamtas RI-RDTL.

By. MTX

Merpati, Angkutan Perintis di NTT


sergapntt.com [KUPANG] – PT. Merpati Nusantara Airlines ditunjuk sebagai angkutan udara perintis bersubsidi yang melayani rute Kupang Sabu (PP) 3 x seminggu dengan harga tiket Rp230 ribu, Sabu-Ende (PP) 1 x seminggu tiket Rp189 ribu, Sabu-Waingapu (PP) 1 x seminggu tiket Rp189 ribu, Kupang-Atambua (PP) 1 x seminggu tiket Rp203 ribu, dan Atambua-Kisar (PP) 1 x seminggu dengan harga tiket dasar Rp325 ribu.
Pelaksanaan pelayanan angkutan udara perintis ini dibiayai oleh dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) DIPA Bandara Tardamu Sabu Tahun Anggaran (TA) 2012 yang ditenderkan dengan menggunakan sistem pelelangan umum dan dimenangkan PT. Merpati Nusantara Airlines.
Kontrak ditandatangani pada 21 Januari 2012 antara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bandara Tardamu, Michael Doga, S.Sos dengan DM. Merpati Airlines Kupang, Djibrael S.D.P. de Goog bertempat di Dinas Perhubungan Provinsi Nusa tenggara Timur (NTT) yang disaksikan Kadis Perhubungan NTT, Drs. Bruno Kupok, Kepala Bandara Tardamu selaku Kuasa Penggunaan Anggaran (KPA), Ikhsan, S.Sos,  Kabid Perhubungan Udara Dinas Perhubungan NTT, Donatus Dita Mete, SH,MH, serta sejumlah pejabat lingkup Dinas Perhubungan NTT dan PT. Merpati Nusantara Airlines lainnya.
Sesuai jadwal, penerbangan sudah dimulai sejak Senin (23/1/12). “Di tahun 2012 ini kita tambahkan rute baru yakni Atambua-Kisar. Pesawat yang digunakan adalah Cassa 212. Untuk tahun 2013 sedang diprogramkan untuk penambahan rute perintis, yakni Atambua-Alor dan Kupang-Rote,” papar Kadis Perhubungan NTT, Bruno Kupok saat ditemui SERGAP NTT diruang kerjanya, Jumat (27/1/12).
By. MAX