Gubernur NTT Terima 432 Jamaah Haji Asal NTT


sergapntt.com [KUPANG] – Gubernur NTT Drs. Frans Lebu Raya menerima 432 jamaah haji asal NTT yang diberangkatkan dari embarkasi Surabaya menuju Tanah Suci Mekkah telah tiba dengan selamat di tanah air pada Sabtu (10/12/2011).
Gubernur mengakui, kehadirannya ke Surabaya untuk menjenguk dan menjemput 432 jemaah haji asal NTT yang telah kembali ke tanah air dengan selamat. Jamaah Haji asal NTT yang semula berjumlah 435 orang namun yang kembali hanya 432 karena 3 (tiga) orang meninggal dunia di Tanah Suci Mekkah. Ketiga jamaah yang meninggal dunia itu atas nama Haji Djou Koko (71 tahun) dari Kabupaten Alor; Hajah Siti Aminah Umar Amung (59 tahun) dari Kabupaten Kupang dan Haji Abdulrahman Bin Muhamad (72 tahun) dari Kota Kupang.
Menurut Gubernur, untuk memajukan NTT membutuhkan sumber daya manusia yang bermutu yakni cerdas secara intelektual dan juga cerdas secara emosional. Untuk itu Gubernur mengajak, para jamaah untuk bekerja sama dan menciptakan suasana damai mulai dari lingkungan massing-massing. “NTT bisa maju hanya dalam kebersamaan. Untuk itu, jadilah haji dan hajjah yang baik di tengah masyarakat NTT yang majemuk. Teruslah berpikir besar dan hilangkan stigma NTT miskin,” kata Gubernur.
Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi NTT, Drs. Frans Sega, M.Si minta agar kegembiraan yang telah diterima dari tanah suci dapat membaginya dengan saudara-saudara yang ada di NTT. “Anda sekalian adalah titipan Allah, hendaknya dapat memberikan yang terbaik dan terindah serta mendukung NTT Bernas. Marilah kita membangun NTT yang Bernas,” tandas Sega.
Turut Hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Drs. H. Sujak, M.Ag, Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi NTT, Drs.Frans Sega, Ketua Muhamadyah NTT, Drs. M. Wongso dan Kepala Biro Bina Sosial Setda Provinsi NTT, Drs. Alo Dando, MM. 
By. FERRY GURU 

Bank NTT Harus Jadi Primadona Rakyat NTT


sergapntt.com [KUPANG] – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Drs. Frans Lebu Raya mengatakan, Bank NTT harus bisa menjadi primadona bagi rakyat NTT. Karena itu, Bank NTT harus berjalan beriringan dengan masyarakat, tidak boleh sendiri-sendiri. Untuk itu, pelayanan kepada masyarakat harus lebih baik, serta harus bisa membuat terobosan-terobosan baru untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat.
Hal tersebut diungkapkan Gubernur NTT saat peresmian secara simbolis operasional 35 Kantor Unit Simpan Pinjam Desa (USPD) Bank NTT di Aula Bank NTT Kupang, Selasa (13/12/11).
Gubernur NTT berkomitmen agar Bank NTT lebih baik di hari-hari yang akan datang, untuk itu Bank NTT harus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). “Saya melihat Bank NTT termasuk lebih baik dibandingkan dengan bank-bank pembangunan daerah lainnya karena itu kualitas SDM harus bisa ditingkatkan,” ujar Gubernur.
Gubernur Lebu Raya mendorong Bank NTT menjadi regional children. “Kita harus berusaha untuk membuat Bank NTT lebih maju dan optimis. Bank NTT jangan biasa-biasa tapi harus luar biasa dari bank-bank lain yang ada di NTT ini,” tegas Gubernur Lebu Raya.
Lebih lanjut Gubernur mengatakan, kehadiran Kantor USPD adalah untuk mendorong Desa Mandiri Anggur Merah yang sedang kita galakan saat ini. Program ini adalah keberpihakan bukan pengasihan kepada masyarakat di pedesaan. Lanjut Gubernur, tantangan Bank NTT saat ini adalah banyaknya bank-bank lain, asuaransi dan koperasi-koperasi. “Oleh karena itu, Bank NTT tidak boleh diam di tempat tapi harus jemput bola,” saran Gubernur.
Gubenur mengajak seluruh masyarakat NTT untuk mendukung Bank NTT karena pemegang saham terbesar adalah provinsi dan kabupaten/kota. Gubernur Lebu Raya berharap dengan diresmikannya kantor USPD dapat mendekatkan masyarakat khususnya masyarakat di pedesaan agar lebih mengenal Bank NTT.
Sementara itu Direktur Utama Bank NTT, Daniel Tagu Dedo, SE,MM, mengatakan, 35 Kantor USPD yang diresmikan hari ini adalah di kecamatan prioritas yang dipilih secara  langsung oleh para bupati untuk mendongkrak pembangunan di NTT. 35 kantor ini sangat spesifik dan untuk pertama, pegawai masing-masing kantor tiga orang dan nantinya akan bertambah sesuai dengan perkembangan ekonomi saat itu. USPD merupakan kantor layanan Bank NTT di pedesaan yang difokuskan untuk pelayanan usaha kredit mikro dan diharapkan dapat memberikan jasa layanan kepada masyarakat pedesaan di seluruh NTT.

By. FERRY GURU

Program DeMAM Tuai Kritik Lima Fraksi


sergapntt.com [KUPANG] – Program Desa Mandiri Anggur Merah (DeMAM) untuk tahun 2011 menelan anggaran Rp 80 miliar dengan alokasi Rp 250 juta per desa setiap kecamatan.
Namun, pelaksanaannya dinilai belum maksimal. Setidaknya lima fraksi di DPRD NTT memberi catatan kritis terhadap program ini dalam pemandangan akhir fraksi, Senin (12/12/11).

Dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD NTT, Ibrahim A. Medah dihadiri Gubernur NTT, Frans Lebu Raya tersebut, sebanyak lima fraksi memberi catatan kritis, yakni Fraksi Partai Demokrat, F-PDIP, F-Gabungan NTT Sejahtera, F-Gabungan Abdi Flobamora, dan F-Partai Gerindra.

Dalam pemandangan akhirnya, F-Demokrat meminta agar program DeMAM ini dievaluasi sebelum digelontorkan anggaran pada tahun anggaran 2012.

“Program apapun untuk kemajuan atau kepentingan umum tidak hanya didasarkan pada itikad baik saja, tetapi juga harus dijalankan dengan cara yang benar, mekanisme yang tepat dan terukur dan sasaran yang jelas,” tandas juru bicara F-Demokrat, Benyamin Wodon saat membacakan pemandangan akhir fraksi, Senin (12/12) kemarin.

Disebutkan, pemerintah belum menjelaskan secara baik bentuk, sistem, mekanisme dan tolok ukur yang digunakan dalam menjalankan program tersebut.

Menurut fraksi yang dipimpin Wellem Nope ini, yang janggal ketika fasilitator direkrut dahulu sebelum mengetahui jenis usaha dari kelompok masyarakat.

“Celakanya, kelompok masyarakat di desa sasaran lebih memilih program pengembangan ternak, fasilitator yang telah direkrut justru dari latar belakang pendidikan dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP),” tandas Wodon.

Sementara itu, F-Gerindra, menyatakan, NTT pantas berbangga karena dalam banyak keterbatasan namun telah membuktikan tekad memperkuat kemandirian masyarakat dengan langkah nyata membangun dari kampung dan desa yang dioperasionalisasikan melalui program DeMAM.

Disebutkan, meskipun terlambat namun kebijakan dan konsep ini dapat dilaksanakan.

Dalam pemandangan akhirnya yang dibacakan juru bicara Armindo Soares, menyatakan, apapun nama dan nomenklaturnya, konsep program DeMAM harus teguh berdiri di atas dasar pemahaman bersama bahwa lingkaran setan kemiskinan tidak dapat diberantas dengan program bagi-bagi uang seperti BLT (bantuan langsung tunai, Red).

“Kemiskinan di NTT hanya dapat diatasi dengan membangun dan memperkuat kemandirian masyarakat. Dan tahapan membangun kemandirian masyarakat ini harus dimulai dari kampung dan desa,” tandasnya.

Dikatakan, F-Gerindra masih melihat banyak kekurangan dalam pelaksanaan program ini pada tahap pertama di tahun 2011, Gerindra menyampaikan apresiasi kepada Pemprov NTT yang mulai melakukan pembenahan dan melakukan koreksi terhadap hal-hal yang dipandang lemah.

Fraksi yang diketuai Gabriel Beri Binna ini menyatakan, untuk melaksanakan komitmen ini, perlu disusun indikator-indikator yang jelas dan terukur.

Selain itu, harus dilakukan pembenahan dalam mekanisme rekruitmen tenaga pendamping dan pengembangan kapasitas tenaga pendamping dengan melibatkan LSM.

Program ini juga, kata Armindo, harus diintegrasikan dengan penguatan kapasitas dan kelembagaan desa dimana membutuhkan koordinasi dan sinergitas seluruh pemangku kepentingan.

Untuk itu, Gerindra meminta agar di tingkat provinsi, Bappeda dan BPMPD harus menjadi aktor kunci.

“Melibatkan, mengkoordinasikan dan mensinergikan dua institusi ini akan menentukan keberhasilan pengembangan kapasitas dan kelembagaan pemerintahan desa khususnya dalam mengimplemestasikan program desa mandiri anggur merah,” tambah Armindo.

Fraksi Gerindra juga menyampaikan apresiasi kepada AusAID (the Australian Agency for International Development) atas dukungannya terhadap program Desa Mandiri Anggur Merah.

Kiprah lembaga-lembaga international seperti AusAID dan lembaga-lembaga seperti European Commision, GTZ, JICA, CIDA, Lembaga-lembaga dibawah naungan United Nation seperti WFP, Unicef, WHO, UNFPA, dan lain-lain serta LSM-LSM seperti Care International,

WVI, Swiss Contact, ACF, Plan International, Veco International dan lain-lain serta lembaga-lembaga swasta dan individu penyelenggara program-program pengembangan masyarakat yang telah mendukung DeMAM.

Selain itu, F-PDIP meminta agar Pemprov NTT menyiapkan bibit ternak, karena pada pelaksanaan tahun anggaran 2011, hampir 80 persen kelompok melaksanakan usaha ternak.

Harus dilakukan bimbingan terhadap penyusunan program dan kegiatan di desa yang memperhatikan target grup atau kelompok sasaran yang memiliki kerentanan dan termarginalkan seperti perempuan dan anak-anak.

“Pengawasan juga perlu dilakukan bersama baik oleh masyarakat, DPRD maupun oleh lembaga-lembaga pemeriksa internal agar tidak mengalami hal negatif,” kata Hironimus Banafanu, juru bicara F-PDIP saat membacakan pemandangan akhir F-PDIP kemarin.

sumber: Harian Pagi TIMOR EXPRES

Wortel, Obat Maag Paling Mujarab


sergapntt.com – Anda lagi menderita sakit maag. Hm,,, kacian juga ya. Tapi saya punya resep. Ini pengalaman pribadi loh!  Dua bulan yang lalu, saya terserang penyakit maag. Lambung terasa sakit, hati pedih, badan benar-benar rasa ga enak. Saya bahkan sampai inap di RSUD W.Z Yohanes Kupang.
Dua hari di rumah sakit, benar-benar membuat saya sadar, ternyata sehat itu mahal. Koq jadi curhat seh. Sory the. Atas saran seorang kerabat saya, saya pun mencoba konsumsi sari wortel. Hasilnya? Lima menit kemudian, rasa sakit langsung menghilang.
Caranya? Wortel kira-kira 4 siung (lebih juga ga apa-apa) diparut. (Peringatan: ga boleh pakai blender, saya juga ga tau apa pengaruhnya, tapi jika diblender, khasiatnya ga manjur lagi loh). Setelah diparut, wartel tersebut diremas  keluarkan sarinya. Setelah itu, air sarinya dicampur ama  garam yodium secukupnya.  Jika sudah siap saji, sebayanglah menurut keyakinan anda, lalu minumlah! Tunggu beberapa saat, opssss,,,,,,,,,,, sakit yang mendera langsung kabur ke liang lahat, hahahaha,,,,,!  
Jika udah sembuh,,,, beri komennya di bawah ya,,,,,!!!!!!!! Good Bles You!!!!
Wortel (Daucus carota) sendiri memiliki kandungan Vitamin A yang tinggi yaitu sebesar 12000 SI. Sementara komposisi kandungan unsur yang lain adalah kalori sebesar 42 kalori, protein 1,2 gram, lemak 0,3 gram, hidrat arang 9,3 gram, kalsium 39 miligram, fosfor 37 miligram, besi 0,8 miligram, vitamin B 1 0,06 miligram, dan vitamin C 6 miligram. Komposisi di atas diukur per 100 gram.
Penyakit Lain Yang Dapat Diobati Wortel: Kejang jantung, eksim, cacing kremi dan mata minus.
By. CHRIS PARERA

Cegah Malaria, Ramahlah Terhadap Hutan


sergapntt.com – Khusus Nusa Tenggara Timur (NTT), kewaspadaan perlu lebih ditingkatkan, mengingat mutu pelayanan kesehatan di provinsi kepulauan ini masih jauh dari harapan. Memasuki musim hujan,  di beberapa daerah di NTT merupakan daerah endemis malaria yang sering merenggut korban jiwa.
Daerah ini sepertinya memang harus banyak belajar bagaimana caranya mempertahankan sebuah prestasi atau kesuksesan. Sudah berkali-kali kita sukses menggapai prestasi, tapi berkali-kali pula selalu gagal mempertahankannya. Sudah demikian banyak mendapat pengakuan dunia internasional terhadap suatu pencapaian, tapi terlalu sering pula kita “menciderai” pengakuan tersebut. Salah satunya soal pencegahan wabah malaria.
Hingga tahun 1997, NTT sebenarnya sudah mengalami kemajuan dalam pencegahan penyakit malaria. Jumlah kasus serangan penyakit yang divektori spesies nyamuk Anopheles itu tiap tahun terus menurun. Demikian pula dengan daerah-daerah yang sering dilanda kejadian luar biasa (KLB) malaria, kian menyempit. Secara nasional, hingga tahun 1997, hanya tinggal beberapa “titik” saja yang masih jadi prioritas Departemen Kesehatan untuk ditingkatkan statusnya menjadi “bebas malaria”.
Dalam kasus serangan malaria, andai saja perilaku ramah, adil, dan arif terhadap lingkungan sudah menjadi bagian keseharian masyarakat kita, rasanya kemunculan wabah malaria bisa dicegah. Mengapa?
Karena unsur paling berpengaruh dalam memunculkan komunitas malaria adalah perilaku masyarakat. Dalam beberapa kasus yang ditemukan di NTT, meningkatnya serangan malaria diakibatkan oleh kian rusaknya ekosistem hutan yang menjadi tempat nyaman hidup nyamuk Anopheles. Karena itu, ramalah terhadap hutan.
Sebagai salah satu penyakit reemerging (menular kembali secara massal), malaria hingga saat ini harus ditempatkan sebagai salah satu ancaman di tanah air. Khusus NTT, kewaspadaan perlu lebih ditingkatkan, mengingat sejumlah kawasan di NTT merupakan daerah endemis malaria yang banyak merenggut korban jiwa. Ini tentunya, selain membutuhkan keseriusan pemerintah dalam menciptakan program nyata pencegahan dan pemberantasan malaria, juga dituntut keterbukaan informasi, baik mengenai potensi ancaman maupun fakta mengenai jumlah kasus yang ditemukan.
By. CLON/COPAS