Gubernur Ajak Perangi Kemiskinan


sergapntt.com [KEFA] – Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya mengajak seluruh masyarakat di Provinsi NTT khususnya yang ada di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) untuk memerangi kemiskinan yang masih mendera daerah ini.
”Mari kita berjuang untuk mengatasi kemiskinan di daerah ini. Sejak saya dan Pak Esthon Foenay, Wakil Gubernur NTT memimpin daerah ini tahun 2008, angka kemiskinan di NTT sebesar 27,58 %. Data Badan Pusat Statistik (BPS) NTT menyebutkan angka kemiskinan pada September 2011 sebesar 20,48 %. Artinya, kita telah berhasil menurunkan angka kemiskinan sebesar 7,10 %. Ini angka yang sangat signifikan,” tandas Gubernur usai mengikuti misa di Kapela Oenopu Kecamatan Insana Kabupaten TTU, Minggu (12/2).
            Gubernur mengaku, pihaknya tengah berjuang dan bekerja keras untuk mengatasi masalah kemiskinan di daerah ini dengan berbagai program.
”Salah satu program unggulan yang diluncurkan sejak tahun 2011 adalah Program Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah dengan mengalokasikan dana Rp 250 juta untuk kegiatan ekonomi produktif yang ada di masyarakat. Dana ini tidak boleh digunakan untuk kegiatan infrastruktur apalagi untuk membeli TNI (tuak nakaf insana) sejenis sopi yang terkenal di Kabupaten TTU,” tandas Gubernur, disambut gelak tawa para umat.
            Kabupaten TTU juga telah mereplikasi Program Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah yang dikenal dengan Program Sari Tani (Desa Mandiri Cinta Petani).
”Ternyata Pak Bupati TTU lebih hebat. Dengan Program Sari Tani setiap desa dialokasi dana Rp 300 juta untuk pengembangan kegiatan ekonomi produktif. Kita semua tentu berharap agar dengan program-program ini akan berdampak pada ekonomi rakyat dan mampu menurunkan angka kemiskinan. Sebab dimana-mana semua orang berkeinginan untuk hidup lebgih baik. Mari dukung program ini. Dukung Pak Bupati dan jajarannya biar TTU bisa lebih cepat maju. Hentikan berbagai konflik pribadi. Mari bersatu hati untuk membangun daerah ini,” pinta Gubernur.
            Gubernur mempercayai, sikap dan semangat masyarakat TTU yang selalu menebar cinta kasih.
”Mari tebarkan cinta kasih dalam membangun daerah ini. Saya percaya dengan semangat kekompakan, persaudaraan dan cinta kasih kita bisa membangun daerah ini lebih baik. Sebagai pemimpin; kita merasa bangga manakala rakyat hidup semakin sejahtera dan daerah ini semakin maju. Saya minta dukungan masyarakat TTU untuk mendukung 4 tekad Pemerintah Provinsi NTT yakni menjadikan NTT sebagai Provinsi Jagung, Provinsi Ternak, Provinsi Cendana dan Provinsi Koperasi,” kata Gubernur.
            Pada bagian lain, Gubernur mengaku, kehadirannya di Kapela Oenopu sebagai wujud nyata untuk memenuhi janjinya kepada Pastor Paroki Santa Maria Nurobo, Pater Pieter Taneo, SVD.
”Saya datang untuk penuhi janji. Karena beberapa waktu lalu Pater datang ke ruang kerja saya dan meminta saya untuk bisa luangkan waktu ikut misa bersama umat di Oenopu sekaligus melihat pembangunan Gereja Santa Maria Nurobo yang sedang dikerjakan. Kita doakan agar pembangunan gereja cepat selesai dan bisa menjadi paroki sendiri,” ujar Gubernur.
            Usai misa, Gubernur bersama rombongan pejabat dari Pemerintah Provinsi NTT ditemani Bupati TTU, Raymundus Fernandes, S.Pt dan Wakil Bupati TTU, Alo Kobes, S.Sos dan sejumlah pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten TTU meninjau pembangunan gereja Santa Maria Nurobo. Gubernur juga diberi kesempatan untuk melakukan penanaman anakan sukun di depan lokasi gereja. Menurut Gubernur, sukun akan menjadi penyanggah pangan untuk daerah NTT di masa yang akan datang.
            Sebelum pulang ke Kupang, Gubernur sempat mampir ke Desa Oenbit yang merupakan salah satu desa di Kabupaten TTU yang menerima program Desa Mandiri Anggur Merah tahun 2011. Selain memberi motivasi kepada masyarakat dan Pendamping Kelompok Masyarakat (PKM) Desa Mandiri Anggur Merah, Gubernur juga secara simblis memberi cap AMR di punggung sapi bantuan Desa Mandiri Anggur Merah.
By. VERRY GURU

Gubernur NTT Hadiri Reuni Pasien Kusta


sergapntt.com [KUPANG] – Sebagai bentuk apresiasi atas pelaksanaan tugas-tugas kemanusiaan yang dilakukan oleh para suster ordo Putri Reinha Rosari (PRR) di Desa Naob Kecamatan Noemuti Timur Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Provinsi NTT, Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya bersama rombongan pejabat dari Provinsi NTT  menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) Kusta se dunia dan reuni pasien kusta di Susteran Naob, Sabtu malam (11/2).
 ”Saya datang sebagai apresiasi saya kepada para suster yang telah bekerja khususnya yang berkaitan dengan aspek kemanusiaan. Sebab terkadang orang sakit sering dijauhi oleh orang lain; apalagi penyakit kusta,” kata Gubernur di depan puluhan pasien kusta yang dirawat oleh para Suster PRR.
Gubernur menceritakan, suatu waktu di Kabupaten Lembata ada seorang penyakit kusta yang dibuang jauh-jauh oleh keluarganya.
”Si pasien tersebut diambil dan dirawat oleh seorang pastor. Hingga saat ini pasien itu telah sembuh dan masih hidup sampai hari ini. Artinya, penyakit ini bisa disembuhkan dan para pasien kusta tidak perlu diisolir,” pinta Gubernur.
Gubernur mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungannya.
”Memang kebersihan musti dijaga. Bagi orang lain penyakit ini memang dirasa aneh. Tapi itulah kemanusiaan; yang di era seperti sekarang ini kurang dipedulikan,” kata Gubernur.
Kepada para suster PRR yang mengurus para pasien kusta, Gubernur berharap agar tetap menjaga dan memelihara idealisme kemanusiaan yang begitu mulia.
”Idealisme ini musti dijaga. Mudah-mudahan dari waktu ke waktu para pasien kusta makin berkurang. Kalau pasien kusta bertambah, apakah kita gagal membangun kesehatan di daerah ini,” ujar Gubernur, balik bertanya.
Menurut Gubernur, yang paling penting adalah bagaimana saling menghargai di antara sesama manusia.
”Mari kita hargai para pasien kusta; yang memiliki hak yang sama dengan yang sehat-sehat. Karena itu, reuni para pasien kusta ini sesungguhnya ingin menyegarkan motivasi dan komitmen kemanusiaan kita untuk bekerja lebih baik. Mudah-mudahan derajat kesehatan masyarakat NTT ke depan akan semakin baik,” tandas Gubernur dan meminta kepada para suster untuk melanjutkan karya kemanusiaan ini dengan penuh rasa tanggungjawab sehingga mampu membebaskan masyarakat dari penyakit kusta.
Di tempat yang sama pimpinan susteran PRR Naon, Sr. Marcela, PRR menyampaikan ucapan terima kasih dan merasa terharu atas kehadiran Gubernur NTT bersama rombongan di Naob.
”Saya menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran Bapak Gubernur. Setiap siapa saja yang datang ke tempat ini merupakan mutiara terindah dan rahmat bagi kami di sini. Karena hanya orang yang punya hati; yang bisa datang ke tempat ini. Tidak semua orang bisa datang ke sini,” ucap Sr. Marcela, datar.
Menurut Sr. Marcela, pihaknya setiap tahun melakukan kegiatan reuni pasien kusta.
”Kegiatan reuni ini dalam rangka merayakan HUT orang kusta se dunia yang diperingati setiap tanggal 8 Februari. Setiap tahun kami adakan kegiatan ini sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan,” katanya.
Ikut hadir bersama Gubernur, Asisten Administrasi Umum Sekda Provinsi NTT, Ir. Eddy Ismail,MM, Kadis Pertanian dan Perkebunan NTT, Ir. Yohanes Tay Ruba, MM, Kadis Peternakan NTT, Ir. Semuel Rebo, Kadis Pehubungan NTT, Drs. Bruno Kupok, Kadis Kominfo NTT, Drs. Richard Djami, Kadis Koperasi dan UMKM Provinsi NTT, Paulus Rante Tadung, SH, Kepala Badan Pengelola Perbatasan NTT, Drs. Eduard Gana, M.Si, Kepala Badan Lingkungan Hidup NTT, Drs. Alexander Oematan, M.Si, Kepala Badan Perpustakaan NTT, Drs. Nahor Talan, Kepala Biro Pemerintahan Setda NTT, Drs. Willem Foni, M.Si, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja NTT, Drs. Frans Lasa, MM, Sekretaris Bappeda NTT, DR. Dr. Hironimus Fernandez, Kepala Bagian Kesra Biro Kesra Setda NTT, Maria Sara, SE, MM dan sejumlah pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten TTU.
By. VERRY GURU

Gubernur NTT Serahkan Dana Operasional Camat


sergapntt.com [KEFA] – Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya menyerahkan dana bantuan operasional kecamatan, kelurahan dan desa yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun anggaran 2012 dan secara simbolis diterima Camat Miomafo Timur (Miotim) Kabupaten TTU, Marjo Talan di Kantor Camat Miotim Sabtu (21/1). Penyerahan secara simbolis ini disaksikan Wakil Bupati TTU, Alo Kobes, S.Sos dan sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemerintah Kabupaten TTU.
Menurut Gubernur, ada berbagai masalah yang melanda daerah ini tetapi Pemerintah Provinsi NTT tengah berusaha dan bekerja keras untuk mengatasinya.
“Kehadiran program-program pemerintah di daerah sesungguhnya hanya untuk mensejahterakan rakyat,” tegas Gubernur.
Dalam sekapur sirihnya, Wakil Bupati Alo Kobes mengaku, kehadiran Gubernur NTT bersama rombongan memberikan motivasi tersendiri bagi masyarakat untuk keluar dari jeratan kemiskinan.
“Di Kabupaten TTU ada 55.225 kepala keluarga (KK) dan 60 % nya kategori pra sejahtera. Masih ada 36 ribu rumah tangga miskin di Kabupaten TTU. Ini tantangan tersendiri. TTU menjadi bagian integral dari NTT karena itu bagaimana mencari solusi bersama untuk mensejahterakan masyarakat,” kata Wabup dan menambahkan, “Jika tak ada aral melintang tahun anggaran 2012 ini Pemkab TTU mengalokasikan dana Rp 300 juta untuk Program Sari Tani di 36 desa yang ada di Kabupaten TTU. Semoga program ini bisa gayut bersambung dengan Program Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah.”
Gubernur menyambut gembira Program Sari Tani yang dicanangkan oleh Pemkab TTU. “Saya ucapkan terima kasih kepada Pemkab TTU yang telah mengalokasikan dana Rp 30 juta untuk Program Sari Tani. Ini langkah yang baik. Titip salam buat Pak Bupati TTU. Karena itu, saya juga mohon dukungan kepada masyarakat untuk Program Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah. Saya percaya suatu ketika daerah kita bisa maju dan rakyat bisa hidup sejahtera,” ucap Gubernur, disambut tepuk tangan masyarakat.
Menurut Gubernur, angka kemiskinan di Provinsi NTT dari waktu ke waktu terus menurun. “Ketika saya dan Pak Esthon Foenay, Wakil Gubernur NTT menerima tongkat kepemimpinan tahun 2008 lalu, angka kemiskinan NTT 27,58 %. Data BPS NTT September 2011, angka kemiskinan di NTT 20.48 %. Saya mulai rasa lega. Karena angka kemiskinan di NTT terus turun jika dibandingkan dengan Provinsi NTB dan Papua,” sebut Gubernur.
Pada bagian lain, Gubernur juga meminta kepada para Pendamping Kelompok Masyarakat (PKM) di Desa Mandiri Anggur Merah untuk mendampingi masyarakat dengan baik. “Saya minta para PKM harus tetap komit dan sukses dalam mendampingi masyarakat. Pilihannya hanya ada dua yakni sukses atau sangat sukses. Saya tidak mau recokin pikiran para pendamping dengan gagal. Saya minta mereka untuk sukses atau sangat sukses dalam mendampingi masyarakat dan harus tinggal di desa,” pinta Gubernur.
Sebelum menyerahkan bantuan, Gubernur juga meninjau hasil kerajinan tenun ikat ibu-ibu penerima bantuan Program Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah tahun 2012 yang ada di Kecamatan Miotim Kabupaten TTU. Nampak Gubernur sangat bangga dan bergembira dengan hasil kerja ibu-ibu tersebut.
By. VERRY GURU

Gubernur NTT Ajak Masyarakat Tanam Pohon


sergapntt.com [KEFA] – Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya mengajak masyarakat NTT khususnya yang berada di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) untuk menanam berbagai anakan pohon yang bermanfaat untuk melestarikan lingkungan hidup.
“Kita perlu menanam. Mari tanam, tanam, rawat sampai hidup. Kadang kita menanam tapi tidak cukup untuk merawatnya akhirnya tanaman itu mati,” kata Gubernur di depan ratusan masyarakat yang berada di Kecamatan Miomafo Timur Kabupaten TTU, Sabtu (21/1).
Gubernur mengaku, memang lama untuk menanam anakan cendana, mahoni dan lain sebagainya.
“Mingkun 30 atau 40 tahun baru kita bisa panen.Tapi mari kita tanam untuk wariskan kepada anak cucu kita. Saya sering katakan, kecil menanam, dewasa merawat dan tua memanen untuk diwariskan kepada anak cucu kita. Tanam cendana diperlukan. Karena cendana di Timor hampir punah. Kalau kita tidak menanam kembali, dia punah dan berdosalah kita; karena kita mewarisi dosa untuk anak cucu kita. Cendana jangan jadi cerita masa lalu,” tegas Gubernur, mengingatkan.
Menurut Gubernur, cendana yang ada di Timor lebih wangi dibandingkan dengan cendana yang ada di tempat lain. Karena itu, Gubernur meminta kepada Wakil Bupati TTU untuk mencatat kebutuhan anakan cendana yang diperlukan oleh masyarakat dan membagikan secara gratis sehingga masyarakat bisa menanam di lingkungan pekarangannya masing-masing.
“Ini semua untuk kepentingan lingkungan kita. Kita jaga agar lingkungan kita bisa tumbuh dan menghasilkan. Semua ini tergantung dari kita. Saya minta satu otang untuk menanam satu pohon di lingkungannya masing-masing,” pinta Gubernur.
Pada bagian lain, Gubernur meminta kepada masyarakat TTU untuk tidak malu mengkonsumsi pangan lokal.
 “Tidak usah malu makan pangan lokal. Itu makanan bermartabat. Karena dihasilkan dari keringat kita sendiri. Saya juga makan jagung, ubi, pisang dan lain sebagainya. Kita tidak sedang melarang orang makan nasi. Tetapi daerah ini punya cukup ketersediaan pangan lokal tinggal bagaimana mengolahnya. Sekarang ini saya sedang gencar kampanye pangan lokal. Banggalah dengan hasil karya sendiri,” ujar Gubernur.
By. VERRY GURU

Gubernur Dukung Unimor Jadi PTN


sergapntt.com  [KEFA] – Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya mengaku, telah menandatangani surat dukungan untuk menjadikan Universitas Timor (Unimor) yang berada di Kabupaten TTU Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
”Saya datang ke sini bersama rombongan yang banyak, sebagai salah satu bentuk dukungan saya kepada Unimor. Apalagi saya telah teken surat untuk menegerikan universitas ini,” tandas Gubernur di depan peserta Seminar Nasional dan Internasional di Student Center Kampus Unimor, Sabtu (21/1).
Gubernur Lebu Raya diundang sebagai salah satu pembicara dalam seminar tersebut yang bertajuk ”Global Warming”. Menurut Gubernur, satu-satunya universitas yang ada di Provinsi NTT dan menggunakan kata Timor hanya Universitas Timor yang ada di TTU.
”Karena itu, kehadiran saya sebagai bentuk dukungan saya terhadap keberadaan Unimor. Saya datang ke dini (Unimor) bukan untuk memberi ilmu tetapi saya datang untuk membagi ilmu. Karena ilmu ada di universitas,” tegas Gubernur, disambut tepuk tangan para peserta seminar.
Manusia, kata Gubernur, harus hidup di dalam lingkungan. Manusia tidak bisa dipisahkan dari lingkungannya.
”Memang ada pikiran yang mengatakan bahwa semua yang ada di kolong langit ini diatur oleh Yang Maha Kuasa. Tetapi manusia diberi tugas untuk mengatur alam ini. Alam ini musti diatur, dijaga, dilestarikan dan diolah dengan baik. Jadi alam ini tidak bisa dibiarkan begitu saja,” ucap Gubernur yang saat itu didampingi Wakil Bupati TTU, Alo Kobes, S.Sos dan Rektor Unimor, DR. Sirilus Seran.
Gubernur menjelaskan, dampak dari perubahan iklim atau climate change dirasakan oleh semua komponen masyarakat tanpa peduli apakah dia presiden, gubernur, wakil bupati rektor atau moderator.
”Di era perubahan iklim ini, kita tidak bisa mendorong sektor pertanian sebagai lokomotif pembangunan. Karena hujan tidak teratur, ada gagal tanam, gagal panen, produksi menurun, ada yang teriak lapar dan sebagainya. Meski demikian pemerintah harus serius memberikan perhatian kepada sektor pertanian, karena seluruh hidup kita diandalkan kepada petani. Manusia harus makan ubi, jagung, pisang dan sebagainya. Manusia kan tidak makan itu lembaran rupiah,” ujar Gubernur, retoris.
Gubernur meminta peran serta dan munculnya kesadaran kolektif global mengenai perubahan iklim yang juga akan mempengaruhi strategi pembangunan.
”Strategi pembangunan ekonomi yang menempatkan kesadaran akan daya dukung lingkungan alam pada prioritas yang tinggi serta mengarusutamakan masalah lingkungan melalui kebijakan adaptasi dan mitigasi,” jelas Gubernur.
Ikut hadir bersama Gubernur Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah NTT, Drs. Alex Oematan, M.Si, Kepala Dinas Perhubungan NTT, Drs. Bruno Kupok, Kasat Pol PP NTT, Drs. Frans Lasa, Kepala Badan Perpustakaan NTT, Drs. Nahor Talan, Kadis Peternakan NTT, Ir. Semuel Rebo, Kadis Pertanian dan Perkebunan NTT, Ir. Yohanes Tay Ruba, MM, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah NTT, Tini Thadeus, SH, Kepala Biro Pemerintahan Setda NTT, Drs. Willem Foni, M.Si, Kepala Biro Kesra Setda NTT, Drs. Alo Dando, MM, Sekretaris Dinas PPO NTT, Yohanes Mau, S.Sos, MM, Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM NTT, Drs. Joos Mure, Kabid I Bappedan NTT, DR. Petrus Keron, MA.
By. VERRY GURU