Satlantas Operasi pada Hari Minggu


sergapntt.com [ATAMBUA] – Kasatlantas Polres Belu, AKP Apolinario da Silva yang dihubungi, Selasa (13/12) di ruang kerjanya menegaskan, pihaknya akan terus melakukan operasi penertiban lalulintas di jalan  raya. Tidak saja dilakukan pada hari kerja, pada hari libur maupun Jumat dan Minggu akan tetap dilaksanakan operasi terhadap pengendara kendaraan baik roda dua maupun roda empat dan lainnya.
“Hari Minggu, Jumat dan hari libur kami tetap akan operasi terhadap kendaraan bermotor,” jelasnya.
Dikatakan, berdasarkan hasil evaluasi tahun 2010 tingkat Polda terhadap tingkat kecelakaan lalulintas di NTT ternyata sangat tinggi. Hal ini akibat dari kepolisian khususnya Satlantas terlalu banyak memberikan toleransi kepada pengguna jalan, di mana pada hari libur nasional, hari Jumat, Minggu dan hari keagamaan lainnya pengedara kendaraan dibiarkan bebas tanpa diambil tindakan. Akibatnya banyak terjadi kecelakaan lalulintas.
Mengingat toleransi yang berlebihan ujar perwira pertama itu, kepolisian khususnya Satlantas mulai memberlakukan operasi penindakan kepada pengendara sepeda motor maupun mobil, termasuk hari Minggu, Jumat dan hari libur nasional. “Karena toleransi, masyarakat menyalahartikan kalau hari Jumat, Minggu dan hari libur besar tidak ada operasi dari Satlantas. Namanya aturan tidak mengenal hari, jadi operasi tilang tetap jalan,” urainya.
Ia menambahkan, pihaknya akan tegas dan tidak main-main dengan kondisi ini. Kepolisian hanya memberikan toleransi kepada masyarakat yang akan ke gereja pada hari Minggu terlebih pada pukul 06.00-11.00 Wita dan sore hari pada pukul 17.00-19.00 Wita.
Selebihnya dari jam tersebut, pihaknya akan melakukan operasi penertiban bagi pengguna jalan. Pada hari Jumat, pihaknya juga akan memberikan toleransi kepada umat muslim menjalankan sholat Jumat pada pukul 12.00-13.30 Wita. Lewat dari jam tersebut akan ditilang.
Dia menguraikan, pihaknya akan seutuhnya menegakkan aturan yang semuanya bukan untuk kepentingan polisi melainkan kepentingan setiap pengguna jalan. Selain itu penegakkan aturan juga untuk memberikan kenyamanan dan keamanan dalam berlalulintas di jalan.
Kepolisian khususnya Satuan Lantas telah menerapkan penindakan dari pada edukasi. Penindakan kini mencapai 80 persen dari edukasi. “Kalau ada pelanggaran, kami langsung tindak, karena edukasi sudah banyak sekali diberikan, sehingga memanjakan pengguna jalan,” sergahnya.
Dengan peningkatan persentasi penindakan, pelanggaran lalulintas mengalami penurunan. Tahun 2010 angka pelanggaran mencapai 2.592 pelanggaran, sedangkan pada tahun 2011 setelah ditingkatkan penindakan, mengalami penurunan kasus pelanggaran sebanyak 37 persen atau 1.627 angka pelanggaran. Mayoritas pelanggaran yang terjadi antaranya berboncengan tiga, berboncengan dua orang tanpa helm, tidak memiliki SIM, tidak ada STNK, surat-surat mati, mabuk dan knalpot racing.
Untuk angka kecelakaan juga mengalami penurunan yang cukup signifikan, di mana pada tahun 2010 ada 95 kasus lakalantas dengan rincian 33 orang meninggal, 59 luka berat. Pada 2011 turun drastis sebanyak 51,3 persen dari tahun sebelumnya. Di mana lakalantas hanya 54 kasus. Dari angka tersebut, meninggal dunia sebanyak 20 orang dan luka berat 36 orang.
Menurutnya, dalam operasi cipta kondisi, pihaknya akan melakukan operasi terhadap semua pengendara, termasuk anggota TNI yang melakukan pelanggaran. Kalau untuk TNI, pihaknya akan berkoordinasi dengan POM ketika ada pelanggaran dan semua sudah ada kerja sama.
Dia mengharapkan masyarakat pengguna jalan untuk menaati aturan lalulintas, karena dengan menaati aturan yang ada pastinya akan nyaman dan aman. Sebaliknya, tidak akan menimbulkan ketidakamanan bagi diri sendiri dan orang lain.
By. ATB

Pantia RAN-HAM terbentuk


sergapntt.com [MENIA] – Pemerintah melalui Kepres Nomor 40/2004 telah menetapkan Rencana Aksi Nasional HAM (RAN-HAM) 2004–2009. RAN-HAM seiring dengan proses perubahan di level UUD 1945 dan sejumlah undang–undang yang menegaskan pemenuhan, perlindungan dan penghormatan HAM. Tercermin dalam Kepres tersebut menyatakan bahwa hak asasi manusia (HAM) merupakan hak dasar yang secara kodrati melekat pada diri manusia, bersifat universal dan langgeng.
Karena itu, HAM harus dihormati, dimajukan, dipenuhi, dilindungi dan tidak boleh diabaikan, dikurangi atau dirampas oleh siapapun. Demikian dikatakan Wakil Bupati Sabu Raijua, Nikodemus Rihi Heke saat melakukan pengukuhan panitia RAN-HAM tingkat Kabupaten Sabu Raijua, Sabtu (10/12).
Dikatakan, secara general, tujuan RAN-HAM adalah untuk memaksimalkan upaya penegakan hukum dan HAM serta memaksimalkan peran Polri termasuk melibatkan peran masyarakat sipil secara aktif dan signifikan. Namun sejauh ini publik masih mempertanyakan dan menyangsikan efektivitas keberhasilan dan manfaat dari pelaksanaan RAN-HAM dan Polmas terutama dalam kurun lima tahun terahir. Harapan yang begitu tinggi dari masyarakat terhadap kesungguhan pemerintah dan Polri untuk melakukan mendorong agenda reformasi di bidang penegakan hukum dan HAM serta institusi Polri nampaknya masih belum terpenuhi.
“Pelanggaran HAM tidak saja dapat dilakukan oleh negara (pemerintah), tetapi juga oleh suatu kelompok, golongan, ataupun individu terhadap kelompok, golongan atau individu lainnya. Selama ini perhatian lebih banyak difokuskan pada pelanggaran HAM yang dilakukan oleh negara, sedangkan pelanggaran HAM oleh warga sipil mungkin jauh lebih banyak, tetapi kurang mendapatkan perhatian. Oleh sebab itu perlu ada kebijakan tegas yang mampu menjamin dihormatinya HAM di Indonesia dan khsususnya di Kabupaten Sabu Raijua,” ujarnya.
Untuk menghindari hal-hal yang dapat melanggar HAM, maka perlu dilakukan dengan langkah-langkah seperti meningkatkan profesionalisme lembaga keamanan dan pertahanan negara, menegakkan hukum secara adil, konsekuen dan tidak diskriminatif. Selain itu, meningkatkan kerja sama yang harmonis antarkelompok atau golongan dalam masyarakat agar mampu saling memahami dan menghormati keyakinan dan pendapat masing-masing serta memperkuat dan melakukan konsolidasi demokrasi.
“Tuntutan untuk menegakkan HAM sudah sedemikian kuat, baik dari dalam negeri maupun melalui tekanan dunia internasional, namun masih banyak tantangan yang harus dihadapi. Untuk itu perlu adanya dukungan dari semua pihak seperti masyarakat, politisi, akademisi, tokoh masyarakat dan pers agar upaya penegakan HAM bergerak ke arah positif sesuai harapan kita bersama,” katanya.
Sebagai ketua RAN-HAM Sabu Raijua, Nikodemus menegaskan, penghormatan dan penegakan terhadap HAM merupakan suatu keharusan dan tidak perlu ada tekanan dari pihak manapun untuk melaksanakannya. Pembangunan bangsa dan negara pada dasarnya juga ditujukan untuk memenuhi hak-hak asasi warga negaranya. Diperlukan niat dan kemauan yang serius dari pemerintah, aparat penegak hukum dan para elite politik agar penegakan HAM berjalan sesuai dengan apa yang dicita-citakan dan memastikan bahwa hak asasi warga negaranya dapat terwujud dan terpenuhi dengan baik. Sudah menjadi kewajiban bersama segenap komponen bangsa untuk mencegah agar pelanggaran HAM di masa lalu tidak terulang kembali di masa kini dan masa yang akan datang.
By. JES

TPM Ikut Pelatihan ToT


sergapntt.com [BA’A] – Penyadaran, peningkatan kapasitas dan pengorganisasian merupakan hakekat kegiatan pemberdayaan masyarakat. Karena, keberhasilan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MP) ditentukan sejauhmana pendekatan pemberdayaan yang dipakai maupun memberikan perubahan bagi masyarakat.
“Perubahan ini terutama menyangkut cara pandang, kapasitas dan bentuk-bentuk pengorganisasian masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup dan kemandiriannya. Sehingga pengalaman yang berjalan di masyarakat menyangkut partisipasi, inisiatif lokal, pelatihan, pengawasan partisipatif dan advokasi hukum adalah beberapa pola dan bentuk yang perlu diperkuat dan dikembangkan ke depan,” demikian sambutan Kepala BPMPD Kabupaten Rote Ndao, MN Nunuhitu pada pembukaan ToT Pengembangan kader ruang belajar masyarakat tingkat Kabupaten Rote Ndao tahun 2011 oleh PNPM Mandiri Perdesaan di aula hotel Videsy.
Dikatakan, pihaknya sangat mendukung kegiatan ToT pengembangan kader karena memiliki tujuan untuk membangun kesadaran pentingnya penanganan masalah dan pengawasan berbasis masyarakat, peningkatan kapasitas peserta terkait isu penanganan masalah dan pengawasan berbasis masyarakat, penyusunan strategi pengembangan media kabupaten dalam penanganan masalah dan pengawasan berbasis masyarakat serta pengembangan kerangka kerja aksi, merupakan suatu prioritas yang harus dicapai bersama untuk mewujudkan tujuan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Rote Ndao.
Sementara, fasilitator pemberdayaan PNPM Kabupaten Rote Ndao, Nikodemus Asbanu disela-sela kegiatan ToT, Sabtu (10/12) mengatakan, kegiatan Training of Trainers (ToT) diikuti 23 peserta dari unsur tenaga pelatih masyarakat (TPM) setiap kecamatan diwakili tiga orang, unsur BKAD dua orang, badan pengawas UPK satu orang dan perwakilan masyarakat satu orang. Sementara, tingkat kabupaten perwakilan dari unsur pers, pengacara dan maneleo, masing-masing satu orang.
Dikatakan, materi yang disajikan adalah materi mengenai advokasi hukum comunity base monitoring (CBM), pengawasan berbasis masyarakat, penataan kelembagaan masyarakat dan pengembangan media informasi. Tujuannya agar terbentuknya ruang belajar masyarakat secara kolektif untuk mewujudkan kontrol publik dan hak rakyat atas pembangunan. Sementara pematerinya berasal dari tim fasilitator kabupaten empat orang, satker dua orang yaitu PJO kabupaten dan Kasubid UEM serta koordinator bidang pokja RBM kabupaten. 
Dia berharap, usai kegiatan, para pelatih bisa kembali dan selanjutnya mereka akan menjadi tenaga pelatih yang profesional ditengah-tengah masyarakat. “Hak dan kontrol hal-hal ini akan berjalan dengan baik apabila tenaga-tenaga pelatih ini terorganisir dengan baik,” katanya.
By. BOY

BRI Isi HUT 116 Dengan Gerakan Penghijauan


sergapntt.com [MENIA] – Dalam rangka merayakan hari ualang tahun BRI yang ke-116 yang akan jatuh pada 16 Desember 2011, BRI Unit Sabu-Seba melaksanakan gerakan penghijauan pada lahan seluas satu hektare di Desa Keduru Kecamatan Sabu Timur, Sabtu (10/12). Tanaman yang ditanam pada lokasi penghijauan tersebut terdiri dari tanaman umur panjang seperti mahoni, terambesi, angsana dan sengon.
Kepala BRI Unit Sabu-Seba, Guntoro Sutanto di Desa Keduru mengatakan, penghijauan yang dilakukan BRI selain dalam rangka merayakan ulang tahun, juga untuk menyukseskan program nasional yakni menanam satu miliar pohon serta menyukseskan program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sabu Raijua yaitu program hutan rakyat mandiri dan revolusi hijau.
“Hari ini seluruh kantor BRI di bawah BRI Cabang Kupang melakukan penghijauan di beberapa lokasi yang telah ditentukan seperti di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Rote Ndao dan Sabu Raijua,” ujarnya.
Dikatakan, lahan yang ditanami oleh berbagai jenis pohon oleh BRI telah ditetapkan oleh Pemerintah Sabu Raijua sebagai lokasi penghijauan, di mana Pemkab akan melakukan penanaman pada lahan seluas 10 hektare pada saat penanaman satu miliar pohon.
Sebagai bank pertama yang melayani masyarakat Sabu Raijua, maka BRI memiliki tanggung jawab untuk sama-sama membangun bersama masyarakat dengan menyukseskan berbagai program pemerintah.
Dikatakan, dalam melaksanakan penanaman di Desa Keduru pihaknya menggandeng kelompok pemuda garuda nusantara Sabu Raijua serta bekerja sama masyarakat dan pemerintah desa setempat.
“Kegiatan seperti bukan ini baru pertama kali kita buat, karena sebelumnya kita telah melakukan penghijauan di Desa Eilode Kecamatan Sabu Tengah pada bulan Sepetember lalu. Ini juga merupakan cara BRI mendekatkan pelayanan kepada masyarakat serta memperkenalkan berbagai produk seperti kredit usaha rakyat (KUR). Lewat KUR ini masyarakat bisa memanfaatkan jasa BRI dalam memberikan kredit bagi masyarakat ekonomi kecil dan menengah,” jelasnya.
Diakui, sebagai orang baru yang dipercayakan untuk memimpin BRI Unit Sabu-Seba, maka berbagai terobosan untuk memperkenalkan BRI dan berbagai bentuk produknya kepada masyarakat, maka pihaknya sudah beberapa kali mengikuti berbagai kegiatan yang dilakukan.
“Dalam berbagai kegiatan olahraga yang dilaksanakan disini kita turut mengambil bagian, apakah itu dengan menjadi sponsor tunggal atau pendukung hingga pada kita membentuk tim olahraga. Ini merupakan wujud dari program corporate social resposibility (CSR) BRI dalam mendukung program yang saat ini sementara dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua, maka BRI Unit Sabu-Seba ikut mengambil bagian dalam program tersebut. Ini juga merupakan komitmen kita untuk bersama pemerintah maupun masyarakat dalam membangun daerah ini,” ujarnya.
Bupati Sabu Raijua, Marthen Luther Dira Tome memberikan apresiasi kepada masyarakat maupun kepada lembaga-lembaga seperti BRI Sabu yang turut mendukung dan mengambil bagian dalam menyukseskan program hutan rakyat mandiri. Dia berharap, jika semua masyarakat yang ada di Sabu Raijua melakukan hal yang sama, maka dalam tempo yang tidak terlalu lama Sabu Raijua akan menjadi hijau. Dikatakan, kesan gersang yang ada di pulau Sabu Raijua tidak saja karenakan oleh minimnya mata air atau curah hujan yang sedikit, namun belum ada program khusus dari pemerintah, bagaimana bersama-sama dengan masyarakat melakukan penghijauan pada setiap lahan yang dianggap kritis dan tidak bisa digunakan untuk tanaman seperti jagung maupun kacang.
By. JES

Bank NTT Kefamenanu Gelar Pasar Muraht


sergapntt.com [KEFA] – Kepedulian sosial manajemen Bank NTT Cabang Kefamenanu kepada masyarakat Kabupaten TTU terus meningkat. Sabtu (10/12), Bank NTT Cabang Kefamenanu menggelar pasar murah bagi masyarakat Kecamatan Noemuti, Bikomi Selatan dan Noemuti Timur.
Pasar murah berlangsung di depan kantor Bank NTT Unit Noemuti dan menjual 500 paket sembako yang terdiri dari minyak goreng 2 liter, beras 4 kg, gula pasir 2 kg dan terigu 2 kg seharga Rp 50 ribu per paket.
Di Noemuti, masyarakat dari berbagai pelosok di tiga kecamatan itu berdatangan memadati lokasi pasar murah. Umumnya warga yang datang adalah mereka yang sudah memiliki kupon paket sembako seharga Rp 50 ribu. Meski warga cukup banyak memadati lokasi pasar murah dan sempat diguyur hujan, namun kegiatan berjalan aman terkendali tanpa pengawalan aparat keamanan.
Hadir pada kesempatan itu, selain pimpinan Bank NTT Cabang Kefamenanu, Sonny Pellokila, Kepala Cabang Pembantu Bank NTT Oelolok, Hendrikus Thaal, Direktur Pemasaran, Irene Olin serta Camat Noemuti, Petrus Nahak.
Sonny Pellokila yang dimintai komentarnya usai pasar murah menjelaskan, kegiatan pasar murah yang dilaksanakan menjelang hari Natal 2011 dan Tahun Baru 2012 semata-mata merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial manajemen Bank NTT  atas keadaan stok pangan saat ini terutama kebutuhan masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
“Kami (Bank NTT, red) tahu dan ikut merasakan apa yang dialami masyarakat TTU saat ini. Karena itu kami tidak ingin masyarakat TTU sendirian memikul beban, makanya pasar murah yang kami lakukan ini sebenarnya bukti bahwa kami tidak semata-mata mengejar keuntungan dari masyarakat, tapi kami juga peduli dengan masalah yang dialami masyarakat dari waktu ke waktu termasuk saat ini,” ungkap Sonny.
Menurut Sonny, kehadiran Bank NTT Cabang Kefamenanu untuk melayani kebutuhan masyarakat TTU dari waktu ke waktu dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan agar lebih baik melalui berbagai produk  Bank NTT yang dijual kepada masyarakat TTU.
Karena itu dia meminta kepada seluruh masyarakat TTU untuk selalu menjadikan Bank NTT sebagai mitra yang selalu setia melayani kebutuhan masyarakat tanpa mengenal batas waktu.
“Bank NTT adalah milik pemerintah daerah dan masyarakat TTU. Karena itu pula Bank NTT adalah bagian yang tidak terpisahkan dari seluk beluk masyarakat TTU, sehingga kapan saja kami selalu siap melayani yang terbaik kepada siapa saja yang membutuhkan jasa Bank NTT Cabang Kefamenanu,” katanya.
By. TMR