Refleksi “Anggur Merah” Di Hari Ulang Tahun NTT Ke 53


Gubernur NTT, Frans Lebu Raya Pimpin Jalan Sehat

sergapntt.com [KUPANG] – Refleksi adalah kemampuan mengitrospeksi diri, serta kemauan untuk belajar lebih detail tentang sifat dasar, tujuan dan esensi hidup. Refleksi diri meliputi proses pengujian, pengolahan terhadap nilai-nilai, keyakinan pribadi dan pengalaman. Dengan begitu, akan membuat kita belajar pada hal-hal baru dalam diri, serta lebih mengetahui tentang diri. Pemahaman diri yang lebih baik inilah akan mampu membawa kita pada suatu tindakan nyata yang positif.
Juni 2008 lalu, ketika terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2008-2013, pasangan Frans Lebu Raya dan Esthon Foenay (FREN) punya tekad meminimalisir persoalan kemiskinan yang selalu identik dengan kehidupan masyarakat NTT. Berbagai upaya dilakukan. Salah satunya, diluncurkannya program Anggaran Untuk Rakyat Menuju Sejahtera alias Anggur Merah. Melalui program ini, FREN ingin memberi porsi anggaran pembangunan yang lebih besar untuk rakyat, tentu dengan target yang ingin dicapai, yakni makin meningkatnya taraf hidup rakyat NTT. Namun jalan yang dilalui FREN tidak semulus yang dibayangkan. Pro kontra selalu mewarnai kepemimpinan mereka. Kritik dan pujian datang silih berganti. Rakyat senang. Tapi sejumlah kalangan elit berang. Seolah Anggur Merah hanyalah program basa-basi yang tak ada manfaat. 
Karena itu, di penghujung tahun 2011 ini, Frans Lebu Raya putuskan untuk menjadikan moment Hari Ulang Tahun (HUT) NTT yang ke 53 yang klimaks pada 20 Desember 2011 nanti, sebagai ajang refleksi kepemimpinan FREN. Mana yang sudah dilakukan, dan mana yang masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) untuk dibenahi dan diselesaikan disisa waktu masa pengabdian mereka yang tinggal satu tahun lebih ini.  
“Secara bertahap kita terus berjuang dan mewujudkan harapan masyarakat. Kita mengakui masih ada berbagai kekurangan dalam melayani dan memenuhi harapan masyarakat. Untuk itu, di HUT ke 53 ini, kita patut jadikan momentum untuk merefleksi, apa yang telah kita lakukan untuk daerah ini, dan apa yang akan kita buat untuk daerah ini kedepan.  Untuk itu, saya minta kepada seluruh jajaran pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota untuk merefleksi dengan jujur, apa sesungguhnya yang telah kita perbuat. Jika belum maksimal, bagaimana solusinya. Refleksilah. Sebab, dengan begitu kita akan tahu dimana kekurangan kita dan dimana kelebihan kita,” ujar Frans Lebu Raya saat ditemui sergapntt.com di kantornya, Jumat (16/12/11).
Menurut Lebu Raya, refleksi perlu dilakukan untuk mengetahui dititik mana pembangunan telah dilaksanakan secara maksimal, dan di titik mana yang belum. Dengan begitu, akan ditemukan solusi tepat, apa yang mesti diperbaiki.
“Berbagai pengalaman telah kita lalui. Pemimpin kita sebelumnya, dan masyarakat kita sebelumnya, telah berupaya membangun daerah ini dengan berbagai keterbatasan, dan sampai dengan saat ini, kita telah merasakan ada kemajuan-kemajuan cukup berarti. Karena itu, saya mengajak kita semua untuk mendoakan para pemimpin yang telah mendahuli kita agar dapat diterima disisi Tuhan. Kita bisa menyebut, alm. W.J Lalamentik (Gubernur NTT periode 1958-1968), alm. El Tari (1968-1978), alm. Wang Suwandi, SH (April 1978-Juni 1978), alm. Piet A. Tallo (1998-2008), serta ucapan terima kasih bagi dr. Ben Boi (1978-1988), dr. H. Fernandes (1988-1993) dan pak Herman Musakabe (1993-1998). Mereka telah memimpin diperiodenya, dan mereka telah bekerja diperiodenya. Kesuksesan yang diraih selalu saja meninggalkan pekerjaan rumah yang mesti kita lanjutkan. Dan sekarang kita tengah melanjutkan perjuangan yang telah mereka letakan demi meraih kehidupan yang lebih baik dari waktu ke waktu. Ini mimpi yang kita inginkan. Mimpi yang mesti kita wujudkan suatu saat nanti. Karena itu, refleksikan diri dalam momentum ulang tahun ini. Sesungguhnya, apakah kita telah melakukan banyak untuk daerah ini, ataukah hanya mengeruk keuntungan dari daerah ini untuk kepentingan diri kita sendiri. Kita harus terus berupaya agar hehidupan masyarakat lebih baik. Ini tugas berat. Tapi kita mesti meraihnya,” tegasnya, berharap.
Dengan Anggur Merah, Frans Lebu Raya yakin, pelan tapi pasti ekonomi masyarakat akan meningkat. Sebab, hibah Rp250 juta yang diambil dari APBD NTT untuk setiap desa itu telah membuka akses bagi masyarakat untuk mendapatkan dana cepat yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan usaha ekonomi produktif yang mengarah pada peningkatan kesejahteraan.
Ya,,, mulai awal 2011, pemerintahan FREN telah memberikan dana hibah bagi 287 desa yang tersebar di 287 kecamatan di seluruh NTT. Dana sebesar Rp71,75 miliar itu digelontorkan tidak untuk dikembalikan, tetapi tidak juga untuk dihabiskan.
“Dana ini dimanfaatkan untuk membangun usaha-usaha ekonomi di desa. Hasil dari usaha itu, diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk membayar sekolah anak dan memenuhi kebutuhan hidup lainnya. Saya ikhlas meluncurkan program ini. Saya harap tidak ditafsirkan yang bukan-bukan, karena program ini semata-mata hanya untuk rakyat,” timpalnya.
Sayang, niat membantu masyarakat secara langsung ini tak sedikit menuai kritik. Bahkan ada yang menuding FREN sedang berupaya meraih simpati rakyat via Anggur Merah agar dipilih kembali menjadi gubernur di suksesi Gubernur dan Wakil Gubernur NTT periode 2013-1018 mendatang.  
“Kalau ini hanya intrik politik, mengapa dikasi 250 juta. Cukup dikasi 25 juta saja. Itu kalau untuk sekedar bisa mendapat simpati. Bukan itu tujuan kita. Tapi,,,, saya ingin ada dana yang cukup untuk desa, supaya masyarakat kita punya akses mendapatkan modal usaha di desa. Makanya kita kasi 250 juta. Itu angka yang besar menurut APBD kita. Memang,,,,! Saya sudah disoroti macam-macam, tapi buat saya, silakan, yang penting saya iklas untuk membantu masyarakat desa,” imbuhnya.
Lanjut Lebu Raya, Anggur Merah adalah program yang punya tujuan mulia, yakni untuk memberdayakan masyarakat dan menanggulangi kemiskinan yang ada di NTT. Ini yang ingin dicapai. Oleh karena itu, kepada masyarakat penerima program ini, laksanakan dengan sebaik-baiknya, jalani dengan sebaik-baiknya. Pilih jenis usaha yang bisa berkembang dan maju. Sebab, itu dana hibah, dia tidak kembali kepada pemerintah. Tapi harus terus menerus bergulir di desa, menjadi milik desa, dan mudah-mudahan suatu ketika angkanya semakin besar dan mampu menopang perekonomian masyarakat desa itu sendiri secara keseluruhan.
Kalau sekarang 250 juta kita kasi, mereka kemudian meminjam dan mengembalikannya  semakin besar, dan semakin besar, mudah-mudahan semakin besar pula modal usaha yang ada di desa. Bayangkan, rakyat kita saat ini terdiri dari para petani dan peternak di kampung –kampung, kapan dia punya akses untuk memperoleh modal usaha di lembaga-lembaga perbankan, padahal untuk dia bisa meminjam uang Rp5 juta saja, sangat sulitnya minta ampun.
Lebu Raya menjelaskan, dana Anggur Merah bersumber dari penghematan yang dilakukan pemerintahan FREN dengan mengurangi perjalanan dinas para pegawai dan pejabat, mengurangi rapat-rapat yang mengeruk biaya tinggi, mengurangi honor-honor yang tidak penting, serta meminimalisir biaya-biaya operasional, ATK dan lain sebagainya.
“Ini yang kita berikan  kepada masyarakat. Saya kira, kalau kita keliling NTT, terasa sekali kalau masyarakat kita di desa-desa sangat membutuhkan perhatian yang lebih serius. Jujur, saya sering bertemu dan berdialog dengan mereka (masyarakat desa), dan saya mendapatkan keluhan-keluhan. Itulah yang memotifasi saya dan pak wakil  gubernur, juga seluruh pimpinan SKPD untuk mengalokasikan dana bagi kepentingan masyarakat di desa,” paparnya.
Lebu Raya mengaku, menyukseskan program Anggur Merah memang tidak semudah membalikan telapak tangan. Namun tekad memperbaiki taraf hidup rakyat akan memacu kinerja pemerintah dalam mengejar target keberhasilan.
“Memang ini tidak mudah, tapi kita harus komit untuk melakukannya. Saya selalu percaya bahwa kalau masyarakat kita hidup lebih baik,  lalu dari sisa pendapatan lebih baik, maka PADS di daerah ini akan meningkat. Karena yang membayar pajak, retribusi itu, rakyat. Kalau pendapatannya baik, dia akan lebih mudah membayar itu semua. Dampaknya? PDAS kita meningkatkan! Saya memang telah menduga sebelumnya akan mendapat pendapat yang bervariasi tentang Anggur Merah, tapi sebagai seorang gubernur, saya punya keyakinan, hanya dengan cara ini kita bisa membatu rakyat di desa-desa.Di setiap periode ada istila-istilah yang digunakan. Tapi, setiap pemimpin tentu selalu berpihak, dan memberikan perhatian kepada rakyat. Apapun istilah yang diberikan, apakah namanya Nusa Hijau, Nusa Makmur, Tiga Batu Tungku, Tiga Pilar, atau sekarang dengan spirit Anggur Merah, semuanya untuk supaya rakyat hidup makin baik. Bahwa dalam tekad ini, masih ada hambatan-hambatan yang ditemui, itu satu sisi yang menjadi spirit agar kita bekerja lebih keras lagi. Sehingga semua persoalan bisa terselesaikan,” ujarnya, meyakinkan.
By. CHRIS PARERA

Polisi Terus Memburu Pelaku Pembakaran Rumah Wartawan Portal Rote Ndao


sergapntt.com [JAKARTA] – Polisi masih terus mendalami kasus pembakaran milik wartawan portal berita Rote Ndao News, Dance Henukh di Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Namun, hingga kini identitas para pelaku yang diduga lebih dari satu orang itu masih belum terdeteksi.
“Kita terus diselidiki. Tapi, pelaku belum diketahui karena terjadi dini hari jam 01.00 WITA,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Humas Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar di Jakarta.
Boy menambahkan, polisi telah memeriksa tiga saksi. “Saksi baru tiga ya, yakni tetangganya,” ucapnya.
Lebih lanjut Boy mengatakan, kejadian tersebut murni tindak kriminal pembakaran yang dilakukan dengan sengaja. Karena itu, para pelaku akan dikenakan Pasal 188 KUHP tentang Kebakaran dan Pembakaran dengan hukuman penjara maksimal lima tahun atau denda Rp 300 juta.
Seperti diberitakan sebelumnya, sekelompok massa menyerang dan merusaki rumah milik Dance Henukh, pada Sabtu (10/12/11) silam. Setelah aksi pertama itu, massa kembali menyerang pada Senin (12/12/11). Mereka melempari dan membakar rumah si wartawan hingga menewaskan putranya yang masih berusia satu bulan, Gino Novidri Jenukh.
By. COP

Camat Himbau Sediakan Stok Pangan


sergapntt.com [OELAMASI] – Kecamatan Amfoang Tengah telah merealisasikan program tanam paksa dan paksa tanam sejak tahun 2010. Demikian dikatakan Camat Amfoang Tengah, Apolos Natbais kepada wartawan pekan lalu di Oelamasi.
Apolos mengaku, pihaknya terus menghimbau dan memotivasi warga untuk penyediaan stok pangan dalam rangka peningkatan ekonomi kedepan. Dikatakan, dengan jumlah jiwa sebanyak 5.429 orang dan 1.268 kepala keluarga yang tersebar di empat desa, rata-rata warganya termotivasi untuk menanam tanaman umur panjang yang memiliki nilai ekonomis produktif sesuai dengan karakteristik wilayah Amfoang Tengah yang cocok untuk tanaman umur panjang seperti kemiri, asam, kopi dan jeruk keprok.
Menurut Apolos, masyarakat dibantu empat orang tenaga pendamping dengan melibatkan semua staf kecamatan dan tengan honor dengan patokan wajib tiap kepala keluarga menanam minimal 50 pohon kemiri, asam 25 pohon, jeruk keprok 10 pohon dan kopi 50 pohon per tahun.
Selain tanaman umur panjang, masyarakat juga diwajibkan menaman kunyit yang cukup potensial di Amfoang Tengah. Masing-masing kpala keluarga menanam setengah hektare dengan masa tanam empat hingga 21 bulan. Sehingga, diharapkan tahun-tahun mendatang kunyit dapat menjadi produk unggulan di Amfoang Tengah.
Dikatakan, dalam pelaksanaan gerakan menanam tidak ada unsur paksaan kepada warga, namun kesadaran masyarakat yang semakin tinggi saat ini sebagai investasi jangka panjang baik untuk masyarakat sendiri maupun generasi yang akan datang bila dilaksanakan secara maksimal.
Walau dalam perjalanannya sedikit mengalami kendala yaitu kekurangan bibit, namun pihaknya terus memotivasi warga agar berupaya mempersiapkan bibit sendiri, sehingga kelak menghasilkan produksi unggulan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat tanpa meras ada paksaan dari pemerintah.
Apolos mengharapkan masyarakat dapat menanggapi program paksa tanam dan tanam paksa sebagai salah satu bentuk intervensi pemerintah agar kedepan masyarakat dapat memperbaiki dan meningkatkan pendapatan perekonomian keluarga mengingat lahan di Amfoang Tengah masih banyak yang belum digarap. Bila dimanfaatkan secara maksimal, maka dengan sendirinya masyarakat Amfoang Tengah akan keluar dari garis kemiskinan.
Apolos mengharapkan agar apa yang sudah dilakukan di tingkat kecamatan perlu dukungan pemerintah berupa monitoring dan pendanaan agar dapat terbantu dengan bibit, sehingga warga hanya terkonsentrasi untuk mempersiapkan lahan.
Sementara, Camat Amfoang Selatan, Levinus Tanaos mengatakan, saat ini warganya yang tersebar di enam desa dengan jumlah jiwa 9.947 orang dan 1.905 kepala keluarga sementara menanam padi dan jagung untuk kehidupan sehari-hari. Sementara, untuk program paksa tanam dan tanam paksa telah dilaksanakan tahap pertama sebanyak 5.000 anakan  sebagai komoditas unggulan Amfoang Selatan yaitu kopi.
Dikatakan, bantuan bibit dari Dinas Pertanian berupa anakan kopi sebanyak 225 ribu anakan yang sudah didistribusikan sebanyak 125 ribu anakan dan yang sudah ditanam 75 ribu anakan dengan luas lahan 125 hekater.
Anakan swadaya masyarakat berupa mahoni, kemiri, pisang dan ubi. Yang menjadi pioner adalah tanaman kopi dengan kapasitas panen dua kali setahun yakni Mei dan Desember sebayak enam ton per tahun.
Dijelaskan, masyarakat Amfoang Selatan mengharapkan pemerintah dapat melakukan pembebasan lahan, karena selain pemilikan lahan yang terbatas, juga dihimpit kawasan hutan sepanjang lahan untuk komoditas kopi. Selain pembebasan lahan juga transportasi jalan untuk memudahkan arus pertumbuhan ekonomi.
By. LITA

 

Tender Proyek DAK Ditinjau Ulang


sergapntt.com [KEFA] – Masalah gagal tender tiga paket proyek pengadaan buku-buku dan alat peraga pada Dinas PPO Kabupaten TTU  mendapat perhatian Kadis PPO Kabupaten TTU, Vinsen Saba. Dia memerintahkan panitia tender agar segera meninjau kembali hasil evaluasi tender yang sudah diumumkan tanpa rekanan pemenang tender.
“Saya sudah buat disposisi kepada panitia untuk tinjau kembali hasil evaluasinya terutama terhadap tiga paket proyek dana DAK yang sudah umumkan tanpa pemenang tender,” ungkap Vinsen Saba saat dikonfirmasi wartawan di lantai I kantor bupati TTU, Kamis (15/12).
Dijelaskan, keputusan untuk  memerintahkan panitia tender meninjau kembali hasil evaluasi dan pengumuman tender dilakukan setelah mendapat informasi yang lengkap dari sejumlah pejabat teknis  seperti Bagian Pembangunan dan Dinas PU TTU mengenai syarat-syarat gagalnya sebuah proses tender proyek.
Sesuai informasi akurat dari sejumlah pejabat teknis, sebuah proses tender gagal karena tidak memenuhi tiga syarat yaitu tidak ada rekanan peserta yang berminat, penawaran rekanan peserta render melebih pagu dana proyek dan rekanan peserta tidak memenuhi syarat administrasi yang ditentukan panitia.
“Setelah saya tanya panitia teryata ada rekanan peserta tender yang memenuhi ketiga syarat tender itu sehingga minta panitia untuk tinjau kembali hasil evaluasi tendernya,” jelas mantan Kepala BPMD TTU itu.
Menurutnya, kasus gagal tender yang diumumkan panitia tender terjadi diluar pengetahuannya. Kasus ini kata mantan Kabag UP Setda TTU itu, direkam setelah dipersoalkan rekanan peserta tender. Karena itu pihaknya akan segera mengumumkan hasil evaluasi panitia tender dalam waktu dekat guna pelaksanaan ketiga paket proyek tersebut.
“Tergantung rekanan pemenang tender kalau setelah pengumuman dan dia bersedia menyelesai pekerjaan sesuai RAB yang ada, maka bisa dilakukan dalam tenggang waktu sisa yang ada saat ini. Kalau tidak, bisa saja pelaksanaannya diluncurkan ke tahun anggaran 2012. Karena dana akan tetap ada dalam kas APBD dan tidak hangus seperti yang berkembang di tengah masyarakat soal pengelolaan dana DAK,” ujarnya.
Mengenai pelaksanaan pekerjaan fisik proyek berupa bangunan gedung yang dibiayai DAK bidang pendidikan, menurut Vinsen akan mengalami luncuran bagi pekerjaan yang belum selesai. Rekanan pelaksana fisik proyek bisa saja mengalami luncuran jika evaluasi perkembangan fisik pekerjaan oleh panitia menunjukan rekanan yang bersangkutan memiliki kemampuan dan tanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai anggaran yang tersedia.
“Sekarang lagi pencairan dana 30 persen bagi semua rekanan pelaksana fisik proyek di lapangan. Panitia juga lagi menilai perkembangan fisik pekerjaan masing-masing rekanan  kalau ternyata dengan uang muka yang ada saja fisik pekerjaan masih dibawah 50 persen, maka tentu rekanan yang bersangkutan tidak layak untuk melanjutkan pekerjaan fisik bangunan, sehingga terpaksa kami akan alihkan ke rekanan lain yang lebih mampu dan bertanggung jawab,” tegasnya.
By. TIMO

 

Jelang Natal, Stok BBM di Belu Aman


sergapntt.com [ATAMBUA] – Stok bahan bakar minyak (BBM) baik minyak tanah (mitan), solar dan premium jelang Natal dan Tahun Baru 2012 di Kabupaten Belu berada pada level aman. Pasalnya, BBM terus disuplai Pertamina untuk mengantisipasi kenaikan kebutuhan bahan bakar minyak masyarakat yang berbatasan langsung dengan Timor Leste itu.
“Stok minyak kita aman dan sampai saat ini sangat mencukupi,” kata Kepala Depot Pertamina Atapupu, Anton Soares ketika ditemui wartawan, Kamis (15/12) di Atambua.
Dikatakan, stok BBM hingga saat ini aman dan paket Natal dan Tahun Baru sedang dibongkar dari kapal tanker yang membawa BBM. BBM jenis premium saat ini stoknya mencapai 500 ton, solar 900 ton dan mitan 400 ton.
Melihat stok masing-masing ditambah dengan BBM yang sedang dibongkar dari kapal tanker, maka sangat aman karena sudah diatur dan diantisipasi semuanya oleh Pertamina. “BBM jenis solar, premium dan mitan tidak ada kekurangan dan malahan setiap tiga atau empat hari selalu di suplai,” jelasnya.
Menurutnya, pemakaian BBM di Kabupaten Belu setiap hari cukup besar jumlahnya. Minyak tanah setiap hari disuplai sebanyak 30 ton ke pangkalan-pangkal minyak tanah untuk didistribusikan. Premium setiap harinya mencapai 75 ton yang semuanya disuplai ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) se-Kabupaten Belu. Khusus solar, dalam sehari disuplai ke semua SPBU mencapai 75 hingga 80 ton.
Anton Soares mengemukakan, pihaknya menjamin stok BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada Natal dan Tahun Baru ini. Karena itu, masyarakat tidak perlu merasa khawatir atau resah akan terjadinya kelangkaan BBM pada hari raya Natal nanti. “Pertamina sudah antisipasi semuanya. Jadi tidak mungkin terjadi kelangkaan,” kata Anton.
Menyoal musim penghujan dan musim barat yang bakal menghambat pengiriman BBM, dia mengatakan, jika terjadi demikian pihaknya akan tetap berusaha sekuat tenaga untuk menyuplai semua melalui Pertamina Kupang. “Kalau ada musim barat dan kapal tidak bisa sandar, kami ambil di Kupang untuk amankan kebutuhan BBM. Tapi kita harap tidak terjadi hal seperti itu,” sebutnya.
Anton menambahkan, walau terjadi musim barat dan menyulitkan pengiriman BBM, dirinya tetap merasa aman karena ada bufer stock atau stok cadangan sehingga bisa terus disuplai ke SPBU maupun pangkalan.
Menyoal PLN yang masih mengambil BBM untuk mesin pembangkit di Kupang, dia mengatakan, Pertamina hanya menyiapkan BBM untuk SPBU, sehingga PLN harus membelinya di Kupang.
Namun ada kabar baik, rencananya pada 2012 mendatang, Pertamina akan membangun lagi satu tangki dengan kapasitas tampungan 1.500 ton BBM di depot Atapupu. Kalau terealisir bukan tidak mungkin BBM untuk PLN bisa disuplai dari Atapupu.

By. ATB