Lebu Raya Tantang DRD Teliti Kandungan Protein Jagung


Paripurna DRD 2011, Kamis (29/12/11)

sergapntt.com [KUPANG] – Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya menantang kalangan pakar yang tergabung dalam Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi NTT untuk meneliti kandungan protein dalam jagung.
“Saya kasih tantangan kepada DRD, tolong diteliti kandungan protein yang ada di dalam jagung. Supaya orang tidak merasa aneh kalau makan jagung. Di Mexico sudah dilakukan penelitian,” ucap Lebu Raya saat memimpin Rapat Paripurna DRD Provinsi NTT tahun 2011 di ruang kerja Gubernur, Kamis (29/12/11).
Lebu Raya berharap, DRD berani melakukan terobosan dalam melakukan penelitian dan pengembangan. “Litbang tidak sekadar menghasilkan rekomendasi yang teroritis tetapi harus bisa menghasilkan karya nyata yang bisa dilakukan di tengah masyarakat. Negara-negara yang besar dan kuat, karena R and D-nya ( Riset and Development = penelitian dan pengembangan) kuat,” tandasnya.
Namun di sisi lain, Gubernur mengaku, alokasi anggaran untuk Litbang di Provinsi NTT masih terbatas. “Meski alokasi anggaran terbatas tetapi saya ajak kita semua mari kerja keras dan kerja cerdas untuk membangun daerah ini,” tegasnya.
Lebu Raya juga meminta kalangan DRD untuk serius memikirkan pelaksanaan Visit NTT Years dan Sail Komodo tahun 2013 yang akan datang. “Saya minta DRD mesti berperan di event Sail Komodo khususnya kesiapan sumber daya manusia. Ini perlu dipikirkan secara serius. Supaya NTT bisa dikenal dimana-mana. Karena NTT memiliki potensi yang besar khususnya di bidang pariwisata,” imbuhnya.
Dalam rapat tersebut juga diputuskan Pengesahan Hasil-Hasil Penelitian Tahun 2011, Pengesahan Rekomendasi Hasil-Hasil Penelitian Tahun 2011 dan Pokok – Pokok Pikiran Dewan Riset Daerah Provinsi NTT Periode 2009-2011 Terhadap Beberapa Hal Strategis Dalam Pembangunan NTT.
Ikut hadir dalam rapat DRD antara lain, Prof. DR. Mien Ratu Odjoe, M.Pd, Prof. DR. Felix Sanga, M.Pd, DR. John Kotan, SH, M.Hum, DR. Jeni Eoh, MS, DR. Piet Tanggu Bera, M.Si, DR. Hiro Fernandez, M.Kes, DR. Lery Rupi Dara, M.Si, DR. Agapitus Kaluge, Drs. Yusuf Kuahaty, SU, Ir. Beny Ndoenboeik, M.Si, Ir. Pieter Djami Rebo, Dra. Sofia de Haan, Kepala BP4D NTT, Drs. Wilhelmus Lenggu, MM, dan Kabid Pengembangan SDM BP4D, Drs. Nias Stefanus.
By. VERRY GURU

Butuh Tekad Bersama Membangun NTT


Frans Lebu Raya pose bersama tokoh lintas agama

sergapntt.com [KUPANG] – Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, meminta seluruh umat harus saling bahu membahu, saling memperhatikan, serta memiliki tekad yang sama untuk membangun Provinsi Nusa Tenggara Timur menjadi lebih maju hingga ke titik kehidupan masyarakat yang sejahtera.
Permintaan ini disampaikan Lebu Raya dalam sambutannya pada perayaan Natal Oekumene Keuskupan Agung Kupang dan Majelis Sinode GMIT, di Paroki St. Yosep Pekerja Penfui-Kupang, Kamis (29/12/11).
“Kita harus punya niat yang iklas untuk membangun daerah ini menjadi lebih mermartabat, memiliki semangat kerja yang tinggi demi kemajuan daerah NTT, serta dapat menciptakan suasana damai. Karena kedamaian tidak datang dengan sendirinya, tapi melalui diri kita masing-masing. Untuk itu, kedamaian harus tetap kita jaga bersama-sama,” pinta Lebu Raya.  
Lebih lanjut Gubernur mengatakan perayaan natal yang dilaksanakan secara bersama-sama oleh umat dan pemerintah merupakan wujud sehati sesuara dalam mendukung program-program pemerintah yang sedang berjalan.
“Mudah-mudahan dengan dukungan dan kerja keras kita semua mampu menghantar masyarakat NTT dapat hidup lebih baik. Dan melalui kita, damai Natal hendaknya sampai kepada semua orang tanpa memandang perbedaan suku, etnis, budaya, agama, status sosial, kaya dan miskin, pendidikan dan pekerjaan  serta perbedaan lainnya,” ujarnya.
Lebu Raya juga menyatakan terima kasihnya atas dukungan para pimpinan agama terhadap setiap program, tekad serta gerakan yang dilakukan untuk membangun daerah ini. “Mari kita terus bersinerji sehingga daerah ini bisa dibangun secara lebih baik,” ucap Lebu Raya, berharap.
By. MEGY

Pelni Gandeng TNI-AL Antisipasi Lonjakan Penumpang


sergapntt.com [KUPANG] – Manajemen PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Kupang menggandeng TNI Angkatan Laut (AL) dari Lantamal VII Kupang guna mengantisipasi melonjaknya penumpang menjelang tahun baru 2012. Personil marinir akan ditempatkan di pintu masuk menuju kapal, tangga kapal, dan pintu keluar penumpang.
Pernyataan ini disampaikan Kepala PT Pelni Cabang Kupang, Indra Irawan kepada wartawan di Kupang, Rabu (28/12/11).
Menurut Indra, anggota marinir yang ditempatkan tersebut bertugas untuk membantu menciptakan keamanan dan kenyamanan kepada penumpang yang naik dan yang turun dari kapal. Tugas lainnya adalah memastikan tidak ada calo tiket dan pencopet yang beroperasi di pelabuhan. Keterlibatan aparat keamanan dari TNI Angkatan Laut tersebut sangat bermanfaat memperlancar arus penumpang. Apalagi pada 29-31 Desember, tiga kapal Pelni akan sandar di dermaga Tenau. Tidak kurang dari 3.000 penumpang akan turun di pelabuhan tersebut, belum termasuk penumpang yang akan naik kapal.
Indra menyebutkan, ketiga kapal milik Pelni yang akan sandar di dermaga Tenau-Kupang dimaksud yakni Kapal Motor (KM) Sirimau yang akan tiba pada 29 Desember, KM Bukit Siguntang tiba 30 Desember, dan terakhir KM Pangrango tiba 31 Desember. Namun untuk menghindari calo, petugas Pelni akan menjual tiket di pelabuhan.
“Kita akan menjual tiket hingga tangga kapal sampai lima menit sebelum kapal berangkat, penumpang masih bisa membeli tiket pada petugas,” ujar Indra.
Walau terjadi lonjakan penumpang, Indra menjamin penumpang yang membeli tiket kapal Pelni, seluruhnya terangkut hingga pelabuhan tujuan. Apalagi pada perayaan natal dan tahun baru, penumpang yang berangkat dari Kupang lebih sedikit dibanding penumpang yang datang dari daerah lain. Pihaknya juga menjamin tidak ada penaikan harga tiket walau terjadi lonjakan penumpang. Untuk menghindari calo tiket, penjualan tiket dipusatkan di Kantor Pelni dan di travel resmi.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan NTT, Bruno Kupok sampaikan, pihaknya telah membentuk posko mudik untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2012. Posko ini mulai bekerja pada 22 Desember 2011 sampai 3 Januari 2012.
Bruno katakan, pembentukan posko mudik itu merujuk pada surat Dirjen Perhubungan Darat yang meminta semua pemerintah daerah untuk membentuk posko demi kelancaran arus mudik Natal dan Tahun Baru 2012. Pembentukan posko tersebut untuk mengatasi lonjakan penumpang, baik transportasi darat, laut maupun udara.
“Kami sudah surati pemerintah kabupaten dan kota se-NTT agar membentuk posko mengantisipasi arus mudik Natal dan tahun Baru 2012,” kata Bruno.
Ia berargumen, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, arus mudik Natal dan Tahun Baru tidak mengalami lonjakan yang cukup tinggi. Walau demikian, antisipasi tetap dilakukan teurtama H minus tiga dan H plus tiga Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2012. Pada prinsipnya, semua amada yang dibutuhkan baik angkutan darat, laut maupun udara disiapkan secara maksimal.
“Aspek keselamatan menjadi hal prioritas termasuk peralatan keselamatan transportasi,” tandas Bruno.
By. FLO

AKAR NTT Minta Presiden SBY Evaluasi Kinerja Aparat


sergapntt.com [KUPANG] – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Kedaulatan Rayat Antikekerasan (AKAR) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengevaluasi kinerja aparat kepolisian terkait aksi kekerasan aparat terhadap demonstran Lambu dan Sape, di Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Permintaan AKAR NTT ini disampaikan dalam aksi demonstrasi peduli kasus Bima di Markas Polisi Daerah (Mapolda) NTT, Rabu (28/12). Mereka membawa sejumlah spanduk yang isinya menuntut aparat keamanan mengusut tuntas kasus tersebut.
Koordinator aksi, Ahyal Abadi dalam orasinya mengutuk kekerasan aparat terhadap demonstran Lambu dan Sape di Bima, NTB yang mengakibatkan tiga tewas dan puluhan luka. Presiden harus mengeluarkan perintah untuk menarik dan mengevaluasi seluruh aparat TNI-Polri di lokasi konflik.
“Ayo lawan tindakan represif dan pembantaian terhadap rakyat yang menuntut akan terpenuhi hak-hak rakyat,” ajak Abadi.
Abadi lebih lanjut meminta presiden agar mengeluarkan keputusan resmi menghentikan dan mencabut izin pertambangan PT Sumber Mineral Nusantara karena ini menjadi sumber masalah kekerasan aparat terhadap warga di Bima. Sebagian besar saham perusahaan tambang tersebut dimiliki PT Arc Exploration Ltd dari Australia. Selain itu meminta presiden untuk menghentikan kekerasan dan pembantaian di Bima. Karena potensi konflik aktivitas tambang di Bima sangat besar. Karena itu aktivitas tambang itu harus dihentikan.
“Ini membuktikan bahwa tambang cuma menguntungkan pemodal. Jika ditelusuri, selama ini belum ada pertambangan yang mensejahterahkan rakyat,” tandas Abadi.
Pada kesempatan itu, Abadi juga minta DPR RI menggunakan hak interpelasi untuk meminta pertanggungjawaban presiden atas pelanggaran HAM di sektor agraria. Karena Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) mencatat selama 2011 terjadi sedikitnya 103 kasus kekerasan pemerintah dan aparat terhadap rakyat terkait konflik sumber daya alam. Kasus tersebut antara lain Sorikmas, Kasus Tiaka, Mesuji, Senyarang, Teluk Meranti, dan terakhir di Bima. Sedangkan di NTT, dua kasus yang menonjol ialah pencaplokan tanah pertanian perusahaan tambang di Kabupaten Manggarai, dan kasus serupa terjadi pada eksplorasi emas di Desa Wangga Meti, Kecamatan Matawai Lapau, Kabupaten Sumba Timur.
Abadi berargumen, aktivitas tambang dengan membongkar tanah, akan menganggu sumber air dan pertanian. Penembakan yang menyebabkan tiga orang meninggal dan sembilan lainnya kritis di Bima menandai puncak konflik antara pemerintah, perusahaan dan korporasi bekerjasama melawan warga negara.
Sementara itu, Direktur Walhi NTT, Hery Naif mengatakan awal Desember lalu, tiga dari ratusan warga yang menolak tambang emas di Sumba ditahan aparat kejaksaan setempat. Tiga warga itu ialah Umbu Janji, Umbu Mehang, dan Umbu Pidingara. Mereka dituduh terlibat pembakaran peralatan milik PT Fathi Resources yang melakukan eksplorasi emas di daerah tersebut.

By. FLO

Wagub NTT Rayakan Natal Bersama Anak Panti


Ir. Esthon L. Foenay, M.Si dan  Farry Franscis

sergapntt.com [KUPANG] – Wakil Gubernur NTT, Ir. Esthon L. Foenay, M.Si merayakan natal bersama anak-anak panti asuhan dan komunitas Sobat Doa di Dapur Nekamese, di jalan Adi Sucipto, Penfui Kupang, Selasa (27/12/11) malam.
Menurut Esthon, perayaan Natal yang dirayakan seluruh umat Kristiani sejagat merupakan wujud nyata cinta Allah yang tulus kepada umat manusia. “Karena itu, perayaan Natal bersama anak-anak panti asuhan dan Komunitas Sobat Doa yang digagas Keluarga Farry Franscis merupakan wujud nyata kasih yang terjalin di antara sesama anak-anak Tuhan,” ucapnya.
Esthon menjelaskan, peristiwa Natal bersama yang dirayakan ini bukan saja peristiwa rohani, tetapi juga peristiwa iman yang harus dimaknai sebagai salah satu bentuk nyata perhatian dan kepedulian terhadap anak-anak panti dan para tuna netra. “Saya imbau kepada seluruh masyarakat yang ingin mendapatkan kesegaran jasmani dan rohani, mampirlah di Dapur Nekamese. Karena NTT yang sudah sulit secara ekonomis dan transportasi, jangan lagi dipersulit dalam persahabatan dan persaudaraan,” pintanya.
Hikmah Natal tahun 2011, kata Esthon, harus bisa memberi kekuatan lahir dan bathin bagi seluruh umat Kristiani di NTT untuk melaksanakan, dan mengisi pembangunan di daerah ini. “Hikmah Natal harus bisa memberi kekuatan lahir dan bathin buat kita semua dalam mengisi pembangunan di daerah ini. Mari kita semua tetap sehati sesuara membangun NTT Baru yang adil, merata sejahtera lahir dan bathin dalam bingkai NKRI,” ujar sang Wagub yang juga Ketua Partai DPD Gerindra NTT itu.
Acara Natal Bersama anak-anak panti dan Komunitas Sobat Doa yang digagas Keluarga Farry Franscis tersebut dihadiri pula oleh Anggota DPD RI, Ir. Paul Abraham Liyanto, Wakil Ketua DPRD NTT, Drs. Kasintus Proklamasi Ebu Tho, para pendeta Klasis Kupang Tengah dan puluhan anak-anak panti dan Komunitas Sobat Doa.
Bagi Anggota DPR RI asal NTT besutan Partai Gerindra, Fary Franscis, ide untuk melaksanakan Natal Bersama anak-anak panti dan Komunitas Sobat Doa merupakan wujud nyata kasih Tuhan terhadap dirinya selama melaksanakan tugas sebagai wakil rakyat di senayan. “Selama ini anak-anak panti dan Komunitas Sobat Doa, yang selalu mendoakan saya selama saya melaksanakan tugas-tugas di DPR RI. Saya katakan kepada mereka minta kepada Tuhan. Saya dipakai oleh Tuhan untuk menolong mereka,” imbuhnya.
Usai kebaktian, acara Natal Bersama itu ditutup dengan penyerahan bingkisan Natal, dan minum susu bersama hasil produksi ternak sapi yang ada di kebun Nekamese.
By. FERRY GURU